Aditia dan Alya mengunjungi Ayi Mahogra, Aditia merasa bahwa Ayi bisa membantunya.
“Jadi? Ada apa?” Ayi bertanya.
“Mungkin Ayi sudah tahu.” Aditia menatap kearah Ayi dengan penuh makna.
“Sini mana tangan Alya.” Ayi mengulurkan tangannya.
“Loh, aku kan belum memperkenalkan diri.” Alya bingung karena Ayi sudah mengetahui namanya, padahal baik Aditia maupun dirinya belum memperkenalkan Alya.
“Udah Al, kasih aja tangan kananmu ke Ayi.”
Alya akhirnya menyerahkan tangan kanannya kepada Ayi Mahogra, setelahnya Ayi Mahogra memejamkan mata dan melihat pada kisah Alya dan keluarganya.
Butuh waktu sekitar 10 menit untuk Ayi memegang tangan Alya, setelahnya dia langsung bersandar pada sofa single yang dia duduki. Ayi terlihat lemah dan butuh untuk mengatur nafas dulu.
Ayi Mahogra adalah gelar mulia yang disematkan kepada wanita ini, karena dia pemegang karuhun dari Tahan Pasundan, dalam lingkarannya, dia adalah Ratu dari Kharisma Jagat, Kharisma Jagat adalah sebutan untuk orang-orang istimewa yang memiliki keberkahan memiliki Karuhun atau Jin-Jin yang hidup beratus-ratus tahun memilih para keturunan yang dia kehendaki lalu menjaganya, Jin itu bisa saja baik atau buruk tergantung tuannya, tentu saja setiap jin memiliki keistimewaan berubah sesuai yang di kehendaki atau kekuatan lainnya melebihi orang biasa, mereka berpindah dalam satu kedipan, mereka bisa menipu manusia hingga menuruti kemauannya, mereka bisa membuat manusia bisa memiliki kekuatan Jin itu jika mau di tumpangi seperti mengeluarkan api dari tubuhnya, tidak terlihat, santet, pelet ataupun hal lain yang diluar nalar, makanya manusia dengan predikat Kharisma Jagat juga tidak semua baik, mereka harus diatur oleh seseorang yang memiliki kekuatan diatas mereka, yaitu Ayi Mahogra Kharisma Jagat.
Jadi Ayi Mahogranya Kharisma Jagat adalah manusia istimewa dari yang istimewa, setinggi itulah tingkatannya, orang-orang yang tahu dunia Ghaib akan kenal dengan Ayi Mahogra, karena dia manusia yang berdiri di 2 dunia, kaki kirinya menapak pada dunia Ghaib dan kaki kanannya menapak pada dunia nyata, sehingga keputusan Aditia datang kepadanya adalah keputusan yang tepat, mengingat Begu Ganjang bukanlah Jin yang mudah di taklukan, terlebih Aditia bukanlah spesialis dalam penaklukan, dia hanya kebetulan bisa mengantar Ruh yang tersesat karena beberapa alasan.
Aditia tahu dan berani datang kesini, karena tidak sembarang orang yang memilki mata batin bisa masuk dikarenakan Ayah Aditia yang memang menjalin hubungan baik dengan kawanan Ayi Mahogra yang dulunya adalah kawanan Mulyana. Walau Ayi tidak penah bertemu Mulyana secara langsung karena dia telah tiada bahkan sebelum terbuka segelnya, tapi nama dan perjuangan Mulyana dalam melawan jodoh adat sangat Ayi hargai. Bisa dibilang, Ayi meneruskan perjuangan Mulyana untuk bisa menghapuskan pemaksaan pernikahan Adat. Ayah Aditia juga seorang Kharisma Jagat yang banyak menolong Ayi melalui catatan-catatan penyelidikannya sebelum Ayi teruskan. Maka dari itu Aditia juga seorang ….
“Ayi saat ini tidak bisa bantu Aditia mengusir iblis jahat itu, Ayi hanya bisa bantu dari jauh. Makhluk itu sudah hidup ratusan tahun, dia sangat kuat, dia mencari manusia bodoh yang haus akan harta dan dunia, tujuan makhluk itu cuma satu, membawa manusia serakah itu ikut bersamanya ke neraka,” Ayi berkata. Dia tidak dapat membantu Aditia karena sedang mempersiapkan perang dan juga kehadirannya tidak boleh mencolok sama sekali, karena dia harus tetap bersembunyi sehingga tidak ada yang tahu tentang pernikahannya dengan Malik dan juga pergerakannya melawan Mudha Praya.
“Aku dan Alya harus apa Ayi?” Aditia bertanya.
“Memutus perjanjian.”
“Bagaimana caranya?” Aditia tidak memiliki pengalaman yang cukup untuk tahu hal seperti ini.
“Aditia semasa sekolah ataupun kuliah kalian pasti pernah mendengar hukum perjanjian, dimana jika seseorang wafat maka semua yang menjadi miliknya turun ke anak cucunya sebagai ahli waris, benar?” Ayi memastikan dan keduanya mengangguk.
Lalu Ayi meneruskan kata-katanya, “Alya adalah satu-satunya ahli waris ayahmu, mengingat keseluruh saudaramu, baik dari Ibu kandungmu atau ibu tirimu semuanya sudah wafat, menjadi korban keserakahan Ayahmu, maka kau adalah satu-satunya ahli waris. Semua yang dimiliki oleh ayahmu akan jatuh ke tanganmu, termasuk …. “
“Begu Ganjang!” Aditia dan Alya berteriak, mereka merasa solusi ini terlalu berat.
“Dia makhluk jahat Ayi, aku tidak ingin memilikinya.” Alya menolak.
“Jin itu tergantung tuannya, kalau tuannya jahat, maka jahatlah mereka, kalau tuannya memiliki hati yang lurus dan yakin hanya kepada Tuhan, maka Jin itu harus mengikuti tuan yang dia jaga. Kau sudah melihat ratusan Jinku di bawah kan? Mereka dengan berbagai rupa, dengan berbagai kekuatan dan dengan berbagai tingkah pola, tapi bisa berbaris di bawah untuk menjaga wanita lemah sepertiku, itu karena mereka yakin, aku membawa kebaikan, kenapa mereka bisa yakin, karena mereka aku latih dengan sabar dan ikhlas, kembali lagi kepada berkah yang Tuhan kasih, maka Alya perlu kuat dan belajar menjadi wanita yang mampu menaklukan makhluk itu, ini akan mudah jika Alya yakin, tapi jangan terima jika hatimu ragu.” Ayi memberi kuliah yang panjang lebar.
“Mbak, bawa Alya ke kemar tamu, biarkan dia tidur dulu, dia masih lemah setelah di rawat kemarin, buatkan susu hangat dan juga roti bakar, supaya dia tidur nyenyak karena perutnya kenyang, tidur lah, kau akan baik-baik saja besok, dia takkan berani datang kemari, kau sangat amat aman di sini, percayalah, kau akan sangat nyenyak jika tidur di kamar tamuku.” Ayi memanggil asisten rumah tangganya, Alya ikut karena dia sangat lelah dan lumayan lapar, Ayi Mahogra seorang yang tegas, dan Alya percaya padanya, walau tugas untuk menaklukan itu terdengar sangat sulit.
“Adit, Ayi mau bicara dulu sama kamu. Kamu bisa tunda istirahat kamu kan?” Ayi bertanya.
“Iya Ayi.” Aditia duduk di tempat Alya duduk.
“Sebentar Ayi telepon suami dulu ya.” Ayi lalu mengambil ponsel dan menelpon suaminya.
[Sayang jangan pulang ke unit kita ya malam ini, ada Alya dan Adit anaknya Mang Mulyana, kamu ke unit 511 aja.] setelahnya Ayi menutup telepon.
“Maaf Ayi aku merepotkan.”
“Merepotkan? Tenang saja, keseluruhan unit di lantai ini milik kami, jadi kalau ada satu orang tamu bukan masalah buat kami, Malik kurang suka tamu, ya kamu tau lah bagaimana dia juteknya, apalagi kalau ada tamu perempuan.”
“Iya aku tahu Kak Malik lumayan galak.” Aditia tersenyum, dia merasa lega memiliki Ayi sebagai orang dekat yang tidak sungkan membantunya, bahkan Ayi adalah satu-satunya donatur yang mendirikan yayasan untuk anak-anak yang terlantar atau tidak memiliki orang tua, seperti anak-anaknya Mbak Rosa, wanita yang sudah Aditia anggap sebagai kakak karena hampir setiap hari menumpang pada angkotnya setelah selesai bekerja sebagai buruh pabrik kabel, tapi harus tewas karena diperkosa dan dibunuh oleh segerombolan orang brengsek, lalu mayatnya dibuang di tanah kuburan, untung Aditia bisa mengantarnya pulang dengan tenang ke sisi Tuhan, dan anak-anaknya saat ini menjadi salah satu anak asuh dari yayasan yang Ayi Mahogra bangun dengan Aditia sebagai salah satu pengurusnya.
“Adit, memutus perjanjian ini akan sangat menyakitkan untuk Alya, pertama dia akan kehilangan Ayahnya, kedua dia akan menjadi pemilik dari makhluk yang sangat ia takuti seumur hidupnya, apakah menurut Adit dia mampu?” Ayi bertanya.
“Jika ini solusi dari Ayi, Adit kira tidak ada satu pun manusia yang bisa memberi solusi lebih baik dari ini, maka Alya harus kuat menghadapi ini semua, Adit akan mendampinginya, tidak perduli sesulit apapun.” Aditia sangat yakin itu.
“Kesetiaanmu mengingatkanku pada seseorang, kalian orang-orang baik yang mencintai tanpa pamrih. Ok, maka kita bisa menjalankan rencananya, hal pertama yang kita lakukan adalah … membuat Ayah Alya Mati!”
“Ayi! Astagfirullah, kita akan membunuh ayahnya Alya?” Aditia kaget.
“Loh, kau kan tadi sudah dengar solusiku, untuk memaksa Begu Ganjang turun pada Alya, maka kita harus membuatnya menjadi satu-satunya ahli waris, dan warisan bisa turun hanya jika pemiliknya tiada, kenapa kau sekarang kaget?” Ayi tertawa.
“Tapi Ayi, membunuh itu perbuatan kriminal.” Aditia berdiri karena kaget.
“Jangan meninggikan suara, kau akan membuat Alya mendengar ini."
“Maaf Ayi, tapi membunuh itu tindakan kejahatan, kita semua bisa dipenjara.” Aditia masih lumayan histeris walau suaranya tertahan, karena takut membangunkan Alya.
“Kau fikir Ayi adalah orang gila yang menyarankan kau membunuhnya? Walau orang itu sebenarnya pantas mati, mengingat apa yang dia lakukan sulit dibilang sebagai tindakan seorang manusia.”
“Ya, Lalu apa yang harus kita lakukan agar ‘warisan’ itu turun tanpa membunuh pemiliknya?”
“Jadi, begini …. “ Ayi menyuruh Aditia mendekatkan kupingnya.
______________________________
Catatan Penulis :
Yang mau tau kisah lengkap Ayi Mahogranya Kharisma Jagat, silahkan download Mangatoon dan cari kisahnya dengan judul “KARUHUN”, karena kisahnya jauh lebih brutal dari kisah Aditia, jadi kisah Aditia ini bisa dibilang kisah masa depan Ayi Mahogra, kenapa sih Author iseng banget masukin Seira si Ayi Mahogra di cerita Aditia?
Karena, aku … tidak tauuuuuuuu
Nih aku bisikin, setiap kisah yang aku tulis, punya jiwanya sendiri, mereka mengarahkan tanganku untuk mengetik sehingga aku bukanlah satu-satunya yang menjadi leader dari karyaku, setiap kisah memiliki jiwanya sendiri, sehingga jiwa-jiwa inilah yang menentukan alurnya, aku menikmati setiap jiwa ini mengarahkan tanganku untuk mengetik.
Apakah aku pengikut setan, tidak sama sekali, bolehkah aku bilang bahwa menulis selain ketekunan, bakat tapi juga ada tuntunan dari Tuhan? Katakanlah begini cara Tuhan mendidikku dan memberiku sedikit berkah dalam menulis.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 568 Episodes
Comments
Dementor
Thor...
ijin subscribe ya
2024-08-02
1
eka wati
kenapa nggak di up disini aja kaka author? pinisirin kan jadinya.. 🥲
2024-04-22
0
Annisa Khumaira
keren Thor👌😍
2023-08-26
1