Gadis Kecil Bermata Jernih

Keesokan harinya, lelaki yang menolong Evan membawa bocah itu ke sebuah tempat. Dia mengatakan pada Evan jika tempat itu akan menjadi tempat tinggal Evan, dan Evan akan memiliki keluarga baru di sana.

Dan ternyata tempat yang dimaksud adalah sebuah panti asuhan yang terletak di pinggiran kota. Sepertinya lelaki tersebut berniat untuk menitipkan Evan di sana.

"Nak, hanya ini yang bisa Paman lakukan untukmu. Paman tidak bisa membawamu pulang, jadi mulai saat ini kamu akan tinggal dan bersekolah di sini. Inilah keluarga barumu. Paman berharap kamu bisa bersikap baik. Paman akan doakan kamu menjadi orang sukses nantinya," ujar lelaki itu setelah menyerahkan Evan pada pihak pengurus panti.

Evan terdiam beberapa saat. Lalu dia mengangkat wajahnya dan memberanikan diri melihat wajah orang yang telah membantunya ini.

"Terima Kasih, Paman," ujar Evan akhirnya. Meskipun dia tidak bisa mengatakan sesuatu yang berarti, setidaknya Evan tetap harus berterima kasih pada seseorang yang telah berbuat baik padanya.

Jika saja kemarin lelaki ini tidak datang, entah apa yang akan terjadi. Mungkin saat ini jasad kedua orang tuanya masih belum dimakamkan, dan Evan saat ini mungkin sedang terlunta- lunta di jalanan.

Lelaki itu mengangguk dan tersenyum tipis.

"Paman. Boleh Saya tahu nama Paman," pinta Evan kemudian.

Lelaki itu tak langsung menjawab dan tampak sedang mempertimbangkan.

"Nugraha," jawab lelaki itu akhirnya.

"Itu adalah nama keluarga Paman," tambahnya lagi.

Evan terdiam dan berusaha mengingat dengan benar nama yang tadi didengarnya. Evan tidak boleh sampai lupa dengan orang yang menolongnya ini.

"Apa Paman teman Papa?" tanya Evan lagi.

Lelaki itu tersenyum.

"Kami hanya pernah bertemu beberapa kali di masa lalu. Tapi Papamu melakukan hal baik yang secara tidak langsung membuat Paman berhutang budi padanya. Lalu Paman dengar dia mendapat musibah, jadi sekarang Paman juga yang harus membantu. Tapi sekali lagi, hanya ini saja yang bisa Paman lakukan. Paman tidak bisa membantu lebih banyak lagi," ujar lelaki itu. Lalu dia kembali mengusap kepala Evan lembut sebelum akhirnya pergi meninggalkan tempat itu.

Kini tinggalah Evan tercenung memandang mobil yang di kendarai oleh lelaki yang menolongnya tadi hingga menghilang di ujung jalan. Kemudian pengurus panti membawa Evan masuk ke dalam bangunan panti dan menunjukkan tempat tidur yang bisa Evan tempati nanti malam. Pengurus panti juga memperkenalkan Evan pada anak-anak lain yang tinggal disana.

Evan disambut dengan cukup baik, tapi kesedihan masih mendominasi dirinya hingga Evan tidak terlalu bisa menerima sambutan tersebut. Bocah itu memilih untuk tidak ikut bermain dengan teman-temannya sesama penghuni panti. Dia menyingkir perlahan dan duduk sendirian di bawah sebatang pohon yang terletak tidak jauh dari panti.

Evan kembali teringat pada kedua orang tuanya yang saat ini telah terbaring di dalam tanah. Airmatanya kembali mengalir tanpa terasa. Evan tak bisa berlagak kuat. Dia merasa sangat sedih dan menangis tersedu seorang diri.

"Kakak kenapa menangis?" Tiba-tiba suara seorang anak perempuan membuat Evan sontak menghentikan tangisannya.

Evan mendongakkan wajahnya yang beruraian airmata. Tampak di hadapannya berdiri seorang gadis kecil yang sedang menatap ke arahnya.

Gadis kecil itu terlihat berusia sekitar lima sampai enam tahun. Tubuhnya kurus dan mungil. Tapi wajahnya sangat manis. Ia mempunyai bibir merah yang tipis dan hidung yang juga mungil. Dan yang paling mempesona adalah matanya yang saat ini sedang menatap ke arah Evan. Matanya besar disertai bulu mata yang lentik. Maniknya berwarna hitam dan sangat jernih. Saat gadis kecil itu mengedipkan sesekali matanya, ia tampak seperti manekin hidup.

Evan sedikit terperangah. Tiba-tiba kesedihannya tadi menguap entah kemana. Matanya yang basah menatap balik ke arah gadis kecil itu dengan ekspresi yang sulit dijelaskan.

"Kakak jangan menangis lagi, nanti wajah Kakak jadi tidak tampan lagi kalau banyak menangis," ujar gadis itu lagi sambil menyodorkan sesuatu. Evan melihat ke arah benda yang di sodorkan gadis kecil itu. Secarik kain yang warnanya telah agak pias.

Tampaknya gadis kecil itu menganggap kain di tangannya sebagai sapu tangan yang bisa digunakan untuk menghapus airmata Evan.

Evan bergeming. Lalu karena melihat Evan tak meresponnya, gadis kecil itu maju dan menyeka airmata Evan menggunakan kain yang tadi disodorkannya.

Mata Evan membulat menerima perlakuan itu. Ekspresi wajahnya terlihat semakin sulit dijelaskan.

Gadis kecil itu tersenyum memperlihatkan giginya yang ternyata ompong di bagian depan, sehingga membuat wajahnya semakin lucu dan menggemaskan. Evan yang melihatnya mau tak mau jadi ikut tersenyum, meskipun sangat tipis.

"Nah ... kalau begitu, kan, wajah Kakak jadi kelihatan tambah tampan. Zaya suka," Ujar gadis kecil itu. Ia terlihat sangat senang saat melihat senyuman Evan tadi.

"Zaya?" Evan bergumam setengah bertanya.

Gadis kecil itu mengangguk cepat.

"Iya. Nama aku Zaya Diandra. Bagus, kan?" ujarnya bangga dengan mimik wajah lucu khas anak kecil.

"Nama Kakak siapa?" tanya Zaya kemudian.

"Evan," jawab Evan pelan.

Zaya kecil kembali tersenyum dan memperlihatkan giginya yang ompong.

"Kak Evan kalau tidak punya teman, main sama Zaya saja. Zaya juga sering tidak diajak main sama teman-teman Zaya, tapi Zaya tidak menangis," ujar Zaya kemudian. Tampaknya gadis kecil ini sedang berusaha untuk menghibur Evan.

"Kata Ibu Guru, kalau mau jadi anak pintar tidak boleh cengeng," tambah Zaya lagi. Kali ini ia berbicara sambil memainkan telunjuknya dan menggelengkan kepalanya. Sekali lagi Evan tersenyum melihat gadis kecil di hadapannya ini. Zaya tampaknya berhasil mengalihkan kesedihan yang Evan rasakan sebelumnya.

"Kamu tidak pernah menangis?" Akhirnya Evan tidak bisa menahan lagi untuk tidak bertanya pada Zaya.

Zaya tak langsung menjawab. Gadis kecil itu tampak sedang mengingat-ingat.

"Kadang-kadang menangis, kadang-kadang tidak," jawab Zaya dengan polosnya.

Dan untuk yang ketiga kalinya Evan kembali mengulas senyuman tipis. Sosok di hadapannya ini sungguh telah berhasil mengalihkan perhatiannya meski baru beberapa menit mereka bertemu.

"Tapi, kan, Kak Evan laki-laki, jadi Tidak boleh gampang menangis," ujar Zaya lagi.

"Kata siapa?" tanya Evan.

"Kata Bu guru." Zaya kembali menjawab dengan raut polos.

"Kak Evan, Zaya pergi dulu, ya. Zaya harus mengerjakan pr dulu baru boleh main. Kakak jangan menangis lagi. Kalau pr Zaya sudah selesai, kita main sama-sama." Zaya berpamitan pada Evan, lalu pergi meninggalkan Evan yang termangu.

Gadis kecil itu sudah tidak ada lagi di hadapan Evan, tapi Evan kembali mengulas senyumannya sekali lagi. Sepertinya kesedihannya telah berkurang banyak saat Evan melihat sosok mungil nan lucu tadi.

Di hari pertamanya berada di panti, Evan telah menemukan penghiburannya.

Bersambung...

Happy reading❤❤❤

Terpopuler

Comments

vi

vi

aq baca marathon... ini karya ke 3 mu yg aq baca.... semuanya bagus....

2024-06-20

1

Baiq Juwita Angraini

Baiq Juwita Angraini

semua karyax super bagus sampai lanjut cari di si hijau sama bagusx😍😍😍

2021-08-06

1

Massunamiyatha

Massunamiyatha

dan aku telah berpindah kesini thooor.....mengikuti jejak mu, moga aja di with you ini authornya tak byk jualan bwg disini, jgn sampai tissu ku hbs gara2 auhtornya kebanyakan jualan bwg merah, bwg bombay dan bwg putih buat mata berair....😄😄😄😄

2021-07-09

3

lihat semua
Episodes
1 Hari Yang Tak terlupakan (Prolog)
2 Gadis Kecil Bermata Jernih
3 Sosok Pelipur Lara
4 Berpisah
5 On Your Wedding Day
6 Pertemuan Pertama
7 Rencana Perjodohan
8 Tuan Patah Hati?
9 Tertawa Bersama
10 Pertemuan Ketiga
11 Kita Jodoh
12 Pemeriksaan Jantung
13 Kesalahpahaman
14 Terjebak
15 Mungkin Ini Takdir
16 Teman Hidup
17 Kesalahpahaman (Lagi)
18 Meyakinkan Hati
19 Pernikahan
20 Drama Malam Pertama
21 Step By Step
22 Evan, stop! Sakit!!
23 Menuntaskan Dengan Cara Lain
24 First Day To Be Wife
25 Korban Eksperimen
26 Sepertinya Aku Telah Jatuh Cinta Padamu
27 Yang Disebut Rumah
28 Aku Ingin Kita Segera Punya Anak
29 Milik Evan seutuhnya
30 Berbagi Rahasia
31 Jangan Pernah Ada Orang Ketiga
32 Saling Mengungkapkan Perasaan
33 Kenapa Aku Masih Belum Hamil?
34 Pemeriksaan Kandungan
35 Rahim Pengganti?
36 Mungkinkah Ini Karma?
37 Murka
38 Aku kecewa...
39 Lampiaskan Saja
40 Pagi Yang Lebih Baik
41 Memulai Perjuangan
42 Hukuman Untuk Sonya
43 Mengakhiri Drama
44 Bulan Madu Yang Tertunda
45 I Love Maldives...
46 The Vow
47 Kabar Yang mengejutkan
48 Sisi Lain dari Seorang Arga Nugraha
49 Pengakuan Dosa
50 Namanya Evan
51 Kepergian Arga
52 Dilema
53 Memberi Ruang
54 Mencoba Menerima
55 Pelangi Di Tengah Badai
56 Permintaan Evan
57 Tak Bisa Memilih
58 Berusaha Melapangkan Hati
59 Berharap Kembali Bahagia
60 Berpisah Sementara
61 Resah
62 Rindu
63 Ada Yang Berbeda
64 Mulai Mencari Tahu
65 Evan, Sebenarnya Kamu Kenapa?
66 Masih Ingin Menutupi
67 He Is Dying
68 Terjawab Sudah
69 Bimbang
70 Malam Terakhirku Bersamamu
71 Mengingkari Janji
72 Dia Pergi
73 Kamu Harus Sembuh!
74 Berusaha Hidup Tanpamu
75 Kembali Mengepakkan Sayap
76 Merindukanmu
77 Tunggu Aku...
78 Bertahan
79 Memandang Dari Jauh
80 Teman Lama
81 Sebuah Hutang
82 Sosok Yang Dirindukan
83 Hanya Dengan Memeluk
84 Pulanglah...
85 Melepas Rindu
86 Ritual Mandi Pagi
87 Harta Dan Cinta Pertama
88 Jalan-Jalan
89 Ayah Paling Penyayang Sedunia
90 Tawaran Kesepakatan
91 Wrong Partner
92 Pertemuan Tak Terduga
93 Triple Date?
94 Nostalgia (Nasehat Aaron)
95 Memandang Dengan Perasaan Yang Hancur
96 Maksud Tersembunyi
97 Panggilan Sayang
98 Shocking Kiss
99 Malam Terkutuk
100 Ketertarikan Yang Beralih
101 Meminta Penjelasan
102 Pulang
103 Kondisi Evan
104 Bunga Lili
105 Menanti Kelahiranmu
106 Kontraksi Palsu
107 Oh, akhirnya...
108 Putri Kita Sudah Lahir
109 Lily Bramasta
110 Kembali Bahagia
111 Orang Tua Posesif
112 Surat Cinta Dari Author
113 Tamu Istimewa
114 Membuang Perasaan
115 Calon Menantu Sempurna
116 Tak Akan Menggunakan 'Cara Lain' Lagi
117 Kejutan Dari Geraldyn
118 Menyaksikan Pertunjukan
119 Tuluskah Perasaannya?
120 Modus
121 Alasan Yang Disembunyikan
122 Sembuh
123 Jadilah Bersinar Sekali lagi
124 Rumah Baru
125 Meminta Bantuan
126 Bertemu Calon Mertua?
127 Alergi Pada Orang Kaya
128 Sebuah Permintaan
129 Janji Jonathan
130 Kamu Seorang Ibu!
131 Goyah
132 Belajar Untuk Saling Memahami
133 Sebuah Solusi
134 Pilihan Untuk Geraldyn
135 Aku Pasti Kembali
136 Because My Destiny Is With You (End)
137 Melepaskan Beban Terakhir (Extra Part 1)
138 Kembali (Extra Part 2)
139 Jari Keramat (Extra Part 3)
140 Albern & Lily (Extra Part 4-Epilog)
141 Karya Baru
142 Sudah Rilis
143 Promo Karya Terbaru
144 Pengumuman
145 PENGUMUMAN
146 Karya Baru Again
147 Pengumuman Karya Terbaru
Episodes

Updated 147 Episodes

1
Hari Yang Tak terlupakan (Prolog)
2
Gadis Kecil Bermata Jernih
3
Sosok Pelipur Lara
4
Berpisah
5
On Your Wedding Day
6
Pertemuan Pertama
7
Rencana Perjodohan
8
Tuan Patah Hati?
9
Tertawa Bersama
10
Pertemuan Ketiga
11
Kita Jodoh
12
Pemeriksaan Jantung
13
Kesalahpahaman
14
Terjebak
15
Mungkin Ini Takdir
16
Teman Hidup
17
Kesalahpahaman (Lagi)
18
Meyakinkan Hati
19
Pernikahan
20
Drama Malam Pertama
21
Step By Step
22
Evan, stop! Sakit!!
23
Menuntaskan Dengan Cara Lain
24
First Day To Be Wife
25
Korban Eksperimen
26
Sepertinya Aku Telah Jatuh Cinta Padamu
27
Yang Disebut Rumah
28
Aku Ingin Kita Segera Punya Anak
29
Milik Evan seutuhnya
30
Berbagi Rahasia
31
Jangan Pernah Ada Orang Ketiga
32
Saling Mengungkapkan Perasaan
33
Kenapa Aku Masih Belum Hamil?
34
Pemeriksaan Kandungan
35
Rahim Pengganti?
36
Mungkinkah Ini Karma?
37
Murka
38
Aku kecewa...
39
Lampiaskan Saja
40
Pagi Yang Lebih Baik
41
Memulai Perjuangan
42
Hukuman Untuk Sonya
43
Mengakhiri Drama
44
Bulan Madu Yang Tertunda
45
I Love Maldives...
46
The Vow
47
Kabar Yang mengejutkan
48
Sisi Lain dari Seorang Arga Nugraha
49
Pengakuan Dosa
50
Namanya Evan
51
Kepergian Arga
52
Dilema
53
Memberi Ruang
54
Mencoba Menerima
55
Pelangi Di Tengah Badai
56
Permintaan Evan
57
Tak Bisa Memilih
58
Berusaha Melapangkan Hati
59
Berharap Kembali Bahagia
60
Berpisah Sementara
61
Resah
62
Rindu
63
Ada Yang Berbeda
64
Mulai Mencari Tahu
65
Evan, Sebenarnya Kamu Kenapa?
66
Masih Ingin Menutupi
67
He Is Dying
68
Terjawab Sudah
69
Bimbang
70
Malam Terakhirku Bersamamu
71
Mengingkari Janji
72
Dia Pergi
73
Kamu Harus Sembuh!
74
Berusaha Hidup Tanpamu
75
Kembali Mengepakkan Sayap
76
Merindukanmu
77
Tunggu Aku...
78
Bertahan
79
Memandang Dari Jauh
80
Teman Lama
81
Sebuah Hutang
82
Sosok Yang Dirindukan
83
Hanya Dengan Memeluk
84
Pulanglah...
85
Melepas Rindu
86
Ritual Mandi Pagi
87
Harta Dan Cinta Pertama
88
Jalan-Jalan
89
Ayah Paling Penyayang Sedunia
90
Tawaran Kesepakatan
91
Wrong Partner
92
Pertemuan Tak Terduga
93
Triple Date?
94
Nostalgia (Nasehat Aaron)
95
Memandang Dengan Perasaan Yang Hancur
96
Maksud Tersembunyi
97
Panggilan Sayang
98
Shocking Kiss
99
Malam Terkutuk
100
Ketertarikan Yang Beralih
101
Meminta Penjelasan
102
Pulang
103
Kondisi Evan
104
Bunga Lili
105
Menanti Kelahiranmu
106
Kontraksi Palsu
107
Oh, akhirnya...
108
Putri Kita Sudah Lahir
109
Lily Bramasta
110
Kembali Bahagia
111
Orang Tua Posesif
112
Surat Cinta Dari Author
113
Tamu Istimewa
114
Membuang Perasaan
115
Calon Menantu Sempurna
116
Tak Akan Menggunakan 'Cara Lain' Lagi
117
Kejutan Dari Geraldyn
118
Menyaksikan Pertunjukan
119
Tuluskah Perasaannya?
120
Modus
121
Alasan Yang Disembunyikan
122
Sembuh
123
Jadilah Bersinar Sekali lagi
124
Rumah Baru
125
Meminta Bantuan
126
Bertemu Calon Mertua?
127
Alergi Pada Orang Kaya
128
Sebuah Permintaan
129
Janji Jonathan
130
Kamu Seorang Ibu!
131
Goyah
132
Belajar Untuk Saling Memahami
133
Sebuah Solusi
134
Pilihan Untuk Geraldyn
135
Aku Pasti Kembali
136
Because My Destiny Is With You (End)
137
Melepaskan Beban Terakhir (Extra Part 1)
138
Kembali (Extra Part 2)
139
Jari Keramat (Extra Part 3)
140
Albern & Lily (Extra Part 4-Epilog)
141
Karya Baru
142
Sudah Rilis
143
Promo Karya Terbaru
144
Pengumuman
145
PENGUMUMAN
146
Karya Baru Again
147
Pengumuman Karya Terbaru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!