Kedatangan Sagara

*

*

Sagara menepikan mobil jaguar hitamnya tepat didepan sebuah kost-kostan tingkat dua di kawasan kota. Pria itu baru saja mendapat kabar jika adiknya sebulan ini sudah tak mengikuti perkuliahan. Bukanlah hal yang aneh sebenarnya. Tapi kali ini selain tidak kuliah, Angga juga sudah tak menampakkan batang hidungnya di kediaman mereka. Tampaknya pemuda itu serius dengan perkataannya yang benar-benar akan pergi dari rumah.

Sagara menaiki tangga dimana kamar kost Angga berada. Kamar kedua di ujung yang pintunya masih tertutup rapat padahal penghuni disekitarnya sudah ramai karena waktu itu sudah menunjukkan pukul 10 hampir siang.

Sagara mengetuk pintu. Tak ada jawaban. Beberapa kali pria 27 tahun itu mencoba mengetuk pintu berwarna coklat itu namun tetap tak ada jawaban. Sang penghuni nampaknya masih tenggelam dalam tidurnya. Karena jika pergi tidak mungkin sebab dia melihat motor CBR merah kesayangan adiknya masih terparkir rapi di garasi bawah.

"Angga biasanya keluar jam 12 siang, mas." seseorang muncul dari balik pintu kamar disamping kamar Angga.

"iya nih. Apa dia masih tidur ya jam segini?" Sagara menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya.

"Mungkin. Setiap hari dia pulang diatas jam 1 malam kok." jawab pemuda itu.

"Oh ya?" Sagara mengerutkan dahinya.

Pemuda itu mengangguk.

Sagara menghela napasnya.

Tidak kuliah, setiap hari pulang malam, apalagi yang dia lakukan kali ini? keterlaluan.

"Angga!!" kini Sagara menggedor pintu dengan keras.

Klek!

Terdengar kunci dibuka dari dalam. Sagara memutar kenop dan mendorong pintu tersebut hingga terbuka lebar.

Tampak Angga yang berjalan terseok-seok kembali ke peraduannya.

Sagara masuk. Menatap ke sekeliling ruangan. Sebuah kamar yang tak lebih besar dari kamar milik adiknya dirumah. Sebuah tempat tidur berukuran sedang di dekat dinding. Satu lemari plastik di samping tempat tidur, dan sebuah kamar mandi kecil di ujung ruangan.

Sagara menghela napasnya pelan.

"Bisa juga lu hidup di tempat kayak ini?" ucapnya.

"Siapa yang ngasih tau gue disini?" Angga yang kembali membaringkan tubuh jangkungnya di tempat tidur.

"Nggak susah nyari lu. Tinggal tanya temen kampus, mereka juga tahu."

"Ck!! Kayaknya gue mesti pergi agak jauhan dikit nih biar lu nggak ngejar-ngejar gue terus." keluh Angga dengan mata yang kembali terpejam.

"Sebulan ini lu nggak kuliah lagi, dek." Sagara memulai percakapan serius.

"Terus?"

"Kenapa?"

"Nggak kenapa-kenapa. Gue males." jawab Angga, membalikkan badannya.

"Lu bisa di DO kalau lama-lama gitu terus." Sagara mendekat.

"Bodo amat."

"Mau jadi apa lu?"

"Serah gue lah. Hidup gue ini. kenapa lu pusing mikirin gue.?" Angga bangkit lalu duduk di tepi ranjang. Menyugar rambut hitamnya yang kusut tak karuan.

Sagara pun duduk ditepi ranjang di samping adiknya.

"Pulanglah." katanya, menatap adiknya yang masih dalam keadaan tak karuan.

"Heh ... pulang kemana?"

"Kerumah."

"Rumah yang mana? Gue nggak punya rumah." Angga mencebik.

"Rumah kita lah. Rumah lu juga." Sagara menyentuh pundak adiknya. berharap dapat meluluhkan hati si kepala batu di sampingnya itu.

"Nggak ada yang mengharapkan gue dirumah itu. Kenapa gue harus pulang ke tempat dimana gue nggak diharapkan?"

"Lu ngaco. Mana ada keluarga yang nggak mengharapkan kedatangan anggota keluarganya?" Sagara mengguncangkan tubuh adiknya.

"Ada. Noh, keluarga lu."

"Lu ngawur, dek. Ayah cuma lagi emosi makannya dia ngucapin hal yang ngaco kayak gitu. Dia sayang sama lu."

"Cih!! sayang. Dia sayang nya sama lu, kalau sama gue mah benci iya."

"Lu jangan ngambekkan gitu, udah gede juga." Sagara menggoda adiknya.

"Gue nggak ngambek. Cuma sadar diri aja."

"Oke oke kalau nggak mau pulang. Tapi se nggak nya lu kuliah lah yang bener. Jangan kayak gini."

"Males ah, lagian bayar kuliah berat. gue nggak akan kuat." sergah Angga.

"Kan selama ini gue yang bayarin kuliah lu." tukas Sagara.

"Makanya, gue mau berhenti kuliah daripada ngerepotin lu terus."

"Lu nggak ngerepotin gue. Lu keluarga gue. Kewajiban gue ngurusin lu, dek." Sagara merangkul pundak adiknya.

Angga terdiam.

"Lagian, lu ngekos disini juga harus bayar, kan? darimana lu dapet uang buat bayar kost?" Sagara baru sadar sebulan ini Angga bahkan tidak meminta uang saku kepadanya seperti biasa.

"Ngece lu. ya gue kerja lah, makannya bisa ngekost. Biar jelek begini juga hasil keringat gue ini." pemuda itu dengan bangga nya.

"Oh ya?" Sagara menegakkan tubuhnya, "Kerja?"

Angga mengangguk.

"Kerja apaan?" tanya sang kakak.

"Kerja, ..." Angga menggantung kata-katanya.

Masa iya gue bilang kerja nemenin tante-tante? bisa digorok Sagara ntar.

"Mmm ... itu, e..."

"Yakin lu kerja?" Sagara memicingkan matanya. Merasa tak percaya dengan pengakuan sang adik.

Anggara simanja berkepala batu ini bisa bekerja? batinnya.

"Ojek online." kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulut Angga.

"Ojek online?" Sagara membeo.

Angga mengangguk. "Ya, ojek online!" seru nya.

Sagara menatap adiknya yang agak salah tingkah.

"Yakin lu?"

"Yakin lah." Angga menggendikkan bahu.

Sagara terdiam. Masih tak percaya dengan kata-kata adiknya tentang apa dikerjakannya untuk menghidupi dirinya.

"Udah lu sana pulang. Bengkel nggak ada yang handle, tar kacau ayah nyalahin gue lagi gara-gara lu nengokin gue kesini."

Sagara memutar bola matanya, jengah. Lalu bangkit dari duduknya.

Pria itu merogoh dompet disaku celananya, mengambil beberapa lembar uang berwarna merah lalu menyodorkannya kepada sang adik.

"Apaan?" angga mengerutkan dahi.

"Buat jajan." jawab Sagara.

"Lu kira gue anak TK butuh jajan?" Angga mendelik.

"Ambil aja kenapa sih? gue tau penghasilan ngojek lu nggak banyak. mungkin abis cuma buat bayar kontrakan doang." Sagara belum menarik tangannya dari depan wajah adiknya.

"Lu ngece, Kak."

Sagara terkekeh. "Jangan sombong karena sekarang lu udah bisa nyari duit sendiri. Ambil deh, kalau nggak gue nggak akan pulang dari sini."

"Ck!!" Angga memutar bola matanya, lalu meraih lembaran uang merah itu dari tangan kakaknya.

"Udah, Sono pulang. Gue mau molor lagi." Angga kembali merebahkan tubuh tingginya di tempat tidur.

Sagara tersenyum. "Baik-baik lu disini ya. Jangan nakal. Kalau butuh apa-apa datang ke gue."

"Ya iya bawel!"

Sagara pun berlalu dari ruangan kecil itu. Namun langkahnya terhenti setelah beberapa meter didepan.

Ojek online? tapi gue nggak lihat Jaket seragam biasanya ya? pikirnya.

Oh mungkin adiknya tidak memakai seragam ojek karena untuk menjaga keamanan. Akhir-akhir ini memang sering ada berita pertikaian antara ojek online dengan ojek pangkalan biasa. Yang berujung melayangnya nyawa salah satu pihak. pikirnya.

Sagara menggelengkan kepalanya.

*

*

*

*

Bersambung ...

koment

like

vote,!! please😘😘

Terpopuler

Comments

Dinar Lestari

Dinar Lestari

ngojek Tante" Sagara s Angga mah🤣🤣

2023-03-22

1

anja

anja

ya ampun...ngakak

2022-02-28

1

𝐀⃝🥀🏘⃝Aⁿᵘ🍾⃝ᴄͩнᷞıͧᴄᷠнͣı📴

𝐀⃝🥀🏘⃝Aⁿᵘ🍾⃝ᴄͩнᷞıͧᴄᷠнͣı📴

bener ojol tanpa seragam or baju apapun 🤣🤣🤣🤣 ojek ini tante² jablay......

2022-01-30

1

lihat semua
Episodes
1 Pergi
2 Deal!!
3 Bebas
4 Play
5 Kedatangan Sagara
6 Easy
7 Maharani
8 Meet
9 Mimpi Buruk
10 Save
11 Sign
12 Rasa
13 Care
14 Tell
15 Hati Angga
16 Berbuat Baik
17 Heartbeat
18 Menyangkal
19 Perasaan Andra
20 Her
21 Bestfriend
22 Wound
23 Weak
24 Be Mine!
25 Fikka
26 Opened
27 Curiga
28 Sebuah Ide
29 Beast
30 Fall
31 Fight
32 Sadar?
33 Aku Sayang Kamu
34 Lies
35 Down
36 Hit!
37 Heal
38 The Thing
39 Romantis
40 Curhat
41 Sesuatu
42 Tentang Seseorang
43 Hal Menjengkelkan
44 Obrolan Pagi
45 Tugas
46 Hurt
47 The Cure
48 A Gift
49 Mengajari
50 Jadi Therapist Kamu?
51 Salah Faham
52 Salah Faham#2
53 Mengerti
54 Pulang
55 Seperti Anak Kecil
56 Memory
57 Kembali
58 Hugg
59 Tertangkap Basah
60 Baju
61 Curhat #2
62 Ngojek?
63 Rumah
64 Let
65 Orang Asing
66 Kabur
67 Taking
68 Meminta
69 Let Her Go
70 Menikah?
71 Pulang Ke Rumah
72 Malam Pertama
73 Fitting
74 Perempuan
75 Barchelor Party
76 Biar Kamu Terbiasa
77 Pernikahan Sagara
78 Jealoussy
79 Terjebak Hujan
80 Kekhawatiran Ayah
81 Tausiyah
82 Buku Harian Sagara
83 Di Suatu Pagi
84 Keluarga
85 Belajar Romantis
86 Belanja
87 Makan
88 Magang
89 Kecemburuan Angga
90 Kamu Bisa?
91 Obrolan Pagi#2
92 Bercanda
93 Punya Anak?
94 Hal Menjengkelkan #2
95 Sibuk
96 Elang
97 Hal kecil
98 Jadi Aneh
99 Pegang Aja?
100 Bekerja
101 Hal Konyol
102 Kangen
103 Tidak Pantas
104 Ingin Nonton Konser
105 Hanya Masa Lalu
106 Tentang Sebuah Rasa
107 Balas Dendam?
108 Baby nya Kangen!
109 Kamu Nakal!
110 Gerah
111 Konser Dan Mancing
112 Ibu
113 Kehilangan
114 Capcai Kenangan dan Kegagalan
115 Check Up
116 Check Up Lagi?
117 Kunjungan Andra
118 Belajar Dan Modus
119 Mandi Lagi?
120 Kangen #2
121 Cuma Cari Perhatian
122 Serius
123 Crash
124 Luka
125 Aku Membutuhkanmu!
126 Buta?
127 Aku Baik-baik Saja
128 Terungkap
129 Tidak Usah Di Bahas
130 Keras Kepala
131 Kabar Baik
132 50 persen
133 Mata Biru
134 Rasa
135 Bayinya Ngambek
136 Buku Harian Maria
137 Rasa Takut
138 Agony
139 Baby!
140 Hari Baru
141 Rania Khaira Yudistira
142 Ekstrapart#1
143 Ekstrapart#2
144 Ekstrapart#3
145 Ekstrapart#4
Episodes

Updated 145 Episodes

1
Pergi
2
Deal!!
3
Bebas
4
Play
5
Kedatangan Sagara
6
Easy
7
Maharani
8
Meet
9
Mimpi Buruk
10
Save
11
Sign
12
Rasa
13
Care
14
Tell
15
Hati Angga
16
Berbuat Baik
17
Heartbeat
18
Menyangkal
19
Perasaan Andra
20
Her
21
Bestfriend
22
Wound
23
Weak
24
Be Mine!
25
Fikka
26
Opened
27
Curiga
28
Sebuah Ide
29
Beast
30
Fall
31
Fight
32
Sadar?
33
Aku Sayang Kamu
34
Lies
35
Down
36
Hit!
37
Heal
38
The Thing
39
Romantis
40
Curhat
41
Sesuatu
42
Tentang Seseorang
43
Hal Menjengkelkan
44
Obrolan Pagi
45
Tugas
46
Hurt
47
The Cure
48
A Gift
49
Mengajari
50
Jadi Therapist Kamu?
51
Salah Faham
52
Salah Faham#2
53
Mengerti
54
Pulang
55
Seperti Anak Kecil
56
Memory
57
Kembali
58
Hugg
59
Tertangkap Basah
60
Baju
61
Curhat #2
62
Ngojek?
63
Rumah
64
Let
65
Orang Asing
66
Kabur
67
Taking
68
Meminta
69
Let Her Go
70
Menikah?
71
Pulang Ke Rumah
72
Malam Pertama
73
Fitting
74
Perempuan
75
Barchelor Party
76
Biar Kamu Terbiasa
77
Pernikahan Sagara
78
Jealoussy
79
Terjebak Hujan
80
Kekhawatiran Ayah
81
Tausiyah
82
Buku Harian Sagara
83
Di Suatu Pagi
84
Keluarga
85
Belajar Romantis
86
Belanja
87
Makan
88
Magang
89
Kecemburuan Angga
90
Kamu Bisa?
91
Obrolan Pagi#2
92
Bercanda
93
Punya Anak?
94
Hal Menjengkelkan #2
95
Sibuk
96
Elang
97
Hal kecil
98
Jadi Aneh
99
Pegang Aja?
100
Bekerja
101
Hal Konyol
102
Kangen
103
Tidak Pantas
104
Ingin Nonton Konser
105
Hanya Masa Lalu
106
Tentang Sebuah Rasa
107
Balas Dendam?
108
Baby nya Kangen!
109
Kamu Nakal!
110
Gerah
111
Konser Dan Mancing
112
Ibu
113
Kehilangan
114
Capcai Kenangan dan Kegagalan
115
Check Up
116
Check Up Lagi?
117
Kunjungan Andra
118
Belajar Dan Modus
119
Mandi Lagi?
120
Kangen #2
121
Cuma Cari Perhatian
122
Serius
123
Crash
124
Luka
125
Aku Membutuhkanmu!
126
Buta?
127
Aku Baik-baik Saja
128
Terungkap
129
Tidak Usah Di Bahas
130
Keras Kepala
131
Kabar Baik
132
50 persen
133
Mata Biru
134
Rasa
135
Bayinya Ngambek
136
Buku Harian Maria
137
Rasa Takut
138
Agony
139
Baby!
140
Hari Baru
141
Rania Khaira Yudistira
142
Ekstrapart#1
143
Ekstrapart#2
144
Ekstrapart#3
145
Ekstrapart#4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!