Teman Hidup

Carissa tertegun mendengar kata-kata Evan hingga tak bisa menjawab apa-apa. Ia sungguh tak menyangka Evan akan berpikir seperti itu. Mereka berdua di takdirkan untuk bersama? Benarkah?

Carissa menatap Evan seolah ingin meminta penjelasan lebih. Ia tak percaya dengan apa yang di dengarnya tadi.

"Mau melihat kamarku?" Evan melenggang pergi meninggalkan Carissa yang masih termangu, menaiki tangga menuju kamar tidurnya.

Carissa masih mematung di tempatnya sambil sedikit melebarkan matanya.

Evan mengajak Carissa melihat kamar tidurnya? Apa lelaki ini sedang berusaha untuk menggodanya? Atau ada sesuatu yang ingin dia sampaikan di tempat yang tak terdengar oleh orang lain?

Mengingat kepribadian Evan, sepertinya kemungkinan kedua yang lebih masuk akal. Carissa pun segera mengambil kembali secangkir lemon tea yang sebelumnya ia letakkan di atas meja kecil di sudut ruangan, lalu bergegas menyusul Evan yang telah naik lebih dulu.

Carissa mengetuk pintu kamar yang sebelumnya ia lihat di masuki oleh Evan. Kemudian setelah terdengar suara lelaki itu menyuruhnya masuk, Carissa pun memberanikan diri untuk membuka pintu kamar tersebut.

Dengan pelan Carissa melangkahkan kakinya memasuki ruangan itu. Ia langsung di sambut dengan pemandangan kamar bergaya klasik yang di dominasi warna putih. Sangat singkron dengan jas dokter yang biasa di kenakan Evan di rumah sakit.

"Duduklah." Suara Evan membuyarkan lamunan Carissa. Lelaki itu tampak duduk di di sebuah sofa yang ada di salah satu sudut ruangan dan mengisyaratkan Carissa agar duduk di sebelahnya.

Carissa meletakkan minuman yang di bawanya terlebih dahulu ke atas nakas, sebelum akhirnya duduk di samping Evan.

"Kamarmu nyaman." Gumam Carissa pada Evan.

"Syukurlah kalau kamu suka. Sebentar lagi ini akan menjadi kamarmu juga." Balas Evan dengan santainya.

Carissa menoleh kearah Evan.

"Bukankah sekarang kedua orang tua kita sedang sibuk melakukan persiapan untuk menggelar pernikahan kita?" Evan tertawa kecil.

Carissa terdiam. Ia tak ada keberanian untuk ikut tertawa. Keadaan sekarang di sebabkan oleh kesalahannya. Entah apa yang harus ia lakukan agar pernikahan mereka tak perlu di laksanakan. Carissa benar-benar merasa bersalah dibuatnya.

Keduanya kemudian sama-sama hening dalam waktu yang cukup lama.

"Carissa." Panggil Evan kemudian.

"Ya?" Carissa kembali menoleh kearah Evan.

"Apa kamu tidak keberatan jika kita benar-benar menikah?" Tanya Evan pada Carissa.

Carissa tampak berpikir dan tak langsung menjawab.

"Aku...sebenarnya tidak punya keinginan untuk menikah. Hanya saja Mama dan Papaku sangat ingin aku membina rumah tangga. Bagiku, menikah dengan siapa saja tidak menjadi masalah selama dia lelaki baik." Ujar Carissa akhirnya.

Evan tampak mendengarkan dan mencerna ucapan Carissa barusan.

"Sampai di sini kita punya punya pemikiran yang sama. Aku juga sebenarnya tidak masalah menikah dengan siapa saja, asalkan dia perempuan yang baik." Jawab Evan.

"Awalnya aku berpikir ini sebuah kesalahan. Tapi setelah di pikirkan dengan baik, jika kamu tidak merasa keberatan, aku rasa tidak ada salahnya kita menikah. Lagipula, sebelumnya kita sudah merasa nyaman satu sama lain. Mungkin kedepannya kita tidak akan menemukan kesulitan untuk saling memahami." Ujar Evan lagi.

Carissa melihat kearah Evan dengan tatapan yang sulit di jelaskan.

"Kamu juga tidak keberatan?" Tanya Carissa.

Evan mengangguk.

"Kita sudah sama-sama tahu siapa yang ada di hati kita masing-masing. Mungkin dengan bersama, kita bisa saling mengobati luka hati kita. Meskipun pernikahan ini nantinya tidak akan ada rasa cinta, tapi setidaknya kita bisa saling mendukung satu sama lain."

Carissa mendengarkan sembari menatap Evan.

"Tapi, Carissa..." Evan menoleh dan balas menatap Carissa yang masih setia melihat kearahnya.

"Aku tegaskan padamu, pernikahan kita nanti bukanlah pernikahan kontrak." Ujar Evan serius.

Carissa menautkan kedua alisnya.

"Tidak akan ada surat perjanjian yang mengatur hal-hal aneh dan tak masuk akal seperti yang ada dalam cerita novel. Kita menikah dan menjadi suami istri normal pada umumnya. Kita juga akan punya keturunan seperti pasangan lain. Dan satu hal yang paling penting, aku tidak ingin ada perceraian. Jika kita memutuskan untuk bersama, maka kita harus terus bersama sampai akhir. Apa kamu setuju?" Evan bertanya sembari menatap Carissa dalam.

Carissa terkesiap dan hanya bisa menelan salivanya tanpa bisa berkata-kata.

"Apa kamu bisa berjanji hanya aku yang akan jadi perempuan dalam hidupmu?" Tanya Carissa kemudian.

"Mungkin hanya itu yang bisa aku janjikan padamu. Terlepas dari bagaimana perasaan kita nantinya, kamu akan jadi satu-satunya perempuan dalan hidupku." Jawab Evan.

"Tidak akan ada orang ketiga?" Tanya Carissa lagi.

"Tidak akan ada orang ketiga. Tentu saja."

Carissa kembali terdiam agak lama, tapi sejurus kemudian ia tersenyum.

"Baiklah, mari kita lakukan seperti yang orang tua kita inginkan." Ujarnya kemudian.

"Kamu yakin tidak akan menyesal? Setelah menjadi istriku, aku tidak akan pernah melepaskanmu apapun keadaannya nanti." Evan kembali bertanya pada Carissa.

"Apa yang harus aku khawatirkan. Selama kamu memperlakukanku dengan baik dan tidak main perempuan, itu sudah cukup." Jawab Carissa tanpa ragu.

"Sebelumnya aku yang berjuang seorang diri dalam hal mempertahankan. Jika sekarang ada seseorang yang mempertahankanku dalam keadaan apapun, bahkan saat aku melakukan sebuah kesalahan sekalipun, bukankah itu adalah hal yang baik?" Lanjut Carissa lagi.

"Iya. Kedengarannya memang bagus. Tapi bagaimana kalau aku yang melakukan kesalahan, tapi aku tidak mau melepaskanmu?"

Carissa kembali terdiam dan melihat kearah depan sambil sedikit tersenyum.

"Hidupku selama ini tidaklah seindah kelihatannya. Aku sudah banyak merasakan rasa sakit di masa lalu. Jika ada hal yang tersisa untuk aku rasakan, mungkin itu adalah kebahagiaan. Aku yakin kamu juga begitu. Asalkan kita sama-sama mau membuka diri, aku pikir kita pasti akan baik-baik saja."

Evan ikut tersenyum mendengar kata-kata Carissa. Gadis di hadapannya ini mempunyai pemikiran yang begitu dewasa. Evan merasa tidak ada salahnya jika kedepannya mereka bersama sebagai suami istri.

"Kalau begitu, mulai hari ini kita adalah teman. Teman bercerita, teman berbagi, teman berkeluh kesah, dan mungkin teman bertengkar juga." Ujar Evan.

Carissa mengangguk.

"Benar. Kita akan menjadi teman dalam segala hal." Ujarnya sambil tersenyum lagi kearah Evan.

"Tidak masalah kita tidak saling mencintai. Asalkan kita bisa saling menghargai dan mempercayai, kita akan selalu menjadi teman untuk selamanya. Teman yang selalu ada untuk saling mendukung satu sama lain. Teman yang bisa di andalkan dalam berbagai keadaan." Tambah Carissa sambil masih menatap Evan penuh makna.

Evan membalas tatapan Carissa.

"Benar. Kita akan menjadi teman yang seperti itu. Kita akan menjalani pernikahan ini hingga tua sebagai teman..."

"Teman hidup."

Bersambung...

Jiahhh...Evan bilang ga mau nikah kontrak kyk di cerita novel, emang dia sendiri ada dimana??😂😂😅

Btw, maaf telat lg updatenya, permasalahannya masih sm kyk kmren. Listrik padam dan jaringan ikutan lenyap. Fix, emak yakin mereka berdua punya hubungan gelap😅

Mudah2an hari ini ga padam biar bisa up satu lagi.

Jgn lupa like, koment dan vote ya

Happy reading❤❤❤

Terpopuler

Comments

Ray Aza

Ray Aza

ini lebih solid utk modal rmh tangga.. kl modal cinta aja ga akan bertahan lama.

2024-08-06

1

Ninit Sugiarto

Ninit Sugiarto

second lead couple yg akhirnya jd main lead couple 👍🏻👍🏻😉

2021-08-14

1

BuDe Pipit

BuDe Pipit

Ga pa" jalani z ,ada pepatah jawa mengatakan "witing tresno jalaran soko kulino."

2021-07-28

0

lihat semua
Episodes
1 Hari Yang Tak terlupakan (Prolog)
2 Gadis Kecil Bermata Jernih
3 Sosok Pelipur Lara
4 Berpisah
5 On Your Wedding Day
6 Pertemuan Pertama
7 Rencana Perjodohan
8 Tuan Patah Hati?
9 Tertawa Bersama
10 Pertemuan Ketiga
11 Kita Jodoh
12 Pemeriksaan Jantung
13 Kesalahpahaman
14 Terjebak
15 Mungkin Ini Takdir
16 Teman Hidup
17 Kesalahpahaman (Lagi)
18 Meyakinkan Hati
19 Pernikahan
20 Drama Malam Pertama
21 Step By Step
22 Evan, stop! Sakit!!
23 Menuntaskan Dengan Cara Lain
24 First Day To Be Wife
25 Korban Eksperimen
26 Sepertinya Aku Telah Jatuh Cinta Padamu
27 Yang Disebut Rumah
28 Aku Ingin Kita Segera Punya Anak
29 Milik Evan seutuhnya
30 Berbagi Rahasia
31 Jangan Pernah Ada Orang Ketiga
32 Saling Mengungkapkan Perasaan
33 Kenapa Aku Masih Belum Hamil?
34 Pemeriksaan Kandungan
35 Rahim Pengganti?
36 Mungkinkah Ini Karma?
37 Murka
38 Aku kecewa...
39 Lampiaskan Saja
40 Pagi Yang Lebih Baik
41 Memulai Perjuangan
42 Hukuman Untuk Sonya
43 Mengakhiri Drama
44 Bulan Madu Yang Tertunda
45 I Love Maldives...
46 The Vow
47 Kabar Yang mengejutkan
48 Sisi Lain dari Seorang Arga Nugraha
49 Pengakuan Dosa
50 Namanya Evan
51 Kepergian Arga
52 Dilema
53 Memberi Ruang
54 Mencoba Menerima
55 Pelangi Di Tengah Badai
56 Permintaan Evan
57 Tak Bisa Memilih
58 Berusaha Melapangkan Hati
59 Berharap Kembali Bahagia
60 Berpisah Sementara
61 Resah
62 Rindu
63 Ada Yang Berbeda
64 Mulai Mencari Tahu
65 Evan, Sebenarnya Kamu Kenapa?
66 Masih Ingin Menutupi
67 He Is Dying
68 Terjawab Sudah
69 Bimbang
70 Malam Terakhirku Bersamamu
71 Mengingkari Janji
72 Dia Pergi
73 Kamu Harus Sembuh!
74 Berusaha Hidup Tanpamu
75 Kembali Mengepakkan Sayap
76 Merindukanmu
77 Tunggu Aku...
78 Bertahan
79 Memandang Dari Jauh
80 Teman Lama
81 Sebuah Hutang
82 Sosok Yang Dirindukan
83 Hanya Dengan Memeluk
84 Pulanglah...
85 Melepas Rindu
86 Ritual Mandi Pagi
87 Harta Dan Cinta Pertama
88 Jalan-Jalan
89 Ayah Paling Penyayang Sedunia
90 Tawaran Kesepakatan
91 Wrong Partner
92 Pertemuan Tak Terduga
93 Triple Date?
94 Nostalgia (Nasehat Aaron)
95 Memandang Dengan Perasaan Yang Hancur
96 Maksud Tersembunyi
97 Panggilan Sayang
98 Shocking Kiss
99 Malam Terkutuk
100 Ketertarikan Yang Beralih
101 Meminta Penjelasan
102 Pulang
103 Kondisi Evan
104 Bunga Lili
105 Menanti Kelahiranmu
106 Kontraksi Palsu
107 Oh, akhirnya...
108 Putri Kita Sudah Lahir
109 Lily Bramasta
110 Kembali Bahagia
111 Orang Tua Posesif
112 Surat Cinta Dari Author
113 Tamu Istimewa
114 Membuang Perasaan
115 Calon Menantu Sempurna
116 Tak Akan Menggunakan 'Cara Lain' Lagi
117 Kejutan Dari Geraldyn
118 Menyaksikan Pertunjukan
119 Tuluskah Perasaannya?
120 Modus
121 Alasan Yang Disembunyikan
122 Sembuh
123 Jadilah Bersinar Sekali lagi
124 Rumah Baru
125 Meminta Bantuan
126 Bertemu Calon Mertua?
127 Alergi Pada Orang Kaya
128 Sebuah Permintaan
129 Janji Jonathan
130 Kamu Seorang Ibu!
131 Goyah
132 Belajar Untuk Saling Memahami
133 Sebuah Solusi
134 Pilihan Untuk Geraldyn
135 Aku Pasti Kembali
136 Because My Destiny Is With You (End)
137 Melepaskan Beban Terakhir (Extra Part 1)
138 Kembali (Extra Part 2)
139 Jari Keramat (Extra Part 3)
140 Albern & Lily (Extra Part 4-Epilog)
141 Karya Baru
142 Sudah Rilis
143 Promo Karya Terbaru
144 Pengumuman
145 PENGUMUMAN
146 Karya Baru Again
147 Pengumuman Karya Terbaru
Episodes

Updated 147 Episodes

1
Hari Yang Tak terlupakan (Prolog)
2
Gadis Kecil Bermata Jernih
3
Sosok Pelipur Lara
4
Berpisah
5
On Your Wedding Day
6
Pertemuan Pertama
7
Rencana Perjodohan
8
Tuan Patah Hati?
9
Tertawa Bersama
10
Pertemuan Ketiga
11
Kita Jodoh
12
Pemeriksaan Jantung
13
Kesalahpahaman
14
Terjebak
15
Mungkin Ini Takdir
16
Teman Hidup
17
Kesalahpahaman (Lagi)
18
Meyakinkan Hati
19
Pernikahan
20
Drama Malam Pertama
21
Step By Step
22
Evan, stop! Sakit!!
23
Menuntaskan Dengan Cara Lain
24
First Day To Be Wife
25
Korban Eksperimen
26
Sepertinya Aku Telah Jatuh Cinta Padamu
27
Yang Disebut Rumah
28
Aku Ingin Kita Segera Punya Anak
29
Milik Evan seutuhnya
30
Berbagi Rahasia
31
Jangan Pernah Ada Orang Ketiga
32
Saling Mengungkapkan Perasaan
33
Kenapa Aku Masih Belum Hamil?
34
Pemeriksaan Kandungan
35
Rahim Pengganti?
36
Mungkinkah Ini Karma?
37
Murka
38
Aku kecewa...
39
Lampiaskan Saja
40
Pagi Yang Lebih Baik
41
Memulai Perjuangan
42
Hukuman Untuk Sonya
43
Mengakhiri Drama
44
Bulan Madu Yang Tertunda
45
I Love Maldives...
46
The Vow
47
Kabar Yang mengejutkan
48
Sisi Lain dari Seorang Arga Nugraha
49
Pengakuan Dosa
50
Namanya Evan
51
Kepergian Arga
52
Dilema
53
Memberi Ruang
54
Mencoba Menerima
55
Pelangi Di Tengah Badai
56
Permintaan Evan
57
Tak Bisa Memilih
58
Berusaha Melapangkan Hati
59
Berharap Kembali Bahagia
60
Berpisah Sementara
61
Resah
62
Rindu
63
Ada Yang Berbeda
64
Mulai Mencari Tahu
65
Evan, Sebenarnya Kamu Kenapa?
66
Masih Ingin Menutupi
67
He Is Dying
68
Terjawab Sudah
69
Bimbang
70
Malam Terakhirku Bersamamu
71
Mengingkari Janji
72
Dia Pergi
73
Kamu Harus Sembuh!
74
Berusaha Hidup Tanpamu
75
Kembali Mengepakkan Sayap
76
Merindukanmu
77
Tunggu Aku...
78
Bertahan
79
Memandang Dari Jauh
80
Teman Lama
81
Sebuah Hutang
82
Sosok Yang Dirindukan
83
Hanya Dengan Memeluk
84
Pulanglah...
85
Melepas Rindu
86
Ritual Mandi Pagi
87
Harta Dan Cinta Pertama
88
Jalan-Jalan
89
Ayah Paling Penyayang Sedunia
90
Tawaran Kesepakatan
91
Wrong Partner
92
Pertemuan Tak Terduga
93
Triple Date?
94
Nostalgia (Nasehat Aaron)
95
Memandang Dengan Perasaan Yang Hancur
96
Maksud Tersembunyi
97
Panggilan Sayang
98
Shocking Kiss
99
Malam Terkutuk
100
Ketertarikan Yang Beralih
101
Meminta Penjelasan
102
Pulang
103
Kondisi Evan
104
Bunga Lili
105
Menanti Kelahiranmu
106
Kontraksi Palsu
107
Oh, akhirnya...
108
Putri Kita Sudah Lahir
109
Lily Bramasta
110
Kembali Bahagia
111
Orang Tua Posesif
112
Surat Cinta Dari Author
113
Tamu Istimewa
114
Membuang Perasaan
115
Calon Menantu Sempurna
116
Tak Akan Menggunakan 'Cara Lain' Lagi
117
Kejutan Dari Geraldyn
118
Menyaksikan Pertunjukan
119
Tuluskah Perasaannya?
120
Modus
121
Alasan Yang Disembunyikan
122
Sembuh
123
Jadilah Bersinar Sekali lagi
124
Rumah Baru
125
Meminta Bantuan
126
Bertemu Calon Mertua?
127
Alergi Pada Orang Kaya
128
Sebuah Permintaan
129
Janji Jonathan
130
Kamu Seorang Ibu!
131
Goyah
132
Belajar Untuk Saling Memahami
133
Sebuah Solusi
134
Pilihan Untuk Geraldyn
135
Aku Pasti Kembali
136
Because My Destiny Is With You (End)
137
Melepaskan Beban Terakhir (Extra Part 1)
138
Kembali (Extra Part 2)
139
Jari Keramat (Extra Part 3)
140
Albern & Lily (Extra Part 4-Epilog)
141
Karya Baru
142
Sudah Rilis
143
Promo Karya Terbaru
144
Pengumuman
145
PENGUMUMAN
146
Karya Baru Again
147
Pengumuman Karya Terbaru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!