“Aku ingin menanyakan sesuatu padamu, Mega,” ujar Joko.
“Tanyalah,” kata Mega Kencani seraya tersenyum manis untuk Joko yang hanya bisa ia pandang bibir merahnya. Lalu ucapnya, “Ah, bibir merahmu saja membuatku deg deg degan.”
Namun, Joko tidak mempedulikan kata-kata terakhir Mega yang ditujukan hanya untuk dirinya.
“Tadi kau menyebut nama Setan Genggam Jiwa. Apakah kau benar adalah muridnya?” tanya Joko.
“Benar,” jawab Mega Kencani langsung. “Apakah kau mengenal guruku?”
“Tidak, hanya namanya saja. Aku mendapat tugas dari guruku untuk menyampaikan sebuah pusaka milik gurumu,” kata Joko.
“Jika begitu, serahkan saja kepadaku. Nanti aku yang menyampaikan kepada guruku,” kata Mega Kencani sambil tadahkan tangan meminta kepada Joko.
“Tidak bisa, sebab benda itu harus aku sampaikan langsung kepada gurumu. Aku harap kau mau mengantarku ke kediaman gurumu.”
“Oh tentu aku akan mengantarmu. Aku berutang nyawa kepadamu. Jangankan mengantarmu ke kediaman Guru, jiwa ragaku pun akan aku serahkan jika kau sudi,” kata Mega Kencani seraya tertawa-tawa kecil.
“Terima kasih,” ucap Joko.
“Ayo kita pergi ke kediaman guruku!” ajak Mega Kencani lalu lebih dulu berjalan pergi.
Joko Tenang mengikuti, tapi tetap menjaga jarak. Mereka berjalan berdampingan, tapi kurang enak dipandang, karena terpisah agak jauh seperti itu. Mega Kencani terkadang sesekali bergurau dengan melompat ke dekat Joko, membuat Joko langsung melompat menjauh pula. Gadis itu hanya tertawa nyaring melihat reaksi Joko jika didekati.
“Jika kau terus menggodaku seperti itu, biar aku berusaha sendiri mencari kediaman gurumu,” kata Joko agak kesal.
“Baik, aku tidak akan menggodamu seperti itu,” kata Mega Kencani. “Boleh aku tahu, benda pusaka apa yang gurumu titipkan kepadamu untuk guruku?”
“Sebuah keris yang bernama Pusaka Serap Sakti. Namun, senjata itu sangat berbahaya jika jatuh ke tangan orang jahat,” jawab Joko.
“Itu berarti senjata itu sangat hebat. Siapa gurumu, Joko?” tanya Mega Kencani.
“Ki Ageng Kunsa Pari.”
“Oh, tokoh sakti aliran putih itu. Wah, aku jadi beruntung bisa bertemu dengan muridnya yang juga luar biasa. Luar biasa tampannya,” kata Mega Kencani seraya tertawa senang sendiri.
Tiba-tiba Joko Tenang berbalik. Lengan kanannya menghentak. Dari telapak tangan kanannya melesat sinar merah berbentuk pisau yang langsung menghantam sebulat sinar biru yang mengarah punggung Mega Kencani.
Blaar!
Ledakan sinar terjadi yang tenaganya membuat Joko terjajar tiga tindak dan juga membuat Mega Kencani terdorong setindak. Sementara itu, ada suara benda besar jatuh di balik semak belukar yang cukup tinggi. Joko segera melompat ke arah semak belukar untuk melihat ada siapa di sana.
Wuss!
Serangkum angin keras justru datang menyerang dari balik semak belukar di saat Joko masih di udara. Tubuh Joko pun terhempas jauh ke belakang.
Bdark!
Punggung Joko yang dilapisi oleh rompi pusaka, keras sekali menghantam batang pohon lalu jatuh berdebam di bumi.
“Keluar kau, Setan!” teriak Mega Kencani kepada orang di balik semak liar.
“Aku membutuhkan nyawamu, Mega Kencani!” seru satu suara dari balik semak liar.
Sesaat kemudian, semak liar tersibak oleh keluarnya seorang lelaki berusia separuh abad. Wajahnya penuh bopeng, membuatnya terlihat menyeramkan. Pakaiannya hanya celana merah dan kain berwarna sama yang diselempangkan menyilang ke bahunya. Uniknya, kedua kaki besarnya yang tidak bersandal berbentuk seperti kaki katak raksasa dan berwarna hijau.
“Mungkin dia yang bernama Iblis Kaki Katak,” membatin Joko yang sudah tegak berdiri tanpa luka sedikit pun.
“Benar dugaanku, kau pun ikut disewa oleh Demang Rubagaya, Kaki Katak. Kau sama bodohnya dengan Nenek Kerdil Raga yang mau diperalat oleh Si Demang itu,” kata Mega Kencani.
“Hahaha!” Lelaki yang memang bernama Iblis Kaki Katak itu justru tertawa. “Kau jangan memperalatku dengan mengadu balik aku dengan Demang. Sudah mau mati, tapi masih juga kau mau berbuat licik.”
“Iblis Katak bodoh!” maki Mega Kencani. “Seandainya kau membunuhku, maka kau tidak akan tahu bahaya besar apa yang mengancammu!”
“Bahaya besar apa yang kau tahu terhadap diriku?” tanya Iblis Kaki Katak mulai terpengaruh, pandangannya sinis kepada gadis cantik yang berdiri sepuluh langkah di depannya.
“Jika tidak salah, kau memiliki senjata rahasia yang bernama Jarum Beku Jantung?” tanya Mega Kencani mulai memainkan politiknya.
Mendeliklah sepasang mata Iblis Kaki Katak mendengar pertanyaan itu.
“Benar,” jawab Iblis Kaki Katak.
“Anggaplah aku memberi tahu kepadamu sebagai upayaku untuk tidak mati cepat di tanganmu dan di tangan Nenek Kerdil Raga. Dengarkan baik-baik. Untuk menyingkirkan orang yang dapat mengancamnya, Demang Rubagaya memperalat kalian agar bisa membunuhku, karena aku mengetahui rahasia jahatnya. Bila aku tetap hidup, rencana liciknya akan mungkin terungkap. Dan sayangnya lagi, rencana licik itu sangat berhubungan dengan kalian. Kalianlah yang menjadi target sebenarnya dari Demang,” ujar Mega Kencani.
“Aku tidak percaya!” sentak Iblis Kaki Katak.
“Kau boleh tidak percaya, tapi kenyataannya aku tahu bahwa Demang Rubagaya mengincar Jarum Beku Jantung milikmu. Tentunya kau tidak akan memberi cuma-cuma senjata rahasiamu itu kepada Demang? Karenanya, tidak ada cara lain bagi Demang untuk mendapatkannya, kecuali dengan cara membunuhmu.”
“Membunuhku? Kurang ajar besar!” rutuk Iblis Kaki Katak. Namun kemudian ia masih ragu. “Tapi, untuk apa Demang menginginkan jarum rahasiaku? Bukankah kesaktiannya sudah cukup?”
“Demang berniat menciptakan sebuah senjata hebat. Untuk itu, ia membutuhkan Pil Gerogot Jantung milik Nenek Kerdil Raga dan Jarum Beku Jantung milikmu. Ia juga membutuhkan beberapa senjata pusaka milik beberapa orang sakti lainnya,” jelas Mega Kencani.
“Kau berbohong!” tuding Iblis Kaki Katak.
“Benar-benar tua bodoh!” maki Mega Kencani pelan. Lalu katanya lagi, “Jika hanya mau membunuhku karena aku mengetahui bahwa Demang lah yang membunuh istrinya sendiri, untuk apa menyewa kalian? Cukup Pendekar Kucing Demang yang ditugaskan. Jika kau membunuhku sekarang juga, seperti kau sedang menggarami laut. Tapi ingat, aku didampingi oleh kekasihku yang sakti.”
Seraya tersenyum kecil, Mega Kencani melirik Joko Tenang yang hanya diam mendengarkan permainan lisan si gadis.
“Baik, baik, baik. Tapi ingat, jika kau dusta, tidak ada kesempatan lolos lagi nyawamu!” ancam Iblis Kaki Katak.
“Aku tunggu!” kata Mega Kencani seraya tersenyum sinis.
Dengan pikiran yang bimbang, Iblis Kaki Katak melangkah meninggalkan Mega Kencani. Namun, ketika berjalan di depan Joko Tenang, orang tua itu berhenti sejenak seraya memandangi sosok Joko dari bawah kaki hingga pucuk capingnya.
“Kau boleh juga, anak muda,” ucap Iblis Kaki Katak memuji.
Joko Tenang hanya tersenyum kepada Iblis Kaki Katak yang kemudian lenyap begitu saja. Di mata Mega Kencani, Iblis Kaki Katak memang lenyap begitu saja, tapi tidak bagi mata Joko. Joko bisa melihat sosok orang tua itu melesat ke timur.
“Ayo!” ajak Mega Kencani.
“Kau membohonginya lagi?” tanya Joko kepada si gadis.
Mega Kencani hanya menjawab dengan tawanya.
“Setelah menyerahkan pusaka itu kepada guruku, kau mau ke mana lagi?” tanya Mega Kencani.
“Aku akan pergi mencari sahabat-sahabatku yang dulu jatuh ke jurang dan mengembara untuk menegakkan kebenaran di muka bumi,” jawab Joko.
“Wow, mulia sekali cita-citamu, Joko. Kau membuatku tambah suka kepadamu,” kata Mega Kencani seraya tertawa lagi. “Tapi, mengenai temanmu, apakah mereka masih hidup padahal mereka jatuh ke jurang?”
“Seorang sakti telah menyelamatkan mereka, tapi aku tidak tahu siapa,” jawab Joko.
“Aku lapar. Sebelum kita ke pondok guruku, kita mampir dulu ke kedai di balik bukit ini,” kata Mega Kencani.
“Jika kau bercerita palsu, bagaimana kau bisa tahu Nenek Kerdil memiliki Pil Gerogot Jantung dan Iblis Kaki Katak memiliki Jarum Beku Jantung?” tanya Joko.
“Aku sudah sering berurusan dengan tokoh-tokoh sakti aliran hitam seperti dua orang tua itu. Jadi kau tidak perlu heran jika aku tahu banyak tentang apa yang mereka miliki.” (RH)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 413 Episodes
Comments
Budi Efendi
mantap
2023-01-07
1
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
untung aja yg di goda si Joko, coba kalo onel nya langsung di tubruk nya 😂✌️
2022-11-11
1
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
beeh nyai kencai, ngomong nya saru, jiwa raga ku serahkan ke pada mu
2022-11-11
1