Berbuat Baik

*

*

Maharani membeku, ditatapnya pemuda yang menunggu diatas motor besarnya yang tiba beberapa menit yang lalu di depan rumahnya.

Angga tersenyum lebar seperti baru saja memenangkan sebuah lotere.

"Ngapain kamu disini?" Maharani bertanya, kini dia mampu menatap wajah pemuda itu lebih lama dari biasanya.

"Jemput lu lah, apalagi?" Angga menjawab.

"Kenapa?" Maharani mengerutkan dahi.

Angga terdiam. Dia berpikir sebentar.

"Kenapa ya?" lalu Angga menggendikkan bahu, "Cuma mau mastiin lu sampai ditoko kak Vira dengan selamat." katanya, asal.

Maharani semakin mengerutkan dahi.

"Kan aku udah tahu tempatnya, kemarin kamu yang antar."

"Ya, ... nggak apa-apa. Gue mau ..."

"Nggak usah, aku bisa sendiri." Maharani menyela.

"Udah, ini pake!" menyodorkan helm kepada Maharani, namun gadis itu tak menerimanya.

"CK!" Angga berdecak kesal. "Pake nggak!" pemuda itu sedikit membentak. Refkeks Maharani meraih helm dan segera mengenakannya.

"Naik!" Angga memerintah. Maharani menurut.

Angga menghidupkan mesin, namun setelah beberapa menit dia belum juga menjalankan motornya. Maharani sedikit mencondongkan tubuhnya kedepan. Membuka kaca helm, kemudian berteriak.

"Nungguin apa?" katanya.

"Nunggu lu pegangan. Gue susah bawanya kalau lu nggak pegangan!" jawab Angga, balik berteriak.

"Apa?" Maharani terhenyak.

"Gue ngeri bawanya kalau lu duduknya jauh gitu!" Angga menoleh kebelakang, yang memang tersisa jarak yang cukup antara tubuh bagian belakangnya dengan Maharani.

Gadis itu menelan ludahnya kasar.

Bukankah tukang ojek juga biasanya berjauhan? nggak harus rapat-rapat juga kan? batin Maharani.

"Pegangan, Ran! Gue ngebut nih!" Angga berteriak lagi.

Ragu-ragu Maharani meletakkan kedua tangannya pada pinggang Angga. Hatinya berdebar kencang. Rasanya seperti akan melakukan sebuah kejahatan besar. Ini pertama kalinya gadis itu naik motor dengan jarak yang begitu dekat dengan pengendara nya.

Angga langsung tancap gas begitu merasakan tangan Maharani berpegangan pada pinggangnya. Membuat tubuh gadis itu merangsek kedepan, merapat pada punggungnya.

"Angga!" Maharani berteriak. Kedua tangannya secara reflek melilit erat di tubuh Angga seakan takut terlepas.

Wajah Maharani tersuruk di punggung pemuda itu. Walaupun terhalang helm, namun harum maskulin seketika menguar di indera penciumannya. Membuat gadis itu menghirupnya dalam-dalam. Entah kenapa rasanya menyenangkan.

Angga menjalankan CBR merahnya bagai di arena balapan. Memacunya begitu kencang membelah jalanan kota Bandung pada pagi itu. Menyalip setiap kendaraan yang berada didepan, yang kebetulan belum terjadi kemacetan pada pukul tujuh pagi itu.

Maharani terus memeluk tubuh pemuda didepannya sepanjang perjalanan mengerikan itu. Wajahnya masih terbenam pada punggung Angga, sesekali dia mengangkat kepalanya sekedar untuk melihat keadaan disekelilingnya yang terasa bergerak begitu cepat. Lalu kembali menempelkan nya lagi dengan punggung pemuda itu, ketika penglihatannya terasa menakutkan.

****

"Woy! turun nggak lu?" suara Angga terdengar membuyarkan lamunan Maharani yang masih menempel pada punggungnya.

Gadis itu mengangkat kepala.

Mereka sudah tiba didepan sebuah toko swalayan yang dikelola oleh Vira, kekasih Sagara.

"Lu mau gini terus?" lagi-lagi suara Angga membuyarkan lamunan Maharani. Gadis itu segera melepaskan lilitan tangan, dan menjauhkan tubuhnya dari pemuda didepan. Lalu turun dengan susah payah dari motor besar yang baginya terasa tinggi itu.

"Helm!" Angga mengingatkan saat gadis itu berniat masuk kedalam toko. Maharani berhenti, lalu berbalik sambil berusaha membuka helm yang dipakainya.

"Susah." katanya, berusaha membuka helm yang dipakainya secara paksa.

"CK!" Angga berdecak. "Sini lu!" Angga menggerakkan tangannya, memberi isyarat kepada gadis itu untuk mendekat lagi. Maharani menurut, dia mendongak untuk membiarkan pemuda itu membuka helmnya. Dan dalam sekali klik, pengunci pada helm itu terbuka dengan mudah.

"Tadi susah." keluh Maharani, takut-takut.

Angga memutar bola matanya. Namun tetap membantu membuka helm dan menariknya dengan pelan dari kepala gadis mungil didepannya.

Sekali lagi, pandangan mereka bertemu. Menghadirkan sesuatu yang hangat dihati keduanya. Pipi Maharani tampak merona menatap wajah pemuda yang dengan serius melepaskan helm dari kepalanya. Dia mengulum bibirnya kuat-kuat.

"Kenapa lu?" Angga bergumam, sambil menikmati pemandangan didepan matanya. Wajah manis dengan pipi yang bersemu merah yang juga sedang menatapnya.

"Makasih," Gadis itu segera menghambur kedalam toko swalayan milik Vira setelah Angga berhasil melepaskan helm tersebut. Meninggalkan pemuda itu yang tengah menikmati debaran aneh di dadanya.

"Gue sinting kayaknya nih." Angga bergumam lagi, sambil memegangi dadanya kirinya yang terasa agak ngilu.

*

*

*

*

*

"Tumben?" Andra yang tiba di kantin kampus setengah jam setelah sahabatnya menelfon. Sebelum jam kuliah siang mereka dimulai.

Angga menyesap capucinno cingcau yang dipesannya di gerai kantin. "Rani udah mulai kerja hari ini di tokonya kak Vira." katanya, langsung pada intinya.

"Oh ..." Andra bengong. "Cepet juga ya?" katanya, yang juga menyesap minuman yang dia pesan barusan.

Angga mengangguk. "Bagus kan? Seminggu ini percobaan, terus kalau kedepannya dia bisa menyesuaikan diri, dia dikasih kelonggaran buat kuliah lagi baru sorenya kerja." Angga menjelaskan dengan antusias.

Andra ikut mengangguk. Sebuah senyum terbit disudut bibirnya.

"Gue pikir lu nggak serius waktu bilang mau cariin dia kerjaan."

Angga kembali menyesap minuman yang sejak kemarin mulai disukainya, dia menggelengkan kepala. "Gue udah janji kan sama dia."

"Iya, gue pikir lu bercanda." Andra kembali berucap. Memperhatikan wajah sahabatnya yang terlihat ceria.

Angga hanya menggendikkan bahu sambil mengulum senyum.

"Lu suka sama dia?" Andra tiba-tiba, membuat Angga mengerutkan dahi.

"What?" tubuh pemuda itu menegang. Lalu dia tertawa keras hingga kepalanya tertarik kebelakang. "Lu gila!"

Andra pun terkekeh.

"Mana ada? dia bukan tipe gue. lu tahu cewek kayak apa yang gue suka." Angga menyangkal.

"Ya kali aja lu juga suka sama dia?" Andra meyakinkan.

"Nggak lah. Dia jauh dari selera gue." kembali menyesap minumannya hingga habis menyisakan bongkahan es batu didalam cup. "Sesekali berbuat baik sama orang apa salahnya?" pemuda itu melanjutkan. "Lagian nggak lucu juga kalau misalnya kita saingan demi cewek yang sama." lalu melihat kearah depan ketika seorang gadis cantik datang menghampiri. Angga tersenyum.

"Hai Fik?" sapanya ketika gadis itu berjarak beberapa langkah dari mereka.

"Hai Ga? Hai Ndra?" Fika balik menyapa.

Andra hanya menganggukkan kepala.

"Lu ada kelas siang ini?" tanya Fikka, ditujukan kepada Angga.

"Ada kayaknya. Kenapa?" jawab Angga.

"Tadinya gue mau ngajak lu pergi." Fikka terlihat kecewa.

"Kemana?"

"Ke suatu tempat, ..." gadis itu mengulum senyum.

Angga mengerutkan dahi.

"Lu mau ikut?" tanya Fikka, lebih terdengar seperti ajakan.

"Gue mesti bolos kuliah dong?" Angga berujar.

"Terserah lu." Fikka menggendikkan bahu. Namun mata indahnya menatap penuh harap.

Angga melirik kearah sahabatnya yang masih memperhatikan. Dia berdeham. Tiba-tiba saja merasa tengah dicurigai.

"Ikut deh, kayaknya seru." Angga meraih tas di atas meja lalu bangkit dari duduknya.

"Lu ada kuliah pea!" Andra mengingatkan.

"Absenin deh, gue lagi nggak mood." Angga menjawab. Lalu segera menghambur meninggalkan sahabatnya yang duduk termenung.

Andra menggelengkan kepala.

*

*

*

Bersambung ...

like

koment

vote!

Biar emak tambah semangat! 😘😘😘

Terpopuler

Comments

Tami Andriani

Tami Andriani

adehhh.. ada aja setannya😌

2024-01-14

1

anja

anja

tu kan tu kan lupa pasti punya temen yang lebih dulu suka ranii...

2022-03-01

1

bu anto

bu anto

aku ikutan sinting kayaknya senyum2 ga jelas 😅🤣

2022-02-08

1

lihat semua
Episodes
1 Pergi
2 Deal!!
3 Bebas
4 Play
5 Kedatangan Sagara
6 Easy
7 Maharani
8 Meet
9 Mimpi Buruk
10 Save
11 Sign
12 Rasa
13 Care
14 Tell
15 Hati Angga
16 Berbuat Baik
17 Heartbeat
18 Menyangkal
19 Perasaan Andra
20 Her
21 Bestfriend
22 Wound
23 Weak
24 Be Mine!
25 Fikka
26 Opened
27 Curiga
28 Sebuah Ide
29 Beast
30 Fall
31 Fight
32 Sadar?
33 Aku Sayang Kamu
34 Lies
35 Down
36 Hit!
37 Heal
38 The Thing
39 Romantis
40 Curhat
41 Sesuatu
42 Tentang Seseorang
43 Hal Menjengkelkan
44 Obrolan Pagi
45 Tugas
46 Hurt
47 The Cure
48 A Gift
49 Mengajari
50 Jadi Therapist Kamu?
51 Salah Faham
52 Salah Faham#2
53 Mengerti
54 Pulang
55 Seperti Anak Kecil
56 Memory
57 Kembali
58 Hugg
59 Tertangkap Basah
60 Baju
61 Curhat #2
62 Ngojek?
63 Rumah
64 Let
65 Orang Asing
66 Kabur
67 Taking
68 Meminta
69 Let Her Go
70 Menikah?
71 Pulang Ke Rumah
72 Malam Pertama
73 Fitting
74 Perempuan
75 Barchelor Party
76 Biar Kamu Terbiasa
77 Pernikahan Sagara
78 Jealoussy
79 Terjebak Hujan
80 Kekhawatiran Ayah
81 Tausiyah
82 Buku Harian Sagara
83 Di Suatu Pagi
84 Keluarga
85 Belajar Romantis
86 Belanja
87 Makan
88 Magang
89 Kecemburuan Angga
90 Kamu Bisa?
91 Obrolan Pagi#2
92 Bercanda
93 Punya Anak?
94 Hal Menjengkelkan #2
95 Sibuk
96 Elang
97 Hal kecil
98 Jadi Aneh
99 Pegang Aja?
100 Bekerja
101 Hal Konyol
102 Kangen
103 Tidak Pantas
104 Ingin Nonton Konser
105 Hanya Masa Lalu
106 Tentang Sebuah Rasa
107 Balas Dendam?
108 Baby nya Kangen!
109 Kamu Nakal!
110 Gerah
111 Konser Dan Mancing
112 Ibu
113 Kehilangan
114 Capcai Kenangan dan Kegagalan
115 Check Up
116 Check Up Lagi?
117 Kunjungan Andra
118 Belajar Dan Modus
119 Mandi Lagi?
120 Kangen #2
121 Cuma Cari Perhatian
122 Serius
123 Crash
124 Luka
125 Aku Membutuhkanmu!
126 Buta?
127 Aku Baik-baik Saja
128 Terungkap
129 Tidak Usah Di Bahas
130 Keras Kepala
131 Kabar Baik
132 50 persen
133 Mata Biru
134 Rasa
135 Bayinya Ngambek
136 Buku Harian Maria
137 Rasa Takut
138 Agony
139 Baby!
140 Hari Baru
141 Rania Khaira Yudistira
142 Ekstrapart#1
143 Ekstrapart#2
144 Ekstrapart#3
145 Ekstrapart#4
Episodes

Updated 145 Episodes

1
Pergi
2
Deal!!
3
Bebas
4
Play
5
Kedatangan Sagara
6
Easy
7
Maharani
8
Meet
9
Mimpi Buruk
10
Save
11
Sign
12
Rasa
13
Care
14
Tell
15
Hati Angga
16
Berbuat Baik
17
Heartbeat
18
Menyangkal
19
Perasaan Andra
20
Her
21
Bestfriend
22
Wound
23
Weak
24
Be Mine!
25
Fikka
26
Opened
27
Curiga
28
Sebuah Ide
29
Beast
30
Fall
31
Fight
32
Sadar?
33
Aku Sayang Kamu
34
Lies
35
Down
36
Hit!
37
Heal
38
The Thing
39
Romantis
40
Curhat
41
Sesuatu
42
Tentang Seseorang
43
Hal Menjengkelkan
44
Obrolan Pagi
45
Tugas
46
Hurt
47
The Cure
48
A Gift
49
Mengajari
50
Jadi Therapist Kamu?
51
Salah Faham
52
Salah Faham#2
53
Mengerti
54
Pulang
55
Seperti Anak Kecil
56
Memory
57
Kembali
58
Hugg
59
Tertangkap Basah
60
Baju
61
Curhat #2
62
Ngojek?
63
Rumah
64
Let
65
Orang Asing
66
Kabur
67
Taking
68
Meminta
69
Let Her Go
70
Menikah?
71
Pulang Ke Rumah
72
Malam Pertama
73
Fitting
74
Perempuan
75
Barchelor Party
76
Biar Kamu Terbiasa
77
Pernikahan Sagara
78
Jealoussy
79
Terjebak Hujan
80
Kekhawatiran Ayah
81
Tausiyah
82
Buku Harian Sagara
83
Di Suatu Pagi
84
Keluarga
85
Belajar Romantis
86
Belanja
87
Makan
88
Magang
89
Kecemburuan Angga
90
Kamu Bisa?
91
Obrolan Pagi#2
92
Bercanda
93
Punya Anak?
94
Hal Menjengkelkan #2
95
Sibuk
96
Elang
97
Hal kecil
98
Jadi Aneh
99
Pegang Aja?
100
Bekerja
101
Hal Konyol
102
Kangen
103
Tidak Pantas
104
Ingin Nonton Konser
105
Hanya Masa Lalu
106
Tentang Sebuah Rasa
107
Balas Dendam?
108
Baby nya Kangen!
109
Kamu Nakal!
110
Gerah
111
Konser Dan Mancing
112
Ibu
113
Kehilangan
114
Capcai Kenangan dan Kegagalan
115
Check Up
116
Check Up Lagi?
117
Kunjungan Andra
118
Belajar Dan Modus
119
Mandi Lagi?
120
Kangen #2
121
Cuma Cari Perhatian
122
Serius
123
Crash
124
Luka
125
Aku Membutuhkanmu!
126
Buta?
127
Aku Baik-baik Saja
128
Terungkap
129
Tidak Usah Di Bahas
130
Keras Kepala
131
Kabar Baik
132
50 persen
133
Mata Biru
134
Rasa
135
Bayinya Ngambek
136
Buku Harian Maria
137
Rasa Takut
138
Agony
139
Baby!
140
Hari Baru
141
Rania Khaira Yudistira
142
Ekstrapart#1
143
Ekstrapart#2
144
Ekstrapart#3
145
Ekstrapart#4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!