Bagian 16 : Marni 2

Sebelum baca LIKE dan SHARE dulu ya, bantu penulis agar semakin banyak yang baca dan dukung penulis.

______________________________________________

Kematian Marni gempar, seluruh warga yang membantu proses pemakaman tidak kuat memandikan tubuhnya, jasadnya sangat bau dan kotor, saat ini orang melihat dia persis seperti yang dia katakan, wajahnya melepuh dan kulitnya keriput, itu semua karena dia memang kurang gizi, efek dari tidak mau makan dan minum.

Orang melihat apa yang Marni lihat setiap hari pada dirinya, tapi mereka lihat justru di akhir hidup Marni, Marni sendirilah yang membuat kondisi tubuhnya menjadi senyata apa yang dia halusinasikan.

Setelah pemakaman, semua warga kembali hidup seperti biasa, yang berbeda hanya, sudah tidak ada kembang desa yang cantik dan pintar lagi di sana, tidak ada yang mau tahu apa yang terjadi pada Marni, yang tertinggal hanya Bapak dan Ibunya yang kesepian, tanpa putri yang merupakan harapan satu-satunya untuk menopang hidup mereka di masa tua nanti.

7 hari setelah kematian Marni, kampung kembali gempar, hari itu hari jumat, malam terasa lebih dingin dari biasanya, para petugas ronda pun merasa bahwa malam ini terasa sepi sekali, tidak ada suara serangga sekaipun. Petugas ronda itu ada 3 orang, setelah mengitari komplek mereka memutuskan untuk beristirahat di pos, waktu menunjukan pukul 1 dini hari.

“Malam Pak .... “ Seorang perempuan yang wangi sekali menyapa ketiga petugas ronda itu.

Mereka semua otomatis berpaling.

“Malam, mau kemana Neng Marni?” Seorang petugas ronda mengenalinya.

“Mau pulang .... “ Marni menjawab dengan suara yang mendayu-dayu dan wajah menyeringai.

“Udah malem banget ini, mau dianter?” seseorang menawarkan diri.

“Iya dianter aja Neng.” Yang lain menimpali sembari menggoda.

Lau akhirnya salah satu dari mereka mengantar Marni untuk pulang.

Setelah Marni dan salah satu pemuda tidak terlihat lagi, seorang petugas ronda tiba-tiba berkeringat dingin dan menyadari sesuatu.

“Bu-bukannya Marni ... udah meninggal?” Dia berkata dengan pelan dan terlihat sedikit lingung.

“Astagfirullah .... “ pemuda yang lain ketakutan ketika dia juga baru menyadari bahwa wanita yang mereka sapa itu, sebenarnya sudah meninggal.

Bau yang tadinya terasa wangi, seketika berubah menjadi bau busuk, padaha Marni dan salah satu pemuda yang mengantarnya sudah tidak terlihat, mereka yang ketakutan akhirnya memutuskan untuk pergi ke rumah Pak RT untuk melaporkan kejadian tadi.

Ditempat lain, pemuda yang mengantar Marni masih saja menemaninya, dia berjalan di samping Marni, walau sedikit heran kenapa Marni mengenakan dress hitam panjang malam-malam begini dan jalannya agak diseret, karena biasanya pakaiannya selalu kasual, sepertijeans dan kaos, dia tetap saja tidak terlalu memikirkannya, bisa mengantar gadis paling cantik di desa adalah suatu anugrah untukknya.

“Dari mana Mar, kok malem banget pulangnya.”

“Dari sana.” Marni menunjuk belakang tubuhnya.

Pemuda itu berfikir, bukankah itu area pemakaman?

“Dari kampus?” pemuda itu mencoba untuk memastikan lagi, kali ini dia berada di belakang Marni, langkahnya terhenti begitu Marni menunjuk kuburan.

Marni menggeleng, dia memang bukan dari kampusnya.

Agak curiga, lelaki itu tetap mengkutinya dari belakang, sampai di persimpangan, Marni masih saja lurus.

“Mar, rumahmu kan belok kiri.” Lelaki itu mengingatkan, Marni masih saja berjalan ke depan tidak mengindahkan peringatan lelaki itu.

“Mar!” Lelaki itu mencoba memangginya, tapi Marni masih lurus ke depan, jarak mereka terasa cukup jauh.

Akhirnya lelaki itu berlari mengejar Marni dan mau memberitahunya dia salah jalan, “Mar!” Lelaki itu masih berusaha memanggil, Marni masih tidak menghentikan langkahnya. “Mar.” Akhirnya lelaki itu memegang pundak Marni, dia berharap Marni mau berhenti, saat tangannya menyenyuh pundak itu, dia merasakan tubuh Marni dingin sekali, sedingin es batu, Marni berhenti, tubuh dan wajahnya masih menghadap ke depan, lelaki itu masih merasa aneh, kenapa tubuh Marni dingin sekali, dia masih mencoba berfikir, sampai ....

“Antar aku Mas .... “ Marni memutar kepalanya hingga ke punggung, saat ini lelaki itu sudah berhadapan dengan Marni, tapi wajahnya saja, tubuhnya masih menghadap depan, lelaki itu reflek melepas tangannya dari pundak Marni dan jatuh tak sadarkan diri, tapi sebelum kesadarannya benar-benar hilang dia mendengar Marni berbisik di telinganya ....

“Luuuraaahhh .... “ Lalu lelaki itu pingsan.

Esok harinya ia ditemukan oleh warga yang mencarinya, 2 pemuda yang melapor ke Pak RT sakit, mereka ketakutan dan demam.

Warga resah karena semenjak kejadian hantu Marni minta diantarkan pulang oleh salah satu petugas ronda yang saat ini terkulai lemah selama berhari-hari, tidak bisa makan, minum dan demam, semua orang menjadi takut untuk keluar malam.

Kampung terasa sepi, sangat sepi, seperti kampung mati, setelah Magrib semua orang tidak berani keluar dan memilih mengunci pintu.

Seperti Bu Asih malam ini, dia mengunci pintunya setelah sang suami pergi kerja, suaminya adalah security yang kadang shift malam, dia punya anak balita yang sedang demam, ditambah dia sendirian tidak ada sanak saudara yang bisa menemaninya, sungguh dia ketakutan, takut kalau hantu Marni akan mendatanginya dan menganggu anaknya.

Anak Bu Asih terus menangis setelah keberangkatan suaminya itu, tangisnya semakin menjadi, Bu Asih tidak hentinya menggendong dan menenangkan bayinya.

Tok … Tok … Tok ….

Ada ketukan 3 kali, Bu Asih yang sedang di kamar mendengar ketukan itu.

“Loh, siapa malam begini ngetok pintu? Apa ayahmu ya Nak? Apa ada yang ketinggalan?” Bu Asih meletakkan anaknya di tempat tidur lalu berjalan kearah pintu.

“Mas? Mas yang ngetuk?” Bu Asih memastikan, tidak ada jawaban, apa dia salah dengar?

Lalu dia hendak kembali ke kamar, saat dia berbalik, pintu rumah kembali di ketuk.

Tok … Tok … Tok ….

3 kali ketukan lagi, Bu Asih berjalan perlahan mendekati pintu, dia sangat ketakutan, anaknya menangis semakin kencang, tapi itu memang benar ketukan pintu, kalau itu suaminya pasti nanti marah karena tidak dibukakan pintu.

“Mas ….” Bu Asih bertanya di balik pintu, masih tidak ada jawaban, Bu Asih akhirnya membuka tirai jendela untuk mengintip keluar, dia ingin tau siapa yang iseng mengetuk pintu malam begini, ditengah adanya rumor hantu, apa anak kecil yang sedang iseng?

Saat dia melihat keluar dari balik jendela, ada seorang perempuan di sana, dia tidak bisa melihat wajahnya karena jendelanya memang kecil, jadi tidak tidak terlalu bisa melihat dengan sempurna, maklum namanya rumah kontrakan.

“Siapa di sana?” Bu Asih bertanya.

“Aku …. “ Wanita di luar pintu menjawab.

“Aku siapa?”

“Mar … ni …. “ Bu Asih langsung loncat dan menjauhi pintu rumahnya, lalu berlari ke kamar, anaknya menangis semakin kencang, Bu Asih menggendong anak itu dan menangis karena katakutan, sementara pintu depannya masih saja di ketok, dari yang ritmenya pelan, menjadi kencang.

Lalu ketukan itu berhenti, Bu Asih tetap ketakutan sembari memeluk anaknya dengan erat, apapun yang terjadi dia akan melindungi anaknya.

Suasana tiba-tiba hening, Bu Asih mencoba mendengar ketukan lagi, tidak ada ketukan dari pintu depannya lagi, tapi ….

Brak!!! Jendela kamar tiba-tiba terbuka, dari jendela Bu Asih melihat seorang wanita yang dia kenal dalam keadaan buruk rupa, wajahnya hancur, tubuhnya penuh luka dan dia tertawa cekikikan.

“Tolong!!! Tolong!!!” Bu Asih ketakutan, tapi dia tidak mau pingsan, dia harus melindungi anaknya.

Dia berteriak semakin kencang agar semua warga mendengarnya, tidak lama ketukan dari beberapa orang membuatnya jauh lebih tenang, warga berdatangan dan memanggil-manggil namanya, Bu Asih segera membuka pintu, lallu saat warga sudah masuk rumahnya, dia pun jatuh lunglai.

“Ada … ada … ada Marni!!!” Bu Asih menunjuk ke kamarnya.

...

1 tahun sebelum kematian Marni

Hari ini Marni dan semua teman sekolahnya sedang study tour di salah satu sarana rekreasi edukasi di Jakarta, banyak sekolah juga yang datang ke tempat itu, selain study tour, di sana akan diadakan juga pemberian Piagam dan hadiah bagi siswa yang berprestasi, karena 2 minggu yang lalu diadakan lomba cerdas cermat yang seluruh SMA jakarta ikuti, salah satu pesertanya Marni dan Marni menjadi juara unggul dari lomba cerdas cermat itu, maka dia juga sebagai salah satu penerima Piagam dan hadiah.

Semua orang berkumpul di lapangan yang sudah dihias dengan tenda dan juga panggung pemberian Piagam dan hadiah bagi siswa berprestasi, semua anak yang akan menerima sudah dibariskan di dekat panggung, sebagai tamu kehormatan datang Gubernur DKI jakarta, Pak Wali Kota Jakarta pusat, dan juga Pak Lurah, nantinya mereka akan menjadi wakil-wakil negara yang akan memberikan Piagam dan juga hadiah atas lomba cerdas cermat yang memiliki lingkup cukup besar, yaitu se-DKI jakarta.

Nama Marni dipanggil sebagai salah satu penerima pernghargaan tersebut, Marni sangat senang, pertama karena Piagam itu bisa menjadi tolak ukur bagi kecerdasannya dan juga hadiah yang diberikan tidak main-main, yaitu uang tunai sebesar 20 juta rupiah, rencananya uang itu akan dia gunakan untuk kuliah nanti.

Saat Marni naik ke panggung, langsung gemuruh sorak sorai, Marni punya banyak penggemar, hal itu membuat tamu kehormatan langsung memperhatikan, siapa sih yang naik ke panggung sampai semua orang mengelu-elukan bak seorang yang istimewa, tentu itu semua karena Marni adalah wanita cantik yang pintar, pantas saja semua orang berusaha untuk mencuri perhatian Marni dengan memberi dukungan sekeras mungkin.

Yang memberikan Piagam dan juga hadiah untuk Marni adalah Gubernur DKI jakarta, Marni sumringah karena menjadi orang yang sangat diperhatikan, bahkan panitia memberinya banyak keistimewaan, seperti bangku dekat dengan para pejabat negara dan tentu saja, beberapa dari mereka memberinya uang secara cash sebagai tanda apresiasi.

Setelah perhelatan itu, Marni dan semua teman sekolahnya naik bis untuk pulang, tapi ketika dia akan naik ke bis, tiba-tba ada seorang laki-laki, berperawakan tinggi dan tegap menghampirinya, lalu lelaki itu memberikan kertas yang dillipat secara paksa ke tangan kanan Marni.

“Ini apa Pak?” Marni bertanya.

“Baca setelah kamu sendirian ya.” Lelaki itu berkata begitu lalu setelahnya pergi, belakangan Marni baru tahu kalau lelaki itu adalah ajudan Pak Lurah.

Setelah naik bis Marni masih terus menggenggam kertas itu, dia tidak berani membukanya karena takut dilihat yang lain, entah kenapa perasaan Marni merasa senang mendapat kertas itu, dia berharap ini adalah tawaran yang bisa membuatnya menghasilkan uang lebih untuk kuliah.

Sampai di rumah Marni buru-buru masuk kamar setelah mengucapkan salam dan salim kepada kedua orang tuanya, dia menutup pintu kamar, menguncinya dan membuka kertas yang sedari tadi dia pegang dengan tangan kanannya, kertas itu terasa agak lembab, mungkin karena Marni terus menggenggamnya, jadi kertas itu terkena keringat di tangannya.

‘Besok, jam 10 pagi di alun-alun kota, dekat warung kopi Kang Sulaiman.’

Begitu isi dari kertas yang diberikan oleh Ajudan Lurah, Marni berdebar, apa yang harus dia lakukan? Pergi atau tidak? Di tahun tersebut, sebenarnya jarang terjadi penculikan atau pembunuhan yang dilakukan oleh seseorang terhadap gadis remaja, jadi yang membuat Marni bimbang adalah, apakah tawaran ini akan menguntungkan atau merugikannya, kalau seorang pejabat yang memanggilnya, dia takut tidak bisa menolak, tapi sepertinya kesempatan ini sebuah kesempatan besar yang kalau dia lewatkan, tentu akan menyesal, makanya dia akhirnya memantapkan diri untuk datang, ketempat dan waktu yang tertulis di sobekan kertas itu.

...

Jam 10 Marni sudah sampai di warung kopi Mang Sulaiman, dia menunggu saja di sana, entah siapa yang dia tunggu.

Hampir 15 menit setelah menunggu, datang sebuah mobil sedan hitam di depan warung kopi itu, lalu seorang laki-laki keluar, laki-laki itu ada lelaki yang sama, yang memberikan sobekan kertas pada Marni kemarin sebelum dia naik bis.

Setelah itu dia menghampiri Marni dan mengajak Marni masuk ke mobil, dia membukakan pintu bagian belakang untuk Marni, Marni masuk dan duduk sendirian di sana.

Mobil jalan, Marni tersenyum, dia senang karena naik mobil mewah, dia duduk di belakang seperti seorang nyonya.

“Kita akan kerumah Pak Lurah ya Mbak.” Supir itu berkata.

“Iya Pak, panggilnya Marni aja, umurku juga baru 17 tahun.” Marni tersenyu, sumringah.

“Panggil saya Mas aja.” Lelaki itu lebih santai sekarang.

“Mas, namanya siapa? Mas siapanya Pak Lurah?” Marni memberanikan diri bertanya.

“Saya Wijatmoko, panggil Mas Moko aja, saya Ajudan Pak Lurah.” Lelaki itu menjelaskan.

“Saya kenapa dipanggil Pak Lurah ya Mas?” Marni bertanya lagi.

“Kita sudah sampai, nanti Marni juga tahu, saya bukakan pintumu dulu ya.” Ajudan itu turun dan membukakan pintu mobilnya, lalu mereka masuk rumah yang sangat besar dan mewah ini, Marni duduk di ruang tamu dengan sangat takjub, sofnya sangat empuk dan besar dengan warna emas yang begitu mencolok, tapi tidak norak, ditambah semua furniture terlihat mewah, Marni tidak pernah masuk ke rumah orang kaya seperti ini.

“Tunggu sini dulu ya, nanti ada Pembantu, bilang aja Marni mau minum apa, itu ada makanan kecil, di makan aja ya.” Ajudan itu berkata dan pergi memanggil tuan rumah.

Tidak lama keluarlah seorang wanita elegant, cantik, tinggi dan putih menemui Marni, dia langsung duduk di samping Marni.

Marni bingung, jujur ida fikir yang ingin bertemu adalah Pak Lurah, tapi kenapa yang keluar malah perempuan?

“Marni, kamu kenal saya?” Wanita itu bertanya.

“Punten, enggak Bu.” Marni menjawab.

“Saya istri Pak Lurah, panggil aja saya Ibu Mirasih.” Wanita yang berumur sekitar 43 tahun itu masih terlihat cantik, dia memegang tangan Marni dengan kedua tangannya, Marni merasa risih tapi cukup bangga, Marni bahkan berfikir apakah mungkin wanita ini ingin memberikannya beasisw? Tapi sayang, jauh panggang dari api.

“Iya bu Mirasih.” Marni menjawab.

“Marni tau Pak Lurah?” Ibu bertanya.

“Tau bu, Pak Lurah Miftahudin.”

“Marni pernah melihat wajahnya atau bersapa dengan Bapak?”

“Tidak bu, Marni hanya tahu nama, karena pernah menjadi pertanyaan di sekolah.” Marni tersenyum malu.

“Kemarin Bapak dan saya kan datang ke acara pemberian piagam, kamu nggak lihat?”

“Maaf, tidak bu.”

“Baik, begini Marni, saya lihat kamu anak yang cerdas dan cantik, saya juga tau bahwa kamu santun, sangat berbakti pada orang tua dan bercita-cita ingin masuk perguruan tinggi bukan? Saya bisa bantu kamu, kamu tahu kan, kalau uang 20 juta itu tidak akan cukup sampai kamu lulus kuliah S1, saya bisa bantu kamu bahkan sampai setinggi yang kamu mau.” Bu Lurah berkata.

“Baik bu, terima kasih.” Marni yang cerdas tapi polos senang menerima perkataan manis sepert ini.

“Tapi Marni, ada syaratnya.” Marni mulai khawatir, apa syaratnya? Apakah berat? Kalau berat mungkin Marni lebih baik mundur karena menunda kuliah dan bekerja lebih dulu juga tak apa.

“Apa syaratnya bu?” Marni ingin tahu.

“Saya sudah berumur 43 tahun Marni, tapi saya belum juga hamil, ada masalah dengan rahim saya, saat ini saya melakukan banyak terapi belum ada satu pun yang berhasil, saya butuh bantuanmu.” Marni mulai berdebar, apa maksudnya ini.

“Bantuan saya? Untuk apa Bu?”

“Jadi Istri ke-2 Pak Lurah bantu saya mendapatkan keturunan untuk Pak Lurah Mar.” Bu Lurah semakin menggenggam Marni dengan kuat, Marni kaget dan mulai mengeluarkan air mata, bagaimana mungkin dia disuruh menjadi istri kedua dari Pak Lurah, seorang yang mungkin saja sudah tua.

“Bu, syaratnya terlalu berat, lagian kan pegawai negeri mana boleh memiliki istri 2.” Marni mencoba bersikap diplomatis, padahal dia sungguh ingin cepat pergi dari sini.

“Aku akan mengaturnya Marni, kau hanya perlu menikah siri, lalu hami, melahirkan, setelahnya kau akan aku kirim ke luar negeri, kau bebas mau kuliah setinggi apapun, aku akan mewujudkannya.” Wajah Bu Lurah tampak putus asa.

“Lalu bagaimana dengan Bapak dan Ibu saya? Mereka akan malu punya anak seperti saya, bagaimana dengan kata orang-orang?” Marni tertunduk, air matanya berderai.

“Saya akan mengatur supaya kau seolah mendapatkan beasiswa dan pergi keluar kota, menikahlah dengan Pak Lurah di sana, lalu usahakan cepat hamil, setelah itu, saya di sini juga akan mengarang cerita bahwa saya hamil, dengan begitu ketika anakmu lahir, orang akan taunya itu adalah anak saya yang lahir, setelah itu aku akan mengatur supaya kau bisa kuliah di luar negeri, orang tuamu akan bangga, kehidupan mereka di desa ini juga akan saya tanggung, bagaimana?” Bu Lurah berharap.

“Tapi bu .... “

“Bertemu dulu dengan Pak Lurah sekarang, setelah itu baru kau putuskan, kalau setelah bertemu Pak Lurah kau menolak, aku tidak akan memaksa lagi.”

Marni mengangguk, dia fikir setelah ini dia akan langsung menolak, dia tidak enak menolak sekarang.

Lalu Marni kembali pergi dengan Ajudan ke suatu tempat, dia pergi ke hotel, Marni agak ketakutan, karena kenapa harus ke hotel, tapi Ajudan bilang supaya tidak ada yang curiga, Pak Lurah juga tadi tidak menggunakan namanya saat booking hotel, tapi menggunakan nama lain yang tidak ada hubungannya dengan Pak Lurah agar tidak ada record tentang pembookingan hotel ini.

“Mas, saya nggak akan diapa-apain kan ya di atas?” Marni dan Ajudan sudah naik lift.

“Tenang Marni, Pak Lurah bukan lelaki hidung belang, dia melakukan ini semua untuk istrinya.”

Marni tenang, karena Ajudan menemaninya keatas.

Setelah keluar lift Marni berjalan mengikuti Ajudan ke sebuah pintu, Ajudan itu ternyata mempunyai kunci pintunya, jadi dia tidak mengetuk, langsung masuk saja, Marni mulai ragu untuk masuk, dua lelaki di sana, kalau Marni dilecehkan, dia tidak akan bisa melawan.

“Tenang Marni, aku punya adik perempuan, aku tidak akan mencelakakanmu sama sekali.” Marni lumayan tenang mendengarnya, dia pun ikut masuk ke dalam, saat sudah di dalam, dia melihat seseorang sedang duduk membelakanginya.

“Pak, Marni sudah di sini.” Ajudan itu memberitahunya.

Setelah mendengar bahwa Marni sudah datang, Pak Lurah itu langsung bangun dan menghadap Marni, dia lalu mengulurkan tangannya.

“De Marni, saya Lurah miftahudin, panggil saja saya Mas Miftah, duduk disini.” Pak Lurah mempersilahkan Marni untuk duduk, tapi Marni hanya diam, dia masih terkejut, dia tidak mampu berkata atau bergerak bahkan untuk sekedar membalas uluran tangan Pak Lurah saja dia tidak mampu.

“Marni, duduk di sini.” Ajudan itu akhirnya menegur Marni yang terdiam karena terkejut.

Marni pun duduk dan mencoba menyembunyikan keterpanaannya pada lelaki yang berusia 45 tahun itu, Marni mengira bahwa Pak Lurah itu adalah lelaki gemuk, berkulit hitam dan berwajah tua, tapi ternyata sangkaannya salah, Pak Lurah memiliki postur yang tegap, badan yang tinggi, wajah yang tampan dan bersih, suara yang berat dan berwibawa, sungguh lelaki idaman siapapun!

“Kalau De Marni menolak, saya dan Istri tidak masalah, kami melakukan ini jujur karena Istri saya begitu ingin anak, sedang umur kami sudah tidak muda lagi, buat saya, hidup berdua dengan istri saja cukup.” Pak Lurah menjelaskan dengan suara yang lembut dan berwibawa, sedang Marni telah tenggelam dalam lautan hasrat ketampanan Pak Lurah, hingga tidak mau melewatkan kesempatan ini.

“Saya ingin kuliah sampai tinggi Pak, tawaran Bu Lurah sangat saya butuhkan, mohon terima saya sebagai istri kedua Bapak Pak.” Marni menutup pertemuan itu dengan kepastian tentang persetujuannya menjadi istri kedua, setelah itu Pak Lurah dan Marni berpamitan hanya dengan salaman, Pak Lurah tidak memberikan sesuatu yang istimewa pada hubungan mereka, Marni hanya tersenyum dengan manis dan mencoba menggoda Pak Lurah.

Tapi Pak Lurah masih tidak merasakan apapun, dia masih sangat mencintai istrinya, satu-satunya alasan menerima perjodohan ini karena dia ingin mewujudkan mimpi istrinya dan ketika Istrinya melihat Marni kemarin, gadis cantik dan cerdas Istrinya langsung yakin bahwa jika Marni melahirkan anak dari Pak Lurah anak itu akan cantik atau tampan dan tentu saja cerdas, dia memilih bibit unggul sebagai ibu dari anaknya kelak, seperti yang dia selalu bangga-banggakan, bahwa suaminya adalah lelaki tampan, mapan dan setia, maka yang harus menjadi ibu bioligis dari anaknya haruslah berkualitas juga.

...

Tidak terasa waktu sudah berjalan 3 bulan, kedekatan antara Marni dan Pak Lurah semakin erat, awalnya Pak Lurah tidak menggunakan perasaan, tapi Marni wanita yang sangat cerdas dan cantik, semua packagingnya sungguh membuat lelaki manapun mabuk kepayang, ditambah Marni memang menggodanya untuk bisa mendapatkan hatinya, mereka berdua jatuh cinta dan sering ketemu di belakang tanpa sepengetahuan Bu Lurah.

Marni mulai merayu Pak Lurah untuk mempercepat rencana pernikahan mereka, rencananya Marni akan membuat Pak Lurah meninggalkan istrinya, makanya dia ingin rencana pernikahan yang rencananya akan diadakan 6 bulan lagi, untuk mengurus semua dokumen dan tempat tinggal di luar kota yang akan menjadi tempat pernikahan dan tempat mereka tinggal nantinya sampai Marni melahirkan, Pak Lurah setuju dan akan membicarakan dengan istrinya segera.

Bu Luran mencium ada yang tidak beres dengan permintaan suaminya dan tentu saja perubahan sikap yang drastis dari suaminya ini membuat bu Lurah yang pintar akhirnya menyelidiki dan mengetahui bahwa ada permainan antara Pak Lurah dan Marni di belakangnya, tapi dia tidak mau menyalahkan Pak Lurah sepenuhnya karena ini semua menjadi tanggung jawabnya juga, mempertemukan Marni kepada suaminya, maka dia yang harus memperbaiki semuanya, maka hari ini dia suruh Ajudan Pak Lurah untuk membawa Marni kerumahnya.

Seperti dulu Bu Lurah menawarkan pernikahan, kali ini dia mau menawarkan yang lain, kalau Marni pintar dia tentu akan menerima tawaran ini.

Bertemulah Bu Lurah dan Marni di sore yang kelam itu.

“Marni saya tahu kamu dan suami saya sering ketemu di belakang saya.”

Marni terdiam, tidak ada penyesalan di matanya, justru dia tersenyum, Bu Lurah menangkap bahwa Marni telah menjadi setan bahkan sebelum dia mati karena cinta terlarang.

“Aku akan memberikan beasiswa itu padamu tanpa perlu kau menikah dengan suamiku, aku akan menjamin hidupmu di luar negeri dan juga orang tuamu, kau hanya perlu menjauhi suamiku, jangan berhubungan dengannya lagi dan jangan pernah bertemu dengannya lagi.”

“Maaf bu, kami saling mencintai.”

“Saya tahu kamu masih muda, hasratmu menggebu, tapi tunggu, dalam setahun cintamu akan hilang, aku jamin itu, makanya aku akan memberikan beasiswa, pergilah keluar negeri dalam satu bulan ini.”

“Saya tidak mau yang lain, saya mau suami Ibu.” Marni tersenyum dengan seringai.

“Kalau kau bersikeras, aku akan mencabut hadiahmu dari lomba cerdas cermat itu, bukankah itu belum cair? Aku bisa melakukannya karena Ayahku adalah pejabat tinggi, aku bisa melakukan apapun untuk membuatmu menderita Marni, kau dan orang tuamu akan kesulitan, terimalah tawaranku, kau tidak rugi apapun!”

“Tidak bisa, kau membuat kami saling mencintai.” Marni bersikeras.

“Setan yang membuat kalian saling mencintai, tinggalkan suamiku. Kau tidak pantas untuknya, kau hanya punya wajah yang bisa saja aku rusak dalam sekejap, kau hanya anak SMA suamiku tidak akan mau bersama gadis dengan pendidikan rendah, tidak akan ada jalan untukmu mendapatkan beasiswa di luar sana, aku akan membuat semua pintu tertutup untukmu, hanya akulah kesempatanmu saat ini ataupun nanti.”

“Aku punya Mas Miftah, dia akan selalu bersamaku dan melindungiku.”

“Tidak akan lagi, Mas mu itu tidak akan pernah membantumu lagi, begitu kubilang tinggalkan maka dia akan meninggalkanmu.” Bu Lurah memang seorang dari kaya raya dan memiliki pendidikan yang tinggi, menghadapi remaja seperti Marni bukanlah hal yang sulit.

“Aku akan memberikannya anak, tidak sepertimu.” Khas anak kecil yang merengek, Marni menggunakan satu-satunya senjata.

Bu Lurah tertawa keras, dia lalu berkata, “Marni, mau kuberi tahu rahasia yang sangat indah?” Bu Lurah lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Marni, dan melanjutkan perkataannya, “Aku hamil.” Lalu dia tertawa terbahak-bahak, Marni pucat, bak tersambar petir, dia mendapat kabar yang mengguncang hidupnya, Bu Lurah Hamil!

Marni tahu bahwa Bu Lurah memang melakukan terapi, Marni yakin dia tidak akan pernah hamil, tapi siapa sangka bahwa terapinya berhasil disaat Marni dan Pak Lurah sedang cinta-cintanya.

“Aku tidak perduli, aku akan tetap berada di sisinya!” Marni tetap ngotot, itu adalah perlawanan terakhirnya.

“Kau tau selama ini aku selalu menampakkan sisi baikku, bukankah kau belum pernah melihat sisi burukku? Mau kutunjukkan?”

Lalu Bu Lurah mengusir Marni, dia menendang Marni keluar dari rumahnya, tidak lagi diantar Ajudan pulang, dia pulang sendirian, berjalan kaki karena tidak memegang uang sepeserpun, tidak bisa memberitahu Pak Lurah karena jaman itu telepon genggam merupakan barang mewah yang hanya bisa dimiliki oleh orang kaya saja.

Marni, gadis belia yang cantik dan cerdas menjadi putus asa, cinta sekejap yang dia rasakan harus pupus dalam waktu 3 bulan, cintanya dengan Pak Lurah tentu sudah melewati batas, karena Marni memang mencoba memberikan segalanya secara utuh, dia berfikir rencananya untuk jadi istri kedua dan menjadi ibu biologis dari anak Pak Lurah, lalu menendang Bu Lurah, tidak berjalan mulus, saat ini malah dia yang di tendang oleh wanita kaya raya itu, Marni memang pernah mendengar rumor tentang, Bu Lurah yang mendanai karir politik suaminya, dia juga yang membuatkan suaminya beberapa perusahaan, Bu Lurah ada wanita tangguh yang tidak bisa Marni kalahkan.

______________________________________

Catatan Penulis :

Jangan lupa coment ya, aku pengen tau yang kamu rasain abis baca ini, minggu depan masih seputar Marni ya, mungkin Final untuk kisah Marni. Baru kemudian kita cari Ibu nya Aditia, kasian masih ilang.

Terpopuler

Comments

pioo

pioo

hah sebelum kematian? hufft its okee aku bisa beradaptasi dgn alur yg maju mundur

2024-06-25

0

Styaningsih Danik

Styaningsih Danik

gk di karuhun gk disini pasti diulang ulang teruuus sampe 1/4 bab sendiri...aq tahu menulis emg gk mudah tp kalo ada reader yg ngasih kritik ato komen berarti ada rasa peduli dn perhatian...eman" lho cerita bagus tp sllu ngulang salah yg sama itu2 terus...

2024-02-06

0

Syamsuryani Zaenal

Syamsuryani Zaenal

jangan d ulang lagi

2023-11-10

0

lihat semua
Episodes
1 (Bagian 1 : Mbak Rosa)
2 (Bagian 2 : Ayah & Aku)
3 (Bagian 3 : Nona)
4 (Bagian 4 : Alya)
5 (Bagian 5 : Pengikutmu)
6 (Bagian 6 : Kebenaran)
7 (Bagian 7 : Kekuasaan)
8 (Bagian 8 : Kekayaan)
9 Bagian 9 : Pasrah
10 Bagian 10 : Zona Netral
11 Bagian 11 : Bantuan
12 Bagian 12 : Warisan
13 Bagian 13 : Hitam
14 Bagian 14 : Keluarga
15 Bagian 15 : Marni
16 Bagian 16 : Marni 2
17 Bagian 17 : Dita
18 Bagian 18 : Ibu
19 Bagian 19 : Saba Alkamah
20 (Bagian 20 : Namaku)
21 (Bagian 21 : Balas Budi)
22 (Bagian 22 : Tim)
23 Bagian 23 : Awal
24 Bagian 24 : Si Merah
25 Bagian 25 : Ritual
26 Bagian 26 : Kuntilanak Merah
27 Bagian 27 : Kuntilanak Merah 2
28 Bagian 28 : Rahasia
29 Bagian 29 : Jawaban
30 Bagian 30 : Hilang
31 Bagian 31 : Pak Roni
32 Bagian 32 : Pak Roni (Lagi)
33 Bagian 33 : Mess
34 Bagian 34 : Mess 2
35 Bagian 35 : Mess 3
36 Bagian 36 : Mess 4
37 Bagian 37 : Mess 5
38 Bagian 38 : Mess 6
39 Bagian 39 : Mess 7
40 Bagian 40 : Mess 8
41 Bagian 41 : Akhir Mess
42 Again 42 : Putri Sukandar
43 Bagian 43 : Bening
44 Bagian 44 : Bening 2
45 (Bagian 45 : Akhir Bening)
46 (Bagian 46 : Janggit Benthangan)
47 Bagian 47 : Janggit Benthangan 2
48 Bagian 48 : Janggit Benthangan 3
49 Bagian 49 : Janggit Benthangan 4
50 Bagian 50 : Janggit Benthangan 5
51 Bagian 51 : Janggit Benthangan 6
52 Bagian 52 : Janggit Benthangan 7
53 Bagian 53 : Janggit Benthangan 8
54 Bagian 54 : Janggit Benthangan 9
55 Bagian 55 : Janggit Benthangan 10
56 Bagian 56 : Janggit Benthangan 11
57 Bagian 57 : Janggit Benthangan 12
58 Bagian 58 : Janggit Benthangan 13
59 Bagian 59 : Janggit Benthangan 14
60 (Bagian 60 : Janggit Benthangan End)
61 (Bagian 61 : Ruang Ujian)
62 Bagian 62 : Ruang Ujian 2
63 Bagian 63 : Ruang Ujian 3
64 Bagian 64 : Ruang Ujian 4
65 (Bagian 65 : Ruang Ujian 5)
66 Bagian 66 : Ruang Ujian 6
67 Bagian 67 : Perempuan di Ujung Gang
68 Bagian 68 : Perempuan di Ujung Gang 2
69 Bagian 69 : Perempuan di Ujung Gang 3
70 Bagian 70 : Perempuan di Ujung Gang 4
71 Bagian 71 : Perempuan di Ujung Gang 5
72 Bagian 72 : Perempuan di Ujung Gang 6
73 Bagian 73 : Perempuan di Ujung Gang 7
74 Bagian 74 : Perempuan di Ujung Gang 8
75 Bagian 75 : Hukuman Alka
76 Bagian 76 : Tersesat
77 Bagian 77 : Tersesat 2
78 (Bagian 78 : Tersesat 3)
79 Bagian 79 : Tersesat 4
80 Bagian 80 : Tersesat 5
81 Bagian 81 : Tersesat 6
82 Bagian 82 : Tersesat 7
83 Bagian 83 : Tersesat Tamat
84 Bagian 84 : Borok
85 Bagian 85 : Borok 2
86 Bagian 86 : Borok 3
87 Bagian 87 : Borok 4
88 Bagian 88 : Borok 5
89 Bagian 89 : Borok 6
90 Bagian 90 : Borok Akhir
91 Bagian 91 : Dia Lagi
92 Bagian 92 : Dia Lagi 2
93 Bagian 93 : Dia Lagi 3
94 Bagian 94 : Dia Lagi 4
95 Bagian 95 : Dia Lagi 5
96 Bagian 96 : Dia Lagi 6
97 Bagian 97 : Dia Lagi 7
98 (Bagian 98 : Jarni)
99 (Bagian 99 : Jarni 2)
100 (Bagian 100 : Jarni 3)
101 Bagian 101 : Jarni Akhir & Awalan Ganding
102 Bagian 102 : Ganding 2
103 Bagian 103 : Ganding 3
104 Bagian 104 : Ganding 4
105 Bagian 105 : Ganding 5
106 Bagian 106 : Ganding 6
107 Bagian 107 : Hartino 1
108 Bagian 108 : Hartino 2
109 Bagian 109 : Hartino 3
110 Bagian 110 : Hartino 4
111 Bagian 111 : Hartino 5
112 Bagian 112 : Hartino 6
113 Bagian 113 : Hartino 7
114 Bagian 114 : Hartino 8
115 (Bagian 115 : Hartino End)
116 (Bagian 116 : Saba Alkamah)
117 Bagian 117 : Saba Alkamah 2
118 Bagian 118 : Saba Alkamah 3
119 Bagian 119 : Saba Alkamah 4
120 Bagian 120 : Saba Alkamah 5
121 Bagian 121 : Saba Alkamah 6
122 Bagian 122 : Saba Alkamah 7
123 Bagian 123 : Saba Alkamah 8
124 Bagian 124 : Saba Alkamah 9
125 Bagian 125 : Saba Alkamah 10
126 Bagian 126 : Saba Alkamah 11
127 Bagian 127 : Saba Alkamah 12
128 Bagian 128 : Saba Alkamah 13
129 Bagian 129 : Saba Alkamah 14
130 Bagian 130 : Saba Alkamah 15
131 Bagian 131 : Saba Alkamah 16
132 Bagian 132 : Saba Alkamah 17
133 Bagian 133 : Saba Alkamah 18
134 Bagian 134 : Saba Alkamah 19
135 Bagian 135 : Saba Alkamah 20
136 Bagian 136 : Saba Alkamah 21
137 Bagian 137 : Saba Alkamah 22
138 Bagian 138 : Saba Alkamah 23
139 Bagian 139 : Saba Alkamah 24
140 Bagian 140 : Saba Alkamah Akhir
141 Bagian 141 : Aditia
142 Bagian 142 : Aditia 2
143 Bagian 143 : Aditia 3
144 Bagian 144 : Aditia 4
145 Bagian 145 : Aditia 5
146 Bagian 146 : Aditia 6
147 (Bagian 147 : Aditia 7)
148 (Bagian 148 : Aditia 8)
149 Bagian 149 : Aditia 9
150 (Bagian 150 : Aditia 10)
151 Bagian 151 : Aditia 11
152 Bagian 152 : Aditia 12
153 Bagian 153 : Aditia 13
154 Bagian 154 : Aditia 14
155 Bagian 155 : Aditia 15
156 Bagian 156 : Aditia 16
157 Bagian 157 : Aditia 17
158 Bagian 158 : Aditia 18
159 Bagian 159 : Aditia 19
160 Bagian 160 : Aditia 20
161 Bagian 161 : Aditia 21
162 Bagian 162 : Aditia 22
163 Bagian 163 : Aditia 23
164 Bagian 164 : Aditia 24
165 Bagian 165 : Aditia 25
166 Bagian 166 : Aditia 26
167 Bagian 167 : Aditia 27
168 Bagian 168 : Aditia 28
169 Bagian 169 : Bagian 29
170 Bagian 170 : Aditia 30
171 Bagian 171 : Aditia 31
172 Bagian 172 : Aditia Tamat
173 Bagian 173 : Hotel
174 Bagian 174 : Hotel 2
175 Bagian 175 : Hotel 3
176 Bagian 176 : Hotel 4
177 Bagian 177 : Hotel 5
178 Bagian 178 : Hotel 6
179 Bagian 179 : Hotel 7
180 Bagian 180 : Hotel 8
181 Bagian 181 : Hotel 9
182 Bagian 182 : Hotel 10
183 Bagian 183 : Hotel 11
184 Bagian 184 : Hotel 12
185 Bagian 185 : Hotel Tamat
186 (Bagian 186 : Sesat)
187 Bagian 187 : Sesat 2
188 Bagian 188 : Sesat 3
189 Bagian 189 : Sesat 4
190 Bagian 190 : Sesat 5
191 Bagian 191 : Sesat 6
192 Bagian 192 : Sesat 7
193 Bagian 193 : Sesat 8
194 Bagian 194 : Sesat 9
195 Bagian 195 : Sesat 10
196 Bagian 196 : Sesat Tamat
197 Bagian 197 : Tinung
198 Bagian 198 : Tinung 2
199 Bagian 199 : Tinung 3
200 Bagian 200 : Tinung 4
201 Bagian 201 : Tinung 5
202 Bagian 202 : Tinung 6
203 Bagian 203 : Tinung 7
204 Bagian 204 : Tinung 8
205 Bagian 205 : Tinung 9
206 Bagian 206 : Tinung 10
207 Bagian 207 : Tinung 11
208 Bagian 208 : Tinung 12
209 Bagian 209 : Tinung 13
210 Bagian 210 : Tinung 14
211 Bagian 211 : Tinung 15
212 Bagian 212 : Tinung 16
213 Bagian 213 : Tinung Tamat
214 Bagian 214 : Misteri Jembatan
215 Bagian 215 : Misteri Jembatan 2
216 Bagian 216 : Misteri Jembatan 3
217 Bagian 217 : Misteri Jembatan 4
218 Bagian 218 : Misteri Jembatan tamat
219 Bagian 219 : Wangapuk
220 Bagian 220 : Wangapuk 2
221 Bagian 221 : Wangapuk 3
222 Bagian 222 : Wangapuk 4
223 Bagian 223 : Wangapuk Tamat
224 Bagian 224 : Bangsal
225 Bagian 225 : Bangsal 2
226 Bagian 226 : Bangsal 3
227 Bagian 227 : Bangsal 4
228 Bagian 228 : Bangsal 5
229 Bagian 229 : Bangsal Tamat
230 Bagian 230 : Petuah
231 Bagian 231 : Petuah 2
232 Bagian 232 : Petuah 3
233 Bagian 233 : Petuah 4
234 Bagian 234 : Petuah 5
235 Bagian 235 : Petuah 6
236 Bagian 236 : Petuah Tamat
237 Bagian 237 : Hestia
238 Bagian 238 : Hestia 2
239 Bagian 239 : Hestia 3
240 Bagian 240: Hestia 4
241 Bagian 241 : Hestia 5
242 Bagian 242 : Hestia 6
243 Bagian 243 : Hestia 7
244 Bagian 244 : Hestia 8
245 Bagian 245 : Hestia 9
246 Bagian 246 : Hestia 10
247 Bagian 247 : Hestia 11
248 Bagian 248 : Hestia 12
249 Bagian 249 : Hestia 13
250 Bagian 250 : Hestia 14
251 Bagian 251 : Hestia Tamat
252 Bagian 252 : Pabrik Seragam
253 Bagian 253 : Pabrik Seragam 2
254 Bagian 254 : Pabrik Seragam 3
255 Bagian 255 : Pabrik Seragam 4
256 Bagian 256 : Pabrik Seragam 5
257 Bagian 257 : Pabrik Seragam 6
258 Bagian 258 : Pabrik Seragam 7
259 Bagian 259 : Pabrik Seragam 8
260 Bagian 260 : Pabrik Seragam 9
261 Bagian 261 : Pabrik Seragam 10
262 Bagian 262 : Pabrik Seragam 11
263 Bagian 263 : Pabrik Seragam 12
264 Bagian 264 : Pabrik Seragam Tamat
265 Bagian 265 : Esash
266 Bagian 266 : Esash Tamat
267 Bagian 267 : Janur Kuning
268 Bagian 268 : Janur Kuning 2
269 Bagian 269 : Janur Kuning 3
270 Bagian 270 : Janur Kuning 4
271 Bagian 271 : Janur Kuning 5
272 Bagian 272 : Janur Kuning 6
273 Bagian 273 : Janur Kuning 7
274 Bagian 274 : Janur Kuning 8
275 Bagian 275: Janur Kuning Tamat
276 Bagian 276 : Hilang
277 (Bagian 277 : Hilang 2)
278 Bagian 278 : HIlang 3
279 Bagian 279 : Hilang 4
280 Bagian 280 : Hilang 5
281 Bagian 281 : Hilang 6
282 Bagian 282 : Hilang 7
283 (Bagian 283 : Hilang 8)
284 Bagian 284 : Hilang 9
285 Bagian 285 : Hilang 10
286 Bagian 286 : Hilang 11
287 Bagian 287 : Hilang 12
288 Bagian 288 : Hilang 13
289 Bagian 289 : Hilang Tamat
290 Bagian 290 : Tukang Bubur
291 Bagian 291 : Tukang Bubur 2
292 Bagian 292 : Tukang Bubur 3
293 Bagian 293 : Tukang Bubur 4
294 Bagian 294 : Tukang Bubur 5
295 Bagian 295 : Tukang Bubur 6
296 Bagian 296 : Tukang Bubur 7
297 Bagian 297 : Tukang Bubur Tamat
298 Bagian 298 : Bus 404
299 Bagian 299 : Bus 404 (2)
300 Bagian 300 : Bus 404 (3)
301 Bagian 301 : Bus 404 (4)
302 Bagian 302 : Bus 404 (5)
303 Bagian 303 : Bus 404 (6)
304 Bagian 304 : Bus 404 (7)
305 Bagian 305 : Bus 404 (8)
306 Bagian 306 : Bus 404 (9)
307 Bagian 307 : Bus 404 (10)
308 Bagian 308 : Bus 404 (11)
309 Bagian 309 : Bus 404 (12)
310 Bagian 310 : Bus 404 (13)
311 Bagian 311 : Bus 404 (14)
312 Bagian 312 : Bus 404 (15)
313 Bagian 313 : Bus 404 (16)
314 Bagian 314 : Bus 404 (17)
315 Bagian 315 : Bus 404 (18)
316 Bagian 316 : Bus 404 (19)
317 Bagian 317 : Bus 404 (20)
318 Bagian 318 : Bus 404 21
319 Bagian 319 : Bus 404 (22)
320 Bagian 320 : Bus 404 (23)
321 Bagian 321 : Bus 404 (24)
322 Bagian 322 : Bus 404 Tamat
323 Bagian 323 : Bangga
324 Bagian 324 : Bangga 2
325 Bagian 325 : Bangga 3
326 Bagian 326 : Bangga 4
327 Bagian 327 : Bangga 5
328 Bagian 328 : Bangga 6
329 Bagian 329 : bangga 7
330 Bagian 330 : Bangga 8
331 Bagian 331 : Bangga 9
332 (Bagian 332 : Bangga 10)
333 (Bagian 333 : Bangga 11)
334 Bagian 334 : Bangga 12
335 Bagian 335 : Bangga 13
336 Bagian 336 : Bangga 14
337 Bagian 337 : Bangga 15
338 Bagian 338 : Bangg 16
339 Bagian 339 : Bangga 17
340 Bagian 340 : Bangga 18
341 Bagian 341 : Bagian 19
342 Bagian 342 : Bangga 20
343 Bagian 343 : Bangga 21
344 Bagian 344 : Bangga 22
345 Bagian 345 : Bangga 23
346 Bagian 346 : Bangga Tamat
347 Bagian 347 : Zerata
348 Bagian 348 : Zerata 2
349 Bagian 349 : Zerata 3
350 Bagian 350 : Zerata 4
351 Bagian 351 : Zerata 5
352 Bagian 352 : Zerata Tamat (Kemala 1)
353 Bagian 353 : Kemala 2
354 Bagian 354 : Kemala 3
355 Bagian 355 : Kemala 4
356 Bagian 356 : Kemala 5
357 Bagian 357 : Kemala 6
358 Bagian 358 : Kemala 7
359 Bagian 359 : Kemala 8
360 Bagian 360 : Kemala 9
361 Bagian 361 : Kemala 10
362 Bagian 362 : Kemala 11
363 Bagian 363 : Kemala 12
364 Bagian 364 : Kemala 13
365 Bagian 365 : Kemala 14
366 Bagian 366 : Kemala 15
367 Bagian 367 : Kemala 16
368 Bagian 368 : Kemala 17
369 Bagian 369 : Kemala 18
370 Bagian 370 : Kemala Tamat
371 Bagian 371 : Toko Emas 1
372 Bagian 372 : Toko Emas 2
373 Bagian 373 : Toko Emas 3
374 Bagian 374 : Toko Emas 4
375 Bagian 375 : Toko Emas 5
376 Bagian 376 : Toko Emas 6
377 Bagian 377 : Toko Emas 7
378 Bagian 378 : Toko Emas 8
379 Bagian 379 : Toko Emas 9
380 Bagian 380 : Toko Emas 10
381 Bagian 381 : Toko Emas 11
382 Bagian 382 : Toko Emas 12
383 Bagian 383 : Toko Emas 13
384 Bagian 384 : Toko Emas 14
385 Bagian 385 : Toko Emas 15
386 Bagian 386 : Toko Emas 16
387 Bagian 387 : Toko Emas 17
388 Bagian 388 : Toko emas 18
389 Bagian 389 : Toko Emas 19
390 Bagian 390 : Toko Emas 20
391 Bagian 391 : Toko Emas 21
392 Bagian 392 : Toko Emas 22
393 Bagian 393 : Toko Emas 23
394 Bagian 394 : Toko Emas 24
395 Bagian 395 : Toko Emas 25
396 Bagian 396 : Toko Emas 26
397 Bagian 397 : Toko Emas 27
398 Bagian 398 : Toko Emas 28
399 Bagian 399 : Toko Emas 29
400 Bagian 400 : Toko Emas 30
401 Bagian 401 : Toko Emas 31
402 Bagian 402 : Toko Emas Tamat
403 Bagian 403 : Bulan Madu
404 Bagian 404 : Bulan Madu 2
405 Bagian 405 : Bulan Madu 3
406 Bagian 406 : Bulan Madu 4
407 Bagian 407 : Bulan Madu 5
408 Bagian 408 : Bulan Madu 6
409 Bagian 409 : Bulan Madu 7
410 Bagian 410 : Bulan Madu 8
411 Bagian 411 : Bulan Madu 9
412 Bagian 412 : Bulan Madu 10
413 Bagian 413 : Bulan Madu 11
414 Bagian 414 : Bulan Madu 12
415 Bagian 415 : Bulan Madu 13
416 Bagian 416 : Bulan Madu 14
417 Bagian 417 : Bulan Madu 15
418 Bagian 418 : Bulan Madu 16
419 Bagian 419 : Bulan Madu 17
420 Bagian 420 : Bulan Madu 18
421 Bagian 421 : Bulan Madu 19
422 (Bagian 422 : Bulan Madu 20)
423 Bagian 423 : Bulan Madu 21
424 Bagian 424 : Bulan Madu 22
425 Bagian 425 : bulan Madu 23
426 Bagian 426 : Bulan Madu 24
427 Bagian 427 : Bulan Madu 25
428 Bagian 428 : Bulan Madu 26
429 (Bagian 429 : Bulan Madu 27)
430 (Bagian 430 : Bulan Madu 28)
431 (Bagian 431 : Bulan Madu 29)
432 (Bagian 432 : Bulan Madu 30)
433 (Bagian 433 : Bulan Madu 31)
434 (Bagian 434 : Bulan Madu 32)
435 (Bagian 435 : Bulan Madu 33)
436 Bagian 436 : Bulan Madu 34
437 (Bagian 437 : Bulan Madu 35)
438 Bagian 438 : Bulan Madu Tamat
439 Bagian 439 : Kamboja
440 (Bagian 440 : Kamboja 2)
441 (Bagian 441 : Kamboja 3)
442 Bagian 442 : Kamboja 4
443 Bagian 443 : Kamboja 5
444 Bagian 444 : Kamboja 6
445 Bagian 445 : Kamboja 7
446 Bagian 446 : Kamboja 8
447 (Bagian 447 : Kamboja 9)
448 (Bagian 448 : Kamboja 10)
449 Bagian 449 : Kamboja 11
450 Bagian 450 : Kamboja 12
451 Bagian 451 : Kamboja 13
452 Bagian 452 : Kamboja 14
453 Bagian 453 : Kamboja 15
454 Bagian 454 : Kamboja 16
455 Bagian 455 : Kamoja 17
456 Bagian 456 : Kamboja 18
457 Bagian 457 : Kamboja 19
458 Bagian 458 : Kamboja 20
459 Bagian 459 : Kamboja 21
460 Bagian 460 : Kamboja 22
461 Bagian 461 : Kamboja 23
462 Bagian 462 : Kamboja 24
463 Bagian 463 : Kamboja 25
464 Bagian 464 : Kamboja 26
465 Bagian 465 : Kamboja 27
466 (Bagian 466 : Kamboja 28)
467 Bagian 467 : Kamboja 29
468 Bagian 468 : Kamboja Tamat
469 Bagian 469 : Nyebrang
470 Bagian 470 : Nyebrang 2
471 Bagian 471 : Nyebrang 3
472 Bagian 472 : Nyebrang 4
473 Bagian 473 : Nyebrang 5
474 Bagian 474 : Nyebrang 6
475 (Bagian 475 : Nyebrang 7)
476 Bagian 476 : Nyebrang 8
477 Bagian 477 : Nyebrang 9
478 Bagian 478 : Nyebrang 10
479 Bagian 479 : Nyebrang 11
480 Bagian 480 : Nyebrang 12
481 Bagian 481 : Nyebrang 13
482 Bagian 482 : Nyebrang 14
483 Bagian 483 : Nyebrang 15
484 Bagian 484 : Nyebrang 16
485 Bgian 485 : Nyebrang 17
486 Bagian 486 : Nyebrang 18
487 Bagian 487 : Nyebrang 19
488 Bagian 488 : Nyebrang 20
489 Bagian 489 : Nyebrang 21
490 Bagian 490 : Nyebrang 22
491 Bagian 491 : Nyebrang 23
492 Bagian 492 : Nyebrang 24
493 Bagian 493 : Nyebrang 25
494 Bagian 494 : Nyebrang 26
495 Bagian 495 : Nyebrang Tamat
496 Bagian 496 : Mulyana Permulaan
497 Bagian 497 : Mulyana 2
498 Bagian 498 : Mulyana 3
499 Bagian 499 : Mulyana 4
500 Bagian 500 : Mulyana 5
501 Bagian 501 : Mulyana 6
502 Bagian 502 : Mulyana 7
503 Bagian 503 : Mulyana 8
504 Bagian 504 : Mulyana 9
505 Bagian 505 : Mulyana 10
506 Bagian 506 : Mulyana 11
507 Bagian 507 : Mulyana 12
508 Bagian 508 : Mulyana 13
509 Bagian 509 : Mulyana 14
510 Bagian 510 : Mulyana 15
511 Bagian 511 : Mulyana 16
512 Bagian 512 : Mulyana 17
513 Bagian 513 : Mulyana 18
514 Bagian 514 : Mulyana 19
515 Bagian 515 : Mulyana 20
516 Mulyana 516 : Mulyana 21
517 Bagian 517 : Mulyana 22
518 Bagian 518 : Mulyana 23
519 Bagian 519 : Mulyana 24
520 Bagian 520 : Mulyana 25
521 Bagian 521 : Mulyana 26
522 (Bagian 522 : Mulyana 27)
523 Bagian 523 : Mulyana 28
524 Bagian 524 : Mulyana 29
525 Bagian 525 : Mulyana 30
526 Bagian 526 : Mulyana 31
527 Bagian 527 : Mulyana 32
528 Bagian 528 : Mulyana 33
529 Bagian 529 : Mulyana 34
530 Bagian 530 : Mulyana 35
531 Bagian 531 : Mulyana 36
532 Bagian 532 : Mulyana 37
533 Bagian 533 : Mulyana 38
534 Bagian 534 : Mulyana 39
535 Bagian 535 : Mulyana 40
536 Bagian 536 : Mulyana 41
537 Bagian 537 : Mulyana 42
538 Bagian 538 : Mulyana 43
539 Bagian 539 : Mulyana 44
540 Bagian 540 : Mulyana 45
541 (Bagian 541 : Mulyana 46)
542 Bagian 542 : Mulyana 47
543 Bagian 543 : Mulyana 48
544 Bagian 544 : Mulyana 49
545 Bagian 545 : Mulyana 50
546 (Bagian 546 : Mulyana 51)
547 Bagian 547 : Mulyana 52
548 Bagian 548 : Mulyana 53
549 Bagian 549 : Mulyana 54
550 Bagian 550 : Mulyana 55
551 Bagian 551 : Mulyana 56
552 Bagian 552 : Mulyana 57
553 Bagian 553 : Mulyana 58
554 Bagian 554 : Mulyana 59
555 Bagian 555 : Mulyana 60
556 Bagian 556 : Mulyana 61
557 (Bagian 557 : Mulyana 62)
558 Bagian 558 : Mulyana 63
559 Bagian 559 : Mulyana 64
560 Bagian 560 : Mulyana 65
561 Bagian 561 : Mulyana 66
562 Bagian 562 : Mulyana 67
563 Bagian 563 : Mulyana 68
564 Bagian 564 : Mulyana 69
565 Bagian 565 : Mulyana 70
566 Bagian 566 : Mulyana 71
567 Bagian 567 : Mulyana 72
568 Bagian 568 : AJP TAMAT
Episodes

Updated 568 Episodes

1
(Bagian 1 : Mbak Rosa)
2
(Bagian 2 : Ayah & Aku)
3
(Bagian 3 : Nona)
4
(Bagian 4 : Alya)
5
(Bagian 5 : Pengikutmu)
6
(Bagian 6 : Kebenaran)
7
(Bagian 7 : Kekuasaan)
8
(Bagian 8 : Kekayaan)
9
Bagian 9 : Pasrah
10
Bagian 10 : Zona Netral
11
Bagian 11 : Bantuan
12
Bagian 12 : Warisan
13
Bagian 13 : Hitam
14
Bagian 14 : Keluarga
15
Bagian 15 : Marni
16
Bagian 16 : Marni 2
17
Bagian 17 : Dita
18
Bagian 18 : Ibu
19
Bagian 19 : Saba Alkamah
20
(Bagian 20 : Namaku)
21
(Bagian 21 : Balas Budi)
22
(Bagian 22 : Tim)
23
Bagian 23 : Awal
24
Bagian 24 : Si Merah
25
Bagian 25 : Ritual
26
Bagian 26 : Kuntilanak Merah
27
Bagian 27 : Kuntilanak Merah 2
28
Bagian 28 : Rahasia
29
Bagian 29 : Jawaban
30
Bagian 30 : Hilang
31
Bagian 31 : Pak Roni
32
Bagian 32 : Pak Roni (Lagi)
33
Bagian 33 : Mess
34
Bagian 34 : Mess 2
35
Bagian 35 : Mess 3
36
Bagian 36 : Mess 4
37
Bagian 37 : Mess 5
38
Bagian 38 : Mess 6
39
Bagian 39 : Mess 7
40
Bagian 40 : Mess 8
41
Bagian 41 : Akhir Mess
42
Again 42 : Putri Sukandar
43
Bagian 43 : Bening
44
Bagian 44 : Bening 2
45
(Bagian 45 : Akhir Bening)
46
(Bagian 46 : Janggit Benthangan)
47
Bagian 47 : Janggit Benthangan 2
48
Bagian 48 : Janggit Benthangan 3
49
Bagian 49 : Janggit Benthangan 4
50
Bagian 50 : Janggit Benthangan 5
51
Bagian 51 : Janggit Benthangan 6
52
Bagian 52 : Janggit Benthangan 7
53
Bagian 53 : Janggit Benthangan 8
54
Bagian 54 : Janggit Benthangan 9
55
Bagian 55 : Janggit Benthangan 10
56
Bagian 56 : Janggit Benthangan 11
57
Bagian 57 : Janggit Benthangan 12
58
Bagian 58 : Janggit Benthangan 13
59
Bagian 59 : Janggit Benthangan 14
60
(Bagian 60 : Janggit Benthangan End)
61
(Bagian 61 : Ruang Ujian)
62
Bagian 62 : Ruang Ujian 2
63
Bagian 63 : Ruang Ujian 3
64
Bagian 64 : Ruang Ujian 4
65
(Bagian 65 : Ruang Ujian 5)
66
Bagian 66 : Ruang Ujian 6
67
Bagian 67 : Perempuan di Ujung Gang
68
Bagian 68 : Perempuan di Ujung Gang 2
69
Bagian 69 : Perempuan di Ujung Gang 3
70
Bagian 70 : Perempuan di Ujung Gang 4
71
Bagian 71 : Perempuan di Ujung Gang 5
72
Bagian 72 : Perempuan di Ujung Gang 6
73
Bagian 73 : Perempuan di Ujung Gang 7
74
Bagian 74 : Perempuan di Ujung Gang 8
75
Bagian 75 : Hukuman Alka
76
Bagian 76 : Tersesat
77
Bagian 77 : Tersesat 2
78
(Bagian 78 : Tersesat 3)
79
Bagian 79 : Tersesat 4
80
Bagian 80 : Tersesat 5
81
Bagian 81 : Tersesat 6
82
Bagian 82 : Tersesat 7
83
Bagian 83 : Tersesat Tamat
84
Bagian 84 : Borok
85
Bagian 85 : Borok 2
86
Bagian 86 : Borok 3
87
Bagian 87 : Borok 4
88
Bagian 88 : Borok 5
89
Bagian 89 : Borok 6
90
Bagian 90 : Borok Akhir
91
Bagian 91 : Dia Lagi
92
Bagian 92 : Dia Lagi 2
93
Bagian 93 : Dia Lagi 3
94
Bagian 94 : Dia Lagi 4
95
Bagian 95 : Dia Lagi 5
96
Bagian 96 : Dia Lagi 6
97
Bagian 97 : Dia Lagi 7
98
(Bagian 98 : Jarni)
99
(Bagian 99 : Jarni 2)
100
(Bagian 100 : Jarni 3)
101
Bagian 101 : Jarni Akhir & Awalan Ganding
102
Bagian 102 : Ganding 2
103
Bagian 103 : Ganding 3
104
Bagian 104 : Ganding 4
105
Bagian 105 : Ganding 5
106
Bagian 106 : Ganding 6
107
Bagian 107 : Hartino 1
108
Bagian 108 : Hartino 2
109
Bagian 109 : Hartino 3
110
Bagian 110 : Hartino 4
111
Bagian 111 : Hartino 5
112
Bagian 112 : Hartino 6
113
Bagian 113 : Hartino 7
114
Bagian 114 : Hartino 8
115
(Bagian 115 : Hartino End)
116
(Bagian 116 : Saba Alkamah)
117
Bagian 117 : Saba Alkamah 2
118
Bagian 118 : Saba Alkamah 3
119
Bagian 119 : Saba Alkamah 4
120
Bagian 120 : Saba Alkamah 5
121
Bagian 121 : Saba Alkamah 6
122
Bagian 122 : Saba Alkamah 7
123
Bagian 123 : Saba Alkamah 8
124
Bagian 124 : Saba Alkamah 9
125
Bagian 125 : Saba Alkamah 10
126
Bagian 126 : Saba Alkamah 11
127
Bagian 127 : Saba Alkamah 12
128
Bagian 128 : Saba Alkamah 13
129
Bagian 129 : Saba Alkamah 14
130
Bagian 130 : Saba Alkamah 15
131
Bagian 131 : Saba Alkamah 16
132
Bagian 132 : Saba Alkamah 17
133
Bagian 133 : Saba Alkamah 18
134
Bagian 134 : Saba Alkamah 19
135
Bagian 135 : Saba Alkamah 20
136
Bagian 136 : Saba Alkamah 21
137
Bagian 137 : Saba Alkamah 22
138
Bagian 138 : Saba Alkamah 23
139
Bagian 139 : Saba Alkamah 24
140
Bagian 140 : Saba Alkamah Akhir
141
Bagian 141 : Aditia
142
Bagian 142 : Aditia 2
143
Bagian 143 : Aditia 3
144
Bagian 144 : Aditia 4
145
Bagian 145 : Aditia 5
146
Bagian 146 : Aditia 6
147
(Bagian 147 : Aditia 7)
148
(Bagian 148 : Aditia 8)
149
Bagian 149 : Aditia 9
150
(Bagian 150 : Aditia 10)
151
Bagian 151 : Aditia 11
152
Bagian 152 : Aditia 12
153
Bagian 153 : Aditia 13
154
Bagian 154 : Aditia 14
155
Bagian 155 : Aditia 15
156
Bagian 156 : Aditia 16
157
Bagian 157 : Aditia 17
158
Bagian 158 : Aditia 18
159
Bagian 159 : Aditia 19
160
Bagian 160 : Aditia 20
161
Bagian 161 : Aditia 21
162
Bagian 162 : Aditia 22
163
Bagian 163 : Aditia 23
164
Bagian 164 : Aditia 24
165
Bagian 165 : Aditia 25
166
Bagian 166 : Aditia 26
167
Bagian 167 : Aditia 27
168
Bagian 168 : Aditia 28
169
Bagian 169 : Bagian 29
170
Bagian 170 : Aditia 30
171
Bagian 171 : Aditia 31
172
Bagian 172 : Aditia Tamat
173
Bagian 173 : Hotel
174
Bagian 174 : Hotel 2
175
Bagian 175 : Hotel 3
176
Bagian 176 : Hotel 4
177
Bagian 177 : Hotel 5
178
Bagian 178 : Hotel 6
179
Bagian 179 : Hotel 7
180
Bagian 180 : Hotel 8
181
Bagian 181 : Hotel 9
182
Bagian 182 : Hotel 10
183
Bagian 183 : Hotel 11
184
Bagian 184 : Hotel 12
185
Bagian 185 : Hotel Tamat
186
(Bagian 186 : Sesat)
187
Bagian 187 : Sesat 2
188
Bagian 188 : Sesat 3
189
Bagian 189 : Sesat 4
190
Bagian 190 : Sesat 5
191
Bagian 191 : Sesat 6
192
Bagian 192 : Sesat 7
193
Bagian 193 : Sesat 8
194
Bagian 194 : Sesat 9
195
Bagian 195 : Sesat 10
196
Bagian 196 : Sesat Tamat
197
Bagian 197 : Tinung
198
Bagian 198 : Tinung 2
199
Bagian 199 : Tinung 3
200
Bagian 200 : Tinung 4
201
Bagian 201 : Tinung 5
202
Bagian 202 : Tinung 6
203
Bagian 203 : Tinung 7
204
Bagian 204 : Tinung 8
205
Bagian 205 : Tinung 9
206
Bagian 206 : Tinung 10
207
Bagian 207 : Tinung 11
208
Bagian 208 : Tinung 12
209
Bagian 209 : Tinung 13
210
Bagian 210 : Tinung 14
211
Bagian 211 : Tinung 15
212
Bagian 212 : Tinung 16
213
Bagian 213 : Tinung Tamat
214
Bagian 214 : Misteri Jembatan
215
Bagian 215 : Misteri Jembatan 2
216
Bagian 216 : Misteri Jembatan 3
217
Bagian 217 : Misteri Jembatan 4
218
Bagian 218 : Misteri Jembatan tamat
219
Bagian 219 : Wangapuk
220
Bagian 220 : Wangapuk 2
221
Bagian 221 : Wangapuk 3
222
Bagian 222 : Wangapuk 4
223
Bagian 223 : Wangapuk Tamat
224
Bagian 224 : Bangsal
225
Bagian 225 : Bangsal 2
226
Bagian 226 : Bangsal 3
227
Bagian 227 : Bangsal 4
228
Bagian 228 : Bangsal 5
229
Bagian 229 : Bangsal Tamat
230
Bagian 230 : Petuah
231
Bagian 231 : Petuah 2
232
Bagian 232 : Petuah 3
233
Bagian 233 : Petuah 4
234
Bagian 234 : Petuah 5
235
Bagian 235 : Petuah 6
236
Bagian 236 : Petuah Tamat
237
Bagian 237 : Hestia
238
Bagian 238 : Hestia 2
239
Bagian 239 : Hestia 3
240
Bagian 240: Hestia 4
241
Bagian 241 : Hestia 5
242
Bagian 242 : Hestia 6
243
Bagian 243 : Hestia 7
244
Bagian 244 : Hestia 8
245
Bagian 245 : Hestia 9
246
Bagian 246 : Hestia 10
247
Bagian 247 : Hestia 11
248
Bagian 248 : Hestia 12
249
Bagian 249 : Hestia 13
250
Bagian 250 : Hestia 14
251
Bagian 251 : Hestia Tamat
252
Bagian 252 : Pabrik Seragam
253
Bagian 253 : Pabrik Seragam 2
254
Bagian 254 : Pabrik Seragam 3
255
Bagian 255 : Pabrik Seragam 4
256
Bagian 256 : Pabrik Seragam 5
257
Bagian 257 : Pabrik Seragam 6
258
Bagian 258 : Pabrik Seragam 7
259
Bagian 259 : Pabrik Seragam 8
260
Bagian 260 : Pabrik Seragam 9
261
Bagian 261 : Pabrik Seragam 10
262
Bagian 262 : Pabrik Seragam 11
263
Bagian 263 : Pabrik Seragam 12
264
Bagian 264 : Pabrik Seragam Tamat
265
Bagian 265 : Esash
266
Bagian 266 : Esash Tamat
267
Bagian 267 : Janur Kuning
268
Bagian 268 : Janur Kuning 2
269
Bagian 269 : Janur Kuning 3
270
Bagian 270 : Janur Kuning 4
271
Bagian 271 : Janur Kuning 5
272
Bagian 272 : Janur Kuning 6
273
Bagian 273 : Janur Kuning 7
274
Bagian 274 : Janur Kuning 8
275
Bagian 275: Janur Kuning Tamat
276
Bagian 276 : Hilang
277
(Bagian 277 : Hilang 2)
278
Bagian 278 : HIlang 3
279
Bagian 279 : Hilang 4
280
Bagian 280 : Hilang 5
281
Bagian 281 : Hilang 6
282
Bagian 282 : Hilang 7
283
(Bagian 283 : Hilang 8)
284
Bagian 284 : Hilang 9
285
Bagian 285 : Hilang 10
286
Bagian 286 : Hilang 11
287
Bagian 287 : Hilang 12
288
Bagian 288 : Hilang 13
289
Bagian 289 : Hilang Tamat
290
Bagian 290 : Tukang Bubur
291
Bagian 291 : Tukang Bubur 2
292
Bagian 292 : Tukang Bubur 3
293
Bagian 293 : Tukang Bubur 4
294
Bagian 294 : Tukang Bubur 5
295
Bagian 295 : Tukang Bubur 6
296
Bagian 296 : Tukang Bubur 7
297
Bagian 297 : Tukang Bubur Tamat
298
Bagian 298 : Bus 404
299
Bagian 299 : Bus 404 (2)
300
Bagian 300 : Bus 404 (3)
301
Bagian 301 : Bus 404 (4)
302
Bagian 302 : Bus 404 (5)
303
Bagian 303 : Bus 404 (6)
304
Bagian 304 : Bus 404 (7)
305
Bagian 305 : Bus 404 (8)
306
Bagian 306 : Bus 404 (9)
307
Bagian 307 : Bus 404 (10)
308
Bagian 308 : Bus 404 (11)
309
Bagian 309 : Bus 404 (12)
310
Bagian 310 : Bus 404 (13)
311
Bagian 311 : Bus 404 (14)
312
Bagian 312 : Bus 404 (15)
313
Bagian 313 : Bus 404 (16)
314
Bagian 314 : Bus 404 (17)
315
Bagian 315 : Bus 404 (18)
316
Bagian 316 : Bus 404 (19)
317
Bagian 317 : Bus 404 (20)
318
Bagian 318 : Bus 404 21
319
Bagian 319 : Bus 404 (22)
320
Bagian 320 : Bus 404 (23)
321
Bagian 321 : Bus 404 (24)
322
Bagian 322 : Bus 404 Tamat
323
Bagian 323 : Bangga
324
Bagian 324 : Bangga 2
325
Bagian 325 : Bangga 3
326
Bagian 326 : Bangga 4
327
Bagian 327 : Bangga 5
328
Bagian 328 : Bangga 6
329
Bagian 329 : bangga 7
330
Bagian 330 : Bangga 8
331
Bagian 331 : Bangga 9
332
(Bagian 332 : Bangga 10)
333
(Bagian 333 : Bangga 11)
334
Bagian 334 : Bangga 12
335
Bagian 335 : Bangga 13
336
Bagian 336 : Bangga 14
337
Bagian 337 : Bangga 15
338
Bagian 338 : Bangg 16
339
Bagian 339 : Bangga 17
340
Bagian 340 : Bangga 18
341
Bagian 341 : Bagian 19
342
Bagian 342 : Bangga 20
343
Bagian 343 : Bangga 21
344
Bagian 344 : Bangga 22
345
Bagian 345 : Bangga 23
346
Bagian 346 : Bangga Tamat
347
Bagian 347 : Zerata
348
Bagian 348 : Zerata 2
349
Bagian 349 : Zerata 3
350
Bagian 350 : Zerata 4
351
Bagian 351 : Zerata 5
352
Bagian 352 : Zerata Tamat (Kemala 1)
353
Bagian 353 : Kemala 2
354
Bagian 354 : Kemala 3
355
Bagian 355 : Kemala 4
356
Bagian 356 : Kemala 5
357
Bagian 357 : Kemala 6
358
Bagian 358 : Kemala 7
359
Bagian 359 : Kemala 8
360
Bagian 360 : Kemala 9
361
Bagian 361 : Kemala 10
362
Bagian 362 : Kemala 11
363
Bagian 363 : Kemala 12
364
Bagian 364 : Kemala 13
365
Bagian 365 : Kemala 14
366
Bagian 366 : Kemala 15
367
Bagian 367 : Kemala 16
368
Bagian 368 : Kemala 17
369
Bagian 369 : Kemala 18
370
Bagian 370 : Kemala Tamat
371
Bagian 371 : Toko Emas 1
372
Bagian 372 : Toko Emas 2
373
Bagian 373 : Toko Emas 3
374
Bagian 374 : Toko Emas 4
375
Bagian 375 : Toko Emas 5
376
Bagian 376 : Toko Emas 6
377
Bagian 377 : Toko Emas 7
378
Bagian 378 : Toko Emas 8
379
Bagian 379 : Toko Emas 9
380
Bagian 380 : Toko Emas 10
381
Bagian 381 : Toko Emas 11
382
Bagian 382 : Toko Emas 12
383
Bagian 383 : Toko Emas 13
384
Bagian 384 : Toko Emas 14
385
Bagian 385 : Toko Emas 15
386
Bagian 386 : Toko Emas 16
387
Bagian 387 : Toko Emas 17
388
Bagian 388 : Toko emas 18
389
Bagian 389 : Toko Emas 19
390
Bagian 390 : Toko Emas 20
391
Bagian 391 : Toko Emas 21
392
Bagian 392 : Toko Emas 22
393
Bagian 393 : Toko Emas 23
394
Bagian 394 : Toko Emas 24
395
Bagian 395 : Toko Emas 25
396
Bagian 396 : Toko Emas 26
397
Bagian 397 : Toko Emas 27
398
Bagian 398 : Toko Emas 28
399
Bagian 399 : Toko Emas 29
400
Bagian 400 : Toko Emas 30
401
Bagian 401 : Toko Emas 31
402
Bagian 402 : Toko Emas Tamat
403
Bagian 403 : Bulan Madu
404
Bagian 404 : Bulan Madu 2
405
Bagian 405 : Bulan Madu 3
406
Bagian 406 : Bulan Madu 4
407
Bagian 407 : Bulan Madu 5
408
Bagian 408 : Bulan Madu 6
409
Bagian 409 : Bulan Madu 7
410
Bagian 410 : Bulan Madu 8
411
Bagian 411 : Bulan Madu 9
412
Bagian 412 : Bulan Madu 10
413
Bagian 413 : Bulan Madu 11
414
Bagian 414 : Bulan Madu 12
415
Bagian 415 : Bulan Madu 13
416
Bagian 416 : Bulan Madu 14
417
Bagian 417 : Bulan Madu 15
418
Bagian 418 : Bulan Madu 16
419
Bagian 419 : Bulan Madu 17
420
Bagian 420 : Bulan Madu 18
421
Bagian 421 : Bulan Madu 19
422
(Bagian 422 : Bulan Madu 20)
423
Bagian 423 : Bulan Madu 21
424
Bagian 424 : Bulan Madu 22
425
Bagian 425 : bulan Madu 23
426
Bagian 426 : Bulan Madu 24
427
Bagian 427 : Bulan Madu 25
428
Bagian 428 : Bulan Madu 26
429
(Bagian 429 : Bulan Madu 27)
430
(Bagian 430 : Bulan Madu 28)
431
(Bagian 431 : Bulan Madu 29)
432
(Bagian 432 : Bulan Madu 30)
433
(Bagian 433 : Bulan Madu 31)
434
(Bagian 434 : Bulan Madu 32)
435
(Bagian 435 : Bulan Madu 33)
436
Bagian 436 : Bulan Madu 34
437
(Bagian 437 : Bulan Madu 35)
438
Bagian 438 : Bulan Madu Tamat
439
Bagian 439 : Kamboja
440
(Bagian 440 : Kamboja 2)
441
(Bagian 441 : Kamboja 3)
442
Bagian 442 : Kamboja 4
443
Bagian 443 : Kamboja 5
444
Bagian 444 : Kamboja 6
445
Bagian 445 : Kamboja 7
446
Bagian 446 : Kamboja 8
447
(Bagian 447 : Kamboja 9)
448
(Bagian 448 : Kamboja 10)
449
Bagian 449 : Kamboja 11
450
Bagian 450 : Kamboja 12
451
Bagian 451 : Kamboja 13
452
Bagian 452 : Kamboja 14
453
Bagian 453 : Kamboja 15
454
Bagian 454 : Kamboja 16
455
Bagian 455 : Kamoja 17
456
Bagian 456 : Kamboja 18
457
Bagian 457 : Kamboja 19
458
Bagian 458 : Kamboja 20
459
Bagian 459 : Kamboja 21
460
Bagian 460 : Kamboja 22
461
Bagian 461 : Kamboja 23
462
Bagian 462 : Kamboja 24
463
Bagian 463 : Kamboja 25
464
Bagian 464 : Kamboja 26
465
Bagian 465 : Kamboja 27
466
(Bagian 466 : Kamboja 28)
467
Bagian 467 : Kamboja 29
468
Bagian 468 : Kamboja Tamat
469
Bagian 469 : Nyebrang
470
Bagian 470 : Nyebrang 2
471
Bagian 471 : Nyebrang 3
472
Bagian 472 : Nyebrang 4
473
Bagian 473 : Nyebrang 5
474
Bagian 474 : Nyebrang 6
475
(Bagian 475 : Nyebrang 7)
476
Bagian 476 : Nyebrang 8
477
Bagian 477 : Nyebrang 9
478
Bagian 478 : Nyebrang 10
479
Bagian 479 : Nyebrang 11
480
Bagian 480 : Nyebrang 12
481
Bagian 481 : Nyebrang 13
482
Bagian 482 : Nyebrang 14
483
Bagian 483 : Nyebrang 15
484
Bagian 484 : Nyebrang 16
485
Bgian 485 : Nyebrang 17
486
Bagian 486 : Nyebrang 18
487
Bagian 487 : Nyebrang 19
488
Bagian 488 : Nyebrang 20
489
Bagian 489 : Nyebrang 21
490
Bagian 490 : Nyebrang 22
491
Bagian 491 : Nyebrang 23
492
Bagian 492 : Nyebrang 24
493
Bagian 493 : Nyebrang 25
494
Bagian 494 : Nyebrang 26
495
Bagian 495 : Nyebrang Tamat
496
Bagian 496 : Mulyana Permulaan
497
Bagian 497 : Mulyana 2
498
Bagian 498 : Mulyana 3
499
Bagian 499 : Mulyana 4
500
Bagian 500 : Mulyana 5
501
Bagian 501 : Mulyana 6
502
Bagian 502 : Mulyana 7
503
Bagian 503 : Mulyana 8
504
Bagian 504 : Mulyana 9
505
Bagian 505 : Mulyana 10
506
Bagian 506 : Mulyana 11
507
Bagian 507 : Mulyana 12
508
Bagian 508 : Mulyana 13
509
Bagian 509 : Mulyana 14
510
Bagian 510 : Mulyana 15
511
Bagian 511 : Mulyana 16
512
Bagian 512 : Mulyana 17
513
Bagian 513 : Mulyana 18
514
Bagian 514 : Mulyana 19
515
Bagian 515 : Mulyana 20
516
Mulyana 516 : Mulyana 21
517
Bagian 517 : Mulyana 22
518
Bagian 518 : Mulyana 23
519
Bagian 519 : Mulyana 24
520
Bagian 520 : Mulyana 25
521
Bagian 521 : Mulyana 26
522
(Bagian 522 : Mulyana 27)
523
Bagian 523 : Mulyana 28
524
Bagian 524 : Mulyana 29
525
Bagian 525 : Mulyana 30
526
Bagian 526 : Mulyana 31
527
Bagian 527 : Mulyana 32
528
Bagian 528 : Mulyana 33
529
Bagian 529 : Mulyana 34
530
Bagian 530 : Mulyana 35
531
Bagian 531 : Mulyana 36
532
Bagian 532 : Mulyana 37
533
Bagian 533 : Mulyana 38
534
Bagian 534 : Mulyana 39
535
Bagian 535 : Mulyana 40
536
Bagian 536 : Mulyana 41
537
Bagian 537 : Mulyana 42
538
Bagian 538 : Mulyana 43
539
Bagian 539 : Mulyana 44
540
Bagian 540 : Mulyana 45
541
(Bagian 541 : Mulyana 46)
542
Bagian 542 : Mulyana 47
543
Bagian 543 : Mulyana 48
544
Bagian 544 : Mulyana 49
545
Bagian 545 : Mulyana 50
546
(Bagian 546 : Mulyana 51)
547
Bagian 547 : Mulyana 52
548
Bagian 548 : Mulyana 53
549
Bagian 549 : Mulyana 54
550
Bagian 550 : Mulyana 55
551
Bagian 551 : Mulyana 56
552
Bagian 552 : Mulyana 57
553
Bagian 553 : Mulyana 58
554
Bagian 554 : Mulyana 59
555
Bagian 555 : Mulyana 60
556
Bagian 556 : Mulyana 61
557
(Bagian 557 : Mulyana 62)
558
Bagian 558 : Mulyana 63
559
Bagian 559 : Mulyana 64
560
Bagian 560 : Mulyana 65
561
Bagian 561 : Mulyana 66
562
Bagian 562 : Mulyana 67
563
Bagian 563 : Mulyana 68
564
Bagian 564 : Mulyana 69
565
Bagian 565 : Mulyana 70
566
Bagian 566 : Mulyana 71
567
Bagian 567 : Mulyana 72
568
Bagian 568 : AJP TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!