10. Cinderella Syndrom

Cinderella Syndrom

“Kenapa lo masih sok jual mahal sih, Na? Kalau lo suka ya tinggal bilang suka daripada nanti nyesal.”

“Tidak segampang itu juga, banyak yang harus gue pertimbangkan.”

“Karena status kalian berdua yang berbeda?” Aku mengangguk membuat Siska menghela napas.

Saat ini kami duduk di teras lantai dua rumahku setelah sebelumnya aku mencuci baju sambil bercerita tentang kejadian beberapa hari yang lalu kepada Siska.

“Tidak ada yang salah dengan status kalian, lo terlalu paranoid dengan itu semua. Lo cuma melihat kisah-kisah Cinderella yang gagal saja, padahal ada juga kok yang happily ever after kaya di dongengnya. Misalnya … jangan jauh-jauh deh. Nia Ramadhani. Mereka bahagia-bahagia saja sampai sekarang tidak pernah ada gossip miring tentang mereka.”

“Lo bandingin gue sama Nia ramadhani?”

“Apa salahnya?”

“Ya salahlah! Lo kalau mau bandingin itu harus apple to apple, jangan apel sama kesemek kaya gue!”

“Hahaha.”

“Lo tahu kenapa Pangeran jatuh cinta pada Cinderella pada pandangan pertama?”

Siska terdiam kemudian mengangkat bahu.

“Karena dia cantik! Begitu juga Nia Ramadhani, yang suka bikin insecure emak-emak dan jomblo kaya kita dengan body-nya yang oke, dan lo juga harus tahu bapaknya dia itu pernah menjabat sebagai wakil Ketua DPRD DKI, jangan lupa dia juga artis papan atas dengan penghasilan selangit. Nah, lo mau bandingin gue yang cuma bubuk rengginang dalam kaleng engkonggua ini sama dia yang … kue nastar premium? Yang benar saja, Sis!”

Sepertinya Siska akhirnya mengerti, dia terdiam sambil menatapku beberapa saat sebelum akhirnya matanya menyipit tajam, membuatku mengerutkan alis.

“Gue benci sama orang-orang seperti lo!” serunya dengan gemas membuatku membelalakan mata bingung melihatnya.

“Gue? Lo benci sama gue? Kenapa?” Aku benar-benar bingung melihat reaksinya.

Siska kini menghela napas berat dengan mata masih mentapku tajam.

“Cewek seperti lo, yang tidak sadar atau pura-pura tidak tahu kalau mereka cantik!” Aku benar-benar bingung dengan apa yang diucapkan Siska. “Kalau dipikir-pikir lo itu seperti punya sindrom Cinderella yang tidak pernah sadar kalau lo itu cantik yang bisa bikin cowok klepek-klepek.”

“Sindrom Cinderella itu buat perempuan lemah yang tidak bisa hidup sendiri dan selalu berharap pertolongan dari orang lain, terutama pria. Sori dori nori, tapi gue enggak kaya gitu.”

“Ya terserahlah … intinya sama saja, si Cinderella juga tidak sadarkan kalau dia cantik. Nah, sama kaya lo yang nggak nyadar kalau lo tuh punya aset yang selalu bikin cowok-cowok suka sama lo.”

“Yaa … gue tahu, gue nggak jelek-jelek amat, tapi—”

“Hei, Julaeha! Menurut lo kenapa waktu SMA, lo dibenci sama hampir setengah cewek-cewek di sekolahan?”

Aku terdiam berpikir. “Karena gue anak kesayangan guru-guru?” Bukan sombong, tapi kepintaranku di atas rata-rata jadi aku cukup disayang guru waktu sekolah dulu.

“Iya, itu salah satu alasannya juga sih, tapi yang pasti bukan itu alasan utamanya.”

“Karena gue sering berantem sama mereka?” Aku mengingat kalau zaman sekolah dulu, aku sering bertengkar dengan teman sekolah —terutama cewek yang hobinya nyinyir—. Hei, jangan salahkan aku! Salahkan saja mereka yang mulutnya seperti kaleng rombreng, dan aku paling benci ketika mendengar seseorang menghina atau merendahkan orang lain, al hasil walau kesayangan guru aku pun kerap kali keluar masuk ruang BP.

“Ya itu juga … tapi bukan itu.”

Aku kembali mengerutkan alisku berpikir.

“Lo, benaran tidak tahu?” Siska kembali bertanya, wajahnya terlihat kesal menatapku. Dia menghela napas panjang sebelum dia kembali menatapku serius.

“Karena hampir semua cowok cakep bin keren yang ada di sekolahan suka sama lo!”

“Gue?” Aku menatap Siska tak percaya dengan apa yang dia katakan.

“Tuhkan! Lo nggak tahu kalau banyak cowok yang suka sama lo?”

“Ya, mana gue tahu kalau mereka nggak ngomong.”

“Mereka mau ngomong gimana kalau lo nya jutek habis!”

“Ya, berarti mereka tidak suka sama gue, kalau belum apa-apa sudah menyerah karena gue jutek, padahalkan gue gak jutek. Gue baik kok … ramah.”

Sisika mendecih mendengar ucapanku.

“Elo? Ramah?” Aku mengangguk menjawab pertanyaan Siska seolah tak percaya. “Na, lo tuh kalau lihatin cowok mata lo itu kaya mengeluarkan laser, jadi gimana tuh cowok-cowok mau nembak lo kalau belum apa-apa udah dipelototin.”

“Berarti mereka nggak serius, belum apa-apa udah nyerah.”

“Nah, sekarang ada yang tidak menyerah … terus dekatin lo, jagain lo. Walau sudah di jutekin, sudah ditolak berkali-kali, dan dia tahu juga kalau pacaran sama lo berarti dia mengecewakan orangtuanya, terus kenapa lo masih nolak? Padahal gue yakin lo nya juga suka kan sama dia?”

Aku membuang napas berat.

“Karena gue tahu kalau gue menjalin hubungan dengan dia, itu juga tidak akan gampang buat menjalaninya.” Aku menatap langit cerah pagi ini, pakaian yang tergantung melambai tertiup angin memberi sedikit kesejukan. “Jujur bukan gue tidak suka, Sis. Gue bukan ABG labil yang tak tahu tentang perasaan gue sendiri. Gue sadar dan tahu kalau gue juga suka sama dia, walau berkali-kali mencoba menguburnya, tapi yang namanya perasaan tidak bisa dihilangkan begitu saja.”

“Terus kenapa lo tidak coba saja, Na, tidak ada salahnya kan?”

Aku kembali terdiam kemudian menghela napas berat.

“Terlambat … semua terlambat. Setelah kejadian sabtu kemarin, semua orang kini sudah mengetahui hubungan mereka dan gue yakin pemberitaannya sudah dimana-mana.”

Aku terdiam beberapa saat mengingat ucapan Bos yang mengatakan setelah pesta ulangtahun ini dia akan meminta perjodohan dirinya dibatalkan, tapi setelah melihat banyaknya wartawan yang hadir aku jadi berpikir mungkin ini salah satu usaha dari orangtuanya agar Bos tidak lagi bisa lari, mengingat hubungan mereka kini telah diketahui khalayak umum.

“Tidak ada.”

Aku menatap Siska tak mengerti dengan ucapannya yang telah menyadarkanku kembali dari lamunan.

“Apa yang tidak ada?”

“Tidak ada satupun berita tentang hubungan Bos lo sama cewek itu.”

Aku menatap Siska tak percaya.

“Iya, lo tahukan emak-emak kita hobinya nonton acara gosip selain nonton drakor? Jadi ya, sebagai pengangguran sejati dan anak berbakti gue ikutan nonton bareng mereka dan tidak ada satupun berita tentang hubungan Bos lo sama tunangannya.”

“Calon tunangan.”

“Iya-iya, calon tunangan.” Siska tersenyum jahil menatapku.

“Masa sih tidak ada sama sekali?” Aku kembali bertanya tak menghiraukan senyum jahilnya.

“Ada, tapi cuma membahas tentang artis-artis yang datang ke acara ulang tahun salah satu selebgram yang terkenal dengan sebutan crazy rich itu.”

Masa hanya itu? Inikan Caraka Benua, sang Pangeran perhotelan Indonesia yang hubungan asmaranya dengan beberapa artis dan model papan atas selalu menjadi perbincangan hangat di setiap acara infotainment.

“Jadi, Na, semua belum terlambat,” ucap Siska membuatku kembali menatapnya. “Seperti yang lo bilang, perempuan itu masih calon tunangan yang dijodohkan oleh orangtuanya, bukan tunangan pilihannya sendiri. Kesempatan lo masih jauh lebih besar untuk mendapatknya dari pada perempuan itu … soal restu orangtuanya sambil jalan, pelan-pelan lo yakinin mereka kalau lo pantas buat anaknya.”

Aku terdiam memikirkan ucapan Siska.

Apa benar semua belum terlambat? Ya, mungkin semua belum terlambat, dan sepertinya titah dari Sang Raja belum turun, karena kalau titah itu sudah turun bisa dipastikan semua orang akan mendengar tentang pertuangan Sang Pangeran dengan Sang Putri.

Jadi apa sebaiknya aku maju saja? Dan mendobrak semua aturan yang ku buat sendiri, kemudian bersiap patah hati?

Apa sekarang waktunya aku mempersiapkan imun patah hati saja?

*****

Halo ...

*Sa**ya ucapkan bela sungkawa atas apa yg terjadi di Makasar dan juga Indramayu, mudah"an pelaku di Makasar cepat tertangkap sampai akar"nya dan kita bisa hidup damai, berdampingan dalam keberaneka ragaman yang harmonis* ... dan semoga api yang membakar kilang minyak di Indramayu, segera bisa dipadamkan ... semoga kita semua selalu dilindungi dan diberi kesehatan ... aamiin.

Jaga kesehatan semuanya ... 😍😍😍😘😘

Love

A.k

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

kenapa gak coba pakai jalur langit Ra.. menyertakan Allah dlm setiap kepitusan yg akan kita buat pasti endingnya akan jd yg terbaik walau tak sesuai ekspektasi kita.. krn apa yg kita harap belum tentu baik utk kita tp sebaliknya, ketetapan Allah seburuk apa pun itu justru itu yg akan membawa kebaikan nantinya..

2024-12-28

0

⋆.˚mytha🦋

⋆.˚mytha🦋

klu titah raja turun kamu kerahkan jalur langit rara 💃🏻💃🏻

2025-02-06

0

sakura🇵🇸

sakura🇵🇸

plisss imun anti pangeran neng,bukan imun patah hati...masih terlalu pagi buat bermimpi indah

2023-11-07

2

lihat semua
Episodes
1 1. Become Cinderella in Seven Days
2 2. Sunrise
3 3. Prince, Coffee, and Star
4 4. Diner
5 5. Cars Free Day
6 6. Gossip
7 7. Good Morning, Kiki!
8 8. Jealousy
9 9. Birthday Party
10 10. Cinderella Syndrom
11 11. Miss You So Bad
12 12. Confession
13 13. Big Boss
14 14. I wish, I could stop the time for a while
15 15. Reallity VS Drakor
16 16. What are you doing, Boss?
17 17. Just the two of us
18 18. The girl who stole my heart
19 19. Cinderella VS Mumu Peri
20 20. The Past
21 21. Surprised!!
22 22. Takeshi Castle
23 23. Lunch time
24 24. The Most Awesome Man I Ever Know
25 25. Paradeisos
26 26. Kang Kopi
27 27. It's okay, I'm here with you
28 28. I love you, just the way you are.
29 29. Go Public
30 30. Bersua Baji dengan Matan
31 31. Paradoks
32 32. An eye for an eye
33 33. Ibu Suri
34 34. Spell
35 35. Zip Your Mouth!
36 36. Shoulder to cry on
37 37. Opportunity
38 38. I will let you go
39 39. Farewell
40 40. Randi Prasetyo
41 41. Be safe, be happy
42 42. E-World
43 43. Rapunzel
44 44. Jealous guy
45 45. Mood Booster
46 46. My Past
47 47. Homesick
48 48. I’m here for you
49 If
50 50. Puzzle Piece
51 51. SAH!
52 52. Another puzzle pieces
53 53. She’s not your kind
54 54. Just a story from the past
55 55. Ibu Peri, Ibu Suri
56 56. Debut
57 57. Deja vu
58 58. Gift
59 59. Calon menantu Mahesa
60 60. In the right place at the right time
61 61. A picture of a puzzle
62 62. Just My Imagination?
63 63. A proving
64 64. Benak hitam
65 65. Identitas Bi
66 66. The return of the nightmare
67 67. Memories
68 68. Roller coaster
69 69. Bi
70 70. After 20 years
71 71. I love you, I’m sorry
72 72. The Truth
73 73. The real truth
74 74. Stay with me
75 75. Ordinary people
76 76. Anaking jimat awaking
77 77. Family reunion
78 78. Forgiveness
79 79. Someday
80 80. Marry me!
81 81. Lelaki paripurna
82 82. One step closer
83 83. Daughter first love
84 84. Heaven
85 Extra part 1
86 Extra part 2
87 Extra part 3 (Tamat)
88 Extra part 3 (Tamat)
89 COMING SOON!!!
90 Pengumuman si Abang
Episodes

Updated 90 Episodes

1
1. Become Cinderella in Seven Days
2
2. Sunrise
3
3. Prince, Coffee, and Star
4
4. Diner
5
5. Cars Free Day
6
6. Gossip
7
7. Good Morning, Kiki!
8
8. Jealousy
9
9. Birthday Party
10
10. Cinderella Syndrom
11
11. Miss You So Bad
12
12. Confession
13
13. Big Boss
14
14. I wish, I could stop the time for a while
15
15. Reallity VS Drakor
16
16. What are you doing, Boss?
17
17. Just the two of us
18
18. The girl who stole my heart
19
19. Cinderella VS Mumu Peri
20
20. The Past
21
21. Surprised!!
22
22. Takeshi Castle
23
23. Lunch time
24
24. The Most Awesome Man I Ever Know
25
25. Paradeisos
26
26. Kang Kopi
27
27. It's okay, I'm here with you
28
28. I love you, just the way you are.
29
29. Go Public
30
30. Bersua Baji dengan Matan
31
31. Paradoks
32
32. An eye for an eye
33
33. Ibu Suri
34
34. Spell
35
35. Zip Your Mouth!
36
36. Shoulder to cry on
37
37. Opportunity
38
38. I will let you go
39
39. Farewell
40
40. Randi Prasetyo
41
41. Be safe, be happy
42
42. E-World
43
43. Rapunzel
44
44. Jealous guy
45
45. Mood Booster
46
46. My Past
47
47. Homesick
48
48. I’m here for you
49
If
50
50. Puzzle Piece
51
51. SAH!
52
52. Another puzzle pieces
53
53. She’s not your kind
54
54. Just a story from the past
55
55. Ibu Peri, Ibu Suri
56
56. Debut
57
57. Deja vu
58
58. Gift
59
59. Calon menantu Mahesa
60
60. In the right place at the right time
61
61. A picture of a puzzle
62
62. Just My Imagination?
63
63. A proving
64
64. Benak hitam
65
65. Identitas Bi
66
66. The return of the nightmare
67
67. Memories
68
68. Roller coaster
69
69. Bi
70
70. After 20 years
71
71. I love you, I’m sorry
72
72. The Truth
73
73. The real truth
74
74. Stay with me
75
75. Ordinary people
76
76. Anaking jimat awaking
77
77. Family reunion
78
78. Forgiveness
79
79. Someday
80
80. Marry me!
81
81. Lelaki paripurna
82
82. One step closer
83
83. Daughter first love
84
84. Heaven
85
Extra part 1
86
Extra part 2
87
Extra part 3 (Tamat)
88
Extra part 3 (Tamat)
89
COMING SOON!!!
90
Pengumuman si Abang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!