11. Miss You So Bad

Miss you so bad

Beberapa hari ini aku benar-benar menghindari Bos. Setiap bertemu di kantor sebisa mungkin aku menghindarinya, ponselku benar-benar aku matikan. Aku memberitahu Mamah dan Oka kalau ponselku sedang di service, kecuali tentu saja Siska yang mengetahui rencanaku.

Bukan tanpa alasan aku melakukan itu, tapi aku benar-benar perlu melakukannya untuk meyakinkah hatiku.

Umurku sekarang sudah menginjak angka 25, yang artinya aku sudah mulai harus serius dalam mencari pasangan, bukan hanya menjalin hubungan untuk mendapat status ‘pacaran’ layaknya remaja. Tapi aku benar-benar mencari sosok yang akan menjadi pendamping hidup, sosok yang akan menjadi imamku nanti, yang akan bertanggung jawab akan dunia dan akhiratku.

“Kamu kenapa, Na? Akhir-akhir ini Mamah sering melihat kamu melamun.”

Saat ini aku dan Mamah tengah di teras menikmati sore di hari liburku sambil menyiram tanaman.

“Tidak ada apa-apa, Mah.” Aku membuang napas berat sambil terus menyiram pohon suplir dan keladi.

Ku rasa Mamah melirikku sebelum kembali menyiram pohon sirih merah yang merambat di pot yang menempel di dinding tembok rumah bersama beberapa tanaman merambat lainnya.

“Apa kamu belum bisa memutuskan mau dibawa kemana hubunganmu dengan Caraka?” Aku menatap Mamah terkejut yang kini kembali menatapku sambil tersenyum. “Mamah tidak sengaja mendengarkanmu dan Siska beberapa hari lalu.”

Aku kembali membuang napas berat kemudian duduk di kursi plastik yang ada di teras.

“Kirana … takut, Mah.” Mamah kini ikut duduk di kursi sebelahku. “Kalau Kirana nekad menjalin hubungan dengan Caraka, Kirana takut kalau hubungan ini akan gagal, dan … pasti gagal.”

“Hush! tidak boleh mendahului takdir,” ucap Mamah sambil menatapku. “Tidak ada yang pasti … kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Yang tahu jodoh sama maut cuma Allah, kita ikutin saja takdir membawa kita ke mana.”

“Kirana tahu, Mah, hanya saja … Kirana takut. Umur Kirana sekarang sudah 25 kalau hubungan ini gagal, Kirana takut apa Kirana masih bisa bangkit dan kembali bisa memercayai cintai?”

“Jodoh itu sudah ada yang mengatur, Na, kita tidak tahu juga apa kamu memang jodoh dia atau bukan. Kita tidak tahu itu, Na, tapi yang pasti jangan sampai menyesal.” Aku menatap Mamah yang masih menatapku lembut seperti biasanya. “Apa kamu takut kalau hubungan kamu gagal seperti Mamah?”

Menjadi saksi hancurnya rumah tangga orangtuaku, sedikit banyak memiliki andil dalam kadaan ku sekarang yang selalu penuh ketakutan ketika mau menjalin hubungan dengan pria.

“Rumah tangga Mamah memang gagal, tapi Mamah tidak menyesal. Setidaknya Mamah pernah berjuang memertahankan cinta Mamah.” Mamah tersenyum dengan mata menerawang sebelum akhirnya dia menatapku. “Dan karena pernikahan singkat itu Mamah memiliki kamu, Bi, juga Oka, jadi … kanapa Mamah harus menyesal?”

Aku tersenyum sambil menggenggam tangan Mamah.

“Ingat, Na, jodoh itu sudah ada yang mengatur … kalau kalian berjodoh walaupun keluarganya atau bahkan seluruh dunia menentang kalian, tapi bila dia jodoh kamu tidak ada yang akan bisa menghalanginya. Juga sebaliknya sekuat apapun kalian berusaha memertahankan hubungan kalian, tapi ternyata tidak berjodoh hingga akhir, maka tidak ada yang bisa kalian lakukan selain menerima ketetapan itu.”

Mamah kini menatap ke depan terlihat menerawang sambil kembali berkata,

“Seperti Mamah dan ayahmu … kami sudah sama-sama berusaha, tapi jodoh kami ternyata tidak sampai akhir, maka tidak ada yang bisa kami lakukan. Setidaknya kami sudah berusaha sekuat tenaga memertahankannya, jadi tidak pernah ada penyesalan.”

Mamah kembali menatapku dan kembali tersenyum.

“Jadi Mamah juga tidak mau kamu menyesal … setidaknya kamu harus berjuang dulu jangan langsung menyerah, dengan seperti itu tidak akan ada penyesalan dikemudian hari. Kalaupun kalian berpisah yang harus kamu ingat adalah semua terjadi atas kehendak Allah dan yakin kalau itu yang terbaik untuk kamu, jadi kamu bisa kembali bangkit.”

Mendengar ucapan Mamah membuat pikiranku sedikit tenang. Apa yang dikatakan Mamah benar, semua sudah ada yang mengatur. Tapi …

“Tidak semudah itu, Mah, karena … Caraka sudah memiliki calon tunangan. Dia sudah dijodohkan oleh orangtuanya.”

Mamah terlihat terkejut mendengar salah satu alasan utama kenapa aku ragu untuk menjalin hubungan dengan Caraka.

“Seandainya dia benar-benar sendiri, mungkin Kirana akan sedikit nekad untuk menjalin hubungan dengannya walaupun pasti mendapat rintangan dari keluarganya. Tapi dia sudah dijodohkan dan mungkin akan segera bertunangan, jadi rasanya akan sia-sia kalau Kirana tetap memutuskan untuk menjalin hubungan dengannya.”

Mamah terdiam beberapa saat sebelum akhirnya dia berkata,

“Mamah tak ingin menyuruh kamu untuk menyerah, tapi kali ini sepertinya Mamah harus melakukan itu.” Aku menatap Mamah yang serius menatapku membuatku mengangguk mengerti, “Menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan, apapun alasannya tetaplah itu salah.”

“Kirana tahu, Mah … selama ini Kirana berusaha menjaga hubungan Kirana dengan Caraka hanya sebatas atasan dan bawahan, atau … teman. Tapi Kirana juga menyadari kalau perasaan kami melewati batas pertemanan, karena itulah Kirana menghindarinya supaya kami bisa sama-sama memikirkan kembali tentang perasaan kami.”

Mamah menatapku sambil tersenyum kemudian berkata, “Sayang padahal dia calon menantu ideal.”

“Hahahaha.”

Aku tertawa mendengar ucapan Mamah.

“Tenang saja, Mah, Kirana akan mencari Pangeran Arab untuk jadi menantu Mamah.”

“Ah, jangan yang sekaya itu … ngeri.”

“Hahaha, iya ya.”

“Pangeran Brunei saja cukup.”

“Hahaha, siap!”

Mamahku memang luar biasa walau pernah gagal dalam rumah tangga pada usia yang masih terbilang muda, tapi Mamah berhasil membesarkan dua orang anak dan itu tidaklah mudah. Aku tak tahu alasan kenapa Mamah tak pernah mau lagi menikah, mungkin karena Mamah masih belum bisa melupakan Ayah … entahlah, hanya Mamah yang tahu alasan yang sebenarnya.

“Na.” Aku menatap Mamah yang kembali tersenyum sambil berkata, “Sebaiknya kamu jangan menghindari Caraka, menurut Mamah lebih baik kalian bicarakan berdua. Kalian sudah sama-sama dewasa, dan sudah tahu apa yang terbaik bagi kalian berdua … jadi sebaiknya kamu hubungi Caraka, dan bicarakan masalah ini.”

Yang dibicarakan Mamah memang benar, sudah saatnya kami berbicara, tapi ternyata tak semudah itu. Sudah lebih dari satu jam aku menatap ponselku sebelum akhirnya aku mengambil napas dalam-dalam, mengumpulkan segenap keberanian untuk menyalakan ponsel yang langsung terdengar bunyi notifikasi ratusan pesan dan panggilan tak terjawab masuk bersautan, dan hampir semua dari Bos.

Pak Bos: Kamu menghindariku?

Pak Bos : Ko, Hp nya tidak aktif?

Pak Bos : Kamu benar-benar menghindariku?

Pak Bos : Na … kamu perlu waktu ya buat memikirkan semua?

Pak Bos : Oke, aku kasih kamu waktu tapi jangan lama-lama.

Pak Bos : Na … udah belum mikirnya?

Pak Bos : Na … aktifin hp nya dong.

Pak Bos : Na … jangan lama-lama dong, aku rindu.

Pak Bos : Na … kita makan bakso yuk?

Pak Bos : Na … katanya mau makan nasi timbel, kita makan nasi timbel di Ragunan yuk?

Pak Bos : Na … kangen …

Pak Bos : Na … Kirana Az Zahra, aku rindu…

Belum selesai ku baca semua pesannya, ponselku berbunyi, dan itu dari Bos. Aku kembali mengatur napas sebelum mengangkat panggilan itu.

“Wa’alaikumsalam, akhirnya, aktif juga,” ucapnya seketika aku mengucap salam, “hmmm … sudah mikirnya?”

“Sudah.”

“Jadi?”

“Kita harus bicara.”

“Oke, aku sudah di depan rumah.”

“Apa?” Aku langsung melangkah ke depan dan benar saja mobil Bos sudah terparkir manis di sana. Ku lihat Bos berjalan dengan senyum mengembang, matanya menatapku yang masih mematung menatapnya tak percaya.

“Hai, Kiki … Miss you so bad,” ucapnya tepat di depanku dengan ponsel kami yang masih saling terhubung, matanya menatapku lembut dan bisa ku lihat kerinduaan di sana.

Medengarnya berkata seperti itu dengan sorot mata lembut menatapku, membuatku kembali dilanda keraguan … haruskan aku kembali menarik garis dengan hubungan kami, atau … aku menyerah dan bersiap patah hati?

*****

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

Kirana dgn dilemanya... hati berharap tp harus pasrah di tampar dgn kenyataan.. krn sebenarnya Caraka juga gak berkuasa utk berjuang jd posisi mereka berdua ini sama² lemah..

2024-12-28

1

✨️ɛ.

✨️ɛ.

"lebih baik menyesal karena kegagalan daripada menyesal karena tidak pernah mencoba." (gatau quote siapa, nemu di ig)

2024-11-09

0

sakura🇵🇸

sakura🇵🇸

ciyeeee kiki...klo anak sekarang bilangnya
cukurukuk...qiu qiu🤣🤣🤣
auto salting dah diapelin pak bos

2023-11-07

1

lihat semua
Episodes
1 1. Become Cinderella in Seven Days
2 2. Sunrise
3 3. Prince, Coffee, and Star
4 4. Diner
5 5. Cars Free Day
6 6. Gossip
7 7. Good Morning, Kiki!
8 8. Jealousy
9 9. Birthday Party
10 10. Cinderella Syndrom
11 11. Miss You So Bad
12 12. Confession
13 13. Big Boss
14 14. I wish, I could stop the time for a while
15 15. Reallity VS Drakor
16 16. What are you doing, Boss?
17 17. Just the two of us
18 18. The girl who stole my heart
19 19. Cinderella VS Mumu Peri
20 20. The Past
21 21. Surprised!!
22 22. Takeshi Castle
23 23. Lunch time
24 24. The Most Awesome Man I Ever Know
25 25. Paradeisos
26 26. Kang Kopi
27 27. It's okay, I'm here with you
28 28. I love you, just the way you are.
29 29. Go Public
30 30. Bersua Baji dengan Matan
31 31. Paradoks
32 32. An eye for an eye
33 33. Ibu Suri
34 34. Spell
35 35. Zip Your Mouth!
36 36. Shoulder to cry on
37 37. Opportunity
38 38. I will let you go
39 39. Farewell
40 40. Randi Prasetyo
41 41. Be safe, be happy
42 42. E-World
43 43. Rapunzel
44 44. Jealous guy
45 45. Mood Booster
46 46. My Past
47 47. Homesick
48 48. I’m here for you
49 If
50 50. Puzzle Piece
51 51. SAH!
52 52. Another puzzle pieces
53 53. She’s not your kind
54 54. Just a story from the past
55 55. Ibu Peri, Ibu Suri
56 56. Debut
57 57. Deja vu
58 58. Gift
59 59. Calon menantu Mahesa
60 60. In the right place at the right time
61 61. A picture of a puzzle
62 62. Just My Imagination?
63 63. A proving
64 64. Benak hitam
65 65. Identitas Bi
66 66. The return of the nightmare
67 67. Memories
68 68. Roller coaster
69 69. Bi
70 70. After 20 years
71 71. I love you, I’m sorry
72 72. The Truth
73 73. The real truth
74 74. Stay with me
75 75. Ordinary people
76 76. Anaking jimat awaking
77 77. Family reunion
78 78. Forgiveness
79 79. Someday
80 80. Marry me!
81 81. Lelaki paripurna
82 82. One step closer
83 83. Daughter first love
84 84. Heaven
85 Extra part 1
86 Extra part 2
87 Extra part 3 (Tamat)
88 Extra part 3 (Tamat)
89 COMING SOON!!!
90 Pengumuman si Abang
Episodes

Updated 90 Episodes

1
1. Become Cinderella in Seven Days
2
2. Sunrise
3
3. Prince, Coffee, and Star
4
4. Diner
5
5. Cars Free Day
6
6. Gossip
7
7. Good Morning, Kiki!
8
8. Jealousy
9
9. Birthday Party
10
10. Cinderella Syndrom
11
11. Miss You So Bad
12
12. Confession
13
13. Big Boss
14
14. I wish, I could stop the time for a while
15
15. Reallity VS Drakor
16
16. What are you doing, Boss?
17
17. Just the two of us
18
18. The girl who stole my heart
19
19. Cinderella VS Mumu Peri
20
20. The Past
21
21. Surprised!!
22
22. Takeshi Castle
23
23. Lunch time
24
24. The Most Awesome Man I Ever Know
25
25. Paradeisos
26
26. Kang Kopi
27
27. It's okay, I'm here with you
28
28. I love you, just the way you are.
29
29. Go Public
30
30. Bersua Baji dengan Matan
31
31. Paradoks
32
32. An eye for an eye
33
33. Ibu Suri
34
34. Spell
35
35. Zip Your Mouth!
36
36. Shoulder to cry on
37
37. Opportunity
38
38. I will let you go
39
39. Farewell
40
40. Randi Prasetyo
41
41. Be safe, be happy
42
42. E-World
43
43. Rapunzel
44
44. Jealous guy
45
45. Mood Booster
46
46. My Past
47
47. Homesick
48
48. I’m here for you
49
If
50
50. Puzzle Piece
51
51. SAH!
52
52. Another puzzle pieces
53
53. She’s not your kind
54
54. Just a story from the past
55
55. Ibu Peri, Ibu Suri
56
56. Debut
57
57. Deja vu
58
58. Gift
59
59. Calon menantu Mahesa
60
60. In the right place at the right time
61
61. A picture of a puzzle
62
62. Just My Imagination?
63
63. A proving
64
64. Benak hitam
65
65. Identitas Bi
66
66. The return of the nightmare
67
67. Memories
68
68. Roller coaster
69
69. Bi
70
70. After 20 years
71
71. I love you, I’m sorry
72
72. The Truth
73
73. The real truth
74
74. Stay with me
75
75. Ordinary people
76
76. Anaking jimat awaking
77
77. Family reunion
78
78. Forgiveness
79
79. Someday
80
80. Marry me!
81
81. Lelaki paripurna
82
82. One step closer
83
83. Daughter first love
84
84. Heaven
85
Extra part 1
86
Extra part 2
87
Extra part 3 (Tamat)
88
Extra part 3 (Tamat)
89
COMING SOON!!!
90
Pengumuman si Abang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!