Seminggu sudah kepergian Marchel tanpa kabar. Pria itu menghilang begitu saja, begitu juga dengan Arga dan orang-orang yang selalu berhubungan dengannya. Sekarang memang ada sedikit kemajuan. Setidaknya saat Tirta menghubungi kekasihnya, ponsel pria itu tidak lagi mengatakan tidak terhubung, melainkan hanya berdering tanpa ada yang menjawab.
Lala tetap diam. Tidak ada satu pun hal yang dia ceritakan selain mengatakan bahwa orang yang seharusnya menceritakan semuanya adalah Marchel, karena dirinya tidak memiliki hak dan tidak bisa mengatakan apa pun.
Setiap malam, gadis itu terus berusaha mencari tahu. Pekerjaannya dibuat berantakan karena pikirannya tidak bisa fokus. Pikirannya terus berkelana jauh, sementara dadanya terasa seperti dihimpit batu besar saking khawatirnya. Malam menjadi saksi betapa sakitnya dada gadis itu saat menangis dalam keadaan frustrasi.
“Taa... Kamu pulang lebih awal? Bagaimana dengan pekerjaanmu?” Tanya Lala sembari menggendong putranya dan menghampiri Tirta yang berjalan lesu dengan mata sembab. Pasti gadis itu menangis lagi.
“Aku diberhentikan sebentar. Aku membuat kesepakatan hari ini kacau. Pak Sor bilang kalau aku diberikan keringanan karena sudah sering memberikan kinerja yang bagus. Jadi, aku tidak dipecat, melainkan hanya dikeluarkan dari kantor sampai bulan depan.”
Gadis itu terduduk, lalu menangis. Kali ini tangisannya begitu kencang hingga membuat sang bayi ikut terbangun karena terkejut.
“Tirtaaa...”
Lala segera menaruh bayinya ke dalam box bayi, lalu memeluk gadis yang tengah terduduk sambil memeluk kakinya sendiri. Ini adalah titik terendah Tirta yang pernah dia lihat. Karena seberat apa pun hidupnya, gadis itu masih selalu bisa tertawa. Namun sekarang, dia terlihat begitu lemah.
Lala ikut menangis. Rasanya dia bisa ikut merasakan sakit yang sedang dirasakan oleh sahabatnya.
“Tirta, terbanglah ke London.” Lala mengusap punggungnya perlahan sebelum akhirnya mengambil sesuatu dari kantong blazer yang dia kenakan.
“Ini adalah tiket…
The Light We Found
Chapter 65
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments
Muhammad Zidan
udah tirta kalau marchel macam2 tinggalin aja pria lumpuh gak tau diri itu. km gk cukup penting utk marchel kayak nya di gantung lama bgt ishhh
2026-08-31
0