Berpisah

Sejak hari di mana Zaya mengucapkan janjinya untuk menikah dengan Evan, cara Evan memandang Zaya pun mulai bergeser. Evan tidak lagi menganggap Zaya sebagai seorang adik yang mesti dia lindungi seperti sebelumnya.

Evan yang kala itu belum genap berusia sepuluh tahun, mulai membayangkan jika dirinya dan Zaya akan menjalani hubungan seperti mendiang ayah dan ibunya dulu. Meski belum tahu dengan apa yang dinamakan cinta dan komitmen, tapi Evan seperti telah merancang di dalam otaknya, jika dia dewasa nanti, dia akan selalu bersama-sama dengan Zaya, hidup dalam satu rumah sebagai keluarga.

Evan juga berjanji dalam hatinya, jika dia akan selalu menjaga sosok pelipur laranya itu. Dia akan selalu melindungi bocah cengeng itu hingga mereka dewasa nanti.

Tapi jalan hidup siapa yang tahu. Di saat Evan telah merancang rencana masa depannya untuk selalu bersama Zaya, tiba-tiba dia harus menerima sebuah kenyataan yang sangat tak terduga.

Sepasang suami istri dari keluarga kaya yang telah berapa tahun tidak di karuniai momongan, datang ke panti untuk mengadopsi salah satu anak penghuni panti. Dan pilihan mereka jatuh pada seorang anak lelaki cerdas, yang punya wajah menawan dan berkepribadian tenang, yaitu Evan.

Awalnya Evan menolak. Tapi kemudian pengurus panti membujuknya dan memberinya pengertian jika ini adalah sebuah kesempatan yang sangat bagus. Sayang sekali jika harus dilewatkan begitu saja. Dengan diadopsi pasangan suami istri itu, Evan akan punya jalan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Dia bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan bisa meraih cita-citanya.

Dengan pertimbangan itu semua, meskipun terasa sangat berat, akhirnya Evan setuju untuk diadopsi. Dia pun diharuskan bersiap-siap untuk meninggalkan panti asuhan itu saat hari berikutnya kedua orang tua angkatnya datang menjemput.

Dan hari itu pun akhirnya tiba.

Evan tidak akan pernah melupakan hari di mana dia harus meninggalkan seseorang yang sangat berarti dalan hidupnya. Seorang gadis kecil yang mampu membuatnya bertahan setelah kehilangan segalanya. Gadis kecil bermata jernih yang berjanji akan menikah dengannya jika mereka telah dewasa nanti. Sosok pelipur lara yang kini telah membuat hati Evan terkunci untuk selamanya.

Evan mengelilingi bangunan panti untuk mencari Zaya. Semua persyaratan untuk mengadopsi Evan sudah selesai diurus oleh kedua orang tua angkatnya. Evan akan segera pergi bersama keluarga barunya itu. Tapi sebelum itu, tentu saja Evan harus berpamitan dulu pada seseorang yang kini tengah bersedih. Zaya.

Gadis kecil itu sangat terkejut saat tadi kedua orang tua angkat Evan datang dan mengatakan akan menjemput anak yang akan mereka adopsi. Dan ternyata anak itu adalah malaikat pelindungnya.

Zaya berlari meninggalkan bangunan panti dan menangis tersedu di bawah pohon yang biasanya menjadi tempat dirinya dan Evan belajar dan bermain bersama. Satu-satunya orang yang baik dan selalu melindunginya kini akan pergi. Tentu saja dia sangat sedih.

"Dee," panggil Evan saat telah berhasil menemukan Zaya.

Zaya mengangkat wajahnya dan melihat ke arah Evan. Mata jernihnya yang indah itu tampak basah dan terlihat sendu.

"Dee," gumam Evan lagi sambil melangkah semakin mendekati Zaya. Lalu Evan berjongkok di hadapan Zaya yang tengah duduk memeluk kedua lututnya. Tangan Evan terulur menghapus airmata yang mengalir di kedua pipi Zaya. Tapi meski telah diseka, airmata itu masih turun lagi dengan derasnya, hingga pipi mungil gadis kecil itu tetap menjadi basah.

Zaya terisak di hadapan Evan dengan sangat pilu dan menyedihkan, membuat hati Evan terasa seperti diiris-iris. Sangat sakit rasanya melihat sosok pelipur laranya ini menangis sedih karena akan dia tinggalkan.

"Jangan sedih, Dee," ujar Evan kemudian sambil membelai pipi Zaya yang basah.

"Kakak pasti akan sering datang kesini untuk mengunjungi Dee," hiburnya.

Zaya masih tersedu.

"Kak Evan bohong sama Dee. Kak Evan bilang Kakak akan selalu menjaga Dee dan tidak akan pernah meninggalkan Dee sendirian. Kak Evan bohong!" Zaya berujar pilu di sela isakannya.

Evan terdiam. Kata-kata Zaya seperti sebuah belati yang menghujam tepat di jantungnya. Terasa sangat menyakitkan dan membuatnya tak bisa mengatakan apapun.

"Siapa yang akan menemani Dee main lagi kalau Kakak pergi. Teman yang mau main sama Dee cuma Kak Evan. Yang mau ajarin Dee mengerjakan pr juga cuma Kak Evan. Dee akan sendirian lagi." Zaya semakin tersedu dan menelungkupkan wajahnya di kedua lututnya. Isakannya semakin kuat dan membuat sedih siapa pun yang mendengarnya.

"Jangan tinggalkan Dee, Kak ...." Zaya mengangkat wajahnya lagi dan menatap Evan penuh harap.

Evan tak langsung menjawab. Dia beranjak dari posisinya semula dan mendudukkan dirinya di samping Zaya. Lalu tangannya terulur lagi mengusap lembut kepala gadis kecil itu.

"Apa Dee ingat Kakak pernah mengatakan mau jadi apa kalau Kakak besar nanti?" tanya Evan kemudian.

Zaya tampak menahan isakannya.

"Kak Evan mau jadi dokter yang bisa mengobati orang yang sakit jantung," jawab Zaya kemudian.

Evan tersenyum.

"Apa Dee tahu kenapa Kakak mau jadi dokter yang bisa mengobati orang yang sakit jantung?" tanya Evan lagi.

Kali ini Zaya menggeleng.

"Itu karena kedua orang tua Kakak sama-sama meninggal karena sakit jantung. Jadi Kakak mau jadi orang yang bisa mengobati penyakit itu supaya tidak ada lagi anak yang kehilangan kedua orang tuanya karena sakit jantung seperti Kakak."

Zaya terdiam dan mencoba memahami apa yang Evan katakan.

"Tapi, Dee. Untuk bisa jadi seorang dokter, biayanya mahal. Kakak butuh uang yang banyak. Kalau Kakak tetap di sini, mungkin Kakak tidak bisa pergi ke sekolah kedokteran. Itulah sebabnya Kakak harus ikut orang tua angkat Kakak, supaya Kakak bisa mewujudkan cita-cita Kakak." Evan berusaha untuk memberi pengertian kepada Zaya.

Zaya masih terdiam dan mencerna kata-kata Evan.

"Apa Dee boleh ikut?" tanya Zaya kemudian.

Dengan berat hati Evan menggelengkan kepalanya.

"Kenapa?" tanya Zaya sambil kembali ingin menangis.

"Karena orang tua angkat Kakak cuma mau mengadopsi satu anak saja. Jadi Dee tidak bisa ikut," jawab Evan.

Airmata Zaya kembali luruh. Gadis kecil ini mulai terisak lagi di hadapan Evan.

"Apa Dee tahu jantung letaknya di mana?" tanya Evan kemudian.

Zaya kembali menghentikan tangisannya dan menggeleng dengan menatap Evan penuh tanda tanya.

"Jantung Dee letaknya di sini," ujar Evan sambil menunjuk dada kiri Zaya dengan telunjuknya.

"Lalu, bagi Kak Evan, Dee itu terletak di sini," tambah Evan lagi sambil mengarahkan tangan Zaya untuk menyentuh dada sebelah kirinya juga.

Mata Zaya sedikit membulat sambil terus menatap Evan. Kali ini dia nampak keheranan.

"Kak Evan tidak punya jantung?" tanya Zaya kemudian.

Evan tersenyum.

"Dee adalah jantung Kak Evan. Kak Evan tidak akan bisa melanjutkan hidup seandainya waktu itu Kakak tidak bertemu dengan Dee. Kakak juga sebenarnya sedih harus meninggalkan Dee. Tapi Kak Evan janji, Kakak akan sering mengunjungi Dee. Nanti setelah Kak Evan sudah berhasil meraih cita-cita Kakak, Kak Evan akan menjemput Dee. Dan kita akan bersama-sama lagi. Selamanya." Evan berjanji dengan bersungguh-sungguh, hingga akhirnya dengan berat hati Zaya melepaskan malaikat pelindungnya itu.

Evan pergi bersama keluarga barunya, meninggalkan Zaya yang kembali tersedu melihat kepergiannya.

Dalam hati Evan berjanji akan segera kembali dan menjemput pelipur laranya itu secepat mungkin. Tapi takdir siapa yang tahu. Evan tidak menyadari jika kepergiannya hari itu kelak akan membuatnya kehilangan Zaya untuk selamanya.

Bersambung...

Jgn lupa like, komen dan votenya ya

Happy reading❤❤❤

Terpopuler

Comments

LENY

LENY

SEDIH EVAN BAIK BANGET. MAKANYA KESAL KL LIHAT AARON TERLALU KERAS SAMA ZAYA KRN EVAN ADALAH MALAIKAT PELINDUNG ZAYA😥

2025-02-10

0

vi

vi

/Sob//Sob//Sob/

2024-06-20

0

Sandisalbiah

Sandisalbiah

rasanya udah lama gak terhanyut sampai mewek tp di sini, di bab ini sumpah.. bener² bikin nyesek sampai terisak... ngebayangin wajah Dee dan kesedihanya, rasa kehilanganya.. hah..

2024-06-04

0

lihat semua
Episodes
1 Hari Yang Tak terlupakan (Prolog)
2 Gadis Kecil Bermata Jernih
3 Sosok Pelipur Lara
4 Berpisah
5 On Your Wedding Day
6 Pertemuan Pertama
7 Rencana Perjodohan
8 Tuan Patah Hati?
9 Tertawa Bersama
10 Pertemuan Ketiga
11 Kita Jodoh
12 Pemeriksaan Jantung
13 Kesalahpahaman
14 Terjebak
15 Mungkin Ini Takdir
16 Teman Hidup
17 Kesalahpahaman (Lagi)
18 Meyakinkan Hati
19 Pernikahan
20 Drama Malam Pertama
21 Step By Step
22 Evan, stop! Sakit!!
23 Menuntaskan Dengan Cara Lain
24 First Day To Be Wife
25 Korban Eksperimen
26 Sepertinya Aku Telah Jatuh Cinta Padamu
27 Yang Disebut Rumah
28 Aku Ingin Kita Segera Punya Anak
29 Milik Evan seutuhnya
30 Berbagi Rahasia
31 Jangan Pernah Ada Orang Ketiga
32 Saling Mengungkapkan Perasaan
33 Kenapa Aku Masih Belum Hamil?
34 Pemeriksaan Kandungan
35 Rahim Pengganti?
36 Mungkinkah Ini Karma?
37 Murka
38 Aku kecewa...
39 Lampiaskan Saja
40 Pagi Yang Lebih Baik
41 Memulai Perjuangan
42 Hukuman Untuk Sonya
43 Mengakhiri Drama
44 Bulan Madu Yang Tertunda
45 I Love Maldives...
46 The Vow
47 Kabar Yang mengejutkan
48 Sisi Lain dari Seorang Arga Nugraha
49 Pengakuan Dosa
50 Namanya Evan
51 Kepergian Arga
52 Dilema
53 Memberi Ruang
54 Mencoba Menerima
55 Pelangi Di Tengah Badai
56 Permintaan Evan
57 Tak Bisa Memilih
58 Berusaha Melapangkan Hati
59 Berharap Kembali Bahagia
60 Berpisah Sementara
61 Resah
62 Rindu
63 Ada Yang Berbeda
64 Mulai Mencari Tahu
65 Evan, Sebenarnya Kamu Kenapa?
66 Masih Ingin Menutupi
67 He Is Dying
68 Terjawab Sudah
69 Bimbang
70 Malam Terakhirku Bersamamu
71 Mengingkari Janji
72 Dia Pergi
73 Kamu Harus Sembuh!
74 Berusaha Hidup Tanpamu
75 Kembali Mengepakkan Sayap
76 Merindukanmu
77 Tunggu Aku...
78 Bertahan
79 Memandang Dari Jauh
80 Teman Lama
81 Sebuah Hutang
82 Sosok Yang Dirindukan
83 Hanya Dengan Memeluk
84 Pulanglah...
85 Melepas Rindu
86 Ritual Mandi Pagi
87 Harta Dan Cinta Pertama
88 Jalan-Jalan
89 Ayah Paling Penyayang Sedunia
90 Tawaran Kesepakatan
91 Wrong Partner
92 Pertemuan Tak Terduga
93 Triple Date?
94 Nostalgia (Nasehat Aaron)
95 Memandang Dengan Perasaan Yang Hancur
96 Maksud Tersembunyi
97 Panggilan Sayang
98 Shocking Kiss
99 Malam Terkutuk
100 Ketertarikan Yang Beralih
101 Meminta Penjelasan
102 Pulang
103 Kondisi Evan
104 Bunga Lili
105 Menanti Kelahiranmu
106 Kontraksi Palsu
107 Oh, akhirnya...
108 Putri Kita Sudah Lahir
109 Lily Bramasta
110 Kembali Bahagia
111 Orang Tua Posesif
112 Surat Cinta Dari Author
113 Tamu Istimewa
114 Membuang Perasaan
115 Calon Menantu Sempurna
116 Tak Akan Menggunakan 'Cara Lain' Lagi
117 Kejutan Dari Geraldyn
118 Menyaksikan Pertunjukan
119 Tuluskah Perasaannya?
120 Modus
121 Alasan Yang Disembunyikan
122 Sembuh
123 Jadilah Bersinar Sekali lagi
124 Rumah Baru
125 Meminta Bantuan
126 Bertemu Calon Mertua?
127 Alergi Pada Orang Kaya
128 Sebuah Permintaan
129 Janji Jonathan
130 Kamu Seorang Ibu!
131 Goyah
132 Belajar Untuk Saling Memahami
133 Sebuah Solusi
134 Pilihan Untuk Geraldyn
135 Aku Pasti Kembali
136 Because My Destiny Is With You (End)
137 Melepaskan Beban Terakhir (Extra Part 1)
138 Kembali (Extra Part 2)
139 Jari Keramat (Extra Part 3)
140 Albern & Lily (Extra Part 4-Epilog)
141 Karya Baru
142 Sudah Rilis
143 Promo Karya Terbaru
144 Pengumuman
145 PENGUMUMAN
146 Karya Baru Again
147 Pengumuman Karya Terbaru
Episodes

Updated 147 Episodes

1
Hari Yang Tak terlupakan (Prolog)
2
Gadis Kecil Bermata Jernih
3
Sosok Pelipur Lara
4
Berpisah
5
On Your Wedding Day
6
Pertemuan Pertama
7
Rencana Perjodohan
8
Tuan Patah Hati?
9
Tertawa Bersama
10
Pertemuan Ketiga
11
Kita Jodoh
12
Pemeriksaan Jantung
13
Kesalahpahaman
14
Terjebak
15
Mungkin Ini Takdir
16
Teman Hidup
17
Kesalahpahaman (Lagi)
18
Meyakinkan Hati
19
Pernikahan
20
Drama Malam Pertama
21
Step By Step
22
Evan, stop! Sakit!!
23
Menuntaskan Dengan Cara Lain
24
First Day To Be Wife
25
Korban Eksperimen
26
Sepertinya Aku Telah Jatuh Cinta Padamu
27
Yang Disebut Rumah
28
Aku Ingin Kita Segera Punya Anak
29
Milik Evan seutuhnya
30
Berbagi Rahasia
31
Jangan Pernah Ada Orang Ketiga
32
Saling Mengungkapkan Perasaan
33
Kenapa Aku Masih Belum Hamil?
34
Pemeriksaan Kandungan
35
Rahim Pengganti?
36
Mungkinkah Ini Karma?
37
Murka
38
Aku kecewa...
39
Lampiaskan Saja
40
Pagi Yang Lebih Baik
41
Memulai Perjuangan
42
Hukuman Untuk Sonya
43
Mengakhiri Drama
44
Bulan Madu Yang Tertunda
45
I Love Maldives...
46
The Vow
47
Kabar Yang mengejutkan
48
Sisi Lain dari Seorang Arga Nugraha
49
Pengakuan Dosa
50
Namanya Evan
51
Kepergian Arga
52
Dilema
53
Memberi Ruang
54
Mencoba Menerima
55
Pelangi Di Tengah Badai
56
Permintaan Evan
57
Tak Bisa Memilih
58
Berusaha Melapangkan Hati
59
Berharap Kembali Bahagia
60
Berpisah Sementara
61
Resah
62
Rindu
63
Ada Yang Berbeda
64
Mulai Mencari Tahu
65
Evan, Sebenarnya Kamu Kenapa?
66
Masih Ingin Menutupi
67
He Is Dying
68
Terjawab Sudah
69
Bimbang
70
Malam Terakhirku Bersamamu
71
Mengingkari Janji
72
Dia Pergi
73
Kamu Harus Sembuh!
74
Berusaha Hidup Tanpamu
75
Kembali Mengepakkan Sayap
76
Merindukanmu
77
Tunggu Aku...
78
Bertahan
79
Memandang Dari Jauh
80
Teman Lama
81
Sebuah Hutang
82
Sosok Yang Dirindukan
83
Hanya Dengan Memeluk
84
Pulanglah...
85
Melepas Rindu
86
Ritual Mandi Pagi
87
Harta Dan Cinta Pertama
88
Jalan-Jalan
89
Ayah Paling Penyayang Sedunia
90
Tawaran Kesepakatan
91
Wrong Partner
92
Pertemuan Tak Terduga
93
Triple Date?
94
Nostalgia (Nasehat Aaron)
95
Memandang Dengan Perasaan Yang Hancur
96
Maksud Tersembunyi
97
Panggilan Sayang
98
Shocking Kiss
99
Malam Terkutuk
100
Ketertarikan Yang Beralih
101
Meminta Penjelasan
102
Pulang
103
Kondisi Evan
104
Bunga Lili
105
Menanti Kelahiranmu
106
Kontraksi Palsu
107
Oh, akhirnya...
108
Putri Kita Sudah Lahir
109
Lily Bramasta
110
Kembali Bahagia
111
Orang Tua Posesif
112
Surat Cinta Dari Author
113
Tamu Istimewa
114
Membuang Perasaan
115
Calon Menantu Sempurna
116
Tak Akan Menggunakan 'Cara Lain' Lagi
117
Kejutan Dari Geraldyn
118
Menyaksikan Pertunjukan
119
Tuluskah Perasaannya?
120
Modus
121
Alasan Yang Disembunyikan
122
Sembuh
123
Jadilah Bersinar Sekali lagi
124
Rumah Baru
125
Meminta Bantuan
126
Bertemu Calon Mertua?
127
Alergi Pada Orang Kaya
128
Sebuah Permintaan
129
Janji Jonathan
130
Kamu Seorang Ibu!
131
Goyah
132
Belajar Untuk Saling Memahami
133
Sebuah Solusi
134
Pilihan Untuk Geraldyn
135
Aku Pasti Kembali
136
Because My Destiny Is With You (End)
137
Melepaskan Beban Terakhir (Extra Part 1)
138
Kembali (Extra Part 2)
139
Jari Keramat (Extra Part 3)
140
Albern & Lily (Extra Part 4-Epilog)
141
Karya Baru
142
Sudah Rilis
143
Promo Karya Terbaru
144
Pengumuman
145
PENGUMUMAN
146
Karya Baru Again
147
Pengumuman Karya Terbaru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!