Selesai dengan ritual mandi yang melelahkan bagi keduanya, Tirta sudah berganti pakaian santai. Hari ini ia terpaksa meminta izin tidak masuk kerja dengan alasan sedang sakit. Hanya karena mengurus satu pria keras kepala ini, ia sampai harus berbohong kepada kantornya.
Kini gadis itu berdiri di depan jendela, membuka tirai lebar-lebar hingga cahaya matahari masuk memenuhi kamar. Pemandangan di luar tampak begitu indah. Langit berwarna biru cerah dengan sinar mentari yang hangat menyapa halaman rumah.
Dari balik punggungnya, Marchel hanya terdiam menatap gadis yang mengenakan dress biru selutut itu. Hal yang selama ini begitu ia larang, kini justru ia izinkan dengan mudah. Bahkan hanya karena membuka tirai kamarnya, Tirta terlihat tersenyum begitu bahagia.
Apa sesederhana itu caranya membuatmu bahagia?
Sudut bibir Marchel terangkat tipis.
"Ayo kita bercukur!" Suara ceria Tirta membuyarkan lamunannya. Gadis itu mengangkat kotak kecil berisi alat cukur, krim cukur, serta handuk kecil yang sudah ia siapkan.
"Apa kamu benar-benar tidak marah kalau aku yang melakukannya?" tanyanya memastikan. Marchel menggeleng pelan.
"Apa pun keinginanmu akan aku turuti." Ucapan itu meluncur begitu saja tanpa ia sadari. Tirta sempat terdiam beberapa detik sebelum akhirnya menganggap pria itu sedang menggodanya lagi.
"Iya, iya. Jangan banyak bicara."
Ia lalu duduk di depan meja kaca, sementara Marchel sudah berpindah ke sofa panjang di kamarnya. Sebuah ember kecil berisi air hangat diletakkan di samping Tirta, lengkap dengan perlengkapan bercukur yang sudah tersusun rapi.
Senyum gadis itu tak kunjung hilang. Ini adalah pertama kalinya ia membantu seseorang bercukur, dan entah kenapa kegiatan sederhana itu terasa begitu menyenangkan.
"Siap?" tanya Tirta sembari mengambil sedikit krim cukur.
"Iya...." Marchel mengangguk pelan. Ini juga pertama kalinya ia membiarkan seseorang mengubah penampilannya.
Dulu, bahkan saat masih bersama Rachel, mantan kekasihnya, ia tidak pernah mengizinkan siapa…
The Light We Found
Chapter 32
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments