Evan sudah menyelesaikan sarapannya dan hendak beranjak dari duduknya, sebelum kemudian Sonya menahan tangan Evan dan memintanya untuk duduk kembali.
Evan menurut dan melihat ke arah Sonya dengan raut wajah penuh tanda tanya.
"Ada Apa, Ma?" tanya Evan saat melihat Sonya yang tampak kesulitan mengucapkan kata-katanya.
"Maafkan Mama dan Papa ...." Akhirnya Sonya berbicara juga setelah terdiam cukup lama.
Evan tampak menautkan kedua alisnya.
"Maaf untuk apa?" tanya Evan.
Sonya tak langsung menjawab, justru ia menoleh ke arah Zacky, seakan sedang meminta suaminya itu untuk membantunya bicara.
"Ada apa, Pa?" tanya Evan kemudian pada Zacky.
Zacky tampak menghela nafasnya sejenak.
"Kami hampir saja membuatmu menikah dengan gadis yang kurang baik. Maafkan kami," ujar Zacky akhirnya.
Evan melihat kedua orang tuanya itu secara bergantian.
"Aku sangat mengerti dengan maksud Mama dan Papa mengatur perjodohan ini untukku. Apa yang kalian lakukan semuanya adalah untuk kebaikanku. Jadi Mama dan Papa tidak perlu merasa bersalah seperti ini," sahut Evan pada keduanya.
Evan tersenyum untuk menunjukkan jika dia baik-baik saja.
"Mama dan Papa tidak usah khawatir. Suatu hari aku pasti akan menikah. Aku hanya belum menemukan gadis yang tepat saja," tambahnya lagi.
Sonya dan Zacky pun bisa bernafas lega karena melihat Evan yang nampak tak begitu terpengaruh dengan gagalnya perjodohan kali ini.
"Oh, ya, Ma. Mengenai orang tua Tania, akan lebih baik jika Mama tetap membantu mereka. Tampaknya keadaan mereka saat ini benar-benar buruk, sangat membutuhkan bantuan," ujar Evan sekali lagi.
Sonya mengangguk.
"Tentu saja. Biar bagaimana pun kami sudah berteman sejak lama. Mama pasti akan membantu mereka meskipun peejodohan kalian di batalkan," sahut Sonya.
Evan mengangguk menanggapi, lalu beranjak dari duduknya dan bersiap untuk berangkat ke rumah sakit.
"Aku berangkat ke rumah sakit dulu," pamit Evan pada keduanya.
Evan pergi memulai rutinitasnya di rumah sakit. Sedangkan Zacky sendiri juga berangkat untuk mengurus bisnisnya yang lain.
Zacky memang berasal dari keluarga yang sebagian besar berprofesi sebagai dokter. Mendiang kakeknya dan kedua orang tuanya adalah seorang dokter. Kedua orang tuanya juga yang membangun sebuah rumah sakit yang saat ini diwariskan kepada Zacky. Tapi Zacky sendiri lebih tertarik pada dunia bisnis ketimbang dunia medis.
Alih-alih masuk ke sekolah kedokteran seperti yang diharapkan kedua orang tuanya, Zacky malah lebih memilih untuk merintis usahanya yang kini telah menjadi sebuah perusahaan yang cukup besar. Dan saat dia mengadopsi Evan yang sangat ingin menjadi seorang dokter, Zacky seperti mendapatkan seorang penyelamat yang bisa menggantikannya mengurus rumah sakit.
Alhasil, kini Evanlah yang memegang tanggung jawab mengurus rumah sakit peninggalan orang tua Zacky. Evan kini menjabat sebagai Direktur di rumah sakit tersebut sekaligus Dokter Spesialis Jantung di sana. Dan hal itu membuat Evan menjadi cukup sibuk sehingga bisa sedikit mengurangi rasa sedih karena patah hatinya.
Hari ini, setelah sampai di rumah sakit, Evan langsung mendapatkan seorang pasien jantung yang harus ditanganinya. Setelah membaca rekam medis sang pasien yang diberikan perawat padanya, Evan bersama seorang perawat langsung mendatangi ruangan di mana pasien itu dirawat.
Tapi saat tiba di depan pintu ruang perawatan pasien yang akan diperiksanya, Evan malah melihat pemandangan yang agak mengejutkan.
Dua orang perempuan yang kemungkinan keluarga pasien tampak sedang bersitegang. Lalu secara tak terduga ....
Plakk!!!
Perempuan yang usianya jauh lebih tua melayangkan sebuah tamparan ke wajah perempuan muda yang tampak adalah putrinya.
Sontak Evan menghentikan langkahnya dan membeku di depan pintu.
☆☆☆
"Apa sekarang kamu puas, Carissa? Jika Papamu sudah seperti ini, kamu puas?" Alya, Mama Carissa terlihat sangat murka dengan putrinya saat ini.
Arga Nugraha, Papa Carissa terkena serangan jantung setelah Carissa kabur dari acara pertunangannya semalam. Lelaki paruh baya tersebut terpaksa harus menjalani operasi jantung secara mendadak untuk menyelamatkan nyawanya. Dan beruntung sekarang kondisinya sudah stabil. Tapi itu tidak membuat Alya bernafas lega, karena sampai saat ini suaminya masih belum sadarkan diri. Dan siapa lagi yang akan menjadi sasaran amarahnya kalau bukan Carissa, si biang keladi yang menyebabkan semuanya jadi seperti ini.
Gadis itu membatalkan pertunangannya secara sepihak di depan kedua keluarga dan pergi begitu saja hingga membuat Arga hampir tak bernafas lagi karena terkena serangan jantung.
Beruntung Arga langsung mendapatkan pertolongan di rumah sakit dan menjalani operasi malam itu juga hingga nyawanya masih bisa diselamatkan. Dan pihak rumah sakit juga telah merekomendasikan Dokter Spesialis Jantung terbaik yang akan menangani Arga selama menjalani perawatan.
Tapi bukan itu inti permasalannya sekarang. Gadis yang kini berada di hadapan Alya lah sumber masalah yang harus diselesaikan. Entah sudah berapa kali Carissa menolak untuk menikah karena cinta sepihaknya pada teman masa kecilnya, Aaron. Dan sekarang saat Aaron sudah berkeluarga pun bisa-bisanya dia masih menolak untuk menikah dan membatalkan pertunangannya tanpa membicarakannya pada pihak keluarga terlebih dahulu. Alya benar-benar geram dibuatnya.
"Maaf, Ma. Aku tidak menyangka jika Papa akan menjadi sakit karena apa yang aku lakukan semalam," ujar Carissa lirih sembari menundukkan wajahnya.
Alya menghela nafasnya untuk meredam emosi yang saat ini sedang menguasainya.
"Bahkan meski pun tidak terjadi apa-apa dengan Papamu, tidak semestinya kamu mempermalukan keluarga kita seperti ini, Carissa. Perjodohan ini sudah diatur jauh-jauh hari, tapi kenapa saat malam pertunangan kamu membatalkannya begitu saja? Apa kamu ingin Mama dan Papamu mati berdiri karena kelakuanmu itu, hah? Itu maumu?" Alya tampak berusaha setengah mati untuk tidak berteriak saat ini.
Carissa hanya terdiam. Dia ingin membela diri, tapi melihat Papanya yang saat ini terbaring dengan mata terpejam, Carissa jadi merasa sangat bersalah dan tak bisa berkata apa-apa.
"Jangan pernah memikirkan Aaron lagi, Carissa. Dia sudah bahagia bersama istri dan anak-anaknya. Apa kamu pikir dia masih ingat denganmu? Sadarlah dan buka matamu. Berhentilah membandingkan semua lelaki dengannya," tegas Alya lagi dengan tajam. Kali ini dia benar-benar geram dengan perbuatan Carissa yang dianggapnya sudah sangat keterlaluan.
Carissa mengangkat wajahnya dan terlihat tidak terima.
"Ini tidak ada hubungannya dengan Aaron, Ma. Aku membatalkan pertunangan bukan karena aku tidak bisa melupakan Aaron. Lelaki yang Mama dan Papa jodohkan padaku adalah seorang berengsek yang suka main perempuan. Bagaimana bisa aku menerima lelaki seperti itu untuk jadi suamiku," sahut Carissa membela diri.
Alya mengerutkan keningnya.
"Lelaki berengsek katamu? Dia itu pewaris perusahaan real estate terbesar di Eropa. Kamu bilang lelaki berengsek? Memangnya kamu mau lelaki yang bagaimana?" Alya tampak mulai tidak bisa membendung kemarahannya.
"Dan satu hal yang harus kamu ingat, Carissa. Sudah bukan rahasia lagi jika lelaki itu seringkali tidak cukup dengan satu perempuan saja. Semakin sukses seorang lelaki, maka akan semakin banyak simpanannya. Tapi tentu saja tempat dia kembali adalah istri sahnya," tambah Alya lagi.
"Bahkan Papamu pun seperti itu ...." Alya kembali bergumam, tapi kali ini dengan nada lirih dan sedikit sendu.
Carissa menatap sang mama sedih sambil menggelengkan kepalanya.
"Tidak, Ma. Jika memang semua lelaki seperti itu, aku lebih memilih untuk tidak menikah seumur hidupku," ujar Carissa tak terima.
"Hanya perempuan bodoh yang mau menjalani hidup dengan lelaki berengsek," tambahnya lagi dengan tegas.
Alya mengangkat wajahnya dan menatap Carissa nyalang. Lalu tangannya terangkat tanpa disadarinya.
Plakk!!
Alya menampar Carissa bertepatan dengan kedatangan dokter yang direkomendasikan pihak rumah sakit untuk menangani Arga.
Bersambung ....
Jangan lelah buat nungguin kelanjutannya.
Happy reading❤❤❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
Junfa Jundi faaz
plak plakkk muluk.....di kira nyamuk kali yak
2021-08-11
0
Junfa Jundi faaz
plak plak muluk....
2021-07-13
1
moemoe
enteng bgt emaknya ya nganggap tiap laki2 gk cukup 1 perempuan...
emaknya tipe² perempuan yg menganut paham " wlwpun isinya tumpah kmn2 yg penting pulang botol" kali ya? 😅🤣
2021-05-09
1