Rupanya kesalahpahaman yang terjadi hari itu tidak terselesaikan begitu saja. Zacky tidak menerima penjelasan yang di berikan Evan dan Carissa, meski mereka telah berulang kali mengatakan prihal kejadian yang sebenarnya.
Zacky bersikeras mempercayai apa yang di lihatnya. Bahkan para staf rumah sakit yang ikut melihat kejadian itu juga dia jadikan saksi untuk memperkuat asumsinya di hadapan Sonya, Mama Evan.
Anehnya, hampir semua dari mereka mengatakan jika yang mereka lihat waktu itu benar-benar tampak seperti dua sejoli yang sedang bermesraan, bukan dua orang yang tengah mengalami kecelakaan seperti yang di akui Evan dan Carissa.
Keduanya tak bisa berkutik. Apapun yang mereka katakan selalu mendapat sanggahan dari Zacky. Zacky tetap meminta Evan untuk segera menikahi Carissa sebelum gadis itu terlanjur hamil.
Evan sendiri bingung di buatnya. Sejauh yang dia pahami sebagai seorang dokter, tidak ada gadis yang akan hamil hanya dengan menindih seorang lelaki secara tak sengaja. Tapi Evan tidak berdaya. Zacky seperti menutup rapat-rapat telinganya sehingga tak bisa mendengar kebenaran yang ada.
Dan Evan semakin tak bisa berkutik saat Mamanya tahu jika gadis yang kedapatan bersamanya kala itu adalah Carissa Nugraha, pianis kesayangan Sang Mama.
Sonya girang bukan main. Dia menjadi lebih bersemangat dari Zacky untuk membuat Evan segera menikahi gadis itu. Sonya bahkan mengancam dengan agak kekanakan saat Evan menolak pernintaannya itu. Sonya tidak mau mengkonsumsi obat diabetesnya jika Evan masih membantah.
Dan untuk menyenangkan Mama yang telah menyayanginya selama lebih dari 22 tahun ini, di sinilah akhirnya Evan sekarang.
Dia duduk bersebelahan dengan Carissa dengan beberapa pasang mata yang terlihat menatap tajam kearahnya.
Hari itu ruang perawatan Arga berubah menjadi seperti ruang persidangan, dengan Evan dan Carissa sebagai terdakwanya.
Arga yang sejak beberapa hari lalu di rawat, tampak duduk bersandar di brankarnya dengan di dampingi oleh Alya. Sedangkan Zacky dan Sonya duduk di sofa berseberangan dengan tempat Evan dan Carissa duduk saat ini. Dan yang semakin membuat tegang adalah kehadiran calon tunangan Carissa, Jonathan.
Lelaki itu kebetulan datang untuk menjenguk Arga, dan malah harus menyaksikan hal yang tak di duganya sama sekali.
Jonathan tampak melihat kearah Carissa dan Evan dengan tatapan yang sulit di jelaskan. Dari yang di tangkapnya saat mendengar pemaparan Zacky dan Sonya tadi, Carissa telah menjalin hubungan yang agak 'mendalam' dengan Dokter di hadapannya ini. Tentu saja Jonathan jadi berasumsi jika Carissa membatalkan pertunangan mereka karena ada orang lain di hatinya, dan pengakuan Carissa yang membencinya karena dia seorang playboy ternyata hanyalah alasan yang di buat-buat Carissa saja.
"Jadi dugaan Mama benar jika kamu membatalkan pertunangan karena Dokter ini?" Tanya Alya pada Carissa. Alya tampak sedang menahan emosinya saat ini.
Carissa terdiam seribu bahasa dengan wajah agak tertunduk. Sedangkan Evan hanya bisa menghela nafasnya karena juga tak bisa berkata apa-apa. Jika kedua orang tuanya saja tidak menerima penjelasan darinya, apalagi kedua orang tua Carissa. Di tambah lagi, Mama Carissa juga sudah berasumsi mereka menjalin hubungan sebelum kejadian ini. Sungguh Evan merasa gemas dengan para orang tua di hadapannya ini. Tapi dia bisa apa, menjelaskan dengan marah-marah juga tidak ada gunanya dan tidak akan menyelesaikan masalah.
"Bicaralah, Carissa." Suara Arga terdengar. Tampaknya kondisi lelaki paruh baya ini sudah semakin membaik. Dia juga terlihat tenang dan tidak seperti orang yang sedang menahan emosi.
Carissa mengangkat wajahnya dan melihat kearah Sang Papa yang ternyata juga sedang melihat kearahnya. Awalnya Carissa sangat takut jika Papanya akan syok dan kembali kolaps. Tapi rupanya Papa Carissa terlihat baik-baik saja. Dia sama sekali tidak marah mendengar pemaparan kedua orang tua Evan tadi. Hanya saja, lelaki paruh baya itu terlihat sedang menunggu penjelasan darinya.
Carissa melihat kearah Jonathan sekilas. Lelaki itu juga terlihat salah paham padanya. Tapi Carissa justru tidak merasa keberatan. Jika di haruskan memilih, Carissa akan lebih memilih menikah dengan Evan daripada harus menikah dengan lelaki playboy itu. Baginya menghabiskan hidup bersama Evan jauh lebih baik ketimbang harus menghabiskan hidup bersama seorang penjahat wanita.
Carissa tidak akan membiarkan dirinya berakhir dengan lelaki seperti itu.
"Mama benar... Aku memang menjalin hubungan dengan Evan." Akhirnya Carissa membuka suaranya.
Evan menoleh kearah Carissa dengan penuh tanda tanya. Dia agak terkejut dengan apa yang di dengarnya saat ini. Apakah gadis ini terlalu putus asa hingga dia sampai mengatakan sebuah kebohongan?
"Aku terpaksa menerima perjodohan yang di atur oleh Mama dan Papa. Aku tidak berani mengatakan prihal hubunganku dengan Evan karena aku takut itu membuat Papa dan Mama marah. Tapi pada akhirnya aku sungguh tidak bisa menikah dengan Jonathan. Karena aku... "
Carissa tidak menyelesaikan kalimatnya, sehingga membuat semua orang menunggu kelanjutan kalimat tersebut.
"Aku mencintai Evan. Maaf..." Ujar Carissa akhirnya sambil menundukkan wajahnya.
Evan semakin terkejut mendengar yang di katakan Carissa barusan. Untung saja dia tidak sampai tersedak karena terlalu syok. Sangat kontras dengan kedua orang tuanya yang terlihat senang karena beranggapan telah berhasil membuat Carissa mengaku.
Tampak raut wajah Jonathan mengeras menahan amarah. Tangannya juga terlihat mengepal. Dia menghela nafasnya untuk menenangkan diri agar jangan sampai meluapkan emosinya.
" Apa benar seperti itu?" Tanya Arga meyakinkan.
Carissa kembali mengangkat wajahnya dan mengangguk.
"Aku mencintai Evan, Pa. Jika aku harus menikah, maka aku hanya ingin menikah dengan Evan." Ujar Carissa lagi.
Evan semakin syok mendengarnya. Rasanya dia seperti mendapatkan serangan jantung. Evan tak habis pikir kenapa Carissa bisa mengatakan hal seperti itu.
Di sisi lain, Jonathan kembali menghela nafasnya. Dia tak bisa berada di sana lebih lama lagi. Emosinya benar-benar sudah tak bisa dia kendalikan jika terus mendengar pengakuan cinta Carissa terhadap Evan. Jonathan sungguh merasa terhina di buatnya.
"Ada banyak gadis yang ingin menjadi istriku, Carissa. Tidak masalah jika kau tidak mau menikah denganku. Hanya saja, aku berharap kau tidak pernah menyesali apa yang kau katakan hari ini." Jonathan mengatakan kata-katanya dengan tajam sambil pergi dari tempat itu, meninggalkan orang-orang yang hening karena mendengar ucapannya tadi.
Carissa memejamkan matanya. Ia berusaha menguatkan hatinya agar berani menerima apapun hukuman yang akan di berikan Mama Papanya setelah ini.
"Carissa, kemarilah..." Suara Arga kembali terdengar, membuat Carissa kembali kealam sadarnya.
Carissa bangkit dan mendekati Papanya dengan perasaan bercampur aduk. Ia mendudukkan dirinya di pinggiran brangkar Arga sambil masih terus menunduk.
Carissa terlihat seperti orang yang pasrah menunggu hukuman. Tapi ternyata Arga justru membelai kepalanya dengan penuh kasih sayang.
"Maafkan Papa karena tidak mengetahui isi hatimu yang sebenarnya." Ujar Arga lembut.
"Papa kira kamu masih belum bisa melupakan Aaron, sehingga Papa menerima tawaran pernikahan dari Jonathan agar kamu bisa melupakan lelaki itu. Andai Papa tahu dari awal jika kamu menjalin hubungan dengan Dokter Evan, Papa pasti tidak akan menjodohkanmu dengan Jonathan. Papa hanya ingin melihatmu bahagia, Carissa." Ujar Arga lagi.
Carissa mengangkat wajahnya dan melihat kearah Papanya dengan perasaan haru. Airmatanya tiba-tiba saja mengalir tanpa bisa di cegah.
"Jangan sedih, putriku. Papa akan memastikan jika kamu akan bahagia bersama dengan orang yang kamu cintai. Jonathan tidak akan menjadi penghalang. Papa akan urus semuanya agar kamu dan Dokter Evan bisa menikah secepatnya."
'Hah?'
Bersambung...
Jangan pernah bosen buat like, koment dan vote...
Happy reading❤❤❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
azgafara
kapok raaa,,, drama yg jadi nyata
2024-09-16
1
dalla.dalla
dasar drama queen 😂😂😂
2022-11-04
1
dalla.dalla
kalau pilihan nya gini, 10/10, wanita waras pasti pilih evan, mending belom cinta daripada penjahat ke***in
2022-11-04
0