Play

*

*

Ting!!

Bunyi notifikasi dari aplikasi chat di ponsel Angga.

[Grand Hill sore ini jam 8 malam.] dari Tante Wina.

[Ok.] jawab Angga.

Lalu pemuda itu melanjutkan pergumulan yang terjeda. Kembali menghentak tubuh Fikka yang sudah tiba dilangit ketujuh beberapa detik yang lalu. Kini giliran dirinya berusaha menggapai klimaksnya diatas tubuh gadis itu yang sudah terkulai tak berdaya.

Angga menyeringai puas. Napasnya menderu kian keras seiring pelepasan yang hampir tiba diujung. Hingga pada akhirnya, pemuda tampan itu menghentak untuk yang terakhir kalinya saat itu dengan keras dan dalam. Membuat Fikka kembali menjerit menerima pelepasan Angga yang luar biasa.

Lalu tubuh kekar itu jatuh terguling ke sisi tubuh Fikka yang tak bergerak dengan mata yang terpejam. Perlahan Angga menarik pengaman yang sudah dipenuhi cairan dari tubuhnya dan melemparkannya ke dalam tong sampah disamping nakas.

Angga melirik jam yang berada di dinding, menunjukkan pukul lima sore. Masih ada waktu tiga jam sebelum pertemuan dengan Tante Wina. Dia bisa tidur untuk mengisi tenaga. Mempersiapkan tubuhnya untuk pertempuran berikutnya dengan perempuan seksi yang awalnya sulit ditaklukan itu.

*

*

*

*

Suara dengungan pengering rambut membangunkan Angga dari tidurnya. Pemuda itu mengerjap, lalu mengusap wajahnya, kemudian bangkit. Menyipitkan matanya ke arah jarum jam yang menunjukkan pukul 7 malam. Kemudian menoleh ke arah meja rias tempat Fikka tengah mengeringkan rambutnya.

Angga turun dari tempat tidur dan berjalan gontai ke arah kamar mandi. Segera membersihkan dirinya dari sisa pergumulan beberapa jam lalu.

"Lu mau pergi?" Fikka bertanya saat Angga telah selesai membersihkan dirinya.

"Hmm ..." Angga menjawab dengan gumaman.

"Tumben? Kemana?" Fikka bertanya.

"Ada kerjaan." jawab Angga.

"Kerja? Dimana? sejak kapan lu kerja?"

"Sejak hari ini."

"Kerjaan apa?" Fikka mengerutkan dahi.

"Ada deh ..." Angga menyentuh ujung hidung gadis cantik itu dengan jari telunjuknya.

"Lu sok misterius deh, Ga!" Fikka menghampiri pemuda tampan itu yang tengah memakai kausnya.

"Lu mulai cerewet deh, Fik."

"Gue cuma nanya."

"Itu namanya interogasi. bukan nanya."

Fikka mendengus kasar.

Angga hanya melirik sekilas.

"Gue pergi, ya." Angga yang telah rapi bersiap meninggalkan apartemen milik Fikka.

"Lu nggak sun gue lagi?" Fikka menggoda dengan seringaian genitnya.

"Ck!! padahal tadi udah jerit-jerit, nggak cukup?" Angga berlagak jengah, walaupun akhirnya dia kembali masuk untuk mengecup bibir mungil kakak kelasnya itu. Oh bukan, tepatnya mencumbu Fikka untuk tiga menit yang cukup membuat gadis cantik itu kehabisan napas.

"Gue pergi. Semenit lagi diem disini gue on lagi nih." ucap Angga dengan tergesa keluar dari ruangan itu. Sementara Fikka masih mengumpulkan kesadarannya yang kembali terburai.

*

*

*

Tepat jam 8 malam Angga tiba di hotel yang dijanjikan Tante Wina. Pintu coklat dengan nomor kamar 225 itu dia ketuk. Tak lama kemudian terbuka, dan muncullah sosok perempuan cantik berusia 35 tahun. Dengan rambut panjang kecoklatan yang ujungnya bergelombang. Wajahnya bersinar dengan rona pipi yang menggoda dan bibir merekah menggiurkan. Membuat siapapun yang menatapnya meneteskan air liur.

"Masuk." Wina memerintahkan.

Angga menurut. Mengikuti langkah perempuan itu yang tanpa disadarinya tengah melepaskan pakaian yang menempel ditubuhnya satu persatu. Hingga hanya menyisakan linggerie berwarna ungu muda yang menempel erat ditubuh sintalnya.

Angga menelan ludahnya kasar. Mencoba bersikap tenang walau gairah sudah meronta hingga ke ubun-ubun, belum lagi adik kecilnya yang berada dibalik celana jeans nya secara otomatis mengeras dengan sendirinya.

Sial!! umpatnya dalam hati.

Wina menggerakkan jari telunjuknya, mengisyaratkan Angga untuk lebih mendekat. Wajahnya yang sensual begitu menggoda gairah siapa saja yang memandang.

Angga seperti mendapat mangsa yang sepadan.

Dada indah, pinggul seksi, kulit yang begitu mulus ketika disentuh, dan jangan lupakan wajahnya yang begitu menawan. Sayang sekali perempuan ini harus mencari kesenangan dalam pelukan pria-pria mesum seperti dirinya. Angga yakin, dia bukanlah satu-satunya pemuda yang menjadi pemuas birahi Tante Wina. Mungkin saja sebelum dirinya ada banyak pria yang menjadi tempat pelampiasan perempuan cantik berwajah Eropa itu.

Wina mulai menarik pakaian yang menempel ditubuh Angga. Melepaskannya hingga terpampanglah pahatan indah pada tubuh pemuda 22 tahun itu. Tubuh pria belia yang sangat menggiurkan. Dengan dada bidang, bisep yang kekar, dan perut dengan enam kotak yang tidak terlalu menonjol namun meninggalkan kesan seksi nan menggoda.

Dengan nakal, jemari lentiknya menyentuh tubuh pemuda itu. Membelai dan merematnya untuk merasakan betapa masih segarnya tubuh belia dihadapannya.

Tangan Wina mulai merayap turun ke kancing celana Angga dan berusaha membukanya. Tanpa sengaja jarinya menyentuh benda keras yang berada dibalik bokser yang melapisi jeans yang dikenakan pemuda itu. Membuatnya menjerit kegirangan.

"Kamu udah on!!" katanya.

Angga hanya menyeringai.

Wina kemudian mendorong tubuh tinggi pemuda itu hingga dia terlentang ditempat tidur. Dan dengan tak sabaran menarik lepas celana yang menutupi bagian tubuh Angga dari pinggang kebawah. Dan tanpa menunggu lama, perempuan cantik itu langsung menduduki perut sixpack Angga dan mulai menggodanya dengan ciuman memabukkan.

"Tan, ..."

"Ssshhhh ...," Wina menunduk untuk meraih bibir Angga dan memagutnya dengan liar. ********** hingga pemuda itu hampir kewalahan.

Kedua tangannya terus menelusuri dada bidang pemuda 22 tahun itu yang nampak menggiurkan baginya.

Angga faham, Wina sedang kalut. Jelas dari sikapnya yang tak seperti biasa. Perempuan itu jelas sedang memiliki masalah berat dan butuh pelampiasan. Jadi, Angga hanya diam saja dan membiarkannya memegang kendali permainan malam itu. Sesekali dia membalas cumbuan hanya untuk mengimbangi.

Hingga setelah beberapa saat Wina meminta Angga untuk memuaskannya, maka pemuda itu membalikkan posisi dan mengambil alih kendali pada tubuh perempuan 35 tahun itu.

Mencumbu, mencium, membelai, meremat apa yang ada pada tubuh Wina. Membuat perempuan cantik itu menggeliat dan mengerang menerima sentuhan nakal dari sang pemuda.

"Oh, sayang ..." Wina meracau, mengeratkan pelukan ketika klimaks hampir menggulung tubuh semampai nya.

Angga mempercepat hentakannya ketika merasakan tubuh Wina menegang. Lalu mulut seksinya mengeluarkan lolongan yang terdengar indah ditelinga pemuda 22 tahun itu, diikuti tubuh semampai nya yang membusur.

Hentakan keras terakhir yang diikuti geraman dari mulut Angga menjadi penanda mereka berdua telah sama-sama menggapai klimaksnya.

Lalu hening.

Hanya suara napas mereka yang terdengar menderu-deru.

Angga menarik diri dari tubuh Wina yang tak berdaya. Melepaskan pengaman dari alat tempurnya, dan segera memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri.

*****

"Aku udah transfer," Wina menunjukkan layar ponselnya kepada Angga, saat pemuda itu baru keluar dari kamar mandi.

Angga mengangguk lalu duduk ditepi ranjang. Dengan hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya.

"Makasih," katanya, sambil mengusak rambut basahnya dengan handuk kecil yang dia ambil dari laci nakas disamping tempat tidur.

"No, makasih." Wina yang bangkit seraya mendekati pemuda itu yang duduk memunggunginya. Lalu kedua tangannya menyelinap dipinggangng, merangkul Angga dari belakang.

Rasa hangat kembali menjalar di sekujur tubuh pemuda itu yang baru saja diguyur air dingin di kamar mandi. Merasakan benda kenyal yang menempel di punggungnya.

"Hmm ..." Angga menggumam sambil tersenyum.

"Kamu ada janji lain malam ini?" tanya Wina yang menyurukkan wajahnya di punggung kokoh Angga.

Pemuda tampan itu menggeleng. "Nggak."

"Terus habis ini mau kemana?" tanya nya lagi.

"Mungkin pulang." jawab Angga yang dengan perlahan melepaskan lilitan tangan Wina pada pinggangnya. Lalu meraih pakaiannya yang terserak dibawah tempat tidur.

"Temenin aku malam ini mau?" Wina mendongak, menatap wajah pemuda itu yang terlihat sangat segar dengan tetesan air yang meluncur dari rambut basahnya.

Angga menyeringai. "Serius?" tanyanya.

Wina mengangguk.

Angga terdiam. Balik menatap wajah cantik dihadapannya yang terlihat berantakan. Yang sedang duduk dalam keadaan telanjang.

Wina bangkit dari tempat tidur, menghampiri Angga, lalu menarik lepas handuk yang melilit dipinggangng pemuda itu.

"Aku lagi butuh temen." katanya dengan mata sayu mengerjap manja.

Angga menelan ludahnya kasar.

Ini akan jadi malam yang panjang.

Terpopuler

Comments

Yuyun Arianti

Yuyun Arianti

ap KH ini cm mncrtkn hubungan bdn aja GK ada yg mnntang yh😅🤣🤣🤣

2024-06-17

2

Aprilia***

Aprilia***

lebih parah dari sugar sama my sweet ini mah lebih panassssss🥵🥵🥵🤣🤣🤣

2022-01-26

2

Osin Saharamaryana

Osin Saharamaryana

ganas tante Wina wlwkwkkk 🤣😭😭

2021-12-03

2

lihat semua
Episodes
1 Pergi
2 Deal!!
3 Bebas
4 Play
5 Kedatangan Sagara
6 Easy
7 Maharani
8 Meet
9 Mimpi Buruk
10 Save
11 Sign
12 Rasa
13 Care
14 Tell
15 Hati Angga
16 Berbuat Baik
17 Heartbeat
18 Menyangkal
19 Perasaan Andra
20 Her
21 Bestfriend
22 Wound
23 Weak
24 Be Mine!
25 Fikka
26 Opened
27 Curiga
28 Sebuah Ide
29 Beast
30 Fall
31 Fight
32 Sadar?
33 Aku Sayang Kamu
34 Lies
35 Down
36 Hit!
37 Heal
38 The Thing
39 Romantis
40 Curhat
41 Sesuatu
42 Tentang Seseorang
43 Hal Menjengkelkan
44 Obrolan Pagi
45 Tugas
46 Hurt
47 The Cure
48 A Gift
49 Mengajari
50 Jadi Therapist Kamu?
51 Salah Faham
52 Salah Faham#2
53 Mengerti
54 Pulang
55 Seperti Anak Kecil
56 Memory
57 Kembali
58 Hugg
59 Tertangkap Basah
60 Baju
61 Curhat #2
62 Ngojek?
63 Rumah
64 Let
65 Orang Asing
66 Kabur
67 Taking
68 Meminta
69 Let Her Go
70 Menikah?
71 Pulang Ke Rumah
72 Malam Pertama
73 Fitting
74 Perempuan
75 Barchelor Party
76 Biar Kamu Terbiasa
77 Pernikahan Sagara
78 Jealoussy
79 Terjebak Hujan
80 Kekhawatiran Ayah
81 Tausiyah
82 Buku Harian Sagara
83 Di Suatu Pagi
84 Keluarga
85 Belajar Romantis
86 Belanja
87 Makan
88 Magang
89 Kecemburuan Angga
90 Kamu Bisa?
91 Obrolan Pagi#2
92 Bercanda
93 Punya Anak?
94 Hal Menjengkelkan #2
95 Sibuk
96 Elang
97 Hal kecil
98 Jadi Aneh
99 Pegang Aja?
100 Bekerja
101 Hal Konyol
102 Kangen
103 Tidak Pantas
104 Ingin Nonton Konser
105 Hanya Masa Lalu
106 Tentang Sebuah Rasa
107 Balas Dendam?
108 Baby nya Kangen!
109 Kamu Nakal!
110 Gerah
111 Konser Dan Mancing
112 Ibu
113 Kehilangan
114 Capcai Kenangan dan Kegagalan
115 Check Up
116 Check Up Lagi?
117 Kunjungan Andra
118 Belajar Dan Modus
119 Mandi Lagi?
120 Kangen #2
121 Cuma Cari Perhatian
122 Serius
123 Crash
124 Luka
125 Aku Membutuhkanmu!
126 Buta?
127 Aku Baik-baik Saja
128 Terungkap
129 Tidak Usah Di Bahas
130 Keras Kepala
131 Kabar Baik
132 50 persen
133 Mata Biru
134 Rasa
135 Bayinya Ngambek
136 Buku Harian Maria
137 Rasa Takut
138 Agony
139 Baby!
140 Hari Baru
141 Rania Khaira Yudistira
142 Ekstrapart#1
143 Ekstrapart#2
144 Ekstrapart#3
145 Ekstrapart#4
Episodes

Updated 145 Episodes

1
Pergi
2
Deal!!
3
Bebas
4
Play
5
Kedatangan Sagara
6
Easy
7
Maharani
8
Meet
9
Mimpi Buruk
10
Save
11
Sign
12
Rasa
13
Care
14
Tell
15
Hati Angga
16
Berbuat Baik
17
Heartbeat
18
Menyangkal
19
Perasaan Andra
20
Her
21
Bestfriend
22
Wound
23
Weak
24
Be Mine!
25
Fikka
26
Opened
27
Curiga
28
Sebuah Ide
29
Beast
30
Fall
31
Fight
32
Sadar?
33
Aku Sayang Kamu
34
Lies
35
Down
36
Hit!
37
Heal
38
The Thing
39
Romantis
40
Curhat
41
Sesuatu
42
Tentang Seseorang
43
Hal Menjengkelkan
44
Obrolan Pagi
45
Tugas
46
Hurt
47
The Cure
48
A Gift
49
Mengajari
50
Jadi Therapist Kamu?
51
Salah Faham
52
Salah Faham#2
53
Mengerti
54
Pulang
55
Seperti Anak Kecil
56
Memory
57
Kembali
58
Hugg
59
Tertangkap Basah
60
Baju
61
Curhat #2
62
Ngojek?
63
Rumah
64
Let
65
Orang Asing
66
Kabur
67
Taking
68
Meminta
69
Let Her Go
70
Menikah?
71
Pulang Ke Rumah
72
Malam Pertama
73
Fitting
74
Perempuan
75
Barchelor Party
76
Biar Kamu Terbiasa
77
Pernikahan Sagara
78
Jealoussy
79
Terjebak Hujan
80
Kekhawatiran Ayah
81
Tausiyah
82
Buku Harian Sagara
83
Di Suatu Pagi
84
Keluarga
85
Belajar Romantis
86
Belanja
87
Makan
88
Magang
89
Kecemburuan Angga
90
Kamu Bisa?
91
Obrolan Pagi#2
92
Bercanda
93
Punya Anak?
94
Hal Menjengkelkan #2
95
Sibuk
96
Elang
97
Hal kecil
98
Jadi Aneh
99
Pegang Aja?
100
Bekerja
101
Hal Konyol
102
Kangen
103
Tidak Pantas
104
Ingin Nonton Konser
105
Hanya Masa Lalu
106
Tentang Sebuah Rasa
107
Balas Dendam?
108
Baby nya Kangen!
109
Kamu Nakal!
110
Gerah
111
Konser Dan Mancing
112
Ibu
113
Kehilangan
114
Capcai Kenangan dan Kegagalan
115
Check Up
116
Check Up Lagi?
117
Kunjungan Andra
118
Belajar Dan Modus
119
Mandi Lagi?
120
Kangen #2
121
Cuma Cari Perhatian
122
Serius
123
Crash
124
Luka
125
Aku Membutuhkanmu!
126
Buta?
127
Aku Baik-baik Saja
128
Terungkap
129
Tidak Usah Di Bahas
130
Keras Kepala
131
Kabar Baik
132
50 persen
133
Mata Biru
134
Rasa
135
Bayinya Ngambek
136
Buku Harian Maria
137
Rasa Takut
138
Agony
139
Baby!
140
Hari Baru
141
Rania Khaira Yudistira
142
Ekstrapart#1
143
Ekstrapart#2
144
Ekstrapart#3
145
Ekstrapart#4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!