Chapter 5

Dalam perjalanan pulang, gadis itu menangis tanpa suara. Hubungan yang selama ini ia perjuangkan seorang diri kini kandas tanpa sisa.

Namun anehnya, ia tidak merasa sesakit yang ia bayangkan. Yang ia rasakan justru kelegaan, seolah beban berat yang selama ini menyesakkan dadanya akhirnya terangkat.

Malam semakin dingin. Jalanan mulai lengang. Tak ada lagi warung ataupun toko yang masih buka di jam yang hampir menginjak tengah malam.

Tirta mengusap air matanya, lalu menatap sekeliling. Suasana yang begitu sepi membuatnya sedikit merasa takut.

Di tengah gelapnya malam, matanya tertuju pada seseorang yang sedang menatap ke arah jembatan.

Pikirannya langsung berkelana jauh.

Itu manusia... atau hantu?

Mengingat hari sudah sangat malam.

Memang benar kata orang, jangan terlalu peduli dan penasaran pada banyak hal. Karena rasa penasaran terkadang hanya akan membuatmu rugi, atau bahkan terluka.

Namun, manusia yang dipenuhi rasa penasaran itu justru meminggirkan motornya. Ia kembali mengusap air matanya, sementara fokusnya kini hanya tertuju pada sosok yang berada di pinggir jembatan itu.

"Dia... masendiri Gumamnya pada diri sendiri.

Matanya langsung membelalak saat melihat sosok yang duduk di kursi roda itu seperti hendak mengangkat tubuhnya.

Benar.

Orang yang ia lihat ternyata sedang duduk di atas kursi roda. Dan tepat di tempat pria itu berada, lampunya sangat redup hingga membuat Tirta kesulitan melihat wajahnya.

"Astaga! Apa yang dia lakukan? Jangan-jangan dia mau bunuh diri?"

Gadis polos itu segera memarkirkan motornya, lalu berlari kecil menghampiri pria tersebut. Dengan sigap, Tirta menarik bahu lebar pria itu hingga kembali terduduk di kursi rodanya.

Karena suasana yang begitu gelap, mereka sama-sama tidak dapat melihat wajah satu sama lain dengan jelas.

"Jangan lakukan hal yang nekat! Seberat apa pun masalah yang sedang kamu hadapi, jangan menyia-nyiakan hidupmu. Kamu tahu? Aku saja yang baru putus cinta belum tentu mau melakukan hal seperti itu. Kata orang, kalau bunuh diri nanti kita bakal dibakar di alam sana. Kamu mau dibakar hidup-hidup?"

Entah dari mana asal ucapan itu. Yang jelas, Tirta sedang mengarang sebisanya. Kecuali soal dirinya yang memang baru saja putus cinta. ASementara pria yang sedang diberi ceramah itu hanya mengerutkan dahinya.

Omong kosong apa ini? Dan siapa gadis gila ini?

Batin pria itu penuh keheranan.

Ia langsung menepis tangan Tirta dengan kasar. Dirinya memang tidak pernah suka disentuh sembarang orang.

"Dengarkan aku, ya. Kalau kamu sedang stres, jalan-jalan saja atau makan makanan yang kamu suka. Sedih dan terluka dalam hidup itu wajar, walaupun aku tidak tahu sebesar apa rasa sakitmu." Ucapan Tirta mulai melantur ke mana-mana. Pria itu kembali berusaha bangkit. Namun lagi-lagi Tirta mendorong bahunya hingga ia kembali terduduk.

"Hei! Kau ini diberi tahu tidak bisa mengerti, ya? Aku bilang—"

"Berisik!" Suara dingin itu membuat suasana malam terasa semakin menyeramkan.

"Kau ini siapa?"

"Aku? Tirta. Kenapa? Apa kamu mengenalku?" Tanya Tirta dengan polosnya.

Ia sama sekali tidak menyadari bahwa pria di hadapannya sudah berada di ambang kesabaran. Tak pernah ada orang yang begitu kurang ajar padanya. Menyentuhnya tanpa izin, lalu menggurui seolah dirinya benar-benar ingin mengakhiri hidup.

"Gadis gila." Pria itu kembali mencoba bangkit. Namun dengan cepat Tirta kembali menekan kedua bahunya. Bahkan kini gadis itu menggenggam erat bahu pria tersebut agar tidak bisa berdiri dari kursi rodanya.

"Ck. Aku tidak gila. Aku cuma sedang membantumu supaya kamu tidak bunuh di—"

"Siapa yang mau bunuh diri?" Pria itu akhirnya menyerah melawan tenaga Tirta yang terus menekan bahunya.

"Kamulah. Masa aku?" Jawab Tirta dengan santainya.

"Bodoh! Minggir!" Bentakan pria itu terdengar begitu berat dan penuh amarah. Baru saat itulah Tirta sadar. Sejak tadi ia sedang bertengkar dengan seorang pria. Tirta segera mundur beberapa langkah.

Meski begitu, kedua tangannya masih bersiap jika sewaktu-waktu pria itu benar-benar meloncat dari jembatan.

Sayangnya...

Semua tebakannya salah. Pria itu memang berusaha bangkit.

Namun ternyata ia hanya sedang mendorong kursi rodanya agar keluar dari lubang di tepi jembatan. Padahal tadi rodanya hampir berhasil keluar.

Namun kedatangan gadis aneh itu justru membuat roda kursinya semakin masuk ke lubang yang lebih dalam.

"Oh... ternyata kamu tidak mau bunuh diri." Gumam Tirta sambil menganggukkan kepala. Ia segera membantu menarik kursi roda itu dari arah depan. Kini mereka berdiri tepat di bawah lampu jalan.

Untuk pertama kalinya wajah mereka terlihat jelas. Pria itu memiliki wajah oval dengan sepasang mata biru yang begitu indah. Rambut hitamnya tertata rapi. Bibirnya merah keunguan, tampak begitu tegas. Alisnya tebal, bahkan hampir sama seperti milik Tirta.

Bulu matanya lentik, mengalahkan milik gadis itu. Dadanya bidang. Bahu lebarnya membuat tubuh besarnya terlihat semakin gagah. Kaos putih yang ia kenakan semakin mempertegas tubuh kekarnya.

Dalam sekejap...

Tirta terpana.

Namun semua kekaguman itu langsung menghilang begitu mendengar mulut pria itu kembali terbuka.

"Dari mana lepasnya gadis gila ini?" Ujarnya dengan nada judes.

"Hei! Aku cuma mau membantumu. Ini namanya naluri manusia. Kamu pasti mengerti kalau kamu juga manusia." Balas Tirta yang mulai tersinggung karena terus-menerus dipanggil gila. Pria itu justru tersenyum sinis.

"Untuk apa naluri diberikan pada gadis bodoh sepertimu? Tidak semua orang yang berdiri di atas jembatan ingin bunuh diri." Tirta mulai kesal jika harus terus berdebat dengan pria yang tidak jelas seperti ini.

"Ya, ya. Aku memang gila karena masih peduli sama orang sepertimu. Sudahlah, aku mau pulang. Semoga kita tidak bertemu lagi."

"Siapa juga yang ingin bertemu denganmu? Sial sekali hidupku kalau harus terus bertemu dengan gadis sepertimu."

Pria itu mulai menjalankan kursi rodanya, melewati Tirta yang kini berkacak pinggang.

"Wah... kenapa aku mendadak kesal, ya? Rasanya ingin sekali aku cekik kamu, lalu aku dorong dari jembatan ini." Gerutu Tirta sambil memperagakan kedua tangannya seperti hendak mencekik seseorang.

"Sayangnya itu cuma keinginanmu. Dan tidak semua keinginanmu akan menjadi kenyataan, bodoh."

Lagi.

Pria itu kembali memanggilnya bodoh. Dengan menghentakkan kaki karena kesal, Tirta berjalan cepat menuju motornya. Ia mengenakan helm sambil terus mengomel sendiri.

Meski begitu...

Diam-diam ia masih menunggu. Ia memastikan pria itu benar-benar dijemput oleh taksi online yang telah ia pesan.

Saat pria itu sempat menoleh sekilas ke arahnya sebelum masuk ke dalam mobil, Tirta buru-buru menyalakan motornya lalu pergi meninggalkan tempat itu.

"Sepertinya aku memang bodoh. Bagaimana bisa aku menunggu pria itu dijemput dulu baru pulang? Dasar Tirta bodoh."

Gerutunya sambil terus merutuki dirinya sendiri.

Sesampainya di rumah, Tirta langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.

Malam sudah semakin larut. Begitu selesai, ia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur. Lala yang sempat terbangun hanya melirik sekilas ke arah Tirta. Melihat sahabatnya baik-baik saja, gadis itu kembali memejamkan mata dan melanjutkan tidurnya.

Ia pikir...

Mungkin sudah tidak ada masalah apa pun lagi dari raut wajah Tirta.

...****************...

💌 Terima kasih sudah menemukan dan membaca kisah ini bersama. Sampai jumpa di halaman berikutnya. Tr_w 💜

Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!