Kania memegang kedua pipi Dika.. Dika tersenyum lebar, seperti tidak terjadi apa-apa.
Kania menciumi wajah tampan anaknya itu.
"sayang.. Mama sangat takut terjadi sesuatu padamu.. apa kau tidak apa-apa sayang..? " tanya Kania memutar tubuh anaknya itu Menyelidik.
Dika terkekeh.
Gio membelai kepala putranya itu tidak perlu dijelaskan bagaimana keadaan di tempat ini Gio sudah tau anaknya lah yang melakukan semua ini.
"Jagoan Papa...! hebat..! " ucap Gio bangga.
Kania memukul lengan Gio kesal.
"kau Gila hah..? anakmu dalam keadaan seperti ini kau masih bisa bangga.. apa yang kau banggakan hah.. kau senang anak mu dalam bahaya.. " Emosi Kania tiba-tiba mengomeli Gio.
Gio Nyengir menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"tidak Baybe.. maksudku aku bangga karna Anak kita bisa mengatasi kesulitannya.. dan lihat.. dia tidak terluka sama sekali aku sangat bangga padanya..! " Elak Gio tersenyum lebar.
Kania mendengus kasar.
"tadi ada yang melindungi dika ma.. kalau bapak itu tidak melindungi dika.. dika mungkin sudah terluka.. " sahut Dika tersenyum lebar.
Kania dan Gio saling pandang bingung.
Dika menarik kedua tangan Papa dan Mamamu. dan Kedua orang tua dika berjalan mengikuti langkah kaki anaknya.
kania dan juga Gio terperangah melihat Mia yang menangis meraung-raung memanggil ayahnya.
dan darah segar membanjiri tempat itu, ditambah lagi kania kaget melihat pria yang yang meninggal juga di dekatnya dengan terbelalak juga lehernya bersimbah darah.
Kania langsung memeluk Dika dengan Khawatir. Gio merangkul kania dan Dika dalam pelukannya.
"Ya Tuhan...! " ucap Kania Meneteskan air mata saat melihat tangis pilu mia, dia sampai menutup Mulutnya sambil merangkul erat bahu Dika.
Mereka berjalan mendekati Mia..
Mata Mia sudah sembab tapi masih juga menangis. bagaimana tidak sedih Ayahnya Itulah yang dimiliki Mia. mia tidak punya siapa-siapa lagi.
Kania melepaskan rangkulannya dengan Dika. Kania berjongkok memeluk Mia berusaha menghibur anak kecil ini.
"sayang.. kamu sabar ya...!" Ucap Kania membelai kepala Mia.
Mia kembali menangis sejadi-jadinya sambil sesegukan. Kania benar-benar ikut merasakan kesedihan Mia karna dia juga pernah merasakan kehilangan mamanya di usia nya yang masih kecil.
Gio juga ikut berkaca-kaca melihat kesedihan Kania. dia bisa merasakan Kania mengingat masa lalunya saat kehilangan Mamanya.
Dika terdiam melihat mamanya menangis itu, dia menatap papanya bertanya-tanya.
"mamamu juga pernah kehilangan mamanya.. nenekmu sayang.." ucap Gio mengerti arti tatapan Dika.
Dika kembali melihat mamanya, ingin menghibur tapi tidak tau bagaimana caranya menghibur mamanya jadi dia hanya berdiri mematung saja.
"tante... Saya.. hanya... pun..ya Ayah.. Tapi Ayah...meninggalkan... saya.. saya juga mau ikut... ayah saya...sa..ja..! " Raung Mia sesegukan.
Kania menggeleng kepalanya.
"tidak sayang.. Ayahmu pasti tidak suka kalau kau menjadi wanita yang lemah.. kau harus bisa bangkit. jalani hidupmu dengan baik.. buktikan dirimu bisa hidup dengan baik supaya Ayahmu Tenang.. " sahut Kania berusaha memberi kekuatan pada Mia.
Mia terdiam sambil sesegukan, Matanya memerah juga sembab, dia melihat Ayahnya menatap lekat-lekat ayahnya itu.
"benarkah tante... Ayah tidak akan suka jika aku ingin ikut dengannya..? " tanya mia dengan polosnya.
Kania mengangguk membelai wajah Mia.
Mia menatap Kania matanya berkaca-kaca kembali. Dia langsung memeluk Kania dengan penuh kerinduan.
"Apa aku juga punya ibu..? " tanya Mia sesegukan.
Kania memejamkan matanya. dia tidak tau menjawab apa jadi hanya membelai kepala Mia dengan lembut.
Gio tersenyum lembut dia juga ikut berjongkok membelai kepala Mia.
"kau harus bangkit cantik.. kau harus jadi Gadis tangguh setelah jadi wanita yang kuat kau bisa mencari keberadaan ibumu.. kau pasti punya ibu.. " ucap Gio menenangkan Mia.
Mia melepas pelukannya dengan Kania. dia menghapus air matanya.
Mia kembali berjongkok membelai wajah pucat Ayahnya dengan mata berkaca-kaca lagi.
"Ayah.. Mia janji akan jadi Gadis tangguh.. Mia akan cari ibu.. Mia akan membuat Ayah bangga sama Mia.." ucap Mia berusaha untuk terlihat tegar.
Kania terkesiap melihat sikap tegar Anak seusia Gio itu.
Kania dan Gio saling pandang Kagum.
Kania mengulurkan tangannya pada Anaknya. dika yang sedari tadi mematung menyambut tangan mamanya.
Dika jadi ikut berjongkok.
"Ma.. apa yang harus kita lakukan..? " tanya Dika dengan polosnya.
Kania dan Gio tersenyum kecil. Kania tidak menjawab hanya membelai Pipi Anaknya yang bingung.
Kania dan Gio berjalan keluar Ruang itu, Gio baru saja menghubungi Polisi juga Ambulance untuk datang ke Tempat ini.
Dika dan Mia masih di ruang Ayah Mia tergeletak.
"oh ya Gio.. aku tidak mau Anak kita dalam bahaya lagi. kau harus bereskan Arla.. " ucap Kania tiba-tiba.
dia tau kalau Arla pasti ada sangkut pautnya dengan adrian.
Gio mengernyit bingung,, "kau mengenal Arla..? siapa dia..? " tanya Gio heran.
kania menghela nafas dia baru ingat kalau Gio tidak tau menahu tentang Arla.
"wanita yang membuat kita masuk markas Mafia waktu itu.. istrinya Adrian itu.. kau membuat perusahaan suaminya Bangkrut.. " jawab Kania serius.
Gio menghela nafas. dia baru ingat tentang wanita itu.
"kau tau, dia mengeroyok Ku dengan pengawalnya, dia mau membunuhku supaya bisa mendapatkanmu. " adu Kania setelah sekian lama.
Gio membelalak kaget.
"Apa Maksudmu..? apa dia melukaimu..? " tanya Gio khawatir dia memegang kedua bahu kania dengan panik.
Kania meringis memukul Tangan Gio. Gio tersadar.
"maaf Baybe.. apa dia melukaimu..? " ucap Gio berusaha menahan Geram.
"dia tidak akan bisa melukaiku.. kau bereskan dia.. Supaya Anak kita tidak lagi dalam bahaya.." jawab Kania serius.
Gio menghela nafas panjang.
Gio memeluk Kania dengan Erat.
"lain kali jangan merahasiakan apapun dariku.. bagaimana bisa aku tidak tau kau di serang.. " ucap Gio Terbesit rasa bersalah.
Kania tersenyum lembut.
"Aku tidak akan merahasiakan apapun darimu. hanya saja saat itu aku lupa memberi taumu.. Aku pikir dia tidak akan mengangguku lagi.. siapa sangka dia nanti kembali menyerang anakku karna anakku membunuh Suaminya.. " jelas Kania membelai punggung Gio.
"jadi apa yang harus kita lakukan pada anak kecil itu.? " tanya Gio lembut setelah berhasil menangkan diri.
"entahlah.. Kita punya hutang nyawa dengan Ayahnya.. karna melindungi Putra kita.. besok saja kita bahas.. saat ini Ayahnya harus kita bawa kekota.. kita harus membantu Anak itu dulu.." jawab Kania tersenyum haru.
Dia terharu akan pengorbanan Ayah Mia. bagaimana bisa Orang asing mau menolong anaknya. kania akan melakukan hal yang terbaik untuk keluarga kecil itu..
Gio tersenyum lembut juga mengangguk patuh.
beberapa jam kemudian barulah polisi dan Ambulance tiba di tempat sunyi ini..
mereka langsung melakukan pergerakan cepat menolong Ayah Mia yang di bimbing oleh Kania..
Polisi memborgol pria-pria yang meringkuk sedari tadi itu. mereka hanya pasrah saja saat polisi memborgol mereka.
Mia berusaha untuk terlihat tegar tapi tetap saja Air mata membasahi pipinya.. dia mengikuti kemana Ayahnya di bawa ..
Dika juga mengikuti Mia Janji nya tidak bisa dia langgar..
dia akan menjaga amanat Ayah Mia..
Kania dan Gio naik mobil mereka, membiarkan anaknya di dalam Ambulance bersama Mia.
akhirnya mereka semua berlalu dari Rumah Sunyi itu..
"Ayah...! " panggil Mia membelai Pipi Ayahnya yang sudah dingin itu.
Air matanya masih mengalir deras..
"maaf Ayah.. Mia sudah berusaha untuk kuat.. Tapi Air Mata mia tetap jatuh.. " ucap Mia menghapus kasar air matanya.
Dika hanya menatap diam kesedihan Mia, entah mengapa dia merasa Mia akan menjadi gadis tangguh.. Dia yakin akan hal itu..
😊😊😊
...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 160 Episodes
Comments
Ernadina 86
tua amat seusia suaminya 😁😁
2023-01-29
1
Renireni Reni
jk jdi jodohnya dika pasti jdi pasangan yg luarr biasa....melebihi kania dan gio
2022-02-07
1
Desty Ratnasari
jodoh pangeran roman nya🤣🤣🤣
2022-01-11
1