Pernikahan

Hari itu pun akhirnya tiba.

Carissa tampak sangat menawan dalam balutan gaun pengantin modern yang di kenakannya. Wajahnya juga sudah di poles dengan make up flawless yang membuatnya terlihat semakin cantik.

Carissa sedikit tegang. Beberapa kali ia menghela nafas panjang untuk menetralkan perasaannya. Rasanya ia seperti akan menghadapi ujian praktek sekolah di hadapan guru killer. Benar-benar mendebarkan.

Carissa masih tak menyangka jika hari ini ia benar-benar akan menikah dengan Evan. Seorang lelaki patah hati yang hampir menangis di hari pernikahan Zaya dan Aaron. Lelaki yang juga terluka karena di tinggal menikah di hari itu, seperti halnya Carissa.

Dan ternyata dua orang yang terluka dan patah hati itu hari ini akan di persatukan dalam ikatan pernikahan pula. Sungguh takdir yang tak biasa.

Carissa hanya berharap kali ini ia tak salah mengambil langkah. Semoga saja Evan benar-benar orang yang akan bersamanya hingga akhir. Dan kehidupan pernikahan mereka lambat laun menjadi pernikahan yang penuh kebahagiaan. Ya, semoga saja.

Tiba-tiba pintu ruang tunggu pengantin wanita tempat Carissa berada terbuka. Tampak Alya, Mamanya masuk dan menutup pintu itu kembali.

Carissa mendongakkan wajahnya dan melihat kearah Alya yang melangkah kearahnya.

"Mama..." Gumam Carissa.

Alya berhenti di hadapan Carissa dan menatap putrinya itu dengan tatapan yang sulit di jelaskan.

Alya menghela nafasnya, sebisa mungkin menahan dorongan airmata yang nyaris jatuh di pipinya. Kemudian ia duduk dengan menghadapkan tubuhnya pada Carissa yang sedang menatapnya bingung.

Carissa tak mengerti melihat Alya yang tampak emosional. Bukankah selama ini Alya lah yang begitu antusias setiap kali Arga mengatur perjodohan untuk Carissa? Lalu kenapa sekarang ia terlihat tak rela melepaskan Carissa?

"Kenapa, Ma?" Tanya Carissa.

Alya menghela nafasnya dan mengalihkan pandangannya kearah depan.

"Adakah sikap Mama yang mengganjal di hatimu, Carissa?" Tanya Alya kemudian.

Carissa menautkan kedua alisnya. Ia tampak tak mengerti dengan yang Alya bicarakan.

"Sebelum benar-benar memulai hidup baru, sebaiknya kamu menghilangkan semua ganjalan di masa lalu, agar nantinya kamu bisa melangkah dengan lebih ringan. Jika ada hal yang membuatmu tidak berkenan tentang Mama. Katakanlah sekarang. Jangan sampai hal itu membebanimu hingga mengganggu langkahmu untuk maju." Ujar Alya lagi.

Carissa terlihat semakin tidak mengerti.

"Mama banyak berlaku tidak adil padamu selama ini. Jika kamu ingin berkeluh kesah sekarang, Mama akan mendengarkannya." Tambah Alya lagi. Kali ini ia kembali menoleh kearah Carissa.

Carissa menatap wajah Alya yang terlihat sendu dengan mengulas senyuman tipis.

"Jika ada hal yang ingin aku sampaikan, itu adalah ucapan terima kasih." Tangan Carissa terulur menyentuh kedua tangan Alya.

"Terima kasih karena telah membesarkanku dengan kedua tangan Mama ini. Terima karena telah membuatku tidak pernah merasa kekurangan. Terima kasih karena telah memberiku perlindungan. Jika bukan karena Mama, kehidupanku tidak akan sebaik ini." Ujar Carissa tulus.

Alya memandang wajah Carissa dengan tatapan yang semakin sendu. Airmatanya pun akhirnya jatuh membasahi pipinya.

"Sejak kecil aku sudah banyak menyusahkan Mama. Aku adalah anak bandel yang selalu membuat masalah. Jika Mama marah dan menghukumku, itu adalah hal yang wajar. Setiap ibu akan melakukan hal yang sama jika anaknya melakukan kesalahan. Mama melakukan semua itu karena sayang padaku. Lalu kenapa aku harus mengeluh?"

Alya semakin terisak saat mendengar penuturan Carissa. Airmatanya jatuh semakin deras. Di rengkuhnya tubuh Carissa ke dalam pelukannya.

"Maafkan Mama, Carissa. Mama telah banyak melakukan kesalahan padamu." Alya mendekap Carissa sambil tersedu.

Carissa pun membalas pelukan Alya dengan mata berkaca-kaca.

"Tidak, Ma. Mama tidak pernah melakukan kesalahan apapun. Mama adalah perempuan paling sabar dan penuh kasih sayang yang pernah aku kenal. Tolong jangan sedih, Ma. Jangan menangis seperti ini. Aku lebih suka Mama marah dan menghukumku daripada melihat Mama menangis."

Carissa mengurai pelukannya dan menghapus airmata Alya.

"Sekarang putrimu yang nakal ini akan menikah, Ma. Doakan aku agar bahagia bersama keluarga baruku."

Alya tampak berusaha menenangkan dirinya. Kemudian tangannya terulur menyentuh pipi Carissa.

"Menikahlah dan hiduplah dengan bahagia Jadilah istri yang baik untuk suamimu. Tentu saja Mama akan mendoakanmu. Hanya itu yang bisa Mama lakukan."

Carissa tersenyum dengan mata yang semakin berkaca-kaca.

"Terima kasih, Ma..." Ujarnya sembari kembali memeluk Alya.

Tak lama kemudian, Clara, Kakak Carissa datang menginterupsi momen mengharukan itu.

"Hei, apa yang kalian lakukan? Acara pernikahannya sebentar lagi di mulai, kenapa malah tangis-tangisan seperti ini?" Tanyanya bingung.

Carissa dan Alya pun saling melepaskan pelukan mereka.

Clara segera membantu membenahi riasan Alya yang menjadi sedikit berantakan karena menangis tadi. Beruntung Carissa tidak ikut-ikutan mengeluarkan airmata, sehingga riasannnya aman dan tak perlu di rias ulang.

Akhirnya Carissa di bimbing oleh Mama dan Kakak perempuannya keluar dari ruangan itu.

Dan kemudian, prosesi pernikahan yang sakral itu pun di mulai. Dengan di hantarkan Arga, Papanya, Carissa akhirnya menyambut uluran tangan Evan untuk memasuki gerbang kehidupan yang baru.

Mereka berdua mengikat janji suci di hadapan Tuhan dan semua yang hadir untuk selalu bersama dan tak saling meninggalkan dalam keadaan apapun, hingga maut yang memisahkan.

Tangis haru akhirnya tak bisa terbendung lagi saat keduanya telah dinyatakan sah sebagai suami istri.

Alya tak henti mengusap airmata yang terus jatuh membasahi pipinya. Ia terus melihat kearah Carissa sambil mengulas senyuman tipis. Putrinya yang bandel, cerewet dan suka membantah itu akhirnya menikah juga. Dan lelaki yang menjadi suaminya adalah lelaki baik yang sangat santun. Alya berharap Evan benar-benar bisa membahagiakan Carissa.

Setelah prosesi pernikahan selesai, acara pun terus berlanjut. Para undangan satu persatu memberikan selamat pada kedua mempelai. Dan tak lama kemudian, Aaron dan Zaya yang baru saja datang juga tampak mendekat untuk memberikan selamat.

"Selamat, Dokter Evan. Tidak di sangka ternyata jodohmu adalah temanku yang cerewet ini. Semoga kalian menjadi pasangan yang selalu berbahagia dan bisa terus bersama sampai kakek-nenek." Aaron menjabat tangan Evan sambil mengucapkan selamat dengan tulus.

"Terima kasih, Tuan Aaron." Jawab Evan.

"Hei, bawel. Akhirnya kau punya suami juga. Lega rasanya ada yang betah mendengarkan ocehanmu." Aaron berganti menyalami Carissa. Carissa hanya memutar bola matanya dengan malas. Panggilan bawel itu selalu saja keluar dari mulut Aaron, meski di momen seperti ini.

"Jangan memeluk. Aku lelaki yang sudah beristri, dan istriku tidak suka aku menyentuh perempuan lain." Seloroh Aaron saat melihat tangan Carissa terulur untuk membalas jabat tangannya. Buru-buru Carissa menarik kembali tangannya dan memukul lelaki itu.

"Siapa juga yang mau memelukmu. Aku juga sudah punya suami." Sergah Carissa.

Zaya terkekeh melihat keduanya. Lalu berganti dia juga yang memberi selamat. Di peluknya Carissa hangat, lalu Evan juga.

"Lihat, istrimu yang justru memeluk suamiku." Ujar Carissa pura-pura marah.

"Sayang..." Aaron menarik tangan Zaya hingga tubuh Zaya merapat padanya.

"Sepertinya sudah cukup kita memberi selamatnya. Undangan lain juga ingin memberi selamat pada mereka." Aaron mengajak Zaya turun.

Zaya tersenyum dan kembali melihat kearah Evan dan Carissa.

"Sekali lagi selamat, ya. Semoga kalian segera di berikan momongan." Ujar Zaya sebelum ia dan Aaron berlalu.

Carissa memandang kepergian Aaron dan Zaya hingga keduanya menghilang di antara tamu undangan yang lain.

Tiba-tiba Carissa merasakan ada yang menggenggam. Ia pun menoleh kearah Evan yang kini tengah melihat kearahnya.

Pandangan mereka terkunci beberapa saat.

"Jangan melihat kearah lelaki lain lagi. Mulai hari ini kamu harus ingat jika kamu sudah punya suami." Ujar Evan.

Carissa tersenyum tipis.

"Iya, benar. Tapi itu berlaku untukmu juga. Kamu juga harus ingat jika sudah punya istri."

Keduanya sama-sama tersenyum sambil masih saling memandang satu sama lain.

Bersambung...

Emak ga bakal tanya MPnya mau di skip apa ga, soalnya pasti pada jawab "Jgn di skip."

😂😂😂

Happy reading❤❤❤

Terpopuler

Comments

Anand

Anand

pernikahan seperti apa ini ?😂

2021-07-19

0

Junfa Jundi faaz

Junfa Jundi faaz

mp dong gpl

2021-07-14

0

Pipin Davian

Pipin Davian

Ya elah si aaron 😂😂😂

2021-06-30

0

lihat semua
Episodes
1 Hari Yang Tak terlupakan (Prolog)
2 Gadis Kecil Bermata Jernih
3 Sosok Pelipur Lara
4 Berpisah
5 On Your Wedding Day
6 Pertemuan Pertama
7 Rencana Perjodohan
8 Tuan Patah Hati?
9 Tertawa Bersama
10 Pertemuan Ketiga
11 Kita Jodoh
12 Pemeriksaan Jantung
13 Kesalahpahaman
14 Terjebak
15 Mungkin Ini Takdir
16 Teman Hidup
17 Kesalahpahaman (Lagi)
18 Meyakinkan Hati
19 Pernikahan
20 Drama Malam Pertama
21 Step By Step
22 Evan, stop! Sakit!!
23 Menuntaskan Dengan Cara Lain
24 First Day To Be Wife
25 Korban Eksperimen
26 Sepertinya Aku Telah Jatuh Cinta Padamu
27 Yang Disebut Rumah
28 Aku Ingin Kita Segera Punya Anak
29 Milik Evan seutuhnya
30 Berbagi Rahasia
31 Jangan Pernah Ada Orang Ketiga
32 Saling Mengungkapkan Perasaan
33 Kenapa Aku Masih Belum Hamil?
34 Pemeriksaan Kandungan
35 Rahim Pengganti?
36 Mungkinkah Ini Karma?
37 Murka
38 Aku kecewa...
39 Lampiaskan Saja
40 Pagi Yang Lebih Baik
41 Memulai Perjuangan
42 Hukuman Untuk Sonya
43 Mengakhiri Drama
44 Bulan Madu Yang Tertunda
45 I Love Maldives...
46 The Vow
47 Kabar Yang mengejutkan
48 Sisi Lain dari Seorang Arga Nugraha
49 Pengakuan Dosa
50 Namanya Evan
51 Kepergian Arga
52 Dilema
53 Memberi Ruang
54 Mencoba Menerima
55 Pelangi Di Tengah Badai
56 Permintaan Evan
57 Tak Bisa Memilih
58 Berusaha Melapangkan Hati
59 Berharap Kembali Bahagia
60 Berpisah Sementara
61 Resah
62 Rindu
63 Ada Yang Berbeda
64 Mulai Mencari Tahu
65 Evan, Sebenarnya Kamu Kenapa?
66 Masih Ingin Menutupi
67 He Is Dying
68 Terjawab Sudah
69 Bimbang
70 Malam Terakhirku Bersamamu
71 Mengingkari Janji
72 Dia Pergi
73 Kamu Harus Sembuh!
74 Berusaha Hidup Tanpamu
75 Kembali Mengepakkan Sayap
76 Merindukanmu
77 Tunggu Aku...
78 Bertahan
79 Memandang Dari Jauh
80 Teman Lama
81 Sebuah Hutang
82 Sosok Yang Dirindukan
83 Hanya Dengan Memeluk
84 Pulanglah...
85 Melepas Rindu
86 Ritual Mandi Pagi
87 Harta Dan Cinta Pertama
88 Jalan-Jalan
89 Ayah Paling Penyayang Sedunia
90 Tawaran Kesepakatan
91 Wrong Partner
92 Pertemuan Tak Terduga
93 Triple Date?
94 Nostalgia (Nasehat Aaron)
95 Memandang Dengan Perasaan Yang Hancur
96 Maksud Tersembunyi
97 Panggilan Sayang
98 Shocking Kiss
99 Malam Terkutuk
100 Ketertarikan Yang Beralih
101 Meminta Penjelasan
102 Pulang
103 Kondisi Evan
104 Bunga Lili
105 Menanti Kelahiranmu
106 Kontraksi Palsu
107 Oh, akhirnya...
108 Putri Kita Sudah Lahir
109 Lily Bramasta
110 Kembali Bahagia
111 Orang Tua Posesif
112 Surat Cinta Dari Author
113 Tamu Istimewa
114 Membuang Perasaan
115 Calon Menantu Sempurna
116 Tak Akan Menggunakan 'Cara Lain' Lagi
117 Kejutan Dari Geraldyn
118 Menyaksikan Pertunjukan
119 Tuluskah Perasaannya?
120 Modus
121 Alasan Yang Disembunyikan
122 Sembuh
123 Jadilah Bersinar Sekali lagi
124 Rumah Baru
125 Meminta Bantuan
126 Bertemu Calon Mertua?
127 Alergi Pada Orang Kaya
128 Sebuah Permintaan
129 Janji Jonathan
130 Kamu Seorang Ibu!
131 Goyah
132 Belajar Untuk Saling Memahami
133 Sebuah Solusi
134 Pilihan Untuk Geraldyn
135 Aku Pasti Kembali
136 Because My Destiny Is With You (End)
137 Melepaskan Beban Terakhir (Extra Part 1)
138 Kembali (Extra Part 2)
139 Jari Keramat (Extra Part 3)
140 Albern & Lily (Extra Part 4-Epilog)
141 Karya Baru
142 Sudah Rilis
143 Promo Karya Terbaru
144 Pengumuman
145 PENGUMUMAN
146 Karya Baru Again
147 Pengumuman Karya Terbaru
Episodes

Updated 147 Episodes

1
Hari Yang Tak terlupakan (Prolog)
2
Gadis Kecil Bermata Jernih
3
Sosok Pelipur Lara
4
Berpisah
5
On Your Wedding Day
6
Pertemuan Pertama
7
Rencana Perjodohan
8
Tuan Patah Hati?
9
Tertawa Bersama
10
Pertemuan Ketiga
11
Kita Jodoh
12
Pemeriksaan Jantung
13
Kesalahpahaman
14
Terjebak
15
Mungkin Ini Takdir
16
Teman Hidup
17
Kesalahpahaman (Lagi)
18
Meyakinkan Hati
19
Pernikahan
20
Drama Malam Pertama
21
Step By Step
22
Evan, stop! Sakit!!
23
Menuntaskan Dengan Cara Lain
24
First Day To Be Wife
25
Korban Eksperimen
26
Sepertinya Aku Telah Jatuh Cinta Padamu
27
Yang Disebut Rumah
28
Aku Ingin Kita Segera Punya Anak
29
Milik Evan seutuhnya
30
Berbagi Rahasia
31
Jangan Pernah Ada Orang Ketiga
32
Saling Mengungkapkan Perasaan
33
Kenapa Aku Masih Belum Hamil?
34
Pemeriksaan Kandungan
35
Rahim Pengganti?
36
Mungkinkah Ini Karma?
37
Murka
38
Aku kecewa...
39
Lampiaskan Saja
40
Pagi Yang Lebih Baik
41
Memulai Perjuangan
42
Hukuman Untuk Sonya
43
Mengakhiri Drama
44
Bulan Madu Yang Tertunda
45
I Love Maldives...
46
The Vow
47
Kabar Yang mengejutkan
48
Sisi Lain dari Seorang Arga Nugraha
49
Pengakuan Dosa
50
Namanya Evan
51
Kepergian Arga
52
Dilema
53
Memberi Ruang
54
Mencoba Menerima
55
Pelangi Di Tengah Badai
56
Permintaan Evan
57
Tak Bisa Memilih
58
Berusaha Melapangkan Hati
59
Berharap Kembali Bahagia
60
Berpisah Sementara
61
Resah
62
Rindu
63
Ada Yang Berbeda
64
Mulai Mencari Tahu
65
Evan, Sebenarnya Kamu Kenapa?
66
Masih Ingin Menutupi
67
He Is Dying
68
Terjawab Sudah
69
Bimbang
70
Malam Terakhirku Bersamamu
71
Mengingkari Janji
72
Dia Pergi
73
Kamu Harus Sembuh!
74
Berusaha Hidup Tanpamu
75
Kembali Mengepakkan Sayap
76
Merindukanmu
77
Tunggu Aku...
78
Bertahan
79
Memandang Dari Jauh
80
Teman Lama
81
Sebuah Hutang
82
Sosok Yang Dirindukan
83
Hanya Dengan Memeluk
84
Pulanglah...
85
Melepas Rindu
86
Ritual Mandi Pagi
87
Harta Dan Cinta Pertama
88
Jalan-Jalan
89
Ayah Paling Penyayang Sedunia
90
Tawaran Kesepakatan
91
Wrong Partner
92
Pertemuan Tak Terduga
93
Triple Date?
94
Nostalgia (Nasehat Aaron)
95
Memandang Dengan Perasaan Yang Hancur
96
Maksud Tersembunyi
97
Panggilan Sayang
98
Shocking Kiss
99
Malam Terkutuk
100
Ketertarikan Yang Beralih
101
Meminta Penjelasan
102
Pulang
103
Kondisi Evan
104
Bunga Lili
105
Menanti Kelahiranmu
106
Kontraksi Palsu
107
Oh, akhirnya...
108
Putri Kita Sudah Lahir
109
Lily Bramasta
110
Kembali Bahagia
111
Orang Tua Posesif
112
Surat Cinta Dari Author
113
Tamu Istimewa
114
Membuang Perasaan
115
Calon Menantu Sempurna
116
Tak Akan Menggunakan 'Cara Lain' Lagi
117
Kejutan Dari Geraldyn
118
Menyaksikan Pertunjukan
119
Tuluskah Perasaannya?
120
Modus
121
Alasan Yang Disembunyikan
122
Sembuh
123
Jadilah Bersinar Sekali lagi
124
Rumah Baru
125
Meminta Bantuan
126
Bertemu Calon Mertua?
127
Alergi Pada Orang Kaya
128
Sebuah Permintaan
129
Janji Jonathan
130
Kamu Seorang Ibu!
131
Goyah
132
Belajar Untuk Saling Memahami
133
Sebuah Solusi
134
Pilihan Untuk Geraldyn
135
Aku Pasti Kembali
136
Because My Destiny Is With You (End)
137
Melepaskan Beban Terakhir (Extra Part 1)
138
Kembali (Extra Part 2)
139
Jari Keramat (Extra Part 3)
140
Albern & Lily (Extra Part 4-Epilog)
141
Karya Baru
142
Sudah Rilis
143
Promo Karya Terbaru
144
Pengumuman
145
PENGUMUMAN
146
Karya Baru Again
147
Pengumuman Karya Terbaru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!