Malam harinya, Tirta bergelut dengan laporannya hingga waktu makan malam tiba. Ia memilih membeli makanan dari luar, lalu memakannya di dalam kamar. Suasana rumah yang begitu sepi membuatnya lebih fokus mengerjakan pekerjaannya.
Pukul delapan malam, dirinya baru teringat pada makanan yang sama sekali tidak disentuh oleh Marchel sejak pagi hingga siang tadi. Ia pun meninggalkan pekerjaannya sejenak untuk mengecek apakah makan malam pria itu sudah dimakan atau belum.
Ternyata tiga kotak makanan itu masih berada di tempatnya. Dua kotak di depan rumah dan satu lagi di depan kamar Marchel. Tirta memang belum sempat memindahkannya karena sejak pulang sore tadi ia langsung masuk ke kamar untuk menyelesaikan pekerjaannya.
"Dia tidak makan lagi?" gumam Tirta pelan. Ia menarik napas, lalu mengetuk pintu kamar pria itu dengan hati-hati.
Tok...
Tok...
Tok...
"Aku masuk, ya..." pamitnya dengan sopan, meski beberapa hari lalu ia sempat melupakan kesopanannya.
Di dalam kamar, Marchel terlihat sedang membaca sebuah buku. Entah apa isinya, tetapi pria itu tampak begitu serius.
"Kenapa? Baru ingat?" tanyanya tanpa mengalihkan pandangan dari buku.
Tirta yang merasa dirinya sedang disindir hanya bisa terdiam bingung. Ia tidak tahu harus bersikap bagaimana saat suasana mendadak berubah mencekam dan seolah menyudutkannya.
"Kamu tidak makan malam?" tanyanya berusaha mencairkan suasana yang terasa canggung.
Hening.
Pria itu tidak menjawab. Bahkan meliriknya pun seolah enggan. Tirta akhirnya menafsirkan bahwa Marchel memang tidak ingin makan, sama seperti kemarin. Mengingat dirinya masih harus menyelesaikan pekerjaannya, gadis itu pun berbalik hendak kembali ke kamar. Lagi pula, pria itu sudah meminum susu yang tadi ia berikan. Gelas kosongnya masih berada di depan pintu.
"Tidak enak."
Sepenggal kalimat itu membuat Tirta kembali menoleh.
Maksudnya apa? Ingin dibuatkan makanan? Atau bagaimana? Dirinya bukan Arga yang selalu mengerti setiap ucapan pria itu.
"Ya sudah, jangan makan malam. Buka…
The Light We Found
Chapter 21
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments