22 Tahun Kemudian ....
Evan melangkahkan kakinya memasuki ballroom sebuah hotel yang saat ini sudah di sulap menjadi tempat pernikahan seseorang yang sejak dulu selalu ada di hatinya.
Lelaki itu melihat ke arah sekelilingnya dengan perasaan yang bercampur aduk. Sedih dan kecewa, mungkin perasaan itulah yang paling mendominasi hati Evan saat ini. Setelah pencarian panjangnya untuk menemukan sosok pelipur lara yang dulu pernah dia tinggalkan, inilah hasil yang dia dapatkan.
Evan berakhir dengan menghadiri pernikahan perempuan yang telah dicintainya selama lebih dari dua puluh dua tahun lamanya.
Ya. Zaya, sosok gadis kecil yang dulu pernah berjanji untuk menikah dengan Evan saat ia dewasa, hari ini akan melangsungkan pernikahannya dengan lelaki lain. Dan semua itu tentu saja bukan kesalahan Zaya. Evan sendirilah yang telah pergi terlalu lama. Membiarkan gadis kecil pelipur laranya berjuang seorang diri menghadapi kerasnya hidup, hingga dia pun memutuskan untuk tidak menunggu Evan lagi.
Waktu itu, tepat seminggu setelah kepergiannya dari panti asuhan, orang tua angkat Evan membawa Evan pindah ke Singapura, sehingga Evan tidak bisa mengunjungi Zaya seperti janjinya.
Evan juga kesulitan untuk menjalin komunikasi dengan pihak panti, karena telah berada di negara yang berbeda. Yang bisa Evan lakukan hanyalah belajar dengan giat agar bisa segera mencapai cita-citanya dan kembali untuk menjemput Zaya.
Tapi setelah berhasil mendapatkan gelar dokter dan dilanjutkan dengan mengambil pendidikan spesialis jantung, Evan masih belum bisa kembali karena syah angkatnya meminta Evan untuk bergabung di rumah sakit keluarga mereka di Singapura.
Evan tak bisa menolak. Saat ini dia adalah pewaris dari keluarga itu, jadi mau tidak mau dia juga harus ikut ambil bagian dalam memajukan rumah sakit keluarganya tersebut.
Hingga akhirnya, Evan baru bisa kembali setelah tujuh belas tahun lamanya sejak dia pergi dari panti. Evan hanya berharap semuanya tidak begitu terlambat, dan Zaya masih setia menunggunya di sana.
Seringkali Evan membayangkan seperti apa wajah gadis kecil itu setelah dia dewasa. Apakan dia masih memiliki wajah manis dan menggemaskan seperti saat dia kecil dulu? Atau mungkin telah menjadi sosok yang berbeda. Evan begitu tidak sabar untuk kembali dengan pelipur laranya itu. Evan akan membawa gadis itu dan mengajaknya untuk mewujudkan janji mereka dulu untuk hidup bersama.
Evan akan membawanya untuk menjalani kehidupan yang layak dan penuh dengan kebahagiaan.
Tapi rencana hanyalah rencana. Sesempurna apapun seorang manusia mengatur skenario untuk hidup mereka, tetap saja skenario dari Tuhan yang lebih indah.
Harapan Evan untuk bertemu dengan Zaya pupus sudah. Gadis itu sudah tidak tinggal di panti asuhan lagi sejak bertahun-tahun yang lalu. Zaya pergi meninggalkan panti setelah menyelesaikan sekolah menengahnya. Dia tidak melanjutkan pendidikannya dan memilih untuk bekerja dan memulai kehidupannya di luar panti.
Zaya memutuskan berjuang di luar sana seorang diri.
Pengurus panti mengatakan pada Evan jika dia telah kehilangan komunikasi dengan Zaya sejak lama. Terakhir diketahuinya jika Zaya pernah bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran sebelum akhirnya menghilang dan kontaknya tak bisa dihubungi.
Evan kecewa. Tapi dia tak putus asa. Dia berusaha untuk mencari keberadaan Zaya dengan berbagai cara. Bahkan Evan sampai memposting foto masa kecil Zaya di akun media sosialnya, berharap gadis itu akan melihat dan meresponnya. Tapi usaha Evan tak membuahkan hasil.
Evan tetap tak menemukan gadis kecil pelipur laranya itu meski selama lima tahun telah banyak sekali usaha yang dia lakukan.
Hingga saat Evan sudah mulai putus asa, Tuhan akhirnya mendengarkan doa Evan. Zaya Diandra, gadis yang selama ini Evan rindukan akhirnya menampakkan dirinya. Evan berhasil menemukan sosok yang telah mengunci hatinya selama ini.
Zaya ternyata telah menjadi orang yang sukses. Dia mempunyai beberapa kafe dan mempekerjakan banyak pegawai. Sosoknya telah menjelma menjadi perempuan dewasa yang cantik dan anggun.
Dan saat Evan memastikan jika perempuan itu adalah Zaya yang selama ini dicarinya, keharuan pun menyeruak. Evan dan Zaya yang terpisah selama dua puluh dua tahun lebih, akhirnya bertemu kembali.
Mereka kembali bernostalgia mengenang masa lalu. Tapi saat Evan ingin menagih janji yang Zaya ucapkan dua puluh dua tahun yang lalu, Evan kembali harus menelan pil pahit. Pasalnya Zaya yang sekarang tidaklah sesederhana Zaya yang dulu. Perempuan yang kehidupannya kini terlihat baik itu ternyata menyimpan sebuah cerita pilu yang tak terduga. Dia telah menikah tujuh tahun yang lalu karena telah terlanjur hamil, dan kini sudah mempunyai seorang putra yang usianya sudah enam tahun lebih.
Zaya memang telah bercerai, tapi dia tidak ingin membuka hatinya untuk lelaki lain karena tidak ingin semakin melukai hati putranya. Dan kenyataan lainnya yang harus di terima Evan adalah fakta jika Zaya sangat mencintai mantan suaminya meski mereka telah berpisah.
Evan kecewa untuk yang kesekian kalinya. Tapi itu tak menyurutkan niatnya untuk menjadikan Zaya sebagai teman hidupnya. Evan tetap tak menginginkan perempuan lain untuk menjadi istrinya, yang diinginkannya tetap hanya Zaya. Evan bertekad untuk kembali mengambil hati Zaya meski secara perlahan.
Tapi ternyata semua itu tidak mudah. Mantan suami Zaya, Aaron Brylee yang merupakan seorang pemilik sebuah perusahaan besar, ternyata sedang mengejar kembali mantan istrinya itu dan ingin Zaya kembali padanya.
Evan berusaha untuk membuat Zaya kembali hanya melihat ke arahnya seperti saat mereka kecil dulu. Tapi tentu saja banyak hal yang telah berubah dalam kurun waktu dua puluh dua tahun.
Evan bukan lagi sosok yang istimewa bagi Zaya, seperti saat mereka kecil dulu. Semua cerita tentang mereka dua puluh dua tahun yang lalu hanyalah sebuah kisah di masa lalu, sudah tidak berarti lagi. Itulah kenyataannya.
Lalu kekecewaan terbesar pun harus Evan rasakan juga.
Zaya yang selalu Evan rindukan. Zaya yang telah menjadi detak jantung Evan selama lebih dari separuh hidupnya. Zaya yang selalu Evan dambakan untuk menjadi teman hidupnya kelak. Zaya gadis kecil pelipur laranya, perempuan itu memilih untuk kembali menikah dengan mantan suaminya atas nama cinta dan kebahagiaan sang anak. Membuat Evan merasakan luka yang begitu perih karena harus merelakan perempuan yang sangat dicintainya menjadi milik lelaki lain.
Dan kini, Evan hanya bisa memandang sendu pada sosok yang saat ini begitu menawan layaknya bidadari itu. Ingatan tentang masa lalu saat Zaya ingin sekali menjadi seorang pengantin yang cantik dan berjanji menikah dengan Evan kembali hadir, layaknya sebuah film yang diputar kembali.
Evan tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca. Zaya telah berhasil mewujudkan impiannya untuk menjadi pengantin yang cantik. Hanya saja, yang membuat hati Evan terasa sangat pedih adalah kenyataan jika yang bersanding dengan Zaya adalah lelaki yang sangat Zaya cintai, dan itu bukan Evan.
'Berbahagialah, Dee. Mungkin aku memang di takdirkan hanya untuk menjadi cerita masa lalumu saja. Semoga kelak aku bisa menerima jika kamu bukan untukku.'
Bersambung ....
Setelah ini kisah Evan dan Carissa akan di mulai..
Ikutin terus yak
Happy reading❤❤❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
LENY
KASIHAN EVAN SMG NNT DPT JODOH YG BAIK DAN TULUS CINTA SAMA EVAN 😥😥
2025-02-10
0
Sandisalbiah
takdir itu rahasia Tuhan.. tak seorang pun manusia bisa menebak endingnya... krn tugas manusia hanya harus selalu berusaha utk jd yg terbaik
2024-06-04
1
Junfa Jundi faaz
kamu pergi terlalu lama Bambang......saat kamu ingin kembali ke zaya...zaya sudah mengalami tragedi....kamu terlambat mencari Bambang....
2021-08-11
0