Setelah berdebat panjang dengan Arga, kini Tirta akhirnya masuk ke dalam kamar pria itu. Suasana kamar tampak sepi. Ruangan itu hanya diterangi lampu tidur yang memancarkan cahaya temaram.
Pria bernama Arga tadi terus memaksanya untuk menemani Marchel mulai malam ini. Bahkan katanya, malam ini juga dia akan berangkat ke luar negeri untuk menghadiri acara keluarga. Hingga akhirnya Tirta masuk dan menatap pria yang tengah tertidur di atas ranjangnya. Terlihat kening Marchel berkerut seolah sedang menahan sesuatu.
Langkah kaki gadis itu mendekat. Tangan kanannya menyentuh dahi Marchel, dan ternyata benar seperti yang dikatakan Arga. Suhu tubuh pria itu mulai terasa hangat. Dengan sigap Tirta menyiapkan semangkuk air dan kain kecil jika sewaktu-waktu demamnya semakin tinggi.
Setelah meletakkan air di samping ranjang, matanya beralih ke arah sofa. Sebenarnya dia ingin tidur di sana sambil mengawasi Marchel dari kejauhan. Namun, ucapan Arga kembali terngiang di kepalanya.
"Ingat, tidur di ranjang yang sama. Perlakukan dia seperti anak kecil. Kita tidak pernah tahu kapan panas tubuhnya naik atau kapan dia akan membutuhkan seseorang di sisinya."
Tirta mengembuskan napas pelan.
Dia beranjak ke sisi kiri ranjang, lalu naik dan menyandarkan tubuhnya pada kepala ranjang. Matanya memperhatikan punggung tangan Marchel yang kini ditempeli plester kecil. Sepertinya pria itu baru saja disuntik sebelum dokter tadi pulang.
Belum lama dia melamun, tubuh Marchel tiba-tiba menggigil hebat. Wajah pria itu memucat. Kepalanya terus menggeleng pelan layaknya seseorang yang sedang terjebak dalam mimpi buruk.
“Marchel...”
Tirta memanggil sambil menyentuh lengan kekar pria itu.
Namun, panggilannya tidak mendapat respons.
Tubuh Marchel terus menggigil. Bibirnya berulang kali mengucapkan kalimat yang sama.
“Aku tak pantas hidup...”
“Aku tak pantas hidup...”
“Aku tak pantas hidup...”
Suara itu semakin bergetar.
Tangannya mencengkeram seprai dengan begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Tirt…
The Light We Found
Chapter 29
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments