6. Kanaya

Ya, seharusnya saat itu aku tidak mengikuti langkah gadis itu. Tidak berlari kearah rumah sakit. Tidak melompat ke pintu yang sangat terang. Seharusnya aku tidak memilih hidup kembali. Jika pada akhirnya, aku membawa malapetaka kepada keluargaku sendiri. Mengingat hal itu, aku sungguh menyesal.

.

.

.

Hot News

HILANGNYA YOUTUBER SEBELUM PESTA HOLLOWEEN

Seorang Youtuber ternama, Dimas (25) di laporkan hilang sejak tanggal 29 Oktober. Menurut informasi yang kami peroleh, keberadaan Dimas bersama dua temannya, Kuncoro (27) dan Bobi (24) terakhir kali melakukan syuting live streaming disebuah rumah tua yang tidak berpenghuni. Banyak dari para penggemar setia Dimas menduga jika ia dan teman-temannya di culik makhluk halus. Namun pihak polisi akan segera mencari tau kebenaran asli dari misteri hilangnya Dimas

Baca juga

·         Inilah video terakhir Dimas sebelum dinyatakan hilang

·         Dimas hilang? Apakah ini prank lagi?

***·         Ciri-ciri rumah bekas persugihan ala Hiro**ta***

·         Arinda dan fashion week di kota Paris

Kolom Komentar (134

komentar)

@monalisa pasti di culik hantu. Itukan rumah bekas persugihan

.

.

Berita hilangnya Dimas dan dua temannya terus menjadi pembicaraan bagi semua orang. Dimas dan dua temannya pasti di culik oleh makhluk gaib. Dimas menjadi tumbal. Itulah yang mereka yakini.

Terlebih lagi, potongan video live streaming terakhirnya beredar dimana-mana. Banyak para konten kreator yang juga mulai mengeluarkan teori mereka berdasarkan video tersebut. Mereka semua memperhatikan Dimas.

Keluarga merasakan kesedihan, para penggemar turut merasakan kehilangan, para haters mulai ber-argumen dan para kontet kreator lainnya menjadikan kesempatan ini untuk mencuri perhatian agar rating mereka naik.

Mereka sama-sama mencari tau dan mengira-ngira, dimanakah Dimas? Tapi tidak ada jawaban yang pasti atas semua perkiraan tersebut. Namun seorang pelajar mengetahuinya, namun dia memilih untuk tidak ikut campur.

“Kanaya! Lo udah dengar belum, kalau kak Dimas hilang??” seorang pelajar dengan pakaian seragam SMP menghampiri gadis bertubuh tinggi dan berambut panjang.

Gadis itu juga mengenakan seragam yang sama. Di sisi bahu kanannya terdapat tulisan SMP Bougenville. Ia memperhatikan raut wajah temannya yang sangat terpukul.

Namun sayangnya, gadis bernama Kanaya ini tidak begitu paham apa yang dipikirkan oleh temannya.

“Dimas siapa?” tanya Kanaya.

“Itu loh, Kak Dimas yang ganteng. Dia itu kontent kreator yang biasa melakukan penelusuran tempat-tempat angker. Yang ikutin videonya dia tuh udah sampe lima juta pengikut... kamu ga tau?” jelas temannya dengan seragam bertagname, Lia.

“Ooo ya, maaf. Aku kira Dimas yang mana.” Kanaya melanjutkan langkahnya menuju kelas Tiga A. Lia yang tidak terima mendapat respon biasa dari Kanaya lansung mengikuti gadis tersebut.

Kanaya memang dingin. Bagi beberapa orang yang belum mengenalnya juga menilainya sangat sombong.

Wajahnya yang cantik, rambut yang lurus panjang hingga menutupi bahu dan badan yang tinggi, kerap membuat orang lain berpresepsi semaunya. Tapi sekali lagi, gadis ini tetap tidak peduli.

Dia cuek dengan semua hal, termasuk penampakan yang sering melintas di gedung sekolahnya.

“Naya, kamu tuh harus lihat videonya dulu. Menurut kamu apa gitu...!” desak Lia.

Kanya menaruh ranselnya. Dia menatap Lia dengan sedikit kesal.

“Hahaha... meminta pendapat Kanaya? Sama aja nanya sama tembok.” Ledek Bianka. Gadis yang dari awal memang tidak suka dengan Kanaya.

“Lagian Kanaya sama sekali gak tertarik dengan yang hantu-hantu.” Sambung Veni, teman julid Bianka.

Lia mengerucutkan bibirnya. Tapi dua julid itu masih terus berceloteh. “Heh, Lia! Lo harus buka mata. Biar ga menyedihkan. Paham!” ucap Bianka yang menatap Lia dengan sangat kasihan.

Lia hanya bisa diam seribu bahasa. Kemudian ia menatap kearah Kanaya yang sama sekali tidak peduli dengan ucapan Bianka atas dirinya.

Tidak ada pembelaan. Lia mulai menatap sedih kearah Kanaya. Dia meninggalkan gadis yang terkenal sangat dingin itu di bangkunya.

Kanaya yang bersikap diam itu terus menatap Bianka dan Veni yang sekarang berbicara dengan anak kelas lainnya. Mata kucing gadis itu terus memperhatikan raut wajah dan garis bibirnya yang terus mengembang.

Bagi yang lain, Bianka dan Veni anak yang asyik, sangat populer dan juga lucu. Namun Kanaya dapat melihat hal lain.

“Menyedihkan!” gumam gadis itu tersenyum sinis.

Bianka melihat senyuman Kanaya walau sekilas. Entah kenapa gadis itu merasa terganggu. Dia dengan segala pesona gadis populer lansung menghampiri Kanaya.

Dengan emosi yang meledak tanpa alasan yang jelas, ia memukul meja Kanaya.

BLAM!!

Semua yang ada dikelas seketika terkejut. Begitu juga dengan Lia yang posisinya cukup jauh dari mereka berdua.

Namun anehnya Kanaya sama sekali tidak bergeming. Dia menatap mata Bianka tanpa emosi. Wajah dingin dan datar. Hal itu membuat Bianka semakin kesal.

“Apa masalah lo?” bentak Bianka.

Kanaya melipat tangannya diatas dada. Hal itu semakin membuat Bianka kesal, ia merasa jika gadis yang terkenal dengan sebutan putri salju itu menantangnya.

“Lo menatap gue sejak tadi dan lo tersenyum sinis kearah gue. Apa menurut lo gue ini lelucon?” tanya Bianka dengan mata melotot.

Saat Kanaya membalas tatapan gadis itu, ia lansung melihat hal lain di benaknya. Suara berisik menggema di kepalanya. Bianka teriak, lalu menangis. Sebuah pukulan keras dan juga umpatan kasar.

“MATIKAU! Anak tidak berguna!”_ “KAU yang harusnya MATI!”_”BRAK!!!”_”GYAHAHA!!!”_”GYAAAA!!!”

Kanaya lansung mengalihkan pandangannya. Dia selalu mendapati gambaran dan juga suara yang berisik setiap menatap gadis yang selalu terlihat sempurna.

Semakin lama ia menatap gadis didepannya, maka suara-suara itu semakin berisik dan mengganggu.

“Ya lo harus menundukkan kepala angkuh lo dan belajarlah beretika!” ucap Bianka. Dia meninggalkan Kanaya dan kembali duduk di bangkunya.

Semua yang melihat juga tidak berani berkata apa-apa. Pemandangan itu sudah setiap hari mereka lihat.

Bianka tidak akan melewatkan satu kesempatan membentak atau menjulid Kanaya. Walau terlihat sangat keterlaluan, tapi mereka juga enggan membela Kanaya.

Sikap Kanaya yang pendiam dan dingin itu membuat mereka memilih menjaga jarak. Seolah ada tembok tebal dan besar yang mengelilingi gadis itu. Namun sejauh ini, tindakan Bianka belum kearah fisik. Hanya berupa gertakan.

“Selamat pagi anak-anak!” seorang guru masuk dan telah mempersiapkan materi ajar.

Semua siswa secara otomatis lansung mengalihkan fokusnya kedepan. Mereka mengabaikan amarah Bianka dan sifat dingin Kanaya untuk sementara.

.

.

.

Waktu istirahat yang biasa saja bagi Kanaya. Dia sedikit merasa damai dengan kesendiriannya.

Kanaya bisa menikmati makan siangnya diatas atap gedung sekolah seorang diri. Dua bungkus roti dan satu kotak jus apel dirasa cukup untuk mengisi perutnya.

Dia menatap langit dengan pandangan kosong.

“Kenapa gue hidup?” tanyanya pada dirisendiri. Ia melihat pergelangan tangannya yang ramping.

“Kenapa gue yang seperti ini?” tanyanya lagi.

TUK TUK TUK

Ia melihat kearah toren sekolah yang berukuran sangat besar. Bunyi itu kerap sekali timbul saat dia seorang diri.

“Kau juga bosan, hah?” tanya Kanaya kearah Toren tersebut.

Seorang gadis muncul dari balik sana. Ia mengenakan seragam sekolah yang sama. Bedanya, seragam itu terlihat lusuh dan lecek.

Begitu wajahnya yang menghitam dengan rambut terurai menutupi sebagian wajahnya. Yang lebih beda lagi adalah setiap langkah gadis yang tak pernah menapak itu selalu meninggalkan jejak kaki yang basah oleh air.

Kemudian gadis itu mengenakan ikat pinggang yeng terbuat dari rantai. Bisa dikatakan dia adalah arwah yang mati di bunuh di dalam toren dengan cara di tenggelamkan.

Gadis itu menampakkan diri dan hanya berdiri diam. Kepalanya mengangguk menjawab pertanyaan Kanaya.

“Gue punya cerita, apa lu mau dengar?” tanya Kanaya tersenyum simpul. Dia terlihat sedikit lebih cair jika bertemu gadis itu.

“Oke, ini seorang parasit yang selalu mengikutiku selama jampir tiga tahun ini. Hari ini dia tidak mendekatiku. Tapi dia akan menggungguku dengan cara lebih menjengkelkan. Apa kau tau itu apa?” tanya Kanaya.

“Ya itu di sebut balas dendam karena merasa di khianati. Padahal tidak ada yang menghianatinya!” ucap Kanaya. Arwah yang diajak bicara itu hanya diam mematung.

TEEEETTTTT

Bel sekolah kembali mengaung. Menandakan semua siswa untuk kembali.

Kanaya tidak ingin ada masalah dengan datang terlambat disetiap sesi pelajaran. Selalu berada di zona aman setidaknya membuatnya aman.

Dia tidak mau ada kontak lansung dengan mereka disekolah ini. Tanpa pamit, Kanaya lansung pergi.

Ia menuruni satu-satunya anak tangga menuju lantai dimana kelasnya berada. Saat itu juga, sesuai firasat yang ia rasakan dari pagi terjadi.

Bianka dan Veni seperti biasa berjalan melewati tiap kelas dengan tawa yang lepas. Kemudian ada Lia yang juga ada di antara mereka.

Kanaya melewati mereka.

Trrrr...

Kanaya melihat layar hp-nya. Disana tertulis sebuah pesan masuk dari kontak bernama Ardaya.

“Sudah melihat video nya?”

Kemudian pesan berikutnya masuk. Sebuah Video berdurasi tiga puluh detik. Kanaya tidak bermaksud untuk mengunduh video tersebut. Tapi kontak person bernama Ardaya itu mengirimnya sebuah pesan.

“Nenek!”  jawabnya singkat.

Kanaya membulatkan matanya. Seolah ia paham “nenek” di tujukan untuk siapa.

“Ayah harus tau?” tanya Ardaya.

“Diam saja!” balas Kanaya. Ia mematikan layar smartphonenya dan kembali berjalan ke kelas dengan pesona misterius dan dingin.

.

.

.

Pesta jailangkung 2/ bersambung...

Terpopuler

Comments

L_K712

L_K712

mantull thorr langsung up lagi donk 😆😆

2020-11-23

1

Wika Harman

Wika Harman

waduh, makin seru thorr

2020-11-23

1

Fah3751

Fah3751

makin.penasaran

2020-11-23

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!