Cinderella Syndrom
“Kenapa lo masih sok jual mahal sih, Na? Kalau lo suka ya tinggal bilang suka daripada nanti nyesal.”
“Tidak segampang itu juga, banyak yang harus gue pertimbangkan.”
“Karena status kalian berdua yang berbeda?” Aku mengangguk membuat Siska menghela napas.
Saat ini kami duduk di teras lantai dua rumahku setelah sebelumnya aku mencuci baju sambil bercerita tentang kejadian beberapa hari yang lalu kepada Siska.
“Tidak ada yang salah dengan status kalian, lo terlalu paranoid dengan itu semua. Lo cuma melihat kisah-kisah Cinderella yang gagal saja, padahal ada juga kok yang happily ever after kaya di dongengnya. Misalnya … jangan jauh-jauh deh. Nia Ramadhani. Mereka bahagia-bahagia saja sampai sekarang tidak pernah ada gossip miring tentang mereka.”
“Lo bandingin gue sama Nia ramadhani?”
“Apa salahnya?”
“Ya salahlah! Lo kalau mau bandingin itu harus apple to apple, jangan apel sama kesemek kaya gue!”
“Hahaha.”
“Lo tahu kenapa Pangeran jatuh cinta pada Cinderella pada pandangan pertama?”
Siska terdiam kemudian mengangkat bahu.
“Karena dia cantik! Begitu juga Nia Ramadhani, yang suka bikin insecure emak-emak dan jomblo kaya kita dengan body-nya yang oke, dan lo juga harus tahu bapaknya dia itu pernah menjabat sebagai wakil Ketua DPRD DKI, jangan lupa dia juga artis papan atas dengan penghasilan selangit. Nah, lo mau bandingin gue yang cuma bubuk rengginang dalam kaleng engkonggua ini sama dia yang … kue nastar premium? Yang benar saja, Sis!”
Sepertinya Siska akhirnya mengerti, dia terdiam sambil menatapku beberapa saat sebelum akhirnya matanya menyipit tajam, membuatku mengerutkan alis.
“Gue benci sama orang-orang seperti lo!” serunya dengan gemas membuatku membelalakan mata bingung melihatnya.
“Gue? Lo benci sama gue? Kenapa?” Aku benar-benar bingung melihat reaksinya.
Siska kini menghela napas berat dengan mata masih mentapku tajam.
“Cewek seperti lo, yang tidak sadar atau pura-pura tidak tahu kalau mereka cantik!” Aku benar-benar bingung dengan apa yang diucapkan Siska. “Kalau dipikir-pikir lo itu seperti punya sindrom Cinderella yang tidak pernah sadar kalau lo itu cantik yang bisa bikin cowok klepek-klepek.”
“Sindrom Cinderella itu buat perempuan lemah yang tidak bisa hidup sendiri dan selalu berharap pertolongan dari orang lain, terutama pria. Sori dori nori, tapi gue enggak kaya gitu.”
“Ya terserahlah … intinya sama saja, si Cinderella juga tidak sadarkan kalau dia cantik. Nah, sama kaya lo yang nggak nyadar kalau lo tuh punya aset yang selalu bikin cowok-cowok suka sama lo.”
“Yaa … gue tahu, gue nggak jelek-jelek amat, tapi—”
“Hei, Julaeha! Menurut lo kenapa waktu SMA, lo dibenci sama hampir setengah cewek-cewek di sekolahan?”
Aku terdiam berpikir. “Karena gue anak kesayangan guru-guru?” Bukan sombong, tapi kepintaranku di atas rata-rata jadi aku cukup disayang guru waktu sekolah dulu.
“Iya, itu salah satu alasannya juga sih, tapi yang pasti bukan itu alasan utamanya.”
“Karena gue sering berantem sama mereka?” Aku mengingat kalau zaman sekolah dulu, aku sering bertengkar dengan teman sekolah —terutama cewek yang hobinya nyinyir—. Hei, jangan salahkan aku! Salahkan saja mereka yang mulutnya seperti kaleng rombreng, dan aku paling benci ketika mendengar seseorang menghina atau merendahkan orang lain, al hasil walau kesayangan guru aku pun kerap kali keluar masuk ruang BP.
“Ya itu juga … tapi bukan itu.”
Aku kembali mengerutkan alisku berpikir.
“Lo, benaran tidak tahu?” Siska kembali bertanya, wajahnya terlihat kesal menatapku. Dia menghela napas panjang sebelum dia kembali menatapku serius.
“Karena hampir semua cowok cakep bin keren yang ada di sekolahan suka sama lo!”
“Gue?” Aku menatap Siska tak percaya dengan apa yang dia katakan.
“Tuhkan! Lo nggak tahu kalau banyak cowok yang suka sama lo?”
“Ya, mana gue tahu kalau mereka nggak ngomong.”
“Mereka mau ngomong gimana kalau lo nya jutek habis!”
“Ya, berarti mereka tidak suka sama gue, kalau belum apa-apa sudah menyerah karena gue jutek, padahalkan gue gak jutek. Gue baik kok … ramah.”
Sisika mendecih mendengar ucapanku.
“Elo? Ramah?” Aku mengangguk menjawab pertanyaan Siska seolah tak percaya. “Na, lo tuh kalau lihatin cowok mata lo itu kaya mengeluarkan laser, jadi gimana tuh cowok-cowok mau nembak lo kalau belum apa-apa udah dipelototin.”
“Berarti mereka nggak serius, belum apa-apa udah nyerah.”
“Nah, sekarang ada yang tidak menyerah … terus dekatin lo, jagain lo. Walau sudah di jutekin, sudah ditolak berkali-kali, dan dia tahu juga kalau pacaran sama lo berarti dia mengecewakan orangtuanya, terus kenapa lo masih nolak? Padahal gue yakin lo nya juga suka kan sama dia?”
Aku membuang napas berat.
“Karena gue tahu kalau gue menjalin hubungan dengan dia, itu juga tidak akan gampang buat menjalaninya.” Aku menatap langit cerah pagi ini, pakaian yang tergantung melambai tertiup angin memberi sedikit kesejukan. “Jujur bukan gue tidak suka, Sis. Gue bukan ABG labil yang tak tahu tentang perasaan gue sendiri. Gue sadar dan tahu kalau gue juga suka sama dia, walau berkali-kali mencoba menguburnya, tapi yang namanya perasaan tidak bisa dihilangkan begitu saja.”
“Terus kenapa lo tidak coba saja, Na, tidak ada salahnya kan?”
Aku kembali terdiam kemudian menghela napas berat.
“Terlambat … semua terlambat. Setelah kejadian sabtu kemarin, semua orang kini sudah mengetahui hubungan mereka dan gue yakin pemberitaannya sudah dimana-mana.”
Aku terdiam beberapa saat mengingat ucapan Bos yang mengatakan setelah pesta ulangtahun ini dia akan meminta perjodohan dirinya dibatalkan, tapi setelah melihat banyaknya wartawan yang hadir aku jadi berpikir mungkin ini salah satu usaha dari orangtuanya agar Bos tidak lagi bisa lari, mengingat hubungan mereka kini telah diketahui khalayak umum.
“Tidak ada.”
Aku menatap Siska tak mengerti dengan ucapannya yang telah menyadarkanku kembali dari lamunan.
“Apa yang tidak ada?”
“Tidak ada satupun berita tentang hubungan Bos lo sama cewek itu.”
Aku menatap Siska tak percaya.
“Iya, lo tahukan emak-emak kita hobinya nonton acara gosip selain nonton drakor? Jadi ya, sebagai pengangguran sejati dan anak berbakti gue ikutan nonton bareng mereka dan tidak ada satupun berita tentang hubungan Bos lo sama tunangannya.”
“Calon tunangan.”
“Iya-iya, calon tunangan.” Siska tersenyum jahil menatapku.
“Masa sih tidak ada sama sekali?” Aku kembali bertanya tak menghiraukan senyum jahilnya.
“Ada, tapi cuma membahas tentang artis-artis yang datang ke acara ulang tahun salah satu selebgram yang terkenal dengan sebutan crazy rich itu.”
Masa hanya itu? Inikan Caraka Benua, sang Pangeran perhotelan Indonesia yang hubungan asmaranya dengan beberapa artis dan model papan atas selalu menjadi perbincangan hangat di setiap acara infotainment.
“Jadi, Na, semua belum terlambat,” ucap Siska membuatku kembali menatapnya. “Seperti yang lo bilang, perempuan itu masih calon tunangan yang dijodohkan oleh orangtuanya, bukan tunangan pilihannya sendiri. Kesempatan lo masih jauh lebih besar untuk mendapatknya dari pada perempuan itu … soal restu orangtuanya sambil jalan, pelan-pelan lo yakinin mereka kalau lo pantas buat anaknya.”
Aku terdiam memikirkan ucapan Siska.
Apa benar semua belum terlambat? Ya, mungkin semua belum terlambat, dan sepertinya titah dari Sang Raja belum turun, karena kalau titah itu sudah turun bisa dipastikan semua orang akan mendengar tentang pertuangan Sang Pangeran dengan Sang Putri.
Jadi apa sebaiknya aku maju saja? Dan mendobrak semua aturan yang ku buat sendiri, kemudian bersiap patah hati?
Apa sekarang waktunya aku mempersiapkan imun patah hati saja?
*****
Halo ...
*Sa**ya ucapkan bela sungkawa atas apa yg terjadi di Makasar dan juga Indramayu, mudah"an pelaku di Makasar cepat tertangkap sampai akar"nya dan kita bisa hidup damai, berdampingan dalam keberaneka ragaman yang harmonis* ... dan semoga api yang membakar kilang minyak di Indramayu, segera bisa dipadamkan ... semoga kita semua selalu dilindungi dan diberi kesehatan ... aamiin.
Jaga kesehatan semuanya ... 😍😍😍😘😘
Love
A.k
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Sandisalbiah
kenapa gak coba pakai jalur langit Ra.. menyertakan Allah dlm setiap kepitusan yg akan kita buat pasti endingnya akan jd yg terbaik walau tak sesuai ekspektasi kita.. krn apa yg kita harap belum tentu baik utk kita tp sebaliknya, ketetapan Allah seburuk apa pun itu justru itu yg akan membawa kebaikan nantinya..
2024-12-28
0
⋆.˚mytha🦋
klu titah raja turun kamu kerahkan jalur langit rara 💃🏻💃🏻
2025-02-06
0
sakura🇵🇸
plisss imun anti pangeran neng,bukan imun patah hati...masih terlalu pagi buat bermimpi indah
2023-11-07
2