4. Diner

Pak Bos : Tidak kalah indah dengan di Aceh kan?

Aku tersenyum membaca pesan dari Bos, sebuah pemandangan kota berlatar matahari terbenam dengan secangkir kopi hitam dan bungkus rokok tergeletak di sampingnya.

Kirana : Iya, cantik.

Pak Bos : Tapi ada yang kurang.

Kirana : Apa?

Pak Bos : Gak ada kamu di sini.

Kirana : Hahaha, jangan mulai, Bos.

Pak Bos : Hahaha, lagi apa?

Kirana : Jaga lapak.

Aku sertakan foto lobi hotel dengan pemandangan beberapa orang lalu lalang.

Pak Bos : Masuk siang?

Kirana : Iya.

Pak Bos : Istirahat jam berapa?

Kirana : Sekitar jam 6, gantian sama Andika.

Pak Bos : Nanti istirahatnya ngemil-ngemil saja jangan makan, pulangnya aku traktir makan malam.

Kirana : Bos di kantor?

Pak Bos : Tidak, kan sabtu jadi libur.

Kirana : Iya deh yang kerjanya office hour, tidak seperti kita yang walaupun tanggal merah tetap masuk kerja.

Pak Bos : Hahaha, makanya jadi pacar direktur biar bisa di mutasi ke bagian yang office hour.

Kirana : Kalau ada direktur yang masih muda, ganteng terus JOMBLO boleh dikenalin, Bos.

Pak Bos : Nulis jomblonya harus ya di caps lock kaya gitu.

Kirana : Hahaha, siapa tahu ada yang lupa sama status.

Pak Bos : Ckk, bikin BT aja.

Kirana : Hahaha, sudah dulu ya, Bos. Sudah diplototin Pak Eddy nih ketawa-ketawa sendiri.

Pak Bos : Hahaha, kualat ngetawain orang ganteng tuh jadinya dipelototin atasan … ok deh, see you my Cinderella.

Aku tersenyum menggelengkan kepala melihatnya memanggilku dengan Cinderella. Sebulan sepulang dari Aceh hampir setiap hari kami berkirim pesan, lebih tepatnya Bos yang kirim pesan jadi aku hanya membalas pesannya saja. Atau kami akan duduk di rooftop, saling bercerita bertemankan secangkir kopi. Tidak ada hal istimewa yang terjadi di antara kami, hanya basa basi seperti itu. Aku sendiri tahu dengan posisiku dan sadar dengan statusnya yang sudah memiliki calon tunangan (walaupun dia selalu menyangkal kalau mereka belum bertunangan), membuatku sadar untuk tidak pernah melewati batas hubungan pertemanan di antara kami.

Kami juga bersikap profesional ketika di kantor kami akan berprilaku layaknya atasan dan bawahan. Biasanya kalau kami tidak sengaja bertemu aku akan menyapa layaknya bawahan yang menyapa atasan yang dijawab singkat oleh Bos seperti menyapa karyawan lainnya, tapi setelah itu Bos biasanya akan mengirimiku pesan seperti, "Rambutnya dipotong ya? Cantik," pujinya ketika aku memotong sedikit rambutku atau, ‘Mau istirahat ya? Selamat makan Az-Zahra.’ Dan pesan-pesan lainnya yang membuatku tersenyum setiap membacanya.

“Kamu tahukan kalau tidak boleh membawa ponsel kalau sedang bertugas?”

“Iya, Pak, maaf tapi saya hanya menggunakannya kalau sedang tidak ada tamu.”

“Itu sama saja, kita ini bagian dari customer service, pelayanan. Jadi bagaimana bisa kita melayani kalau kita malah sibuk main ponsel. Sekali lagi saya lihat kamu main ponsel saat di depan, kamu saya SP!”

“Iya, Pak, maaf.”

“Makanya pacarannya nanti saja kalau waktunya istirahat,” ucap Andika ketika Pak Eddy sudah pergi meninggalkan kami berdua.

“Siap yang pacaran.”

“Terus tadi WA-an sama siapa? Senyum-senyum nggak jelas gitu.”

“Kepo banget sih, Ka.”

“Jangan bilang sama Anto anak akunting itu ya?”

“Iiih, enggalah!”

“Hahaha, udah terima saja, Na, kasian anak orang bisa stress kalau ditolak.”

“Lah kalau diterima, aku yang stress, Ka.”

“Hahaha.”

Biar ku kenalkan pada Anto (aku tak tahu nama panjangnya siapa) dia adalah supervisor bagian akunting, dan bukannya ge-er nih ya, kayanya tuh cowok berkacamata suka sama aku. Bukan cuma aku saja sih yang menyadarinya, tapi hampir semua rekan-rekanku menyadarinya, mereka bahkan sering mengodaku karena itu.

Orangnya sih baik dan sopan, tapi aku tidak kuat dengan obrolannya yang garing habis. Itulah kenapa sebisa mungkin aku menghindarinya, aku benar-benar akan mengibarkan bendera putih kalau ditinggal hanya berdua dengannya dan harus mendengar ke-kriukan-nya selama beberapa menit.

“Halo, Kiki.” Sapanya dengan senyum lebar ketika suatu hari tanpa sengaja kami berpapasan ketika akan ke kantin, dan membuatku memutar bola mata mendengar nama panggilannya buatku.

“Nama saya Kirana, Mas, Ki-ra-na, bukan Kiki.”

“Waaah … kalau dengar kamu manggil Mas itu rasanya adeeem banget, kaya masuk ke dalam freezer pas musim panas.”

Hadeuh!

“Kiki mau makan?” tanyanya membuatku kembali memutar bola mata. Orang kalau jalan ke kantin waktu istirahat itu tandanya mau apa sih?

“Engga, Mas, mau renang.”

“Lho, emang di kantin sekarang ada kolam renangnya?”

Ngertikan maksudku? Dia itu kriuk banget. Seperti kripik tempe yang dipotong tipis-tipis, dicelupin ke tepung sagu terus digoreng sampai kering.

Ok, kita lupakan soal si kripik tempe yang satu ini, dan fokus pada Pak Bos yang mengajakku makan malam.

Seperti yang telah dijanjikan, Bos meneraktirku makan malam. Jadi di sinilah kami, di warung tenda pinggir jalan yang menyajikan sea food.

“Yakin mau makan di sini?” Dia menatap warung tenda di hadapan kami dengan pandangan tak percaya.

“Iya, memang kenapa? Enak lho, Bos.” Aku tersenyum sambil masuk ke dalam.

Bos mengangguk sambil tersenyum. “Ya, siapa tahu mumpung ditraktir Bos ngajaknya makan di fine dining restaurant.”

“Dengan segala table manner? No, thanks,” ucapku sambil duduk di salah satu kursi plastik dan Bos duduk di hadapanku. “Saya lebih suka makan di tempat seperti ini, murah-meriah, enak dan yang pasti kenyang.” Bos tersenyum menatapku, kemudian melihat menu yang diberikan oleh pelayan berseragam batik pendek.

“Mau makan apa?” Dia membulak-balikkan menu.

“Kepiting saus padang!” seruku dengan berbinar, tanpa melihat menu.

“Terus apa lagi? Kerang mau tidak?”

“Boleh.”

“Udang? Ikan bakar?”

Akhirnya kami berdua memesan berbagai macam sea food dengan berbagai macam saus yang mengundang selera. Untung saja usus kami berdua sama-sama panjang jadi semua makanan itu habis tak bersisa.

“Kenyaaang,” ucapku sambil mengelus-elus perut. Bos hanya tertawa melihatku yang kekanyangan.

“Masih muat nggak? Kita nyari desertnya sekarang.”

“Ampun, Bos, perut sudah mau meledak ini.”

“Hahaha.”

Dia terlihat santai sambil menghisap rokoknya, saat ini kami duduk di trotoar pinggir jalan menikmati udara malam sambil menunggu usus yang sedang bekerja keras mencerna makanan.

“Bos, kan sekarang malam minggu kok nggak ngapel sih, Bos?”

“Ini kan lagi ngapel.”

“Ckk!”

“Hahaha, ngapel kemana sih?”

“Lha, itu Tuan Putri tidak diapelin.”

“Ngapain? Lagian kita memang tidak pacaran kok.”

“Tidak pacaran cuma tunangan”

“Hahaha, kami memang tidak memililiki hubungan apa-apa Ra.”

Note : Dia sering memanggilku dengan panggilan Kirana, Nana, Az-Zahra atau Rara, kadang Cinderella, dan aku sudah pasrah saja terserah deh dia mau manggil apa. Bos, mah bebas, daripada dipecat.

“Mau aku bagi satu rahasia lagi?” tanyanya sambil menatapku yang hanya bisa mengangguk, “Sebetulnya kemarin kami itu baru dikenalkan saja, ya kaya kencan buta gitu deh.”

“Wow!” seruku takjub. “Saya pikir kencan buta antar pewaris perusahaan hanya ada di drama korea saja.”

“Percayalah, itu juga ada di dunia nyata bukan hanya pewaris perusahaan, tapi kalangan biasa juga banyak. Orangtua mereka saling kenal terus mengenalkan anak-anak mereka, berharap mereka berjodoh. Tapi yang membedakan hanya ada semacam keuntungan yang didapat oleh perusahaan kalau dua keluarga pengusaha menyatu, seperti harga saham yang naik atau investasi dengan nilai selangit.”

“Ekspansi.”

“Ya, kami hanya sebagai alat ekspansi perusahaan, tapi tidak semuanya buruk banyak juga yang berhasil dengan perjodohan itu. Seperti perjodohan di masyarakat pada umumnya ada yang berhasil, ada yang tidak kan? Begitu juga dengan perjodohan di dunia kami.”

Aku mengangguk mengerti. “Jadi, bagaimana perjodohanmu, Bos?”

Dia menatapku beberapa saat kemudian meringis sambil menggeleng. “She’s not my type.” (Dia bukan tipeku)

“Hei, terakhir kali Bos bilang dia cantik.”

“Aku tidak bilang dia jelek, aku hanya bilang dia bukan tipe ku.”

Aku terdiam beberapa saat kemudian kemudian mengangguk. “Jadi perjodohan itu gagal?”

“Itu yang aku harapkan,” jawabnya sambil menghembuskan asap rokok.

“Maksudnya?”

“Kamu tahukan, Ra, kalau orangtuaku cukup keras kepala, kalau aku menolak perjodohan itu hanya akan membuat kami ribut, jadi aku berusaha bermain cantik.”

Aku mengangkat alis tak mengerti.

“Seperti yang kamu pernah bilang, yang perlu aku lakukan adalah ikhtiar, berusaha, dibarengi dengan doa minta yang terbaik.”

Aku tersenyum sambil mengangguk.

“Dan, ini salah satu ikhtiarnya?”

“Iya, ini salah satu ikhtiarku.” Dia tersenyum menatapku kemudian kembali berbicara, “Aku berusaha menjadi anak berbakti dengan mengikuti kemauan mereka, aku berkenalan dengannya, datang ke acara yang mereka atur untuk kami, tapi setelah itu terserah aku.”

Aku tertawa melihat senyum penuh muslihatnya.

“Bukankah berita kalian pacaran sudah tersebar di media, aku ingat ibuku pernah bercerita kalau Bos pacaran setelah putus dari seorang artis.”

“Aku tak pernah bilang kalau berita itu benar, dan foto yang tersebar adalah foto saat kami pertama kali bertemu di restoran.”

“Kenapa tidak menyangkal kalau itu tidak benar?”

“Ayahku bilang kalau dia akan mengurusnya, dan ya, berita itu hanya muncul satu kali setelah itu hilang begitu saja.”

Aku berdecak sambil sambil menggelengkan kepala.

“Kekuatan orang berpengaruh sampai bisa menghentikan sebuah berita.” Bos tersenyum sambil mengangguk. “Tapi tidak bisa menghentikan mantan yang patah hati menjadi lebih eksis di televisi dengan mengumbar hubungan kalian yang gagal.”

“Hahaha … kamu benar, itu yang susah.”

“Maaf nih ya, Bos … apa sih yang sudah Bos lakukan sampai tuh mantan susah move on?”

Rasa penasaranku selama ini yang tak habis pikir melihat mantan kekasihnya yang notabane nya seorang artis papan atas, mengumbar kegagalan hubungan mereka di semua acara televisi dan tak jarang hal itu menjadi bahan olok-olokan pada suatu acara.

Aku suka heran dengan pasangan yang ketika putus atau cerai mengumbar aib hubungan mereka di depan umum. Apa yang sebenarnya mereka dapat dari itu? Bukankah itu sama saja secara tidak langsung dia mengumbar aib diri mereka sendiri?

Dia menghembuskan asap rokok kemudian menatapku.

“Tidak ada, hanya … sebuah kartu tanpa limit.”

“Wow!” Mataku hampir saja keluar mendengarnya.

“Hahaha.”

“Ya, pantas saja kalau gitu mah semua juga bakal gagal move on, Bos.”

“Hahaha … aku terlalu malas menghadapi perempuan yang merengek dan mengeluh karena aku terlalu sibuk bekerja hingga tak ada waktu untuk menemani mereka jalan-jalan ke mall, jadi daripada telingaku sakit mendengar rengekan mereka, aku hanya tinggal memberikan kartu sakti.”

“Hahaha, jadi itu jurus sang player? Pantas saja.”

“Hahaha … sudah ku bilang yang aku lakukan pada kamu itu, Ra, bukan jurus yang biasanya aku lakukan.”

“Hahaha, karena kartu sakti tidak akan mempan untuk saya, Bos.”

“Hahaha, jadi … apa jurus baruku mempan?”

“Hahaha, pulang yuk, Bos, sudah malam nih!”

“Hei, Ra! Az-Zahra, mempan tidak?”

“Hahaha … bye, Bos, terimakasih teraktirannya!” seruku sambil memakai helm membuat Bos tertawa sambil menggelengkan kepala.

“Hati-hati!”

“Siap, Bos!”

“Kalau sudah sampai rumah kabarin.”

“Ok … pulang dulu ya, assalamualaikum!”

“Wa’alaikumsalam, hati-hati!”

“Iya!”

Aku melajukan motorku, dari kaca spion kulihat Bos masih berdiri mengawasi kepergianku. Ah, seandainya … ya, seandainya dia bukan seorang Pangeran, aku tak akan melarikan diri seperti ini.

Sial! sepertinya aku harus kembali menyuntikan imun anti Pangeran, sebelum benar-benar habis.

*****

Terpopuler

Comments

martina melati

martina melati

iy, radank bingung jg nih... nonton drama2 gt koq mudah bingit bagi2 kartu yg isiny 3digit bahkan bisa lebih (unlimited gt) y/Doubt/

2025-04-06

0

martina melati

martina melati

eits... jangan anggap murah lho! walo dpinggiran/emperan jln, masakan jenis seafood relatif mahal. tp masih terjangkau gt /Smile/

2025-04-06

0

Sandisalbiah

Sandisalbiah

miris banget nasib percintaan Caraka... jd pangeran tp tak punya kuasa utk menentukan pilihan hatinya sendiri.. poor Caraka.

2024-12-27

0

lihat semua
Episodes
1 1. Become Cinderella in Seven Days
2 2. Sunrise
3 3. Prince, Coffee, and Star
4 4. Diner
5 5. Cars Free Day
6 6. Gossip
7 7. Good Morning, Kiki!
8 8. Jealousy
9 9. Birthday Party
10 10. Cinderella Syndrom
11 11. Miss You So Bad
12 12. Confession
13 13. Big Boss
14 14. I wish, I could stop the time for a while
15 15. Reallity VS Drakor
16 16. What are you doing, Boss?
17 17. Just the two of us
18 18. The girl who stole my heart
19 19. Cinderella VS Mumu Peri
20 20. The Past
21 21. Surprised!!
22 22. Takeshi Castle
23 23. Lunch time
24 24. The Most Awesome Man I Ever Know
25 25. Paradeisos
26 26. Kang Kopi
27 27. It's okay, I'm here with you
28 28. I love you, just the way you are.
29 29. Go Public
30 30. Bersua Baji dengan Matan
31 31. Paradoks
32 32. An eye for an eye
33 33. Ibu Suri
34 34. Spell
35 35. Zip Your Mouth!
36 36. Shoulder to cry on
37 37. Opportunity
38 38. I will let you go
39 39. Farewell
40 40. Randi Prasetyo
41 41. Be safe, be happy
42 42. E-World
43 43. Rapunzel
44 44. Jealous guy
45 45. Mood Booster
46 46. My Past
47 47. Homesick
48 48. I’m here for you
49 If
50 50. Puzzle Piece
51 51. SAH!
52 52. Another puzzle pieces
53 53. She’s not your kind
54 54. Just a story from the past
55 55. Ibu Peri, Ibu Suri
56 56. Debut
57 57. Deja vu
58 58. Gift
59 59. Calon menantu Mahesa
60 60. In the right place at the right time
61 61. A picture of a puzzle
62 62. Just My Imagination?
63 63. A proving
64 64. Benak hitam
65 65. Identitas Bi
66 66. The return of the nightmare
67 67. Memories
68 68. Roller coaster
69 69. Bi
70 70. After 20 years
71 71. I love you, I’m sorry
72 72. The Truth
73 73. The real truth
74 74. Stay with me
75 75. Ordinary people
76 76. Anaking jimat awaking
77 77. Family reunion
78 78. Forgiveness
79 79. Someday
80 80. Marry me!
81 81. Lelaki paripurna
82 82. One step closer
83 83. Daughter first love
84 84. Heaven
85 Extra part 1
86 Extra part 2
87 Extra part 3 (Tamat)
88 Extra part 3 (Tamat)
89 COMING SOON!!!
90 Pengumuman si Abang
Episodes

Updated 90 Episodes

1
1. Become Cinderella in Seven Days
2
2. Sunrise
3
3. Prince, Coffee, and Star
4
4. Diner
5
5. Cars Free Day
6
6. Gossip
7
7. Good Morning, Kiki!
8
8. Jealousy
9
9. Birthday Party
10
10. Cinderella Syndrom
11
11. Miss You So Bad
12
12. Confession
13
13. Big Boss
14
14. I wish, I could stop the time for a while
15
15. Reallity VS Drakor
16
16. What are you doing, Boss?
17
17. Just the two of us
18
18. The girl who stole my heart
19
19. Cinderella VS Mumu Peri
20
20. The Past
21
21. Surprised!!
22
22. Takeshi Castle
23
23. Lunch time
24
24. The Most Awesome Man I Ever Know
25
25. Paradeisos
26
26. Kang Kopi
27
27. It's okay, I'm here with you
28
28. I love you, just the way you are.
29
29. Go Public
30
30. Bersua Baji dengan Matan
31
31. Paradoks
32
32. An eye for an eye
33
33. Ibu Suri
34
34. Spell
35
35. Zip Your Mouth!
36
36. Shoulder to cry on
37
37. Opportunity
38
38. I will let you go
39
39. Farewell
40
40. Randi Prasetyo
41
41. Be safe, be happy
42
42. E-World
43
43. Rapunzel
44
44. Jealous guy
45
45. Mood Booster
46
46. My Past
47
47. Homesick
48
48. I’m here for you
49
If
50
50. Puzzle Piece
51
51. SAH!
52
52. Another puzzle pieces
53
53. She’s not your kind
54
54. Just a story from the past
55
55. Ibu Peri, Ibu Suri
56
56. Debut
57
57. Deja vu
58
58. Gift
59
59. Calon menantu Mahesa
60
60. In the right place at the right time
61
61. A picture of a puzzle
62
62. Just My Imagination?
63
63. A proving
64
64. Benak hitam
65
65. Identitas Bi
66
66. The return of the nightmare
67
67. Memories
68
68. Roller coaster
69
69. Bi
70
70. After 20 years
71
71. I love you, I’m sorry
72
72. The Truth
73
73. The real truth
74
74. Stay with me
75
75. Ordinary people
76
76. Anaking jimat awaking
77
77. Family reunion
78
78. Forgiveness
79
79. Someday
80
80. Marry me!
81
81. Lelaki paripurna
82
82. One step closer
83
83. Daughter first love
84
84. Heaven
85
Extra part 1
86
Extra part 2
87
Extra part 3 (Tamat)
88
Extra part 3 (Tamat)
89
COMING SOON!!!
90
Pengumuman si Abang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!