#Dating with My Boss (2)

Tommy segera turun dari mobil dan bergegas mengejar Sasi yang lebih dulu berjalan ke arah lift . Saat itulah tiba-tiba dari arah kanan area parkir di bassement mall sebuah mobil melaju ke arah Sasi. Sasi tidak melihatnya dan terus melangkah. Dengan refleks Tommy meraih tubuh Sasi dan menariknya sehingga tubuh Sasi jatuh ke pelukannya.

Sasi terkejut setengah mati. Apalagi sedetik kemudian sebuah mobil melaju kencang dibelakang tubuhnya yang tengah di peluk Tommy.

" My God , Sasi! Hati-hati dong kalau mau jalan" Tommy memekik pelan sambil tetap memeluk erat Sasi. Jantungnya hampir copot membayangkan Sasi diterjang mobil itu.

" Mmmaa..af mas.." wajah Sasi memucat. Dadanya berdebar kencang.

" Hampir saja Sas, berarti bener yang ibu kamu bilang. Kamu itu ceroboh kalau di tempat ramai."

Sasi meringis. Ya ampuun. Kenapa aku bisa seceroboh itu? Sasi merutuki kelalaiannya sendiri.

Sesaat kemudian ia baru sadar jika saat itu mereka masih berpelukan. Sasi bisa mencium aroma parfum Tommy yang membuatnya nyaman dan enggan melepas pelukan bos tampannya itu. Tapi rasa malunya masih bekerja.

" Emmm..maaf mas. Boleh lepas pelukannya ngga? Malu dilihat orang.." Sasi agak menjauhkan wajahnya yang menempel di dada Tommy.

Tommy tergeragap sadar dan buru-buru melepas pelukannya pada Sasi.

" Ehh..sorry..sorry. Bener-bener ngga sengaja loh Sas. Refleks aja tadi"

" Iya mas, saya tahu. Thanks, kalau ngga ada mas tadi mungkin saya udah celaka."

" Sudah...sudah , yang penting kamu masih selamat,yuk jalan!" Tommy menarik dan menggenggam lembut tangan Sasi.

" Mas? "

" Apa?" Tommy menoleh ke arah Sasi

" Tangannya..." mata Sasi melihat ke arah tangannya yang digenggam Tommy.

" Ngga usah protes. Biar aman, jangan lepasin pegangan tangan saya. Jangan-jangan di mall nanti ilang kamu." Gerutu Tommy sambil menarik pelan tangan Sasi.

Kejadian yang baru saja hampir mencelakakan Sasi membuat Tommy merasa perlu lebih waspada menjaga Sasi.

Mau-tak mau Sasi mengikuti langkah Tommy. Berjalan bergandengan tangan menuju ke arah lift untuk naik ke lantai atas tempat movie area berada.

" Ya nggak mungkin ilang lah Mas, saya bukan anak kecil..." Sasi masih mencoba protes dan berusaha melepas genggaman tangan Tommy.

Tapi Tommy malah mempererat genggamannya. Genggaman yang hangat dan lembut. Cowok kok tanganya halus banget ya...Tubuh Sasi meremang.

Tanpa sadar Sasi tersenyum. Sesekali menatap wajah bos tampannya itu dari samping sambil berjalan.

Keduanya segera memasuki lift yang kebetulan sedang kosong.

" Berarti kamu dulu pernah ilang. Ngaku kamu!" Tommy tersenyum meledek Sasi.

" Eh kok mas tahu?" Sasi malah keceplosan mengaku

" Itu tadi kamu yang bilang sendiri..." Tommy terkekeh.

Sasi ikut tertawa mengenang kecerobohannya saat masih anak-anak yang pernah hilang di pasar malam . Saat itulah lift terbuka kembali dan sekelompok remaja lelaki dan perempuan masuk. Sasi refleks merapat ke arah Tommy, memberi ruang pada mereka yang baru masuk lift. Melihat itu, Tommy pun refleks merangkul pundak gadis itu.

Sasi merasakan tangan Tommy yang hangat melingkar di pundaknya. Jantungnya serasa berloncatan. Berada begitu dekat dan menempel pada tubuh Tommy seperti ini sungguh berbahaya bagi jantungnya. Harum parfum Tommy kembali memanjakan hidung Sasi.

Dua lantai kemudian remaja-remaja itu keluar dari lift. Tapi sebelum keluar, salah seorang dari ABG-ABG tanggung itu sempat menyeletuk.

" Lift pun serasa milik berdua ya kak, yang lain numpang.." disambut tawa teman-temannya.

" Sialan" Gumam Tommy sambil tertawa kikuk.

Sasi ikut tertawa. Tommy melepas rangkulannya di pundak Sasi. Tapi kembali menggenggam tangan gadis itu.

Sampai di lantai sepuluh mereka keluar. Suasana mall di lantai ini tampak ramai. ada beberapa orang mengantri di depan loket. Sementara beberapa yang lain tampak duduk-duduk di kursi ruang tunggu. Ada juga yang sedang membeli popcorn dan makanan ringan. Khas pemandangan di gedung bioskop.

" Lihat - lihat filmnya dulu yuk. Kamu pengen nonton apa?" tanya Tommy.

Keduanya merapat ke dinding ruangan. Terpampang poster thriller film-film yang diputar hari ini.

" Nonton ini saja ya mas, aku suka Scarlet Johanson. Cantik banget." Sasi menunjuk poster film Black Widow

" Kamu juga cantik.." Tommy bergumam pelan sambil menatap Sasi.

Sasi mendongak menatap Tommy. Meyakinkan apa yang baru didengarnya. Tapi Bos tampannya itu cuma mengulum senyum. Santai, seakan tak pernah mengucapkan sesuatu, padahal Sasi sudah hampir pingsan mendengarnya. Sasi mendesah kesal.

Dasar! Tadi nyuruh manggil sayang, sekarang bilang cantik. Terus bersikap santai seolah tak mengatakan apa-apa. What the hell boss. Apa kau mau bikin asistenmu ini jantungan?? Sasi menggerutu dalam hati.

Sambil mendecak sebal Sasi mengikuti langkah Tommy ke loket untuk membeli tiket. Ternyata film masih akan diputar satu jam lagi.

" Wah, kelamaan ini kalau nunggu. Makan dulu yuk, masih lama ini. Yang sesi pertama baru diputar." Tanpa bertanya pada Sasi Tommy menggandeng Sasi ke food court mall. Jiwa bossynya muncul.

" Kamu pengen makan apa?" Tommy bertanya.

" Masih kenyang mas. Saya temani aja. Nanti saya makan salad aja atau es krim"

" Makan pempek aja yuk. Kan gak berat-berat amat. Gak bikik kenyang."

" Boleh deh." Sasi akhirnya setuju.

Mereka menikmati pempek di food court. Di selingi obrolan dan canda tawa yang semakin lancar mengalir.

" Makanan favorit kamu apa Sas?"

" Masa ngga tahu. Padahal sudah empat tahun hampir tiap hari makan bersama." Sasi menatap Tommy heran.

" Kamu kayanya gak pilih-pilih makanan deh. Semua kamu makan. Jadi saya nggak tahu mana yang favorit" Tommy tampak mengingat-ingat kebiasaan Sasi.

" Iya juga sih mas. Tapi kalau boleh milih, yang penting banyak sayurnya saya pasti lebih semangat makan. Kalau nggak ada ya...apa saja yang penting kenyang...hehe.."

" Kalau favorit saya, ngga usah tanya juga kamu pasti tahu kan? Wong kamu yang pesankan tiap hari buat saya" Tommy tersenyum menatap Sasi.

Sasi membalas senyuman bossnya.

" Iya dong pak, Eh..mas...saya kan sekretaris plus asisten teladan..hehe.." Sasi tertawa sambil menepuk dadanya bangga.

Tommy ikut tertawa. " Iya.....asisten kesayangan..." celetuk Tommy lagi-lagi santai tanpa menatap Sasi, sambil menarik tangan Sasi keluar food court area setelah membayar bill makanan mereka.

Membiarkan Sasi bergelut dengan degup jantungnya yang lagi-lagi bertalu. Boss..Sasi nggak kuat...mau pingsan ditembak rayuan maut beruntun yang tak berperasaan dari boss...pekik hati Sasi sambil lekat memandangi wajah bossnya yang pura-pura tak peduli.

Tommy melangkah santai kembali ke movie area sambil terus menggenggam tangan Sasi . Sebelum masuk gedung pertunjukan, Tommy sempat membeli dua kantong cemilan dan dua botol air mineral.

Ketika sudah hampir memasuki pintu gedung, Sasi tiba-tiba mendengar suara seseorang memanggil namanya.

" Sasi..!"

Sasi menoleh ke kanan dan ke kiri, namun tak kunjung menemukan orang yang memanggilnya. Akhirnya Sasi mengikuti langkah Tommy yang sudah menarik tangannya masuk gedung.

" Siapa? Tanya Tommy.

" Ngga tahu, ngga kelihatan." Sasi mengangkat bahunya.

" Ohh..." sahut Tommy cuek.

Tommy dan Sasi mengikuti petugas yang menunjukkan kursi mereka. Tak lama lampu penerangan mulai dimatikan, pertanda film akan segera dimulai.

Terpopuler

Comments

Ass Yfa

Ass Yfa

kalo ndak Reda ya Davin

2024-05-07

0

Adhy comel

Adhy comel

kirain demit yg pnggil ☺☺😀😃😃

2021-09-25

3

mintil

mintil

sapa yg manggil.jangan2 demit

2021-09-06

2

lihat semua
Episodes
1 #Sekar Sasi Nopember
2 #Boss
3 #Air mineral?
4 #Mengusikku
5 #Melihatmu
6 #Terjerat Pesonamu
7 #Apakah sihir benar-benar bekerja?
8 #Jodoh On The Way
9 #Teman Bos Ganteng
10 #Terlambat selangkah
11 #Menemani boss
12 #Aku tak rela kau dengannya
13 #Saling Terpesona
14 #Dating with my boss
15 #Dating with My Boss (2)
16 #Duo Jones
17 #Merajut Asa
18 # I Miss Monday
19 #Aku Mau ....
20 #Milikmu
21 # Hari yang Indah
22 #First kiss
23 #Calon Ipar
24 #Papa
25 #Two Brothers Talk
26 #Bertemu Dia
27 #Get Well Soon, Dear
28 #Solusi
29 #Debaran
30 #Tiga Pria
31 #Dia Hanya Milikku
32 # Keraguan
33 #Sweet morning
34 # Sekretaris Baru
35 #Takdir
36 #Sekar Palupi Wulandari
37 #Kenyataan
38 #Ketika Sukma Terlepas dari Raga
39 #Mati Suri
40 #Mati Suri (2)
41 # Menembus mata hati
42 #Asal Kau Bahagia
43 # Lamaran..Soon!
44 # Badai Belum Berlalu
45 #Camerku iparku
46 #Camerku Iparku (2)
47 #Camerku iparku (3)
48 #Menjelang Hari Bahagia
49 #Pengganggu
50 # Antimainstream
51 #Membuka Jalan
52 #Hari baru
53 # Bertemu Mbah Ageng
54 #Dunia Lain
55 # Menuju Satu
56 #Menuju Satu (2)
57 # Menggali diri
58 # Menembus jiwa
59 #Membuka Mata Hatimu
60 " Sadarlah Sasikuu"
61 # Menyentuh jiwa
62 #Namanya Turangga Seta
63 #Tentang Dia
64 #Adilaga
65 #Sebelum Pingitan
66 #Menghitung waktu
67 # Memasuki alam mimpimu
68 # Bersiap atas Segala Kemungkinan
69 #Menerima Tantanganmu
70 #Pertaruhan dan Pertarungan
71 #Pertaruhan dan Pertarungan (2)
72 #The Day of Love
73 # The Day of Love (2)
74 #Love is You
75 #Celebrate Love
76 #Kejutan
77 #Masih Party
78 #Tabir
79 #Pengagum Rahasia
80 #Siapa Rangga?
81 #Honeymoon
82 #Heneymoon (2)
83 #Honeymoon (3)
84 #Ada Apa dengan Rangga?
85 #Babak Baru
86 #Pulang
87 # Home sweet home
88 # Bertemu Sang Guru
89 #AdaYang Mengawasimu, Sasi
90 #First Monday
91 #Rasuk
92 #Memburu Pengganggu
93 #Keresahan
94 #Selamat Tinggal Jiwa yang Penasaran...
95 #Berita Bahagia
96 #Sekar Maharani Bastomi
97 #PSS Ekstra Episode 1. Maharani Tercinta
98 #PSS Ekstra Episode 2. The Sad Man ever
99 #PSS Extra Episode 3. My Beauty Baby Rani
100 #PSS Extra Episode 4. Gerilya
101 #PSS Extra Episode 5. Rani, Papa Melihatmu
102 #PSS Extra Episode 6. Rangga Vs Tommy
103 #PSS Extra Episode 7. Selamat Tinggal
104 #PSS Extra Episode 8. Life Must Go On
105 #PSS Extra Episode 9.Ingin Mati Di pelukanmu
106 #PSS Extra Episode 10. Bukan Salah Paham
107 #PSS Extra Episode 11.Restu
108 #PSS Extra Episode 12. Sudah Lama Cinta
109 #PSS Ekstra Episode 13. Calon Raja dan Permaisuri
110 #PSS Ekstra Episode 14. Calon Putra & Calon Mama
111 #PSS FINAL EPISODE : RANGGA RANI
Episodes

Updated 111 Episodes

1
#Sekar Sasi Nopember
2
#Boss
3
#Air mineral?
4
#Mengusikku
5
#Melihatmu
6
#Terjerat Pesonamu
7
#Apakah sihir benar-benar bekerja?
8
#Jodoh On The Way
9
#Teman Bos Ganteng
10
#Terlambat selangkah
11
#Menemani boss
12
#Aku tak rela kau dengannya
13
#Saling Terpesona
14
#Dating with my boss
15
#Dating with My Boss (2)
16
#Duo Jones
17
#Merajut Asa
18
# I Miss Monday
19
#Aku Mau ....
20
#Milikmu
21
# Hari yang Indah
22
#First kiss
23
#Calon Ipar
24
#Papa
25
#Two Brothers Talk
26
#Bertemu Dia
27
#Get Well Soon, Dear
28
#Solusi
29
#Debaran
30
#Tiga Pria
31
#Dia Hanya Milikku
32
# Keraguan
33
#Sweet morning
34
# Sekretaris Baru
35
#Takdir
36
#Sekar Palupi Wulandari
37
#Kenyataan
38
#Ketika Sukma Terlepas dari Raga
39
#Mati Suri
40
#Mati Suri (2)
41
# Menembus mata hati
42
#Asal Kau Bahagia
43
# Lamaran..Soon!
44
# Badai Belum Berlalu
45
#Camerku iparku
46
#Camerku Iparku (2)
47
#Camerku iparku (3)
48
#Menjelang Hari Bahagia
49
#Pengganggu
50
# Antimainstream
51
#Membuka Jalan
52
#Hari baru
53
# Bertemu Mbah Ageng
54
#Dunia Lain
55
# Menuju Satu
56
#Menuju Satu (2)
57
# Menggali diri
58
# Menembus jiwa
59
#Membuka Mata Hatimu
60
" Sadarlah Sasikuu"
61
# Menyentuh jiwa
62
#Namanya Turangga Seta
63
#Tentang Dia
64
#Adilaga
65
#Sebelum Pingitan
66
#Menghitung waktu
67
# Memasuki alam mimpimu
68
# Bersiap atas Segala Kemungkinan
69
#Menerima Tantanganmu
70
#Pertaruhan dan Pertarungan
71
#Pertaruhan dan Pertarungan (2)
72
#The Day of Love
73
# The Day of Love (2)
74
#Love is You
75
#Celebrate Love
76
#Kejutan
77
#Masih Party
78
#Tabir
79
#Pengagum Rahasia
80
#Siapa Rangga?
81
#Honeymoon
82
#Heneymoon (2)
83
#Honeymoon (3)
84
#Ada Apa dengan Rangga?
85
#Babak Baru
86
#Pulang
87
# Home sweet home
88
# Bertemu Sang Guru
89
#AdaYang Mengawasimu, Sasi
90
#First Monday
91
#Rasuk
92
#Memburu Pengganggu
93
#Keresahan
94
#Selamat Tinggal Jiwa yang Penasaran...
95
#Berita Bahagia
96
#Sekar Maharani Bastomi
97
#PSS Ekstra Episode 1. Maharani Tercinta
98
#PSS Ekstra Episode 2. The Sad Man ever
99
#PSS Extra Episode 3. My Beauty Baby Rani
100
#PSS Extra Episode 4. Gerilya
101
#PSS Extra Episode 5. Rani, Papa Melihatmu
102
#PSS Extra Episode 6. Rangga Vs Tommy
103
#PSS Extra Episode 7. Selamat Tinggal
104
#PSS Extra Episode 8. Life Must Go On
105
#PSS Extra Episode 9.Ingin Mati Di pelukanmu
106
#PSS Extra Episode 10. Bukan Salah Paham
107
#PSS Extra Episode 11.Restu
108
#PSS Extra Episode 12. Sudah Lama Cinta
109
#PSS Ekstra Episode 13. Calon Raja dan Permaisuri
110
#PSS Ekstra Episode 14. Calon Putra & Calon Mama
111
#PSS FINAL EPISODE : RANGGA RANI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!