12. Confession

Confession

Ancol pada malam hari menyuguhkan pemandangan yang sangat indah dengan hiasan lampu dari gedung-gedung pencakar langit serta udara dingin yang berhembus memberikan nuansa berbeda dan ketenangan bagi warga Ibu Kota yang ingin terlepas dari kepenatan aktifitas seharian.

Apalagi saat ini kami tengah duduk di salah satu restoran yang berada di bibir pantai. Angin malam yang dingin, lampu temaran, deburan ombak, dan lagu-lagu romantis dari live band menambah kesan romantis, tapi sayang saat ini pikiran dan hatiku sedang sangat ruwet hingga tak begitu menikmatinya.

“Saya bilang kita harus bicara.”

“Kita bisa bicara.”

“Di sini?”

“Iya, apa ada yang salah?”

Aku membuang napas mendengar pertanyaannya.

“Tidak, hanya saja saya pikir Bos akan membawa saya ke tempat yang lebih private jadi kita bisa bicara dengan tenang, bukan tempat umum dimana banyak orang dan mungkin salah satu dari mereka akan mengenali Bos.”

Aku menatap ke arah dalam bangunan restoran yang terlihat ramai oleh gelak tawa beberapa orang berusia kisaran lima puluhan. Sepertinya area indoor tengah disewa untuk suatu acara.

Bos terdiam beberapa saat.

“Apa kamu mau kita berbicara di apartemenku?”

“A-apartemen?” aku menganga tak percaya mendengarnya.

“Iya, kita bisa pergi sekarang.”

“Tidak! Kita bicara di sini saja.”

Bos terlihat menahan tawanya. Sial! Dia ternyata hanya menggodaku saja. Untungnya pelayan datang membawa pesanan minuman sedikit mengalih Bos hingga dia tak bisa melihat wajahku yang memerah karena malu.

“Yakin tidak mau makan?”

“Tidak, terimakasih.” Sejujurnya makan seafood yang merupakan makanan andalan di sini sangat menggoda, tapi untuk saat ini aku tak tahu apa akan sanggup untuk menelan makanan.

“Jadi apa yang mau dibicarakan?”

Aku menyeruput taro coffee jelly, minuman yang ku pesan saat ini berharap susu dari minuman berwarna ungu itu bisa sedikit memberiku ketenangan.

“Apa Bos sudah berbicara dengan orangtua, Bos, mengenai kelanjutan perjodohan?”

“Sudah.”

“Dan hasilnya?”

Dia terdiam, mengeluarkan sebatang rokok dan mulai menyulutnya. “Belum ada jawaban apapun,” jawabnya setelah menghembuskan asap rokok.

Aku terdiam beberapa saat, kemudian mengangguk setelah yakin dengan keputusan apa yang akan aku ambil walaupun tadi sempat sedikit ragu, tapi mendengar jawabannya cukup membuatku kembali bisa berpikir secara logis.

“Sebaiknya kita mempertegas hubungan kita. Hanya sebagai atasan dan bawahan saja, dan hanya sebatas teman,” ucapku terus terang, langsung pada pokok pembicaraan.

Bos terdiam menatapku beberapa saat, sebelum akhirnya menyeruput blue ocean miliknya. Dia masih terlihat santai seperti biasa. Sepertinya pengalamannya selama bertahun-tahun ketika berbicara menghadapi lawan bisnis membuatnya memiliki kemampuan untuk mengatur emosi, karena aku tak pernah sekalipun melihatnya kehilangan kontrol akan emosinya, dia selalu terlihat tenang dalam kondisi apapun.

“Apa karena statusku? Aku tak bisa melakukan apa-apa untuk mengubah itu. Aku terlahir dengan itu.”

“Tidak, bukan itu.” Dia sedikit mengerutkan keningnya. “Kalau hanya karena status Bos yang merupakan seorang putra konglomerat mungkin saat ini saya akan dengan sangat nekad untuk menjalin hubungan, walau dengan resiko harus menghadapi keluarga Bos yang tidak akan merestui kita. Tapi saya tidak ingin menyesal, setidaknya saya akan berusaha untuk hubungan ini walau akhirnya mungkin kita tidak bisa bersama.” Bos terdiam menatapku terlihat terkejut dengan kejujuranku tentang keinginan untuk menjalin hubungan dengannya. “Tapi semua berbeda ketika sudah menyangkut perempuan lain.”

Bos mengerutkan alis ketika aku mengungkapkan alasan utama kenapa aku tak bisa menjalin hubungan dengannya.

“Anggi? Aku dan Anggi tidak ada hubungan apa-apa, Na, dia hanya perempuan yang dipilih kedua orangtuaku untuk dijodohkan denganku dan keputusan akhirnya ada padaku, apa akan menerimanya atau tidak.”

“Dan setelah malam ulang tahun kemarin sepertinya kita tahu akan kemana hubungan kalian.”

“Na …” aku mengangkat tanganku memintanya untuk mengijinku melanjutkan ucapanku.

“Saya tahu betapa baiknya Bos, dan bagaimana Bos menghormati kedua orangtua, dan karena itulah saya menyukai Bos.” Bos terdiam menatapku. “Ya, selain faktor lainnya tentu saja, tapi itu biarkan cukup saya saja yang tahu.”

Bisa ku lihat Bos sedikit tersenyum mendengarku, membuatku kembali meneguk minumanku.

“Dan itulah alasan utama saya kenapa kita tidak boleh bersama, karena sudah ada perempuan lain, dan saya tidak ingin menjadi orang ketiga.”

“Kamu tidak pernah menjadi orang ketiga, Na.”

“Iya, saya hanya akan menjadi orang ketiga, diakui atau tidak itulah posisi saya saat ini.” Bos terdiam menatapku. “Saya hadir setelah Bos dikenalkan dengannya, dan saya yakin walaupun pesta kemarin adalah kali kedua kalian bertemu, tapi kalian pasti sering berhubungan lewat pesan ataupun telpon.”

“Tapi aku tak pernah menjadi yang pertama menghubunginya.”

“Terlepas dari itu semua, kalian tetaplah telah berhubungan, apalagi sebelumnya tidak ada penolakan dari kalian tentang perjodohan ini.” Bos kembali terdiam, sepertinya dia mulai menyadari kebanaran dari kata-kataku. “Dan kalau pun sekarang Bos menentang perjodohan itu, orangtua Bos belum tentu mengabulkannya, dan sepertinya memang tidak akan dikabulkan, jadi … kita sepertinya kita sudah tahu akhir dari semunya.”

Bos masih terdiam menatapku, dia kembali menghisap rokok dan menghembuskan asap putih dengan perlahan sebelum akhirnya berkata,

“Apa kamu tahu kalau di pesta kemarin tidak ada satupun pemberitaan tentang hubunganku dengannya?”

Aku teringat pembicaranku dengan Siska yang merasa aneh karena tak ada satupun berita tentang Caraka Benua yang menemani calon tunangannya ke pesta yang digelar mewah di hotel milik keluarga Wibisana.

“Itu syarat lain yang aku ajukan kepada orangtuaku. Walaupun awalnya mereka menolak karena tahu efek positif yang akan ditimbulkan dari publikasi hubungan kami bagi perusahaan, tapi mereka harus memilih aku pergi menemaninya tanpa pemberitaan, atau aku tidak pergi sama sekali.”

Bos mematikan puntung rokok di atas asbak, menyeruput minumanya kemudian melanjutkan kembali perkataannya.

“Seperti kamu bilang kalau hal itu tersebar di media masa dan semua orang mengetahuinya, maka akan semakin susah untukku mundur karena itu sama saja artinya aku telah menyetujui pertunangan ini, maka dari itu sebisa mungkin aku menghindari publikasi. Dan orangtuaku menyadari ada yang salah dengan tindakanku.”

Dia terdiam beberapa saat, matanya menatapku serius.

“Mereka menanyakan apa alasanku.” Entah kenapa tiba-tiba jantungku berdegub kencang menunggu kalimat selanjutnya yang akan dia ucapkan. “Dan aku memberitahu mereka.” Kembali ada jeda di sana membuatku semakin tak sabar karena penasaran. “Aku memberitahu mereka kalau aku menyukai seseorang, dan aku serius dengan menyukainya … seseorang itu adalah kamu, Kirana Az-Zahra.”

Deg!

Debaran jantungku yang tadi menggila kini seolah berhenti berdetak beberapa detik sebelum kembali dengan debaran yang lebih gila lagi. Ini pertama kalinya aku mendengar pengakuan perasaannya, berlatar suasana romantis dan lagu latar dari live band yang kini tengah menyanyikan lagu All of me dari John Legend, semuanya hampir sempurna kecuali keadaan kami yang tidak memungkinkanku untuk mengatakan ‘iya’ saat ini.

“Beri aku kesempatan untuk kembali meyakinkah kedua orangtuaku supaya membatalkan rencana perjodohan ini,” ujar Bos dengan mata masih menatapku lembut, tapi aku juga bisa melihat keseriusan di sana. “Setelah itu, aku akan membawamu untuk ku perkenalkan kepada mereka.”

Beribu keraguan juga ketakutan masih menderaku, tapi mungkin saja ini kesempatan terakhir yang aku miliki untuk memperjuangkannya. Dan … aku tak ingin menyesal, karena itulah setelah menguatkan tekad aku mengangguk membuatnya tersenyum.

“Aku tidak bisa memberimu waktu lama.”

“Secepatnya aku kan kembali berbicara dengan kedua orangtuaku.”

“Kalau tidak berhasil … beritahu aku, jadi setidaknya aku tahu kapan harus mundur dan melupakanmu.” Bos menatatap mataku beberapa saat sebelum akhirnya dia mengangguk.

Tanpa diduga dia menggenggam tangan kananku, kemudian menciumnya lembut, matanya menatap matuku ya masih terkejut dengan tindakannya, sambil tersenyum dia berkata,

"Thank you for give me a chance ... I promise that I'll love you in every step of mine."

(Terima kasih karena memberiku kesempatan ... aku janji akan mencintamu dalam setiap langkahku).

Aaaaah ... Caraka Benua, berhentilah membuat jantungku berdetak tidak karuan seperti ini, dan bagaimana mungkin aku tidak jatuh hati pada pesona Sang Pangeran kalau diperlakukan seperti ini. Imunku pun akhirnya K.O mendengar pernyataannya ... baiklah kali ini akan ku persiapkan imun patah hati yang super duper kuat.

Ternyata jika menyangkut perasaan, semua logika yang selama ini menjadi perisaiku pun akhirnya hancur … benar kata Agnes Monika, cinta ini tak ada logika! Atau aku hanya manusia bodoh, seperti kata Ada Band? Ah entahlah, yang pasti jangan sampai nanti Rosa ikutan bernyanyi saja, bisa gawat kalau Teh Oca ikutan nyanyi berawal dari tegar, tapi diakhiri dengan ku menangis … tidaaak! ku harap Payung Teduh yang mengakhiri kisah ini dengan akad. Hahaha … berhentilah berkhayal Kirana Az Zahra, karena sang Raja sepertinya masih belum move on dari Dewa 19 dengan ‘Siti Nurbaya’.

******

Terpopuler

Comments

⋆.˚mytha🦋

⋆.˚mytha🦋

kk othor kereeenn euy tatanan bahasanya... sama kaya othor teh shanti "si hasnanya maura sama rembulan"
sehat selalu yaa thor ❤️❤️❤️

2025-02-06

1

Lenni Namora

Lenni Namora

mantap

2024-02-11

1

Restoe Alive

Restoe Alive

👍keren

2023-11-17

1

lihat semua
Episodes
1 1. Become Cinderella in Seven Days
2 2. Sunrise
3 3. Prince, Coffee, and Star
4 4. Diner
5 5. Cars Free Day
6 6. Gossip
7 7. Good Morning, Kiki!
8 8. Jealousy
9 9. Birthday Party
10 10. Cinderella Syndrom
11 11. Miss You So Bad
12 12. Confession
13 13. Big Boss
14 14. I wish, I could stop the time for a while
15 15. Reallity VS Drakor
16 16. What are you doing, Boss?
17 17. Just the two of us
18 18. The girl who stole my heart
19 19. Cinderella VS Mumu Peri
20 20. The Past
21 21. Surprised!!
22 22. Takeshi Castle
23 23. Lunch time
24 24. The Most Awesome Man I Ever Know
25 25. Paradeisos
26 26. Kang Kopi
27 27. It's okay, I'm here with you
28 28. I love you, just the way you are.
29 29. Go Public
30 30. Bersua Baji dengan Matan
31 31. Paradoks
32 32. An eye for an eye
33 33. Ibu Suri
34 34. Spell
35 35. Zip Your Mouth!
36 36. Shoulder to cry on
37 37. Opportunity
38 38. I will let you go
39 39. Farewell
40 40. Randi Prasetyo
41 41. Be safe, be happy
42 42. E-World
43 43. Rapunzel
44 44. Jealous guy
45 45. Mood Booster
46 46. My Past
47 47. Homesick
48 48. I’m here for you
49 If
50 50. Puzzle Piece
51 51. SAH!
52 52. Another puzzle pieces
53 53. She’s not your kind
54 54. Just a story from the past
55 55. Ibu Peri, Ibu Suri
56 56. Debut
57 57. Deja vu
58 58. Gift
59 59. Calon menantu Mahesa
60 60. In the right place at the right time
61 61. A picture of a puzzle
62 62. Just My Imagination?
63 63. A proving
64 64. Benak hitam
65 65. Identitas Bi
66 66. The return of the nightmare
67 67. Memories
68 68. Roller coaster
69 69. Bi
70 70. After 20 years
71 71. I love you, I’m sorry
72 72. The Truth
73 73. The real truth
74 74. Stay with me
75 75. Ordinary people
76 76. Anaking jimat awaking
77 77. Family reunion
78 78. Forgiveness
79 79. Someday
80 80. Marry me!
81 81. Lelaki paripurna
82 82. One step closer
83 83. Daughter first love
84 84. Heaven
85 Extra part 1
86 Extra part 2
87 Extra part 3 (Tamat)
88 Extra part 3 (Tamat)
89 COMING SOON!!!
90 Pengumuman si Abang
Episodes

Updated 90 Episodes

1
1. Become Cinderella in Seven Days
2
2. Sunrise
3
3. Prince, Coffee, and Star
4
4. Diner
5
5. Cars Free Day
6
6. Gossip
7
7. Good Morning, Kiki!
8
8. Jealousy
9
9. Birthday Party
10
10. Cinderella Syndrom
11
11. Miss You So Bad
12
12. Confession
13
13. Big Boss
14
14. I wish, I could stop the time for a while
15
15. Reallity VS Drakor
16
16. What are you doing, Boss?
17
17. Just the two of us
18
18. The girl who stole my heart
19
19. Cinderella VS Mumu Peri
20
20. The Past
21
21. Surprised!!
22
22. Takeshi Castle
23
23. Lunch time
24
24. The Most Awesome Man I Ever Know
25
25. Paradeisos
26
26. Kang Kopi
27
27. It's okay, I'm here with you
28
28. I love you, just the way you are.
29
29. Go Public
30
30. Bersua Baji dengan Matan
31
31. Paradoks
32
32. An eye for an eye
33
33. Ibu Suri
34
34. Spell
35
35. Zip Your Mouth!
36
36. Shoulder to cry on
37
37. Opportunity
38
38. I will let you go
39
39. Farewell
40
40. Randi Prasetyo
41
41. Be safe, be happy
42
42. E-World
43
43. Rapunzel
44
44. Jealous guy
45
45. Mood Booster
46
46. My Past
47
47. Homesick
48
48. I’m here for you
49
If
50
50. Puzzle Piece
51
51. SAH!
52
52. Another puzzle pieces
53
53. She’s not your kind
54
54. Just a story from the past
55
55. Ibu Peri, Ibu Suri
56
56. Debut
57
57. Deja vu
58
58. Gift
59
59. Calon menantu Mahesa
60
60. In the right place at the right time
61
61. A picture of a puzzle
62
62. Just My Imagination?
63
63. A proving
64
64. Benak hitam
65
65. Identitas Bi
66
66. The return of the nightmare
67
67. Memories
68
68. Roller coaster
69
69. Bi
70
70. After 20 years
71
71. I love you, I’m sorry
72
72. The Truth
73
73. The real truth
74
74. Stay with me
75
75. Ordinary people
76
76. Anaking jimat awaking
77
77. Family reunion
78
78. Forgiveness
79
79. Someday
80
80. Marry me!
81
81. Lelaki paripurna
82
82. One step closer
83
83. Daughter first love
84
84. Heaven
85
Extra part 1
86
Extra part 2
87
Extra part 3 (Tamat)
88
Extra part 3 (Tamat)
89
COMING SOON!!!
90
Pengumuman si Abang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!