Dampak dari kesalahpahaman yang terakhir terjadi, Arga dan Zacky akhirnya menyepakati untuk mempercepat pernikahan Evan dan Carissa.
Pernikahan yang sebelumnya akan di gelar dua bulan lagi, akhirnya akan di langsungkan kurang dari setengah bulan. Alhasil, hal itu membuat wedding organizer yang di sewa mereka nyaris kewalahan. Untung saja permasalahan itu masih bisa di atasi dengan baik, hingga pernikahan Carissa dan Evan tetap akan di gelar dengan baik meski persiapannya terkesan terburu-buru.
Adapun Carissa dan Evan, keduanya tidak bisa melakukan apapun, kecuali pasrah. Sejak dua kali kedapatan tengah melakukan pose vulgar beberapa waktu yang lalu, kedua orang itu seperti kehilangan hak berpendapat mereka. Apapun yang keluar dari mulut mereka selalu tidak di dengarkan oleh orang tua mereka masing-masing.
Sehingga meskipun mereka adalah orang yang akan menikah, tapi mereka hanya bisa menjadi penonton dan hanya sekedar melihat kesibukan orang-orang mengatur pernikahan mereka.
Dan hari ini, tepat seminggu sebelum pernikahan di gelar, Evan dan Carissa di minta datang ke sebuah tempat oleh orang tua mereka masing-masing. Dan ternyata mereka telah di atur untuk melakukan fitting baju pengantin setelah sebelumnya juga di suruh memilih cincin pernikahan mereka.
Sekali lagi, keduanya hanya bisa menurut tanpa bisa berkata-kata. Carissa dan Evan persis seperti dua ekor sapi yang sudah di tusuk moncongnya. Tidak ada bantahan dan perlawanan sedikit pun dari keduanya saat melakukan apa yang sudah di atur oleh kedua orang tua mereka masing-masing.
Evan telah lebih dulu selesai mengenakan jas pengantinnya.
Sekilas dia melihat pantulan dirinya di sebuah cermin berukuran besar yang tersedia di sana. Jas pengantin tersebut sangat pas membalut tubuh liatnya, membuatnya terlihat sangat gagah dan tampan.
Untuk kesekian kalinya, Evan kembali teringat dengan Zaya dan janji pernikahan yang di ucapkan perempuan itu dulu.
Pandangan Evan sedikit meredup. Meski telah berusaha melupakan Zaya, nyatanya Evan seringkali kalah oleh perasaannya sendiri. Entah butuh waktu berapa lama baginya untuk bisa menghapus bayang-bayang Zaya dari hidupnya. Sejauh yang Evan rasakan, perasaannya terhadap Zaya masih belum berubah.
Sekuat apapun Evan berusaha membuang jauh semua rasa yang ada di hatinya, nyatanya Evan tetap saja merindu. Saat ini ingin sekali rasanya Evan mendengar suara dari pemilik hatinya itu. Tapi Evan sadar. Zaya telah bersuami, tak pantas lagi baginya untuk merindukan istri orang lain. Yang bisa di lakukannya kini hanyalah berusaha agar masih bisa bertahan dan melanjutkan hidup meski tanpa cintanya itu.
Evan juga ingin bahagia, meski tak bersama Zaya.
Kemudian Evan mengeluarkan ponselnya. Dan menekan nomor kontak seseorang. Evan terdiam beberapa saat dan menghela nafasnya, sebelum akhirnya mendial nomor tersebut.
Evan ingin menghubungi Zaya untuk yang terakhir kalinya sebelum dia benar-benar memulai hidup barunya bersama Carissa.
Panggilan tersambung. Dan tak butuh waktu lama bagi orang di seberang sana untuk menerima panggilan dari Evan.
"Hai, Dee." Evan berusaha untuk menyapa Zaya dengan suara senetral mungkin.
"Hai, Kak Evan. Apa kabar?"
Suara itu membalas dari seberang sana. Suara yang sangat Evan rindukan siang dan malam, hingga terkadang sampai masuk ke dalam mimpinya. Dada Evan kembali bergemuruh saat mendengarnya. Berbagai perasaan bercampur menjadi satu hingga Evan menjadi agak emisional.
"Aku baik. Kabarmu sendiri bagaimana? Aku dengar saat ini kamu sudah punya seorang putri?" Tanya Evan kemudian.
"Iya, Kak. Sekarang usianya hampir tujuh bulan." Jawab Zaya. Suara perempuan itu terdengar sangat bahagia saat mengatakan hal tentang putrinya. Evan tahu jika saat ini hidup Zaya sudah sangat lengkap. Tak ada satu pun alasan bagi Evan untuk mempertahankan perasaannya. Hanya saja, membunuh rasa yang telah ada sejak dia sendiri masih belia, tentu hal itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Evan perlu berusaha lebih keras lagi untuk bisa melakukannya.
"Apa kamu sudah menerima undangan pernikahanku?" Tanya Evan kemudian.
Undangan pernikahannya dan Carissa memang telah di sebar beberapa hari yang lalu. Dan tentu saja Zaya dan Aaron masuk dalam daftar orang-orang penting yang di harapkan kehadirannya. Evan ingin memastikan jika Zaya sudah menerima undangan tersebut dan mengetahui jika sekarang dia akan segera menikah.
"Jadi itu benar Kak Evan? Calon suami Carissa itu benar Kak Evan?" Zaya terdengar surprise di seberang sana. Entah seperti apa ekspresinya saat ini. Tapi yang jelas dia agak terkejut mendengar Evan dan Carissa akan menikah.
"Iya." Jawab Evan sembari memejamkan matanya. Ada rasa yang begitu menyesakkan dadanya saat dia mengakui akan menikahi perempuan lain pada Zaya.
Ah, sungguh aneh rasanya. Evan merasa telah mengkhianati perasaan yang telah dia jaga selama ini. Padahal sangat jelas jika Evan tidak mengkhianati siapapun. Zaya telah menikah dengan lelaki lain, jadi sangat wajar jika sekarang Evan juga akan menikah dengan perempuan lain.
Tidak ada yang salah. Hanya saja, apa yang terjadi saat ini, sangat berbanding terbalik dengan angan-angan Evan di masa lalu. Dan hal itu cukup untuk membuat dadanya terasa sesak dan sakit.
"Kak Evan, selamat, ya. Aku senang akhirnya mendengar berita baik dari Kakak. Aku doakan semoga nanti pernikahan Kakak berjalan lancar. Aku dan Aaron akan mengusahakan untuk datang." Ujar Zaya memberikan selamat. Suaranya terdengar sangat senang. Sepertinya berita pernikahan Evan terasa begitu membahagiakan untuknya.
Evan tersenyum miris.
"Terima kasih." Ujarnya lirih. Dadanya semakin terasa sesak hingga sulit baginya untuk mengeluarkan suara.
Zaya tampak terdiam sejenak.
"Kak Evan..." Panggilnya kemudian.
"Ya?"
"Carissa adalah gadis yang baik dan tulus. Aku yakin dia bisa menjadi istri yang baik untuk Kakak. Aku yakin Kakak dan Carissa akan menjadi pasangan yang selalu di limpahkan kebahagiaan." Ujar Zaya tulus.
Evan tercekat. Setetes airmata jatuh tanpa bisa dia cegah. Entah kenapa dia selalu menjadi melankolis jika menghadapi hal menyangkut Zaya. Tapi kemudian Evan langsung tersadar dan cepat-cepat menghapus airmatanya.
"Terima kasih." Ujar Evan menanggapi. Suaranya terdengar agak serak karena menahan ledakan emosi yang ada di dalam dirinya.
Zaya tampak terdiam. Mereka hening beberapa saat.
Tiba-tiba seseorang yang tadi membantu Carissa untuk mencoba gaun pengantinnya datang sambil menuntun Carissa untuk melihat penampilannya di cermin besar.
"Dee, sudah dulu, ya. Ada yang harus aku kerjakan." Evan berpura-pura seakan dia sedang ada pekerjaan untuk menyudahi pembicaraannya dengan Zaya.
"Baiklah." Terdengar Zaya menjawab.
Evan pun memutus panggilan itu dan melangkah mendekati Carissa yang tengah melihat pantulan dirinya di cermin.
Orang yang tadi menuntun Carissa tampak menyingkir melihat kehadiran Evan. Tampaknya ia ingin memberi ruang untuk kedua calon mempelai yang akan segera menikah ini.
Carissa tampak tak menyadari kehadiran Evan dan terus memandang kearah cermin. Matanya tampak berkaca-kaca, lalu cairan hangat itu akhirnya meleleh dari pelupuk matanya. Carissa menangis dengan wajah yang begitu sendu.
Evan memandang Carissa dengan tak kalah sendu. Dia tahu yang sedang Carissa rasakan saat ini, karena dia juga sedang merasakannya.
Dengan perlahan Evan melangkahkan kakinya untuk semakin mendekati calon istrinya itu. Dan saat mereka telah saling berhadapan, di rengkuhnya tubuh Carissa kedalam pelukannya.
Carissa membalas pelukan Evan dan semakin terisak. Mereka berdua saling memeluk dengan segenap perasaan. Seakan keduanya telah saling mengerti tanpa harus menjelaskan lagi dengan kata-kata.
Evan dan Carissa. Mereka berdua tampak sedang meyakinkan hati mereka untuk tidak lagi meragu dengan jalan yang telah mereka ambil.
Bersambung...
Maaf telat lagi, ada tugas negara yang wajib di jalankan, jadi baru bisa up.
Kalo banyak yg vote, ntar emak kebut buat up lagi...(modus)😁
Btw, next part mereka bakalan nikah.
Happy reading❤❤❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
LENY
SUDAHLAH LUPAKAN NGAPAIN MIKIRIN ORANG YG SDH BAHAGIA DAN TIDAK MENCINTAI KITA 😭
2025-02-10
0
Nona Cherry Jo
jgn sampai pernikahan evan dan carissa, pd akhirnya saling menyakiti thor..! klau sampai hal itu terjadi maka kasihan banget 😭
2022-03-08
0
May Fa Ajja
sumpah aq ikut nyesek Thor😭
2021-08-25
2