Sebulan setelah kejadian itu para pelaku di tangkap dan langsung di masukan ke sel dengan bukti bukti yang ada,Dendi tersenyum puas saat di hubungi jika para pelaku sudah tertangkap.
"ka...kita gak usah balas dendam ya... Cukup ka,udah cukup sampai sini saja!" ucap Intan saat sedang menyiapkan makan malam.
"terserah kamu aja! Kakak ikut kamu"
"kita hidup layaknya orang lain aja! Jangan ganggu orang supaya kita gak di ganggu"
"siap boss!"
Akhirnya kakak beradik itu memutuskan tidak membalaskan dendamnya,walau sebenarnya memang tidak seharusnya mereka balas dendam karena merekalah sebenarnya yang bersalah.
*****
Intan saat sedang berjalan jalan melihat sebuah tulisan di sebuah kedai makanan "BUTUH KARYAWAN" Intan langsung masuk untuk menanyakan info tersebut,baru sebentar berbincang dengan orang di sana Intan sudah merasa nyaman dan salah satu karyawan di sana sudah meminta Intan untuk kembali besok agar langsung bertemu dengan bos dan tangan kanan nya.
"ka... Aku melamar pekerjaan di sebuah kedai makanan di daerah jakarta selatan" ucap Intan pada sang kakak yang juga baru mulai bekerja.
"kamu gak kejauhan di sana?"
"gak kok! Tempatnya enak kok!"
"aku gak mau kamu terlalu jauh gini...."
"kakak tenang aja ya...aku akan jaga diri lebih baik dari kemarin"
"kakak antar kamu besok dan kakak harus tahu jadwal kamu! Pastikan ponsel mu selalu nyala."
"iya iya..."
Keesokkan harinya Dendi sudah rapi pagi pagi sekali,dia bahkan bangun lebih dulu dari sang adik karna tidak ingin adik nya memakai alasan jika dirinya masih terlelap dan adik nya berangkat sendiri.
"kakak kenapa semangat amat sih?"
"bukan semangat... Biar kamu gak telat aja!"
"hahahahaha... Kirain karena semalem aku ceritain kalau disana pegawainya cantik cantik."
"kamu itu! "
Keduanya berangkat mengunakan mobil satu satu nya warisan kedua orang tuannya yang rencana akan di jual dalam waktu dekat ini dan membeli motor,sisa nya akan mereka tabung.
sampailah mereka di ''KEDAI CAHAYA' tempat makan yang sebenarnya tidak terlalu besar namun cukup nyaman terlihat jelas dari luar kalau kedai ini mengambil konsep rumahan.
"ka... Aku masuk dulu ya..."
"kakak tunggu sini ya!"
"kok tunggu? Kakak gak kerja?"
"kerja... Nanti setelah kakak antar kamu balik!"
"oh... Yaudah"
Intan masuk dan langsung bertemu orang yang kemarin dia mengarahkan Intan ke sebuah meja dan menyajikan beberapa cemilan. "santai aja... Bos nya baik kok! sambil ngemil juga gak apa" ucapnya.
"terima kasih ya..."
Tak lama seorang wanita datang menghampiri dengan senyum indah di bibirnya, 'ah....manis sekali wanitai ini!" ucap Intan dalam hatinya.
"halo pagi... "
"pagi..."
"saya Yuli..."
"Intan bu..."
"hahaha... Jangan panggil ibu ah! saya belum nikah"
"oh... Maaf ka!"
"gak apa apa... Mana surat lamarannya?"
"ini ka... Saya sempat kuliah tapi karena satu dan lain hal saya tidak lanjut,tapi saya lupa bawa bawa persyaratannya yang lain"
"gak apa apa... Aku cuma butuh data diri kok! Intan komala ganda ya.." Yuli berinteraksi dengan Intan,memberikan beberapa pertanyaan dia menanyakan karena Intan tidak memiliki pengalaman kerja apa Intan sanggup dan mau jika nanti di ajarkan teman temannya dan Intan menyanggupi itu. "oke saya rasa interview nya cukup ya,kamu saya terima! Kapan kamu bisa mulai kerja?"
"besok boleh ka?"
"boleh... Hari ini juga boleh"
"bentar ka... Saya kasih tahu kakak saya dulu soalnya dia nunggu saya di luar"
"oh... Kamu di antar? Yaudah tanya dulu aja kamu boleh hari ini atau besok,tapi sebelumnya aku kenalin dulu sama bos nya ya!"
"lho... Saya kira ka Yuli bos nya"
"bukan,saya cuma orang kepercayaan aja! Ayo ikut saya"
"kalau bos nya gak mau gimana ka?" tanya Intan sambil mengikuti Yuli.
"gak mungkin karena bos orangnya baik banget dan dia seneng sama orang yang mau belajar."
Sampai depan ruangan Gia Yuli mengetuk pintu dan masuk setelah mendengar suara Gia,Gia syok melihat siapa yang Yuli bawa... Tidak hanya Gia Intan pun kaget melihat sang sepupu di sana,namun berkat kedewasaan Gia semua berjalan normal selayaknya interview pada umumnya.
"pagi ka... Ganggu ga?" Yuli mengucapkannya dengan ramah.
"gak ko... Aman" jawabnya dengan suara gemetar.
"ini yang kemarin datang tanyain lowongan... Tadi sudah saya interview,dia belum pengalaman tapi sanggup belajar dan dia sudah saya terima ka"
"oh oke...emmm... Kapan mulai kerja?"
"besok ya tan? Soalnya dia interview di antar kakaknya"
Mendengar itu Gia makin gemetar mendengar sang kakak sepupu juga ada di sana juga,bahkan gelas di meja nya sampai terjatuh saking dia ketakutannya.
"ka... Kakak gak apa?" tanya Yuli melihat Gia gemetar dan agak pucat.
"Yul... Tolong keluar dulu dong..."
"oh ooke..."
"anter keluar aja! Nanti kamu masuk lagi"
Yuli dengan sigap membawa Intan kembali ke tempat merek duduk tadi dan memintanya menunggu,sementara Yuli kembali lagi ke dalam. Intan yang sangat teramat syok hanya mengikuti saja,dalam hati dia merasa tidakakan di terima di kedai cahaya apalagi sang sepupu adalah owner di sana,
"Yul... Suruh masuk besok aja ya... Saya pulang dulu saya kurang enak badan"
"Oh... Baik ka... Tapi kakak gak apa apa? Perlu di temenin?"
"no thanks... Saya sendiri aja ya... Nanti kamu balik lebih cepet langsung pulang jangan cari cowok" canda nya pada Yuli.
Yuli kembali menghampiri Intan setelah selesai berurusan dengan Gia,dia menghampiri wanita itu. "Intan... Kamu masuk besok aja ya... kamu persiapkan diri aja buat besok."
"baik ka... Tapi aku tetap kerja kan ka?"
"iya dong"
Intan masuk kembali ke mobil tanpa bicara apapun pada sang kakak dia hanya mengatakan akan mulai kerja besok,sang kakak juga mengabari kalau sudah ada orang yang cocok dengan mobil kita,baik dari harga atapun kondisi dan akan bertemu malam nanti,Intan hanya menganggukkan kepalanya.
"ka... Jadi hari ini kakak gak jadi berangkat kerja?"
"kaya nya ga... Kakak cuci mobil dulu!"
"ka... Kakak bener ga jadi bales dendam kan sama Gia?"
"kenapa kamu tiba tiba tanya gitu?"
"aku kasih tahu sesuatu tapi kakak janji gak akan larang aku kerja di sana!"
"jangan bilang dia temen kerja kamu! Kalau gitu kamu jangan kerja di sana! Kita gak tahu dendam apa gak nya dia sama kita!"
"bukan ka...kakak janji dulu kalau kakak denger kakak gak larang aku ka... Aku mohon"
Melihat wajah adiknya yang memelas dia akhirnya menganggukkan kepala dengan sangat berat.
"ka...ternyata Gia adalah pemilik KEDAI CAHAYA "
"hah??"
"kakak kaget kan?? Aku juga ka!"
"kamu yakin kerja di sana?"
"Yakin ka... Aku yakin Gia gak akan melakukan hal yang salah... Selama kita jahat sama dia aja dia gak pernah bales sama sekali"
"yaudah kalau kamu yakin ya... Kalau Gia biaa aja berarti kita juga harus biasa aja... Semoga dia memaafkan kita"
*****
Besoknya Gia benar benar mulai bekerja,dia di antar kembali oleh Dendi dan sang kakak berpesan untuk terus mengabarinya,karena hari ini mobil akan berpindah tangan dan setelah jam kerja Gia berakhir Dendi akan menjemputnya dan mengajaknya membeli motor.
"semangat ya de..."
"kakak juga ya... Semangat ka..."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments