" Karena kamu tadi nggak ngajak saya, sekarang kamu harus temani saya makan siang"
Tommy menyorongkan kotak makanan dan segelas minuman ke meja di depanku. Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal. Waduh bisa meletus perutku kalau harus makan lagi. Tapi kalau menolak juga tak enak hati.
" Wahh, saya masih kenyang pak. Gak sanggup deh kayanya kalau harus makan lagi" aku sedikit memelas pada bossku. Berharap dia tidak memaksaku makan lagi.
Tapi boss tampaknya tak peduli.
" Jangan menolak Sasi. Tega banget kamu biarin teman kamu makan sendirian. Ayo cepetan buka boxnya. Makan!" Tommy tetap kekeh menyuruhku makan.
Akhirnya aku tak bisa menolak lagi. Kuambil piring di depanku. Kubuka dulu kotak makan bossku dan memindahkan makanannya ke piring lalu kuserahkan padanya seperti biasa jika kami makan bersama di kantor. Lalu dengan malas ku buka box makanan di depanku. Nasib anak buah gini amat. Sudah kenyang pun harus makan lagi jika boss bertitah...
Air mataku hampir menetes membayangkan perutku akan meledak kekenyangan. Tapi saat box makanku sudah terbuka, aku tersenyum-senyum sendiri. Ternyata isinya cuma sepotong puding coklat dengan vla susu di atasnya. Wahh si bos ngerjain aku nih.
" Napa senyum-senyum gak jelas gitu?" Tommy menatapku dengan senyum smirk di sela-sela menyuap makanannya. Dia makan dengan sangat anggun. Benar-benar perfect. Bahkan saat mengunyah pun dia terlihat sangat menyenangkan dipandang. Ish...
" Hehehe...kalau ini sih mau banget saya pak. Dan perut saya pasti masih muat. Makasih ya pak...hehehe..." aku masih tersenyum malu.
" Saya tahu kamu sudah makan tadi. Tapi saya pengen ditemani makan sama kamu. Jadi saya pesen dessert sama minum saja buat kamu. Yang penting saya ada teman makan" Tommy menyapu bibirnya dengan tissue.
Lagi-lagi aku dibuatnya terpana dengan gerakannya yang sangat halus. Ya ampuun. Aku tidak tahu apa yang terjadi denganku. Kenapa akhir-akhir ini aku begitu intens memperhatikannya. Padahal kami entah sudah berapa ratus kali makan bersama selama empat tahun ini. Sebelumnya apa dia juga seperfect itu?
Ku teguk jus strawberry favoritku penuh perasaan. Segar dan nikmat sekali....eh dia memesan minuman favoritku lho....si boss yang terkenal sedingin kulkas dan sesepi kuburan ...hihihi...
" Boleh saya kembali ke ruangan saya pak? Saya masih ada pekerjaan.." aku pamit padanya ketika kulihat boss juga sudah menghabiskan dessert dan minumannya.
" Silakan. Saya juga masih banyak kerjaan. Makasih ya udah ditemani makan siang" Dia tersenyum sambil menatapku.
Ish! Tatapannya itu. Apakah hanya perasaanku saja kalau dia menatapku dengan lembut dan penuh perhatian? Hush...aku mengusir otak konsletku. Buru-buru keluar ruangan setelah membersihkan meja bos dan memanggil OB untuk mengambil piring dan gelas kotor.
Sorenya ketika pekerjaanku telah selesai, aku segera membereskan mejaku. Hari ini pekerjaanku selesai dengan cepat. Aku senang sekali, karena sudah beberapa hari ini aku harus lembur karena pekerjaan yang menumpuk. Jadi ketika bisa pulang sore seperti ini rasanya sesuatu banget ( kata syahrini...haha..)
Baru saja melangkah ke pintu , kulihat Reza berdiri di depan ruanganku. Eh, sejak kapan dia di situ.
" Pulang bareng yuk! Gak lembur kan? " todong Reza langsung to the point.
Aku tertawa melihatnya. " Tahu aja aku nggak lembur. Yuk pulang!" Aku membiarkan Reza menarik tanganku. Tapi begitu keluar dari ruangan aku melepaskan pegangan tangannya.
Baru saja hendak menutup pintu ruang kerjaku, aku mendengar telpon berdering.
" Tunggu bentar Za, aku angkat dulu" aku masuk lagi ke ruanganku. Meninggalkan Reza bersandar di tembok samping pintu.
" Sorry Za...boss nyuruh lembur..." aku meminta maaf pada Reza karena batal pulang bareng dia. Aku benar-benar menyesal karena Reza tampak begitu kecewa.
" Si boss keterlaluan bener sih! Udah mau pulang juga masih disuruh lembur. Padahal aku mau ngajak kamu nonton lho Sas.." Reza manyun. Lucu sih, tapi kasihan juga aku mengecewakannya.
" So sorry, emang si boss seenak udelnya aja tuh. Padahal tadi ga ada rencana lembur lho!" aku ikut kesal jadinya. Kayanya gak rela anak buahnya happy deh.
" Oke. Aku pulang duluan ya Sas. Tapi kamu utang jalan sama aku ya..?" Reza mengedipkan matanya lucu.
" Iya deh..atur aja. Asal ada waktu santai kita jalan." akhirnya aku mengalah. Tak mau membuatnya makin kecewa.
"Siip....selamat lembur Sasi cantiik.." Reza melambaikan tangannya dan berlalu meninggalkanku.
Aku bergegas ke ruangan Tommy. Boss gila, apa coba maunya? Mendadak nyuruh-nyuruh menemani dia lembur. Kalau tak ingat dia yang menentukan gajiku, tak sudi aku!
" Permisi pak...?" Aku tak mengetuk pintu lagi. Dia pasti tahu itu aku.
" Masuk Sas.." kudengar suara merdu nya. Eh!
" Pak..kok mendadak sih? Tadi kan bapak bilang boleh pulang kalau udah kelar kerjaan. Kok sekarang berubah lagi?" Aku tak tahan untuk tidak memprotes bossku.
Tommy cuma tersenyum. Tidak melihatku. Melanjutkan kegiatannya menekuri laptop yang menyala di depannya.
" Terus sekarang saya disuruh apa pak?"
" Pesan makanan gih ! " Sahutnya santai.
" Maksudnya gimana pak?" Aku bingung.
" Sasi, kamu lembur temani saya. Sekarang kamu pesen makan buat kita berdua. Kamu pesen sesukamu. Saya pengen makan masakan padang aja. Sama minumnya coffee late dingin."
Aku terlolong menatapnya yang cuek tak mengalihkan pandangan dari laptopnya. What? Jadi aku lembur cuma buat menemaninya? Apa-apaan?
" Pak..?"
"Sshhhh! Stop! Jangan protes lagi. Biar saya cepet selesai, dan kita cepet pulang. Okey? Ayo cepet pesen makan Sasi..! "
Dasar bos gila. Main perintah seenaknya. Tapi mau tak mau aku menurutinya juga.
Sambil menunggu pesanan, karena tak ada kerjaan aku main ponsel. Melihat-lihat berita dan sosial mediaku.
Tommy tak bicara sama sekali. Dasar aneh. Buat apa coba aku nganggur ngelihatin dia berkutat dengan laptopnya.
Tapi eh tapi, aku jadi leluasa memandangi wajah tampannya. Meski dahinya kadang berkerut-kerut, kadang tangannya mengusap pelipis atau tengkuknya. Kegantengannya tetap paripurna. Oh my boss..hihihi....
Setengah jam kemudian pesananku datang.
" Pak, mau saya siapkan makan sekarang?" aku menegurnya.
" Boleh. Siapin aja. Tunggu bentar ya. Sudah hampir selesai ini." jawabnya sambil tetap fokus ke pekerjaannya.
" Kamu kalau mau makan duluan juga boleh Sas", sambungnya lagi.
" Nunggu bapak aja deh. Nggak enak makan sendiri" Sahutku.
Dia tersenyum dan mengangkat wajahnya sedikit.
" Oke. Tunggu bentar ya?" dia menatapku sekilas dan kembali menunduk.
Dan sebentar buat Tommy adalah hampir satu jam kemudian pekerjaannya baru selesai. Hadeeh dasar workaholic. Menyesal aku bilang mau makan nunggu dia tadi.
Dia berdiri dari kursi kebesarannya setelah mematikan laptopnya.
' Akhirnya selesai juga..." Dia mendesah sambil stretching. mengangkat tangannya tinggi-tinggi.
" Sori ya..kamu jadi nunggu lama. Makan yuk!" Tommy menepuk bahuku pelan.
Aku meringis. " Iya pak" sahutku singkat
Kami makan bersama sambil ngobrol. Aku sedikit heran. Ternyata dia bisa rame juga. Obrolan santai kami mengalir hingga makanan kami habis tak bersisa. Dia tak se sepi itu ternyata. Apa karena sekarang aku temannya?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments
Santi👠
si sasi kena pelet alami si boss
2024-04-13
0
anggrymom
mending pak boss sas, drpd si davin n reza
2021-11-26
2
Adhy comel
mending sm sibos lah kan jd enak gt lahir batin
2021-09-25
2