Arga datang bersama kedua orang tuanya. Pria itu membawa sebotol obat, sementara kedua orang tuanya membawa sekotak suntikan. Ketiganya langsung terkejut melihat barang-barang yang berserakan di lantai, lalu pandangan mereka beralih pada gadis yang tengah menangis di pangkuan pria yang kini menatap mereka dengan tajam.
Bukannya Marchel yang harus mereka tenangkan, justru Tirta. Satu hal yang pasti, mereka semua benar-benar terkejut. Pria yang biasanya hanya bisa ditenangkan dengan obat penenang atau dibiarkan sendirian setelah suntikan menancap di tubuhnya, kini justru tampak tenang hanya karena gadis yang baru ditemuinya sebanyak tiga kali.
"Ini semua ulahmu!"
Ibu Asmirah menyenggol lengan Arga yang hanya bisa diam. Ia sudah pasrah jika pria itu benar-benar akan membunuhnya setelah ini.
"Nak..."
Panggil wanita itu dengan lembut.
Tirta mengusap air matanya, lalu perlahan menoleh. Ia juga dibantu turun saat tangan kekar Marchel perlahan melepaskan pelukannya.
"Ayo duduk dulu."
Wanita itu tersenyum penuh rasa bersalah sambil membantu Tirta duduk di sofa panjang yang ada di ruangan tersebut.
"Arga."
Suara bariton itu memanggil pria yang sejak tadi sudah pasrah.
Tanpa banyak bertanya, Arga berjalan mendekat lalu mendorong kursi roda Marchel menuju kamarnya. Sementara itu, Tirta diberi segelas air putih agar sedikit lebih tenang.
Prang!
Sebuah botol minuman melayang dan menghantam dinding kamar bercat abu-abu itu hingga pecah berkeping-keping. Arga yang nyaris terkena lemparan hanya berdiri diam. Ia sudah sangat mengenal kemarahan sepupunya.
Kamar itu dipenuhi botol-botol kosong yang berserakan. Botol minuman yang hampir setiap hari dikonsumsi oleh Marchel.
"Kesalahan fatal apa yang sedang kamu lakukan, Arga?!" Bentaknya penuh amarah.
Arga hanya menunduk. Lengannya mulai berdarah akibat terkena serpihan kaca.
"Maaf. Ini memang salahku. Aku sengaja membawanya ke sini untuk bertemu denganmu."
Jawabnya jujur.
"Alasannya?"
"Karena beberapa hari terakhir kamu sempat membicara…
The Light We Found
Chapter 10
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments