CHAPTER 9

HOSH.. HOSH.. HOSH..

Miya terduduk dengan napas terengah setelah mendapatkan mimpi buruk tentang Kingston. Masih teringat dengan jelas oleh Miya, dalam mimpi itu Kingston tergeletak bersimbah darah karena ia menikam jantungnya berkali-kali.

"Mungkinkah terjadi sesuatu padamu?" lirih Miya.

Miya menoleh ke arah meja kecil di samping ranjangnya. Tampak ia ragu untuk meraih ponselnya yang ada di atas meja itu dan memutuskan kembali menarik selimutnya. Namun belum lama ia terlelap, mimpi buruk itu kembali datang.

Miya berteriak, "jangan.."

Miya terduduk ketakutan dan langsung meraih ponselnya. Sembari menyeka keringat di dahinya, ia mencoba menelepon seseorang.

"Apa? Kenapa? Kau bermimpi buruk lagi?" tanya Ramsey sambil menguap.

Miya tak menyanggah. Ia membiarkan teman dekat perempuan satu-satunya itu terus berbicara demi mendapatkan ketenangannya kembali.

"Jika dia terus datang ke mimpimu, berarti ada sesuatu. Telepon dia dan cukup dengarkan suaranya saja. Jangan sampai menyesal."

Miya terdiam ketika Ramsey mengakhiri panggilannya. Ia menghela napas dalam-dalam, lalu menekan beberapa digit angka yang hingga kini masih diingatnya di luar kepala. Jantungnya langsung terasa nyeri saat ia mendengar nada tersambung dari panggilan itu.

TUT.. TUT.. TUT..

Miya melirik jam dinding. "Ah, jam satu pagi. Kau pasti sedang beristirahat. Selamat beristirahat, Kingston."

...***...

Saat ini aku sedang duduk berhadapan dengan Ayah, Susan, dan seorang pria yang baru kuketahui namanya hari itu, Chin Mae. Selama hampir satu jam tak ada seorang pun yang bersuara.

"Jadi, apa yang akan kau lakukan kali ini?" tanya Ayah akhirnya.

Aku beranjak. "Hanya ingin membesuk."

"Kau menemukannya?" tanya Ayah lagi.

"Tidak, ia yang menemukanku."

"Kau pasti tahu jika Ayah tak akan tinggal diam, bukan?"

Mendengar itu sontak membuat langkahku terhenti. Aku berbalik dan tersenyum pada Ayah yang terlihat seperti orang yang sedang kebakaran jenggot.

"Coba saja. Jika tempo hari kubuat tembakanku meleset, di kesempatan yang akan datang pasti akan kubuat tepat sasaran."

BRAK!

"Dia sungguhan. Aku menjaminnya dengan lencanaku. Ah tidak, kujamin dengan kepalaku."

"Pergilah jika kau ada di pihak bocah berandalan itu," balas Ayah pada Chin Mae.

Chin Mae beranjak. "Dengan senang hati."

...***...

Sore itu, tampak Miya sedang berjalan keluar dari sebuah universitas sambil sibuk menatap layar ponselnya. Ia hendak menuju halte bis yang berada tak jauh darinya. Fokusnya pada ponsel itu terhenti ketika ia dapati rintik hujan mulai turun.

"Lama tidak bertemu, gadis kecil," gumamku dalam hati sambil memandanginya dari kejauhan.

Terlihat Miya sibuk mengusap basah bekas rintikan hujan dari ponsel, rambut dan pakaiannya. Mataku enggan berkedip memandangi gadis kecil yang sudah tidak lagi kecil itu. Tubuh kecilnya kini sudah sangat berisi, rambut ikal hitamnya juga bertambah panjang, dan kak-kakinya tampak sangat cantik mengenakan heels.

Jeff menyenggolku. "Hei, sampai kapan kau hanya akan memandanginya saja seperti seorang idiot?"

Aku tertawa mendengar itu dari Jeff. Suasana hatiku yang sejak beberapa hari lalu terasa tidak karuan, membaik seketika hanya dengan memandangi Miya dari kejauhan seperti sekarang. Dengan sabar aku menanti mata kami saling bertemu.

"Aku juga akan mengamuk kesetanan jika yang kucari seperti gadis itu."

"Benar sekali. Kurasa lebih tepat jika menyebutnya seorang dewi," balas Jessica pada Paul.

Hujan turun semakin deras. Tampak Miya menikmati hujan itu sambil mengayun-ayunkan kakinya yang menggantung di kursi halte. Aku sudah merasa tidak tenang karena ingin segera berlari menujunya. Penantianku pun terbayarkan ketika akhirnya mata kami saling bertemu.

DEG! DEG! DEG!

"Hei, kenapa gadis itu lari?" tanya Elizabeth.

Aku tidak bergeming dari tempatku dan hanya memandangi Miya yang langsung berlari dengan tergesa sesaat setelah melihatku. Aku tersenyum getir mendapati sosoknya yang semakin mengecil hingga akhirnya tak terlihat lagi.

Aku bergumam lagi dalam hati. "Kau tidak akan pernah bisa lari dariku untuk yang kedua kalinya, Miya."

Kini sosok kecil Miya sama sekali sudah tidak terlihat, namun bisa kurasakan ia masih ada di sekitarku. Sengaja aku memperlambat langkahku karena tidak ingin meninggalkan luka pada kaki-kaki cantiknya itu.

Paul menepuk bahuku. "Di sana. Gadis itu menuju stasiun kereta."

Aku melihat Miya masih berlari dengan sekuat tenaga melewati jembatan penyeberangan. Ia yang sedikit pun tidak menoleh padaku membuatku sangat resah. Lalu tanpa ragu, kuterobos lampu pejalan kaki yang saat ini masih berwarna merah.

"Hei, Kingston tunggu! Hei kau, dasar orang gila sialan! Hei!" seru Jeff.

TIN.. TIN.. TIN..

Terpopuler

Comments

🌹Dina Yomaliana🌹

🌹Dina Yomaliana🌹

mimpi mu berarti kalau Bang King sekarang sedang berusaha mencari keberadaan kamu Miya😌😌😌 dan yg bersimbah darah di dunia nyata bukan Bang King, tapi ayahanda nya yg ditembak😌

haduh, lari2 di bawah guyuran air hujan udah kayak Anjeli dan Rahul di film kuch kuch hota hei aja😂😂 awas Bang King, ada mobil lewat jangan sampe nabrak ntar mobil nya berguling guling kek kambing guling😂😂😂🤭🤭🤭🤭

2021-10-25

0

Arthi Yuniar

Arthi Yuniar

Kenapa Miya lari saat bertemu Kingston?

2021-04-23

0

Ika Sartika

Ika Sartika

semangat

2021-04-02

0

lihat semua
Episodes
1 PROLOGUE
2 CHAPTER 1
3 CHAPTER 2
4 CHAPTER 3
5 CHAPTER 4
6 CHAPTER 5
7 CHAPTER 6
8 CHAPTER 7
9 CHAPTER 8
10 CHAPTER 9
11 CHAPTER 10
12 CHAPTER 11
13 CHAPTER 12
14 CHAPTER 13
15 CHAPTER 14
16 CHAPTER 15
17 CHAPTER 16
18 CHAPTER 17
19 CHAPTER 18
20 CHAPTER 19
21 CHAPTER 20
22 CHAPTER 21
23 CHAPTER 22
24 CHAPTER 23
25 CHAPTER 24
26 CHAPTER 25
27 CHAPTER 26
28 CHAPTER 27
29 VISUAL
30 CHAPTER 28 - SPECIAL
31 CHAPTER 29
32 CHAPTER 30
33 CHAPTER 31
34 CHAPTER 32
35 CHAPTER 33
36 CHAPTER 34
37 CHAPTER 35
38 CHAPTER 36
39 CHAPTER 37
40 CHAPTER 38
41 CHAPTER 39
42 CHAPTER 40
43 CHAPTER 41
44 CHAPTER 42
45 CHAPTER 43 - BONUS VISUAL
46 CHAPTER 44
47 CHAPTER 45
48 CHAPTER 46 & PENGUMUMAN
49 CHAPTER 47
50 CHAPTER 48
51 CHAPTER 49
52 CHAPTER 50
53 CHAPTER 51
54 CHAPTER 52
55 CHAPTER 53
56 CHAPTER 54
57 CHAPTER 55
58 CHAPTER 56
59 CHAPTER 57
60 CHAPTER 58
61 CHAPTER 59
62 CHAPTER 60
63 CHAPTER 61
64 CHAPTER 62
65 CHAPTER 63
66 CHAPTER 64
67 CHAPTER 65
68 CHAPTER 66
69 CHAPTER 67
70 PENGUMUMAN
71 CHAPTER 68
72 CHAPTER 69 & PENGUMUMAN
73 CHAPTER 70
74 CHAPTER 71
75 CHAPTER 72
76 CHAPTER 73
77 CHAPTER 74
78 CHAPTER 75
79 CHAPTER 76
80 CHAPTER 77
81 CHAPTER 78
82 CHAPTER 79
83 CHAPTER 80
84 CHAPTER 81
85 CHAPTER 82
86 CHAPTER 83
87 CHAPTER 84
88 CHAPTER 85
89 CHAPTER 86
90 CHAPTER 87
91 CHAPTER 88
92 CHAPTER 89
93 CHAPTER 90
94 CHAPTER 91
95 CHAPTER 92
96 CHAPTER 93
97 CHAPTER 94
98 CHAPTER 95
99 CHAPTER 96
100 CHAPTER 97
101 CHAPTER 98
102 CHAPTER 99
103 CHAPTER 100
Episodes

Updated 103 Episodes

1
PROLOGUE
2
CHAPTER 1
3
CHAPTER 2
4
CHAPTER 3
5
CHAPTER 4
6
CHAPTER 5
7
CHAPTER 6
8
CHAPTER 7
9
CHAPTER 8
10
CHAPTER 9
11
CHAPTER 10
12
CHAPTER 11
13
CHAPTER 12
14
CHAPTER 13
15
CHAPTER 14
16
CHAPTER 15
17
CHAPTER 16
18
CHAPTER 17
19
CHAPTER 18
20
CHAPTER 19
21
CHAPTER 20
22
CHAPTER 21
23
CHAPTER 22
24
CHAPTER 23
25
CHAPTER 24
26
CHAPTER 25
27
CHAPTER 26
28
CHAPTER 27
29
VISUAL
30
CHAPTER 28 - SPECIAL
31
CHAPTER 29
32
CHAPTER 30
33
CHAPTER 31
34
CHAPTER 32
35
CHAPTER 33
36
CHAPTER 34
37
CHAPTER 35
38
CHAPTER 36
39
CHAPTER 37
40
CHAPTER 38
41
CHAPTER 39
42
CHAPTER 40
43
CHAPTER 41
44
CHAPTER 42
45
CHAPTER 43 - BONUS VISUAL
46
CHAPTER 44
47
CHAPTER 45
48
CHAPTER 46 & PENGUMUMAN
49
CHAPTER 47
50
CHAPTER 48
51
CHAPTER 49
52
CHAPTER 50
53
CHAPTER 51
54
CHAPTER 52
55
CHAPTER 53
56
CHAPTER 54
57
CHAPTER 55
58
CHAPTER 56
59
CHAPTER 57
60
CHAPTER 58
61
CHAPTER 59
62
CHAPTER 60
63
CHAPTER 61
64
CHAPTER 62
65
CHAPTER 63
66
CHAPTER 64
67
CHAPTER 65
68
CHAPTER 66
69
CHAPTER 67
70
PENGUMUMAN
71
CHAPTER 68
72
CHAPTER 69 & PENGUMUMAN
73
CHAPTER 70
74
CHAPTER 71
75
CHAPTER 72
76
CHAPTER 73
77
CHAPTER 74
78
CHAPTER 75
79
CHAPTER 76
80
CHAPTER 77
81
CHAPTER 78
82
CHAPTER 79
83
CHAPTER 80
84
CHAPTER 81
85
CHAPTER 82
86
CHAPTER 83
87
CHAPTER 84
88
CHAPTER 85
89
CHAPTER 86
90
CHAPTER 87
91
CHAPTER 88
92
CHAPTER 89
93
CHAPTER 90
94
CHAPTER 91
95
CHAPTER 92
96
CHAPTER 93
97
CHAPTER 94
98
CHAPTER 95
99
CHAPTER 96
100
CHAPTER 97
101
CHAPTER 98
102
CHAPTER 99
103
CHAPTER 100

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!