Sore harinya, Marchel datang dengan kursi roda dan wajah kusut. Ia menatap Tirta yang sedang terlelap. Wajah tenteram wanita itu perlahan membuat rasa kesalnya sedikit mereda. Memang hanya wanita itulah yang mampu mengobrak-abrik hidupnya.
Padahal, dulu Marchel sama sekali tidak pernah merasakan jantungnya berdebar atau memiliki ambisi sebesar ini hanya untuk menyenangkan seseorang.
Namun, memang benar bahwa pertunangannya dengan Rachel hanyalah sebuah kesepakatan bisnis yang menguntungkan kedua perusahaan.
“Sayang, aku akan melepaskanmu untuk beberapa hari saja. Setelah itu, kamu akan selalu terbangun di bawahku,” gumamnya dengan senyuman.
Tangannya mengelus pipi sang istri dengan lembut. Ia benar-benar tergila-gila pada wanita yang tak sengaja ditemuinya itu.
Setelah puas memandangi Tirta, pria itu memilih pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Di ruang tengah rumah belakang, Lala sedang duduk bersama Tirta sambil menyemil beberapa makanan yang telah disiapkan oleh pelayan. Perut Lala yang semakin besar selalu menjadi sorotan bagi Tirta. Entah mengapa, melihat sahabatnya hamil besar selalu membuatnya merasa gemas.
“Bryan di mana? Aku sangat merindukannya,” tanya Tirta yang sejak tadi melihat Lala datang sendirian.
“Bryan sedang bersama papanya. Pria itu berusaha meminimalkan kehadiran anaknya agar tidak terlalu menyusahkanku,” jawab Lala sembari kembali mengunyah makanannya.
“Ini pesananmu. Aku sampai lupa memberikannya.”
Lala menyerahkan sebuah paper bag yang berisi obat pencegah kehamilan yang sebelumnya diminta oleh Tirta.
“Terima kasih. Aku akan meminumnya nanti sebelum tidur.”
Lala terdiam. Ia tidak memberitahu Tirta bagaimana cara kerja obat tersebut ataupun aturan penggunaannya. Lebih baik Tirta tidak mengetahui semuanya, bukan?
Karena jika sampai Tirta meminumnya sesuai aturan yang benar, bisa saja wanita itu benar-benar tidak hamil.
Yang ditakutkan Lala sebenarnya bukan soal Tirta yang tidak hamil, melainkan kemarahan suami sahabatnya itu.
Lala sud…
The Light We Found
Chapter 87
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments