Malam pernikahan itu akhirnya tiba. Pernikahan yang diawali sebuah ketidaksengajaan, lalu berakhir dengan saling mengikrarkan janji suci di hadapan banyak orang.
Pernikahan yang seharusnya dipenuhi dengan senyum bahagia, kini justru membuat kedua pengantinnya tersenyum hanya sebagai formalitas.
Tidak salah, bukan?
Lagi pula, mereka menikah karena sebuah kesalahan kecil akibat tidak menggunakan pengaman dan terburu-buru. Kesalahan itu kini mereka tanggung berdua. Hmmm... tidak bisa dikatakan akan ditanggung seumur hidup karena yang jelas, keduanya sendiri tidak memiliki komitmen seperti pasangan yang menikah karena cinta.
Di acara pernikahan yang megah itu, ada sepasang kekasih yang menatap pelaminan dengan tatapan berbeda. Namun, keduanya sama-sama berharap dengan tulus agar pernikahan itu benar-benar berjalan layaknya sebuah pernikahan yang seharusnya.
“Apa yang kamu pikirkan setelah melihat mereka mengucapkan janji barusan?” Tanya Tirta yang sedang duduk di kursi kayu putih. Kakinya menginjak rumput cantik dengan sepatu hak tinggi yang masih melekat.
“Aku tidak menyangka kalau Arga akan menikah dengan orang yang mungkin baru dia temui beberapa bulan lalu.” Ucap Marchel yang duduk di kursi roda di sebelah kekasihnya. Mereka hanya memperhatikan dari kejauhan.
“Dan aku hanya bisa berharap pernikahan mereka tidak akan berakhir setelah anak itu lahir.”
Mendengar itu, Marchel menatap Tirta dengan alis yang bertaut. Wajahnya sedikit bingung, meskipun sebenarnya dia sudah bisa menebak jawabannya.
“Itu keluar dari mulut Lala sendiri?” Tanyanya memastikan. Anggukan pelan Tirta sudah cukup menjawab semuanya.
Keduanya menghela napas pelan, seakan sudah bisa membayangkan bagaimana akhir dari kisah pernikahan tersebut.
Pesta berjalan dengan sangat meriah. Namun, satu per satu tamu undangan mulai meninggalkan tempat acara karena malam semakin larut. Udara juga mulai terasa dingin menusuk, sementara awan gelap semakin pekat di atas sana.
Pernikahan keduanya terjadi setelah sebula…
The Light We Found
Chapter 62
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments