17. Just the two of us

Just the two of us

Untung saja sikap Bos tadi tidak berlanjut, setelah aku berhenti batuk karena tersedak, aku mengucapkan terima kasih sambil mencoba memberinya isyarat dengan tatapan mata agar dia berhenti melakukan tindakan bodoh. Dan sepertinya itu berhasil! Bos kembali bersikap normal dengan berbincang dengan temannya, mengacuhkan kami.

Namun seperti yang sudah ku duga Shanty, Dika, dan Pak Edi tidak akan melepaskanku begitu saja. Mereka kini berdiri di hadapanku dengan mata menyelidik.

“Sejak kapan?” Shanty yang pertama bertanya yang mendapat anggukan dari Dika dan Pak Edi.

“Apanya yang sejak kapan?” Aku masih berusaha terlihat tenang.

“Kak Kirana sama Mas Bos,” jawab Shanty dengan penasaran.

“Sejak kapan apanya sih?”

“Sudah deh, Na, mending kamu terus terang saja sama kita, kamu punya hubungan kan sama Bos? Kita bakal jaga rahasia kok,” ucap Dika yang mendapat anggukan semangat dari Siska dan Pak Edi.

“Yaaa … hubungan atasan bawahan,” jawabku yang tentu saja tidak percaya dengan apa yang aku ucapkan.

“Na, ini Pak Benua lho, Na, Pak Benua!” seru Pak Edi tak sabar. “Dari mulai dia tugas di sini, dia belum pernah sekalipun makan di kantin!”

“Kan tadi dia mau lihatin kantin kita sama temannya.”

“Teruuus … dia bukain botol minum, nepuk-nepuk pungggung Kakak. Aaaah, Kak Kirana, mauuu!!!” seru Santi heboh sendiri sambil tersenyum lebar, dan mengoyang-goyangkan tubuhnya seperti cacing kepanasan.

“Ya, mungkin karena kebetulan dia duduk di sampingku jadi Bos hanya menolongku saja.” Mereka terdiam beberapa saat sambil menatapku. “Mungkin kalau Bos duduk di samping kamu, San, terus kamu tersedak, dia juga bakal melakukan hal yang sama.”

Mata Santi menerawang membayangkan hal itu membuatnya tersenyum lebar.

“Iya ya, Kak?”

“Iya, San,” jawabku dengan semangat. “Pak Bos kan baik.” Santi mengangguk setuju. Sedangkan Pak Eddy dan Dika masih menatapku dengan sedikit curiga.

“Tapi kenapa dia bisa tahu kalau kamu makannya cepat?”

Ya ampun, Dika berhentilah bermain detektif-detektifaan untuk saat ini!

“Karena …” Aku berpikir beberapa saat sebelum akhirnya memngingat sesuatu. “Kami kan pernah ke Aceh bareng waktu itu seminggu, ingatkan yang waktu aku didapuk jadi penerjemah?” Mereka terdiam sebelum akhirnya menangguk membuatku sedikit bernapas lega. “Jadi mungkin selama di Aceh dia melihat kalau aku makan pasti cepat, soalnya tidak nyaman banget kalau harus makan sama Bos.”

Mereka semua mengangguk. Akhirnya!!!

“Iya, benar tadi itu kaya uji nyali bukan istirahat,” ucap Dika yang mendapat anggukan dari Pak Edi.

“Sama, makanya saya tidak pernah mau ikut acara makan-makan sama Direksi, berasa rapat bukannya makan.” Pak Edi bergedik ngeri, membuatku mengangguk-angguk semangat mendukung opininya.

“Nah, semua merasakan kan bagaimana tidak nyamannya kalau makan sama Bos, dan bayangkan ini seminggu! Seminggu!!!”

Pak Edi dan Dika bergidik membayangkannya, berbeda dengan Santi.

“Kalau aku senang kok makan sama Mas Bos … cakep bangeeet!!” seru Santi sambil mukul-mukul lenganku manja membuatku meringis.

“Iiiiih!!!” Pak Eddy dan Dika kembali bergidik sambil berjalan pergi, dengan cepat aku menyusul mereka meninggalkan Santi dengan khayalannya.

Selamaaat … hari ini aku selamat dari rasa curiga rekan-rekan sekantorku, tapi kalau besok Caraka seperti itu lagi, aku tak tahu harus mencari alasan apa lagi. Aku harus membicarakan ini dengannya.

****

“Hahaha, berhentilah cemberut seperti itu.” Caraka tertawa dengan bahagianya ketika sepulang kerja aku meminta waktu bertemu dengannya di rooftop untuk membicarakan apa yang terjadi setelah makan siang. “Tapikan akhirnya semua tidak ada yang curiga.”

“Iya, tapi aku harap tidak ada lagi lain kali … kalau sampai terjadi lagi, aku tak tahu alasan apa yang harus aku pakai.”

“Jujur saja … bilang kita pacaran.”

Aku mengangkat alis sebelum akhirnya tertawa sambil menggeleng.

“Kamu lupa kalau titah dari Raja belum turun? Dan selama masih belum jelas, aku tak ingin dengan percaya diri mengatakan kalau kita memiliki hubungan.”

“Kenapa tidak percaya diri?” Perlahan dia berjalan mendekat kemudian menggenggam kedua tanganku.

Jangan tanya bagaimana jantungku saat ini … yang pasti aku bahkan hampir lupa bernapas ketika melihatnya menatapku dengan lembut.

“Apa aku terlalu memalukan hingga kamu tak percaya diri tentang hubungan kita?”

Aku menganga mendengar ucapannya … apa dia salah minum obat? Bagaimana bisa dia berkata seperti itu? Ada juga aku yang seharusnya merasa insecure dengannya, kenapa dia malah yang seperti itu?

“Bukan seperti itu ...” Aku benar-benar merasa tak enak hati melihat wajah memelasnya. “Bagaimana mungkin aku malu mengakuimu sebagai kekasihku, yang ada juga aku yang merasa insecure.”

“Jadi kamu tidak merasa malu denganku?”

“Ya, tidaklah! Siapa coba yang malu punya kekasihmu seperti kamu, yang menjadi the most eligible bachelor in this year.” (Bujangan paling memenuhi syarat tahun ini)

Akhirnya aku bisa melihat senyumnya terbit menghiasi wajah tampannya … aaah, dia memang sangat luar biasa, bagaimana mungkin aku malu mengakuinya sebagai pacarku.

Hihihi … pacar. Aaaah, aku jadi malu, hihihi.

“Kalau begitu, kita beritahu semua orang kalau kita adalah sepasang kekasih.”

Aku hampir saja mengangguk setuju ketika melihatnya berbicara dengan wajah berbinar bahagia, tapi …

“Heiiii … hahaha!” Aku tertawa ketika menyadari kebodohanku. “Kamu pikir aku akan terjebak dengan aktingmu itu?”

“Oh, ayolah, Na!”

“Hahahaha.”

“Ckkk … aku pikir, aku bisa mengelabuimu.”

“Hahaha … hampir, Bos, tapi aku terlalu pintar.”

“Bukan pintar, tapi kamu terlalu realistis.”

“Hahaha, benar!”

Aku menggelengkan kepala mengingat aku hampir saja mengikuti kemauannya dengan mengikuti ucapannya yang seolah menghipnotis. Tapi aku cepat menyadari, orang senarsis dan sepercaya diri dia, tidak mungkin akan merasa insecure dengan orang lain.

“Bukankah kita ini seperti anak kecil yang backstreet karena dilarang pacaran oleh orangtua kita?”

“Yang jelas bukan orangtuaku yang melarang pacaran.”

“Ckkk …”

Aku hanya tersenyum melihat Caraka yang berdecak sambil menghela napas.

“Tidak ada salahnya hubungan ini hanya menjadi milik kita berdua, menjadi cerita kita berdua … bukankah itu akan lebih menyenangkan? Hanya kita berdua yang tahu tentang perjalanan cerita kita, tidak ada orang lain yang tahu … just the two of us.” (Hanya kita berdua)

Caraka menatapku beberapa saat sebelum akhirnya dia tersenyum.

“But I wish, I can tell the world … you’re mine, and I’m yours.” (aku berharap, aku bisa mengatakan kepada dunia bahwa kamu adalah milikku, dan aku milikmu).

Aku terdiam menatapnya yang menatapku dengan mata teduh dengan senyuman yang aku yakin kalau setengah karyawan hotel ini melihatnya, mereka akan berteriak kegirangan seperti mendapatkan jackpot. Tidak itu tidak berlaku unutkku … ingat, aku sudah disuntik imun terhadap pesona para Pangeran, ya … walaupun sudah imunku menyerah kepada pesona Pangeran yang satu ini, terbukti dengan perasaan aneh, tapi menyenangkan yang ku rasa di dalam dada ketika mendengarnya mengatakan hal itu.

“Hahaha … tidak akan mempan padaku.” Aku tertawa berusaha menyembunyikan warna merah di pipi.

“Ckkk … kenapa imunmu sangat kuat?” Dia bertanya dengan putus asa.

“Hahaha.” Aku kembali tertawa melihatnya putus asa, tapi hanya sebentar sebelum dia kembali menatapku lembut.

“Baiklah,” ucapnya sambil merapihkan rambutku yang tertiup angin, dan itu semakin memacu debaran jantungku. “Aku akan merahasiakan tentang hubungan kita sampai masalah perjodohanku benar-benar selesai.”

Aku tersenyum dengan jantung masih berdegup menggila karena dia terus saja mengelus rambutku dengan jarak yang cukup dekat.

“Just the two of us? (Hanya kita berdua?)” tanyanya membuatku mengangguk sambil menelan ludahku yang terasa serat.

“Yes, just the two of us.” (Ya, hanya kita berdua)

“Tapi hanya di kantor,” ucapnya dengan mata menatapku serius. “Aku akan merahasiakan hubungan kita hanya di kantor, tapi kalau di luar … aku tak ingin kita menyangkalnya.”

Aku terdiam beberapa saat, berpikir … semenjak aku mengakui perasaanku padanya, ini sudah menjadi keputusanku untuk mengikuti kata hatiku, jadi kenapa tidak? Bukankah aku terlanjur nyebur dan basah? Jadi kenapa tidak sekalian saja berenang dan bermain air, daripada sudah terlanjur nyebur, tapi hanya bergeming karena takut tenggelam.

Bukankah akan sangat rugi ketika sudah nyebur, tapi hanya diam dan hanya menunggu tenggelam atau menunggu pelampung datang?

Aku akan mengikuti perkataan Mamah … aku tak ingin menyesal, jadi lebih baik aku bersenang-senang kalaupun nanti tenggelam setidaknya aku tak akan menyesal karena pernah merasakan bahagia.

Dengan yakin aku mengangguk menjawab pertanyaannya membuanya tersenyum lebar dan dengan sangat cepat dia memelukku erat.

Aku terdiam terkejut dengan pelukannya yang tiba-tiba, sebelum akhirnya aku tersenyum kemudian balas memeluknya.

Aku tak tahu sampai mana hubunganku dengannya, apa akan sampai garis akhir atau akan terhenti di tengah jalan … aku tak tahu.

Tapi aku tak ingin menyesal … aku akan menggunakan waktu yang kami miliki dengan sebaik-baiknya … sebelum tautan jari kami dipaksa merenggang, sebelum pelukan kami dipaksa menjauh, sebelum rasa yang kami miliki dipaksa untuk padam.

*****

Assalamualaikum, wr, wb ...

Selamat malam semuanya

Turut berduka cita atas musibah yang terjadi di Kupang, NTT ... semoga saudara" kita di sana diberi kesehatan, keselamatan, dan bencana yg terjadi cepat berakhir ... aamiin

#StayStrong

Love

A.K

Terpopuler

Comments

Nurhayati Hafidz

Nurhayati Hafidz

kerennn

2024-08-03

1

sakura🇵🇸

sakura🇵🇸

backstreet😄 lama sekali g dengan istilah ini...apa saking tuanya aku 🤭 bahasa2 anak sekolahan yg nekat pacaran padahal dah diancam2 ortu

2023-11-07

0

MONARITA @ RITA

MONARITA @ RITA

cair eeeeuuuu......

2023-04-27

0

lihat semua
Episodes
1 1. Become Cinderella in Seven Days
2 2. Sunrise
3 3. Prince, Coffee, and Star
4 4. Diner
5 5. Cars Free Day
6 6. Gossip
7 7. Good Morning, Kiki!
8 8. Jealousy
9 9. Birthday Party
10 10. Cinderella Syndrom
11 11. Miss You So Bad
12 12. Confession
13 13. Big Boss
14 14. I wish, I could stop the time for a while
15 15. Reallity VS Drakor
16 16. What are you doing, Boss?
17 17. Just the two of us
18 18. The girl who stole my heart
19 19. Cinderella VS Mumu Peri
20 20. The Past
21 21. Surprised!!
22 22. Takeshi Castle
23 23. Lunch time
24 24. The Most Awesome Man I Ever Know
25 25. Paradeisos
26 26. Kang Kopi
27 27. It's okay, I'm here with you
28 28. I love you, just the way you are.
29 29. Go Public
30 30. Bersua Baji dengan Matan
31 31. Paradoks
32 32. An eye for an eye
33 33. Ibu Suri
34 34. Spell
35 35. Zip Your Mouth!
36 36. Shoulder to cry on
37 37. Opportunity
38 38. I will let you go
39 39. Farewell
40 40. Randi Prasetyo
41 41. Be safe, be happy
42 42. E-World
43 43. Rapunzel
44 44. Jealous guy
45 45. Mood Booster
46 46. My Past
47 47. Homesick
48 48. I’m here for you
49 If
50 50. Puzzle Piece
51 51. SAH!
52 52. Another puzzle pieces
53 53. She’s not your kind
54 54. Just a story from the past
55 55. Ibu Peri, Ibu Suri
56 56. Debut
57 57. Deja vu
58 58. Gift
59 59. Calon menantu Mahesa
60 60. In the right place at the right time
61 61. A picture of a puzzle
62 62. Just My Imagination?
63 63. A proving
64 64. Benak hitam
65 65. Identitas Bi
66 66. The return of the nightmare
67 67. Memories
68 68. Roller coaster
69 69. Bi
70 70. After 20 years
71 71. I love you, I’m sorry
72 72. The Truth
73 73. The real truth
74 74. Stay with me
75 75. Ordinary people
76 76. Anaking jimat awaking
77 77. Family reunion
78 78. Forgiveness
79 79. Someday
80 80. Marry me!
81 81. Lelaki paripurna
82 82. One step closer
83 83. Daughter first love
84 84. Heaven
85 Extra part 1
86 Extra part 2
87 Extra part 3 (Tamat)
88 Extra part 3 (Tamat)
89 COMING SOON!!!
90 Pengumuman si Abang
Episodes

Updated 90 Episodes

1
1. Become Cinderella in Seven Days
2
2. Sunrise
3
3. Prince, Coffee, and Star
4
4. Diner
5
5. Cars Free Day
6
6. Gossip
7
7. Good Morning, Kiki!
8
8. Jealousy
9
9. Birthday Party
10
10. Cinderella Syndrom
11
11. Miss You So Bad
12
12. Confession
13
13. Big Boss
14
14. I wish, I could stop the time for a while
15
15. Reallity VS Drakor
16
16. What are you doing, Boss?
17
17. Just the two of us
18
18. The girl who stole my heart
19
19. Cinderella VS Mumu Peri
20
20. The Past
21
21. Surprised!!
22
22. Takeshi Castle
23
23. Lunch time
24
24. The Most Awesome Man I Ever Know
25
25. Paradeisos
26
26. Kang Kopi
27
27. It's okay, I'm here with you
28
28. I love you, just the way you are.
29
29. Go Public
30
30. Bersua Baji dengan Matan
31
31. Paradoks
32
32. An eye for an eye
33
33. Ibu Suri
34
34. Spell
35
35. Zip Your Mouth!
36
36. Shoulder to cry on
37
37. Opportunity
38
38. I will let you go
39
39. Farewell
40
40. Randi Prasetyo
41
41. Be safe, be happy
42
42. E-World
43
43. Rapunzel
44
44. Jealous guy
45
45. Mood Booster
46
46. My Past
47
47. Homesick
48
48. I’m here for you
49
If
50
50. Puzzle Piece
51
51. SAH!
52
52. Another puzzle pieces
53
53. She’s not your kind
54
54. Just a story from the past
55
55. Ibu Peri, Ibu Suri
56
56. Debut
57
57. Deja vu
58
58. Gift
59
59. Calon menantu Mahesa
60
60. In the right place at the right time
61
61. A picture of a puzzle
62
62. Just My Imagination?
63
63. A proving
64
64. Benak hitam
65
65. Identitas Bi
66
66. The return of the nightmare
67
67. Memories
68
68. Roller coaster
69
69. Bi
70
70. After 20 years
71
71. I love you, I’m sorry
72
72. The Truth
73
73. The real truth
74
74. Stay with me
75
75. Ordinary people
76
76. Anaking jimat awaking
77
77. Family reunion
78
78. Forgiveness
79
79. Someday
80
80. Marry me!
81
81. Lelaki paripurna
82
82. One step closer
83
83. Daughter first love
84
84. Heaven
85
Extra part 1
86
Extra part 2
87
Extra part 3 (Tamat)
88
Extra part 3 (Tamat)
89
COMING SOON!!!
90
Pengumuman si Abang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!