“Ini ada dua kotak, makanlah satu kotak.”
Marchel meraih tas tersebut dan mengeluarkan dua kotak makanan. Tirta memicingkan matanya, berpikir bahwa semua ini adalah taktik pria itu untuk menjebaknya. Merasa dirinya sedang diinterogasi oleh tatapan gadis itu, Marchel segera menepis pikiran kotor tersebut.
“Aku memang selalu disediakan dua boks makanan setiap malam, karena saat malam hari terkadang aku merasa lapar.” Bohongnya.
Arga membuatnya harus memikirkan alasan untuk setiap perbuatannya. Nanti saat pria itu datang, dirinya akan membuat Arga ingin memecahkan kepalanya sendiri.
Tentu saja ini adalah rencana sepupunya. Pria itu akan menyusun banyak hal yang bisa membuatnya bangkit dari keterpurukan. Arga berpikir Marchel tidak tahu rencananya untuk mendekatkan dirinya dengan Tirta. Padahal, bahkan sebelum Arga menyadarinya, Marchel sudah mengetahui semuanya.
Sekarang pertanyaannya adalah, kenapa Marchel mengikuti semua jebakan yang dibuat oleh Arga? Hanya pria itu yang tahu isi kepalanya sendiri, dan sikapnya yang meladeni setiap tingkah Tirta benar-benar di luar kepribadiannya.
“Kamu tinggal di sini sendirian?” tanya gadis itu sembari membuka sekotak nasi yang ia bawa tadi. Marchel hanya mengangguk tanpa mengeluarkan suara.
“Ayo makan juga. Aku tidak bisa makan sendirian.” Gadis itu membuka satu kotak yang tersisa untuk pria tersebut. Tanpa protes, Marchel duduk sambil memperhatikan Tirta yang menyingkirkan botol di hadapannya.
“Aku tidak bisa menggapainya,” kata pria itu sambil menunjuk sekotak nasi yang sebenarnya tidak jauh dari tangannya. Tirta mengambil nasi itu, lalu menaruhnya di pangkuan pria tersebut agar tidak ada protes lagi. Ia juga langsung memberikan sendok kepadanya.
“Apa tidak ada air minum di sini?” tanyanya sambil menatap kamar yang seluas lapangan bola. Marchel menunjuk sudut ruangan dengan dagunya. Tirta menoleh ke sana dan berjalan menuju minibar yang ada di kamar itu.
Tirta hanya tercengang saat melihat minibar itu hanya berisi banyak botol a…
The Light We Found
Chapter 14
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments