Melihat serangannya bisa di patahkan dengan mudah, kesembilan orang tersebut saling pandang sesaat.
"Siapa kau sebenarnya? Dan kenapa mencampuri urusan kami?"
"Kalian tidak perlu tahu siapa aku. Karena kalian memiliki niat buruk, maka aku tentu akan mencampuri urusan kalian,"
"Atas dasar apa kau bicara seperti itu? Jangan sembarangan menuduh,"
"Aku tidak menuduh. Aku bicara sesuai fakta,"
"Apakah kau begitu yakin?"
"Tentu, karena mataku bisa membedakan mana orang baik dan mana orang jahat," ucap Shin Shui sambil memandang tajam kepada mereka.
"Sepertinya kau memang cari mati," katanya kepada Shin Shui.
"Kalau memang kalian sanggup, silahkan saja cabut nyawaku," kata Shin Shui dengan santai.
"Keparat …"
"Wuttt …"
"Wuttt …"
Tiga orang maju secara serentak menyerang Shin Shui. Ketiganya segera melancarkan serangan jarak jauh. Sinar hijau kembali melesat, tapi kali ini jumlahnya ada tiga.
Shin Shui menyambut tiga serangan tersebut. Ia mengangkat tangannya lalu di hentakkan pelan ke depan. Seketika tiga sinar tadi berbalik arah menyerang pemiliknya masing-masing.
Mereka tersentak karena tidak menyangka. Buru-buru ketiganya menghindari serangan balik tersebut. Setelah itu, enam orang lainnya ikut maju menyerang.
Kelebatan sinar hijau semakin bertambah banyak menyerang Shin Shui. Tapi dengan mudah ia bisa menghindari semua serangan tersebut. Bahkan ia melancarkan pula serangan balasan yang lebih hebat lagi.
"Gelombang Ombak Halilintar …"
"Wushh …"
Kedua tangan Pendekar Halilintar di hentakkan ke depan, seketika serangkum energi berwarna biru melesat secepat kilat. Kekuatan yang terkandung dalam serangan itu beberapa kali lebih kuat daripada serangan milik lawan.
Tak dinyana, kesembilan orang tersebut tidak dapat menghindarinya. Akibatnya mereka terpental sejauh sepuluh tombak. Mereka semua manghantam sebatang pohon sampai roboh. Delapan di antaranya tewas seketika dengan luka dalam yang parah.
"Aku baru menyadari bahwa mereka hanya seorang Pendekar Surgawi tahap enam," gumam Shin Shui.
Hanya satu orang yang masih hidup. Itu pun dalam kondisi mengkhawatirkan. Shin Shui segera mendekati orang itu untuk mencari informasi pasti.
"Katakan siapa kalian sebenarnya," kata Shin Shui kepada seorang yang bisa dibilang sekarat itu.
Dia tidak mau menjawab. Mulutnya seperti terkunci. Hanya matanya saja yang memancarkan kebencian.
"Jawab!!" bentak Shin Shui membuat orang itu ketakutan. Sebab ia merasakan perkataan barusan itu seperti mengandung energi yang membuatnya merasa sangat tertekan.
"Ka-kami dari Sekte Ular Hijau, sungguh"
"Apa tujuan kalian sebenarnya?"
"Kami di tugaskan untuk menyelidiki keadaan sekte-sekte di Kekaisaran Wei ini. Target kami yang pertama adalah Sekte Teratai Putih,"
"Siapa yang menyuruh kalian? Katakan kaian sebenarnya dari daerah mana?"
"Ka-Kaisar Tang Yang, kami sebenarnya berasal dari negeri Tang," kata orang itu. Suaranya semakin melemah.
"Apa tujuan Kaisar Tang Yang sebenarnya, sehingga menyuruh kalian ke mari?"
"Ka-kami di suruh un-…" orang itu tidak menyelesaikan ucapannya karena keburu tewas.
Shin Shui merasa ada yang aneh. Ia lalu memeriksa orang tersebut.
"Jarum beracun. Siapa yang melakukan ini? Sepertinya dunia persilatan tak lama akan kacau lagi," gumam Shin Shui sambil terus memandangi jarum beracun itu.
Shin Shui lalu memandang berkeliling, matanya yang tajam bahkan bisa menembus kegelapan. Tapi sayang, dia tidak bisa menemukan siapa pun yang ada di sana. Bahkan Shin Shui tidak merasakan ada energi orang lain.
Entah siapa orang itu. Yang jelas, dia sangat hebat soal senjata rahasia. Bahkan kekuatannya juga tidak bisa di anggap enteng. Menurut perkiraan Shin Shui, orang yang melempar jarum beracun itu setidaknya berada di tingkat tahapan Pendekar Dewa tahap enam pertengahan.
Karena merasakan tidak ada orang lain lagi, maka Shin Shui segera melanjutkan perjalanannya kembali. Ia melesat bagaikan seekor burung phoenix yang terbang dengan cepat.
###
Dua hari sudah berlalu semenjak kejadian di hutan itu, saat ini Shin Shui sedang berada di kotaraja Kekaisaran Wei.
Semua orang yang melihat dan mengenal dirinya, langsung memberikan salam dan hormat kepadanya. Shin Shui kurang suka akan hal-hal seperti ini, sehingga dia memutuskan untuk mempercepat langkahnya.
Tak lama, dia sampai di gerbang Istana Kekaisaran.
Gerbang itu masih sama seperti satu tahun sebelumnya saat Shin Shui terkahie mengunjungi Istana Kekaisaran. Tak banyak yang berubah, kecuali para penjaganya yang terlihat baru.
Para penjaga gerbang segera memberikan hormat mereka kepada Shin Shui. Walau pun ini baru pertama kali mereka melihatnya, tapi sekilas memandang saja, mereka sudah tahu siapa itu orang yang datang kali ini.
Siapa yang tidak kenal dengan pendekar nomor satu di dunia persilatan saat ini?
Dia segera memasuki gerbang lalu menuju ke istana secepatnya. Begitu tiba di istana, semua orang menyambutnya. Bahkan Kaisar Wei An sendiri turut menyambut kedatangan Shin Shui.
Setelah berbasa-basi beberapa saat, Kaisar Wei An bersama Shin Shui dan orang penting lainnya seperti Penasihat Mu Ying, langsung menuju ke sebuah ruangan rapat yang tidak asing lagi baginya
Jumlah orang yang ada di sana sekitar sepuluh orang. Mereka adalah orang-orang penting Kaisar Wei An. Di belakang mereka terdapat dua orang pendekar yang bertugas untuk menjaga keselamatan.
Hidangan telah tersedia. Arak terbaik sudah di tuangkan dalam sebuah cawan arak. Kaisar Wei An bersulang lebih dulu sebelum bicara lebih lanjut.
"Bagaimana kabarmu Pahlawan?" tanya Kaisar Wei An begitu selesai minum araknya.
"Kabarku baik, seperti yang kau lihat sekarang. Bagaimana dengan kabar Kaisar sendiri?"
"Aku pun sama. Ada masalah apakah Pahlawan? Aku rasa ada sesuatu amat penting sampai-sampai kau sendiri yang datang," kata Kaisar Wei An langsung bicara ke inti.
Kaisar itu memang tidak suka berbasa-basi. Sehingga wajar kalau ia langsung berlaku serius meskipun Shin Shui baru tiba.
"Kau benar, memang ada sesuatu yang serius. Bahkan sangat serius," kata Shin Shui sungguh-sungguh.
Semua orang yang ada si sana langsung tegang. Kalau Shin Shui sudah mengubah ekspresi wajahnya menjadi seperti ini, maka tak seorang pun yang berani bermain-main.
"Tentang apa itu?" tanya Kaisar Wei An yang sudah memasang wajah tegang.
"Kelangsungan hidup Kekaisaran Wei,"
Suasana di sana semakin tegang. Bahkan nafas mereka terasa terhenti seketika.
"Lanjutkan Pahlawan, jangan buat kami penasaran," kata Penasihat Mu Ying.
"Baik, aku serius. Sebentar lagi, mungkin dalam waktu kurang dari dua sampai tiga tahun, Kekaisaran Wei akan mengalami malapetaka yang lebih hebat daripada sepuluh tahun terakhir. Guruku menyampaikan hal ini lewat mimpi, dan sebagian tandanya sudah aku temukan. Beberapa hari lalu aku membunuh sembilan orang mencurigakan. Menurut pengakuannya, mereka di suruh seseorang untuk menyelidiki sekte-sekte yang ada di negeri kita," ucap Shin Shui sambil menceritakan semuanya.
"Kau serius Pahlawan?"
"Sejak kapan aku menjadi seorang pembohong?"
"Baik, maafkan aku. Lanjutkan," kata Penasihat Mu Ying.
"Perang besar yang lebih hebat akan segra terjadi. Aku harap kita segera melakukan persiapan mulai dari sekarang. Ramalan ini sudah pasti akan terbukti, aku berani menjamin,"
"Lalu, siapa yang akan menyerang Kekaisaran kita?" tanya Kaisar Wei An.
"Ada dua Kekaisaran. Yaitu Kekaisaran Tang dan Kekaisaran Sung,"
"Braggg …"
Kaisar Wei An menggebrak mejanya. Wajahnya benar-benar menunjukkan keterkejutan. Semua orang kaget tak percaya dengan ucapan Shin Shui barusan.
###
Jangan lupa likenya ya. Btw, tolong bantu naikon rate😀ada aja orang yang jail di karya baru wkwk☕
Salam untuk semuanya☕
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 447 Episodes
Comments
zevs
12
2024-04-09
0
Whybisana
mana mcnya nie...kok sinsui
2022-06-29
2
Erna Sukma
Tenanh kaisar jangan marah2 aq kan takut
2021-09-26
1