GSetelah hari itu Rayen kembali berubah,lebih banyak diam dan kedekatan Gia dan Devan pun semakin melengket walau hanya jarak jauh,Gia pun sudah ketemu rumah yang akan mereka tempati untuk catering yang mereka jalan kan dan Gia pun mulai sibuk dengan usahanya dan mulai jarang menghubungi mereka,tidak seperti sebelumnya yang tiap malam kali ini hanya di saat Gia ingat dan itu pun hanya chat digrup. Ketiga pria itu pun semakin sibuk karena sudah menuju akhir tahun jadi mereka akan semakin sibuk lagi.
Awal keberhasilan yang sangat memuaskan untuk Gia dan itu pun menjadi awal dimana masalah demi masalah datang silih berganti dan harus dia hadapi tanpa bisa dia hindari.
*****
usaha yang awalnya di kerjakan sendiri,usaha rumahan yang hanya melayani pesanan yang sangat terbatas,sekarang menjadi usaha yang sangat maju,bahkan dalam waktu dekat ini dia berencana membuka sebuah kedai makanan.
Awal Gia hanya ingin membuat online saja,bahkan secara online pun sudah cukup banyak pelangan yang dia miliki,karena dukungan dari ketiga cahayanya itu dan pegawainya yang saat ini sudah mencapai 8 orang ,akhirnya Gia mau membuat kedai,namun dia mau hanya sebuah kedai sederhana,karena dia tidak ingin terlalu terbuai hingga membuat kualitas makanannya tidak begitu baik. Para cahaya nya pun setuju dengan keputusan itu.
Setelah berdiri secara online hampir satu tahun lamanya,minggu depan Gia sudah punya kedai makanan seperti yang dia rencanakan,dengan mengambil konsep kedai rumahan,Gia berhasil membuat kedai sesai dengan keinginannya dengan dana miliknya sendiri,tanpa bantuan dari para Cahayanya.
3 hari lagi menuju pembukaan kedai semua persiapan sudah mencapai 90% dengan bantuan 8 pegawai online sebelumnya dan ada 4 pegawai baru lagi,yang Gia ambil dari orang dekat,yaitu saudara kampung Yuli yang saat ini full bekerja dengan Gia.
"sayang... Gimana? Udah rapi semua?" tanya Salman yang sudah hari 3 sebelum pembukaan kedai,tidak hanya Salman kedua sahabatnya pun ada di sana,mereka sengaja datang untuk membantu pembukaan kedai yang namanya masih di rahasiakan sang keponakannya.
"aman kok om... Semua udah beres,tinggal persiapan diri kita aja... Makanya 2 hari sebelum buka sudah waktunya kita istirahat,biar pas pembukaan pada gak kecapean." jawab Gia lalu duduk persisi di samping Devan yang reflek merangku gadis itu dan tidak ada penolakkan dari Gia.
Rayen sempat melirik ke arah Gia namun dia berusaha biasa saja seperti tidak terjadi apapun,karena dia tahu belakangan memang Devan dan Gia semakin dekat. Dia pun tidak ingin menghancurkan keinginan sahabatnya itu,untuk mendapatkan ponakan dari sahabatnya yang lain.
*****
hari yang di nanti pun tiba, 'KEDAI CAHAYA resmi di buka hari itu dan sang pemilik terlihat sangat sibuk di sana,para cahaya nya pu terlihat sibuk membantu kesibukan KEDAI yang dimana pembukaannya memberikan diskon 50%
Seluruh pengunjung yang datang terlihat puas dengan semua nya itu,tidak hanya para pengunjug,pemilik bahkan karyawan disana pun puas dengan pembukaan hari ini yang semua mereka lakukan dengan total. selama opening KEDAI buka dari jam 9 hingga jam 6 sore,sedangkan nanti saat operasional KEDAI akan buka pukul 9 dan tutup pukul 8 malam.
"wah... Luar biasa....ini sangat luar biasa...."cara kita sayang" ucap Salman memuji keponakannya.
"aku seneng banget om... Kaya udah gak bisa aku ungkapkan rasa bahagianya." dia tersenyum dan memeluk om nya itu.
"selamat ya..."Devan mengambil alih Gia dari pelukkan Salman.
"makasih ya... Dukungan dan doa kalian ada di balik semuanya ni" Gia memandang ketiga cahayanya dengan senyum dan memeluknya lagi satu persatu.
besok pagi nya para cahaya nya itu sudah kembali ke Kota Malang,mereka memang tidak bisa meninggalkan pekerjaan mereka lama lama lagi,sebab beberapa kali mereka sudah meninggalkan pekerjaan mereka yang hasilnya malah jadi berantakan semuanya.
"maaf ya aku gak anter... Ini bekal untuk kalian sarapan dan makan siang... Ingat tempat makan untuk siang ini sangat bagus karena dia bisa tahan hangat untuk makanan kalian nanti,jadi aku harap dan sangat berharap supaya kalian tidak menaruh sembarang tempat." ucap Gia sambil memberika tas berisikan makanan mereka masing masing satu,tak lupa Gia membuatkan mereka Jahe madu untuk daya tahan tubuhnya dan memberikan pesan yang sama seperti tempat makan pada tumbler yang mereka bawa.
"kalau lagi bawel gini kaya bukan ponakan gua!" Salman yang heran dengan wejangan yang di berikan ponakannya itu.
"jaga kesehatanmu,jangan terlalu lelah" kali ini Rayen ada suara nya setelah sepanjang acara hanya diam saja.
Gia tak menjawab,namun dia memberikan senyuman yang terlihat sangat tulus.
******
Grand opening pun telah selesai,jam operasional sudah mulai normal,awal Gia pikir hanya akan ramai saat opening saja,karena diskon diskon yang bertebaran,tapi ternyata pemikiran Gia sama sekali SALAH. Bahkan dengan harga normal pun KEDAI CAHAYA tetap ramai pengujung dan catering kantor pun tetap berjalan,hanya saja beda lokasi agar aktvitas offline dan online nya tidak terganggu,nmun masih di lingkungan yang sama. Gia sangat mengucap syukur bisa membuka lowongan pekerjaan untuk orang lain.
Semakin hari KEDAI semakin ramai,namun tak membuat hubungan Gia dan para CAHAYA nya berbeda,Gia tetap menghubungi di sela sela kesibukannya. Hubungannya dengan Devan pun semakin hari semakin dekat bahkan beberapa kali Devan lah yang memberitahu jika Gia sedang tidak bisa menghubungi mereka,jadi terkadang kabar tentang Gia mereka tahu melalui Devan.
*jeng jeng...* ucap Devan saat sedang melakukan panggilan video dengan 2 sahabatnya.
*Gia kemana sih... Dari tadi di telpon gak angkat angkat.* keluh Salman.
*kaya nya mandi deh bor tadi... Belum selesai kali* jawab Devan enteng membuat dua laki laki itu menoleh.
*lu video call ponakan gua pas dia lagi mandi?* Salman kesal.
*bukan... Dia sempat kirim pesan*
*lu kenapa tiba tiba jadi deket banget sama Gia? Udah jadian lu berdua?*
*belum... lagi otw... Doain aja ya bor!* ucap Devan sungguh sungguh pada dua sahabatnya,namun tak ada satu pun dari mereka yang menjawabnya.
'hemmm.... Semoga Tuhan kasih yang terbaik buat kami kami semua... Baik gua,Salman ataupun Devan' ucap Rayen dalam hati nya,dia sungguh ingin yang terbaik untuk pertemanan mereka.
*hai hai...* Gia akhirnya tersambung dengan mereka.
*hai sayang..*kata kata itu dari Salman dan Devan hampir bersamaan dan Gia tertawa.
*hai om Ray!* sapa Gia lagi,rayen tak menjawab,namun sebagai gantinya dia tersenyum menandakan dia mendengar sapaan itu.
Setelah setengah jam berlalu bertukar cerita dan sharing,mereka memutuskan untu istirahat,mereka selalu melakukan aktivitas ini paling tidak 2 hari sekali sampai 3 hari sekali agar bisa saling berbagi cerita satu sama lain.
saat sudah akan naik ke tempat tidur ponsel pribadinya berbunyi bersamaan dengan ponsel yang dia gunakan untuk berdagang,dia lansung menyambar ponsel usahanya dan membalas salah satu utusan dari sebuah perusahaan yang meminta test food untuk acara mereka nanti dan Gia langsung menyanggupi untuk membawanya ke sana secatnya.
*SELAMAT YA... KAMU UDAH JADI ORANG SUKSES SEKARANG* isi pesan yang masuk ke ponsel pribadinya.
*makasih om Ray! Support kalian,doa kalian dan inpirasi dari kalian juga. Jangan bosen bosen doain aku dan nasehatin aku ya!*
*terutama Devan ya...*
*gak dong... Tetap om Salman paling the best*
*hahahaha... Iya iya om Salman mu itu memang paling the best! Nanti tunangan om berarti ambil seluruh komsumsi dari kau ya! Dari yang berat sampai yang paling ringan*
Gia terpaku membaca pesan itu,pesan yang memang tidakpernah dia sangka akan keluar dari salah satu sahabat om nya,yang dari awal bertemu sudah singgah di hati nya.
'Tuhan... Kenapa begini??? Perasaan apa ini Tuhan? Aku mohon Tuhan jika ini hanya sebuah lelucon,aku mohon enyahkan lah!'!! Aku takut Tuhan,aku takut perasaan ini salah dan aku juga tidak ingin mereka tahu...." tanpa Gia sadari dia menangis.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments