"Sepertinya kita tidak seakrab itu untuk saling terbuka soal rumah Anda." sahut Tirta sedikit canggung. Ia takut malah menyinggung perasaan pria di depannya.
"Sekarang kita teman. Ayo ikut saja. Makanannya taruh di sini dulu. Aku tidak ingin Ibu memarahiku karena tidak membawamu menemuinya." Pria itu berdusta. Padahal ia bisa saja menerima makanan tersebut di depan lalu membiarkan Tirta pulang. Sayangnya, ada rencana yang sedang ia susun di kepalanya.
"Tapi sepertinya itu tidak perlu."
"Kalau aku menerima makanan ini, aku tidak tahu harus menjelaskan apa nanti."
Dengan sedikit memaksa, Arga mengajak Tirta keluar dari ruang tamu. Mereka berjalan pelan menuju pintu cokelat di samping dapur, lalu keluar melewatinya. Tirta mengikuti tanpa rasa takut ataupun khawatir akan diperlakukan buruk. Entah mengapa, ia justru merasa santai.
Begitu keluar dari rumah utama, ternyata di belakangnya berdiri sebuah rumah lain yang tak kalah mewah. Di tengahnya terdapat taman kecil yang sama sekali tidak ditanami bunga. Hanya hamparan rumput yang dipangkas rapi hingga terlihat sangat kosong.
Anehnya, rumah itu justru memancarkan kesunyian. Aura sepi itu begitu kuat hingga sulit dijelaskan dengan kata-kata. Arga tiba-tiba berhenti. Tirta yang berada di belakangnya ikut menghentikan langkah.
"Sepertinya aku meninggalkan ponselku. Kamu masuk dulu saja. Ibu sudah ada di dalam." Ujarnya sambil berbalik arah.
"Tidak, aku tunggu kamu di sini saja. Kita masuk bersama."
"Tapi Ibu sudah menunggu. Masuklah dulu supaya beliau tidak memarahiku." Ucapnya lagi sembari mempercepat langkah kembali menuju rumah utama. Tirta hanya bisa memandang bingung. Sikap pria itu terasa sangat aneh.
Dengan terpaksa ia melangkah menuju rumah belakang. Matanya terus menyapu sekeliling. Di sudut taman terdapat kolam ikan lengkap dengan air mancur kecil. Gemericik airnya terdengar begitu menenangkan.
Di sisi lain, Arga masuk ke dalam rumah sambil mengusap dadanya yang berdegup kencang. Keringat mulai membasahi dahinya.…
The Light We Found
Chapter 9
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments