18. The girl who stole my heart

The girl who stole my heart

“Kak Kirana, pacarnya pegawai coffee shop ya? Atau jangan-jangan yang punya nya?” Aku hanya tersenyum mendengar pertanyaan Shanty. “Enak banget, setiap hari dapat kiriman kopi sama cake. Kali ini cake nya apa, Kak? Wow, red velvet!”

“Makanya punya pacar, Shan, biar ada yang kirim makanan juga,” ucapku sambil menyeruput kopi late yang dikirimkan Caraka.

Caraka memang menepati janjinya, dia tidak pernah berbuat aneh lagi seperti di kantin. Tapi setiap hari dia mengirim kopi dan cake membuat semua rekan kerjaku menjadi penasaran siapa si pengirim kopi ini. Karena selama ini mereka tidak pernah aku bersama pria … mereka tidak tahu saja kalau pria yang kadang satu lift sama mereka, atau pria yang menjadi objek kehaluan mereka itu adalah kekasihku, hahaha.

Kirana : Thank you for coffee n cake … love it! (Terimakasih untuk kopi dan cake nya, aku sangat menyukainya.)

Pak Bos : Anytime, Honey. (Kapanpun, Sayang)

Pak Bos : Jangan lupa besok aku jemput jam 10.

Kirana : Siap.

Pak Bos : See you … love you. (Sampai nanti … aku mencintaimu).

Aku tersenyum malu setiap membaca pesan-pesannya yang selalu diakhiri kalimat … love you, Honey.

Inilah nasib memiliki kekasih seorang yang sudah pro dalam menjalin hubungan, dia selalu mengatahui bagaimana memerlakukan kita dengan sangat baik … dia benar-benar seperti seorang Pangeran yang memerlakukanku layaknya seorang Putri. Bohong kalau aku bilang tidak suka diperlakukan sebaik itu oleh seorang pria, tapi aku juga tidak menyukai perhatian yang terlalu berlebihan dan untungnya karena dia sudah cukup mengenalku jadi perhatiannya selalu berhasil membuatku tersipu malu bahkan tertawa terbahak-bahak.

Caraka tahu kalau aku lebih menyukai perhatian-perhatian kecil daripada dilimpahi materi yang hanya membuatku merasa sesak dan akhirnya menjadi beban. Dia tidak pernah mengajakku makan di tempat-tempat yang tampilan makanannya sangat cantik, tapi isinya sedikit dengan harga selangit karena hasil ramuan chef ternama… tidak! aku lebih suka makan di tempat-tempat biasa, yang harganya masih masuk akal, dengan porsi banyak dan yang pasti bikin kenyang. Dia juga tidak pernah membelikanku barang-barang branded karena tahu aku lebih suka sesatu yang ku pakai atas dasar kenyamanan bukan karena merk nya.

Tapi mengenai besok sepertinya aku harus memikirkan penampilanku, mengingat dia mengatakan akan mengajakku bertemu dengan teman-temannya. Ok! Aku tak perlu pakaian branded, tapi minimal jangan sampai aku membuat malu seorang Caraka Benua.

Alhasil aku harus rela mengeluarkan uang dengan nominal hampir mencapai gajiku sebulan untuk membeli pakaian, sepatu dan tas. Nominal terbesar yang ku keluarkan hanya untuk membeli pakaian.

“Tidak apa-apa, Na, anggap saja ini investasi buat masa depan lo sama Caraka,” ucap Siska memberiku semangat setelah melihat jumlah yang harus ku keluarkan. “Yang penting, nanti jangan sampai lo bikin malu Caraka, pokoknya lo harus siap tempur!”

Aku mengangguk setuju dengan ucapan Siska. Dari pagi aku sudah bersiap di depan kaca mencoba me-make over diri sendiri. Karena acaranya siang jadi aku hanya memakai make up tipis dan terkesan natural, rambut ku biarkan terurai begitu saja tanpa hiasan apapun.

Untuk gaun, aku memutuskan untuk mengenakan gaun floral selutut dengan lengan ¾ berwarna biru muda dengan potongan sederhana dengan bahan tipis yang terasa lembut dan nyaman. Dan alas kaki aku memutuskan mengenakan ankle strap putih sederhana setinggi 5 cm, dan clutch bag putih melengkapi penampilanku hari ini.

Oke! Aku siap bertempur! Dengan jantung yang dag dig dug der, aku menunggu Caraka dan tepat jam 10 dia akhirnya datang. Beberapa saat dia hanya terdiam menatapku membuatku serba salah, apa aku salah kostum? Tapi sepertinya tidak. Dan entah kebetulan atau apa, Caraka juga mengenakan kemeja biru langit yang sedikit tua dari warna gaunku.

“Cantik,” ucapnya membuatku menatapnya yang masih memerhatikanku. “Cantik banget.”

“Hahaha, berhentilah memujiku.” Aku menggelengkan kepala sebelum akhirnya pamit sama Mamah dan kami pun pergi menuju daerah Sentul.

“Menyetir itu menghadap depan bukan menghadap samping.”

“Kamu cantik banget.” Lagi-lagi dia memujiku membuatku tertawa sambil menggelengkan kepala.

Sepanjang jalan setiap ada kesempatan dia akan melirikku dengan senyum lebar, benar-benar membuatku malu.

“Pokoknya kamu tidak boleh dandan seperti ini kalau tidak bersamaku … bahaya kalau gini caranya.”

Aku terkejut mendengar keposesifannya membuatku tertawa.

“Aku serius, Sayang, jangan pernah dandan kalau tidak lagi bersamaku, oke?!”

“Iya.”

“Hahaha … good girl.”

Saat ini kami telah ke luar tol Sentul, melewati IKEA, Mall AEON, Masjid besar Jabal Nur yang terlihat megah, sebelum akhirnya putar arah masuk ke Jl. Bukit Sentul, Cijayanti. Terlihat sebuah papan nama, ‘Situ Kameumeut’, dengan logo ikan di samping tulisan.

Karangan bunga berjejer sepanjang jalan masuk sebagai ucapan selamat atas dibukanya rumah makan sunda itu. Aku membaca beberapa nama orang terkenal di antara para pengirim bunga.

“Katanya pesta, kok malah pembukaan rumah makan?”

“Ini juga sama pesta.”

“Tahu begini kan aku tidak perlu pakai gaun segala.”

“Hahahaha.” Caraka mematikan mesin mobil setelah berhasil parkir. “Bukan cuma kamu yang memakai gaun … tapi yang pasti kamu yang paling cantik.”

“Ckkk, apaan sih!” Dengan cepat aku ke luar dari mobil karena malu mendengar gombalannya yang kini tertawa terbahak melihatku yang melarikan diri.

Dengan senyum lebar Caraka menjulurkan tangannya yang langsung ku sambut. Sambil bergandengan tangan kami mulai memasuki bangunan dua lantai yang sekelilingnya berdindingkan kaca, terlihat dari luar ruangan itu sudah mulai penuh oleh pengunjung. Caraka benar, aku bukan satu-satunya yang memakai gaun, bahkan mungkin gaunku paling sederhana dibandingkan gaun mereka yang terlihat sangat elegan.

“Eeeh, si kasep baru datang!” seru seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dengan sangat ramah ketika melihat kami masuk.

“Iya maaf, Tante, tadi jemput dulu calon Nyonya, jadi sedikit terlambat,” ucap caraka membuatku menatapnya dengan mata membulat.

“Ini calonnya?” Wanita itu kini menatapku dengan mata berbinar membuatku tersenyum malu. “Euleuh meni geulis gini! (Cantik banget) Pinter Kakang mah nyari calon teh meni geulis gini.”

Aku tersenyum malu sambil menjulurkan tangan memperkenalkan diri, dan ternyata wanita ramah di hadapanku ini adalah sang tuan rumah.

“Mamah minta maaf karena tidak bisa hadir.”

“Iya, teu nanaon (tidak apa-apa) semalam mamahmu sudah menghubungi Tante, katanya mau ke Bandung nengokin Leta.”

Caraka mengangguk sebagai jawaban. “Abi sama yang lainnya mana, Tante?” Mata Caraka terlihat menyisir ruangan.

“Ada tuh di handap (bawah) sama yang lainnya.”

Setelah pamiti sama tuan rumah yang sangat ramah itu, Caraka mengajakku ke luar dari ruangan kemudian turun ke bawah menggunakan tangga. Suasana berbeda mulai terasa, dibanding indoor yang terkesan mewah, outdoor terasa lebih menyegarkan untukku. Angin yang berhembus, danau yang membentang, pondok-pondok terapung terbuat dari bambu di bangun sepanjang pinggir danau yang kini telah terisi oleh para tamu. Sebuah teras kayu terapung menjorok ke arah danah dimana terdapat meja-meja lengkap dengan payung-payung besar berwarna merah marun untuk melindungi dari terik matahari. Di ujung teras terdapat sebuah panggung terapung dimana live music tengah menghibur para tamu dengan lagu-lagu yang sedang hits.

“Ka!” Sebuah seruan membuat kami menoleh ke arah tiga orang laki-laki yang berdiri tak jauh dari pagar pembatas.

Caraka merangkul pinggangku membimbingku menuju arah mereka yang kini memerhatikan kami, atau lebih tepatnya memerhatikanku. Tunggu! Bukan hanya tiga orang laki-laki, tapi juga sekumpulan perempuan yang berdiri tak jauh dari para pria itu kini ikut memerhatikanku, dan sepertinya aku mengenal salah satu dari mereka … siapa ya? Aku seperti pernah melihatnya, tapi dimana? Aaah, aku benar-benar lupa!

“Akhirnya, go public juga lo!” seru pria dengan lesung pipi dan rambut sedikit gondrong.

“Hahaha … mau nya sih dari kemarin-kemarin go public, tapi buat meyakinkan dia ini lebih susah daripada mengakuisisi perusahaan,” ucap Caraka membuat para pria itu tertawa, sedangkan aku hanya tersenyum malu.

“Jadi apa masih mau buka cabang di setiap kota?” Pria berbadan tegap bertanya dengan suara bass-nya membuat Caraka tertawa sambil mengelus rambutku sebelum merangkulku.

“Sekarang cukup pusat saja satu, asal kokoh jangan sampai pailit dan gulung tikar.”

“Hahaha … rupanya sudah bertemu pawangnya dia.”

“Hahaha.”

“Kenalin, mereka ini temanku dari kecil … ini Abiseka, biasa kita panggil Abi, anaknya tuan rumah.” Caraka mengenalkanku pada pria berlesung pipi. “Yang ini, calon Jendral kita … Tama, dia sedang tugas di Surabaya … nah dulu kalau kita tertangkap gara-gara tawuran atau balapan liar, ayahnya Tama ini yang menolong kita, sebelum akhirnya menghukum kita secara pribadi.”

Mereka semua tertawa mengingat masa lalu.

“Gue, nggak pernah ikut tawuran ya … lo-lo pada nih yang bikin Bokap gue kesusahan.”

“Hahaha … ada untungnya juga lo dulu masuk Pemuda Nusantara, minimal kalau sekarang kita ditilang tinggal pakai nama lo biar bebas nggak perlu pakai nama bokap lo lagi.”

“Sialan.”

“Hahaha.”

“Nah, yang ini Askara, dia ini calon Jaksa Agung.”

Wow! Circle pertemanan yang luar biasa, pengusaha muda yang sukses, calon Jendral, calon Jaksa Agung, dan aku tak tahu Abi ini calon apa, tapi yang pasti sepertinya dia juga bukan orang sembarangan. Ini sih seperti Cinderella dikenalkan kepada Pangeran-Pangeran dari negara tetangga.

“Guys, kenalin … ini Kirana Az Zahra, the girl who stole my heart.” (Perempuan yang telah mencuri hatiku).

Masih banyak Pangeran di luar sana yang mungkin jauh lebih segalanya, tapi hanya satu Pangeran yang membuat imunku terjun bebas, dan akhirnya mengebarkan bendera putih menyerah atas pesona sang Pangeran, dan dia adalah … Caraka Benua, The Prince who stole my heart.

*****

Haii ...

Terimakasih buat Mbak Shepinasera yang sudah meminjamkan Tama nya untuk main di sini ... sesuai janji saya ya, Mbak Sera, insyaallah yg satunya lagi menyusul 😁 lagi mencoba mencari celahnya dulu 🤭

Ehm! Siap bertemu Mumu Peri besok? 🤣🤣🤣

Note :

Akuisisi : Pengambil alihan perusahaan.

Situ : Danau (B. Sunda)

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

krn Caraka pangeran di antara para pangeran, Kirana.. tinggal tunggu gimana reaksi dan sambutan para putri yg ada di sana saat Caraka memperkenalkan Kirana.. hem.. penasaran.. 🤔🤔🤔

2024-12-28

1

Sutris Heppy

Sutris Heppy

ya Allah....kangen mas Tama...pas ada mas Tama yang tugas disuranaya kok mak.deg...ternyata beneran mas taku😂😂😂

2024-11-03

0

⋆.˚mytha🦋

⋆.˚mytha🦋

waaaah mas tama circle nya luas juga yaak sampe ke sini²... piye kabare mas tama n po cut?😁

2025-02-07

0

lihat semua
Episodes
1 1. Become Cinderella in Seven Days
2 2. Sunrise
3 3. Prince, Coffee, and Star
4 4. Diner
5 5. Cars Free Day
6 6. Gossip
7 7. Good Morning, Kiki!
8 8. Jealousy
9 9. Birthday Party
10 10. Cinderella Syndrom
11 11. Miss You So Bad
12 12. Confession
13 13. Big Boss
14 14. I wish, I could stop the time for a while
15 15. Reallity VS Drakor
16 16. What are you doing, Boss?
17 17. Just the two of us
18 18. The girl who stole my heart
19 19. Cinderella VS Mumu Peri
20 20. The Past
21 21. Surprised!!
22 22. Takeshi Castle
23 23. Lunch time
24 24. The Most Awesome Man I Ever Know
25 25. Paradeisos
26 26. Kang Kopi
27 27. It's okay, I'm here with you
28 28. I love you, just the way you are.
29 29. Go Public
30 30. Bersua Baji dengan Matan
31 31. Paradoks
32 32. An eye for an eye
33 33. Ibu Suri
34 34. Spell
35 35. Zip Your Mouth!
36 36. Shoulder to cry on
37 37. Opportunity
38 38. I will let you go
39 39. Farewell
40 40. Randi Prasetyo
41 41. Be safe, be happy
42 42. E-World
43 43. Rapunzel
44 44. Jealous guy
45 45. Mood Booster
46 46. My Past
47 47. Homesick
48 48. I’m here for you
49 If
50 50. Puzzle Piece
51 51. SAH!
52 52. Another puzzle pieces
53 53. She’s not your kind
54 54. Just a story from the past
55 55. Ibu Peri, Ibu Suri
56 56. Debut
57 57. Deja vu
58 58. Gift
59 59. Calon menantu Mahesa
60 60. In the right place at the right time
61 61. A picture of a puzzle
62 62. Just My Imagination?
63 63. A proving
64 64. Benak hitam
65 65. Identitas Bi
66 66. The return of the nightmare
67 67. Memories
68 68. Roller coaster
69 69. Bi
70 70. After 20 years
71 71. I love you, I’m sorry
72 72. The Truth
73 73. The real truth
74 74. Stay with me
75 75. Ordinary people
76 76. Anaking jimat awaking
77 77. Family reunion
78 78. Forgiveness
79 79. Someday
80 80. Marry me!
81 81. Lelaki paripurna
82 82. One step closer
83 83. Daughter first love
84 84. Heaven
85 Extra part 1
86 Extra part 2
87 Extra part 3 (Tamat)
88 Extra part 3 (Tamat)
89 COMING SOON!!!
90 Pengumuman si Abang
Episodes

Updated 90 Episodes

1
1. Become Cinderella in Seven Days
2
2. Sunrise
3
3. Prince, Coffee, and Star
4
4. Diner
5
5. Cars Free Day
6
6. Gossip
7
7. Good Morning, Kiki!
8
8. Jealousy
9
9. Birthday Party
10
10. Cinderella Syndrom
11
11. Miss You So Bad
12
12. Confession
13
13. Big Boss
14
14. I wish, I could stop the time for a while
15
15. Reallity VS Drakor
16
16. What are you doing, Boss?
17
17. Just the two of us
18
18. The girl who stole my heart
19
19. Cinderella VS Mumu Peri
20
20. The Past
21
21. Surprised!!
22
22. Takeshi Castle
23
23. Lunch time
24
24. The Most Awesome Man I Ever Know
25
25. Paradeisos
26
26. Kang Kopi
27
27. It's okay, I'm here with you
28
28. I love you, just the way you are.
29
29. Go Public
30
30. Bersua Baji dengan Matan
31
31. Paradoks
32
32. An eye for an eye
33
33. Ibu Suri
34
34. Spell
35
35. Zip Your Mouth!
36
36. Shoulder to cry on
37
37. Opportunity
38
38. I will let you go
39
39. Farewell
40
40. Randi Prasetyo
41
41. Be safe, be happy
42
42. E-World
43
43. Rapunzel
44
44. Jealous guy
45
45. Mood Booster
46
46. My Past
47
47. Homesick
48
48. I’m here for you
49
If
50
50. Puzzle Piece
51
51. SAH!
52
52. Another puzzle pieces
53
53. She’s not your kind
54
54. Just a story from the past
55
55. Ibu Peri, Ibu Suri
56
56. Debut
57
57. Deja vu
58
58. Gift
59
59. Calon menantu Mahesa
60
60. In the right place at the right time
61
61. A picture of a puzzle
62
62. Just My Imagination?
63
63. A proving
64
64. Benak hitam
65
65. Identitas Bi
66
66. The return of the nightmare
67
67. Memories
68
68. Roller coaster
69
69. Bi
70
70. After 20 years
71
71. I love you, I’m sorry
72
72. The Truth
73
73. The real truth
74
74. Stay with me
75
75. Ordinary people
76
76. Anaking jimat awaking
77
77. Family reunion
78
78. Forgiveness
79
79. Someday
80
80. Marry me!
81
81. Lelaki paripurna
82
82. One step closer
83
83. Daughter first love
84
84. Heaven
85
Extra part 1
86
Extra part 2
87
Extra part 3 (Tamat)
88
Extra part 3 (Tamat)
89
COMING SOON!!!
90
Pengumuman si Abang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!