"Kamu menyindirku?" Tanya Marchel dengan nada mengancam. Tirta hanya tersenyum tipis. Saat merasa dirinya sudah lebih tenang, ia menoleh ke arah pria itu. Sebuah ide jahil tiba-tiba muncul di kepalanya.
"Kamu merasa begitu?" Balasnya sambil berusaha menyembunyikan senyum usilnya. Marchel hanya diam dengan wajah masam. Sejujurnya, ia sudah merasa cukup dirugikan hari ini. Demi menemui gadis itu, dirinya rela keluar rumah. Bahkan tanpa sadar ia mulai meninggalkan kebiasaannya yang selalu mengurung diri di dalam kamar.
Belum lagi... Kewibawaan yang selama ini ia bangun perlahan mulai runtuh setiap kali berada di dekat Tirta.
"Kamu marah?" Tirta melambaikan tangannya pelan.
"Kemarilah, aku mau bicara sebentar."
"Kamu saja yang ke sini. Aku mau masuk." Sahut Marchel sambil berpura-pura memundurkan kursi rodanya.
"Ayolah, Tuan Muda yang terhormat..."
"Kemarilah sebentar..." Suara Tirta terdengar begitu membujuk. Melihat tingkah gadis itu, Marchel hampir saja tersenyum.
Entah kenapa... Semua tingkah Tirta selalu berhasil membuatnya gemas.
"Ck! Merepotkan." Gerutunya akhirnya. Meski begitu, kursi roda itu tetap bergerak mendekati Tirta. Begitu pula Tirta yang berjalan pelan sambil membawa selang di tangannya. Kini keduanya berdiri beberapa langkah saja.
"Ada apa?" Tanya Marchel datar. Tirta tersenyum penuh arti.
Lalu...
Byur!
"Ahahaha!" Tawanya langsung pecah ketika semburan air mengenai seluruh tubuh Marchel. Pria itu refleks mengangkat tangan menutupi wajahnya, tetapi tubuhnya yang berada di kursi roda membuatnya tidak sempat menghindar.
Dari pintu belakang rumah depan, ternyata Arga dan ibunya diam-diam memperhatikan. Mereka datang karena mendengar tawa Tirta yang begitu lepas. Marchel perlahan menurunkan tangannya. Tatapan tajam langsung mengarah kepada Tirta. Benar-benar kekanak-kanakan.
"Tirta..." Panggilan itu terdengar jauh lebih menyeramkan daripada suara hantu di film horor. Seketika tawa Tirta terhenti. Gadis itu langsung menunduk. Wajahnya mulai pucat. Sepertiny…
The Light We Found
Chapter 26
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments