BERUSAHA -> PENGUSAHA #2

Ternyata Salman melakukan panggilan grup,namun Rayen tak mengangkatnya hanya mengirim pean di grup itu kalau dirinya masih berada di keramaian,namun gia dan Devan mengangkatnya.

*kamu dimana?* Salman heran melihat ruangan asing... Bukan seperti apartemen teman keponakannya itu.

*kaya rumah sakit ya* ucap Devan memperhatikan Gia.

Gia menyorot ke arah tiang infus membuat kedua nya mengumpat dan langsung di berondong pertanyaan oleh kedua nya,sepert apa yang terjadi?sakit apa? Dari kapan? Kenapa bisa begitu? Apa kata dokter dan lain sebagainya membuat Gia tidak menjawab satupun karena bingung.

*tenang... Ini salah satu tantangan aku yang lagi berusaha untuk jadi pengusaha... Seperti kalian bertiga* ucap Gia dengan tenang nya.

*jangan bercanda Gia! Ini bukan waktunya!* Salman membalasnya serius,membuat nyali Gia menciut.

Gia menundukkan kepalanya *aku...aku...*

*apa kata dokter?*

belum sempat Gia menjawab seorang suster datang untuk mengambil piring yang baru saja di habiskan oleh Gia dan menganti infus itu,Salman langsung bersuara menanyakan diagnosa dari dokter kepada suster itu yang membuat Gia tak berkutik.

Suster itu menjawab jika Gia kekurangan cairan,kelelahan dan terlalu banyak aktivitas,bahkan dia mengatakan jika Yuli yang menemaninya,namun dia tidak sama sekali tidak mengatakan mengenai Rayen,ternyata Rayen lah yang meminta nya ke sana agar tidak ada suster lain yang membuat sahabatnya akhirnya tahu keberaaannya.

tak lama Rayen bergabung dalam video call tersebut membuat Gia lumayan terkejut dan membulatkan mata dengan sempurna.

*hai... Gimana gimana...? Lagi ngomongin apa?*

*lha lu dimana itu?* Devan yang duluan merespon keberadaan Rayen,

*kepo lu!*

*serius gw,lu dimana? Kaya terang bener*

*di semarang gw!*

*tugas? Bawa cewe ga lu?*

*heh! Tolong mulut kondisikan!!! Ada ponakan gw ini*

*oh iya... * Devan nyengir.

*kalian itu... Suka main perempuan ya??*

*sering* Rayen menjawab dengan cepat padahal di antara mereka hanya Devan yang beberapa kali berganti pacar tapi tak melakukan apapun,katanya hanya ingin terlihat laku dan nakal,katanya kalau nakal itu keren.

*gak usah percaya mereka... kamu sendiri tahu kan om seperti apa...* sanggah Salman.

Perbincangan mereka berakhir namun tanpa sepengetahuan Gia mereka akan menuju Jakarta malam itu juga.

'kalian sudah pesan tiket?' Devan mengirim ke dua sahabatnya.

'gua udah otw bandara' dari Salman.

'gua dari Bandung' dari Rayen.

Mereka langsung membuat saling menghubungi saat tahu Gia sakit dan berencana akan menjenguk.

Rayen lebih dahulu sampai disana,karena memang dia sebenarnya dia di kota yang sama dengan yang sahabatnya tuju,setengah jam kemudian Salman datang di susul Devan dengan pesawat yang berbeda,setelah saling menyapa mereka meluncur ke rumah sakit tempat Gia di rawat dan membuat orang yang di sana terkejut.

"kalian..." Gia cukup syok melihatnya, "kalian ini apa apaan sih... Dateng ga ada yang kasih tau sama sekali!"

"emang mau ngapain kalau kita bilang?" tanya Devan yang langsung menghampirinya dan memeriksa keadaan Gia,namun Gia mundur karena takut.

Salman yang melihat itu langsung mengambil alih posisi dan itu membuat Devan seikit tersinggung,bukan Devan namanya kalau dia tidak secara langsung dan ceplas ceplos tanya.

"emang Gua bau ya gi?" tanya nya membuat Rayen tidak bisa menahan tawa nya.

"kenapa sih! Pertanyaan lu harus aneh gitu?" ucap Rayen di sela tawa nya.

"ya kan gua cuma tanya aja!"

"bukan gitu om... itu kan..." Gia sampai bingung menjawab pertanyaan nya.

"udah gak usah di jawab! Biarin aja" Rayen menjauh dari tempat tidur Gia.

Sementara Salman mengurus dan menanyakan keadaan Gia kepada dokter jaga yang saat itu datang,Rayen dan Devan berbincang di sofa sudut di ruangan itu,pembicaraan antara dokter dan Salman cukup terdengar oleh Rayen jadi dia juga bisa menyampaikan pada Yuli dan ibu nya,apa saja yang di perbolehkan dan di larang.

"Gia kenapa jadi takut gitu sama kita?" bisik Devan.

"kita?? perasaan gua sama lu aja deh!"

"sialan lu!!!"

"hahaha... Lagian yang deketin dia tadi kan lu,gua belum... Siapa tahu sama gua gak,lu main klaim sama kita aja"

"sama aja..."

"inget kan cerita nya dia kemaren? Mungkin trauma aja"

"iya juga... B*ngs*t emang dia"

Rayen yang diam diam mendengar percakapan dokter langsung mengirim pesan pada Yuli dan meminta Yuli untuk ke rumah sakit terlebih dahulu besok pagi pagi sekali,Yuli menurut karena Rayen juga sudah di jelaskan apa saja yang di lakukan.

'pak Rayen itu kenapa ya,seneng anget bikin susah diri sendiri,padahal tinggal bilang saja dia yang menolong mba Gia kan kalau kaya git beres urusan' guman Yuli saat menerima pesan terakhir dari pak Rayen dan atas ijin dari beliau juga Yuli mengambil dua orang lagi yang akan membantu mereka selama tidak ada Gia dan kemungkinan akan di pakai terus jika Gia setuju serta mereka tidak membuat kesalahan.

*****

Besok sore nya Gia di ijinkan pulang dengan catatan tidak boleh kelelahan atau banyak kegiatan untuk dua minggu ke depan.

"silahkan masuk pak... Maaf ya seadanya... Ini tempat saya dan mba Gia tinggal hanya kami bertiga yang ada disini,apartemen ini...." ucap Yuli seakan mengarahkan mereka

"apa kalian keberatan jika kami di sini juga?" Salman menanyakan agar jika Yul kurang nyaman dengan kehadiran mereka,mereka akan mencari tempat menginap yang lain untuk tiga hari kedepan.

"tidak pak... Tidak masalah di sini ada 3 kamar,saya dan ibu saya terbiasa dengan kamar yang di belakang,jadi masih ada dua kamar lagi yang kosong" Yuli mengatakan dengan ramah.

"terima kasih sebelumnya... saya bisa satu kamar dengan keponakan saya dan mereka berdua di kamar lain" ucap Salman sambil menunjuk kedua sahabatnya,Rayen biasa saja hanya Devan yang langsung protes dengan keputusan Salman.

"kok loe yang sama Gia? Kan harus nya gua!"

"gak ada ya!"

"yaelah... Loe mah kan pelor! Kebo lagi kalau tidur,nanti kalau Gia butuh sesuatu ga ada yang tolongin"

"loe mau di sini atau gua taro lu di lobby tadi?" Salman yang sudah lelah dengan protes yang di lakukan sahabatnya itu.

"lu mah man... Gak mendukung sahabat lu banget! Gua kan lagi mau kasih perhatian penuh sama Gia,namanya juga pendekatan."

Rayen yang sangat sadar jika situasi sudah memanas buru buru membawa Devan ke kamar lain,namun sebelum dia di tarik jauh dari sana dia sempatkan diri mengucapkan selamat tidur untuk wanita nya itu.

"Gia... Om bobo di kamar itu ya,kalau kamu butuh sesuatu kamu call om,om akan jaga kamu dari jauh"

Ucapan Devan benar membuat Rayen mengelengkan kepala,sampai sekarang sebenarnya dia juga heran kenapa orang sedingin Salman dan secuek dirinya bisa bersahabat dengan manusia aneh seperti Devan,namun dia harus menerima kalau kenyataannya memang harus ada orang sehumoris Devan di antara mereka.

*****

Malam itu Gia tidak bisa tidur,karena dia memang bukan type yang bisa membohongi om kesayangannya itu,saat di rumah sakit om nya sebenarnya sudah sempat bertanya orang yang menolongnya saat ini,seperti yang kita tahu orang Jakarta terkenal cuek dengan apa yang terjadi di sekitarnya dan sebenarnya yang sangat di takutkan kalau Gia terpengaruh dengan pergaulan bebas disini.

Gia terus membolak balik badannya membuat orang yang ada di sampingnya sadar jika sang keponakan sedang gelisah. "ada apa?" tanyanya lembut membalikkan badan menghadap sang keponakan, "kamu butuh sesuatu?" Gia hanya mengeleng, terus kenapa?" dia tetap mengeleng.

Salman akhirnya bangun dari tidurnya dan meminta sang keponakan melakukan hal yang sama, "kamu inget gak kapan pertama kali ketemu aku?"

"ya... Umur 5 atau 6 tahun"

"apa yang rasakan saat itu?"

"takut"

"ya...lalu apa kamu terus takut?"

"tidak setelah itu aku sangat dekat dengan mu"

"dari umur 6 tahun aku selalu mengujungimu 6 bulan sekali dan kau selalu tidur dengan ku selama aku libur di Jakarta,lalu dari kamu kelas 4 SD hingga lulus SMA tangan ku inilah yang membesarkan mu,menanyakan bagaimana sekolah mu,mengantarmu sekolah menjadi Wali mu di sekolah bersama oma,melihat seluruh pertunjukkan mu dan lain sebagainya. Apa hal itu tidak membuatku mengenalmu? Aku mengenalmu Gia bahkan aku sangat mengenalmu!"

Gia tak menjawab namun dia langsung memeluk Om nya itu "I love you... I love you so much"

"hei... Bisa kau katakan apa yang sebenarnya terjadi? Apa banyak hal kau sembunyikan dari ku?"

"I'm so sorry... I'm really sorry"

"It's okay honey... But...." belum selesai kalimat itu Gia sudah memotongnya.

"aku... Aku hanya tidak ingin merepotkan mu,aku tidak ingin kalian di sakiti dan aku hanya ingin membahagiakan kalian,karena kalian telah banyak memberikan cahaya buat aku,kalian bertiga adalah cahaya cahaya untuk hidupku"

"apa aku pernah megatakan padamu jika kamu merepotkan? Atau kedua sahabatku menyinggung mu?"

"tidak om... Tidak"

"Gia... Kau wanita terbaik dalam hidup kami bertiga,kau pun cahaya untuk kami"

"aku hanya ingin berusaha jadi pengusaha seperti kalian..."

"jangan mengalihkan pembicaraan... Bisa kau jelaskan apa yang terjadi?"

Episodes
1 AWAL KISAH KU
2 PERUBAHAN DI HIDUP
3 KEPERGIAN
4 BAB 4 KEPERGIAN #2
5 BAB 5 PERGI UNTUK SEMENTARA
6 JANJIKU
7 BAB 7 DAN TERJADI...
8 BAB 8 HANCUR
9 BERSEMBUNYI
10 MEMULAI HAL BARU
11 DUKUNGAN PARA CAHAYA
12 BERUSAHA -> PENGUSAHA
13 BERUSAHA -> PENGUSAHA #2
14 JUJUR
15 MENUJU KEBERHASILAN
16 AWAL KEBERHASILAN
17 KEBERHASILAN
18 18. KARMA
19 19. KEMBALI BERTEMU
20 20. BERTEMU KEMBALI #2
21 21. BELAJAR IKHLAS
22 22. BELAJAR IKHLAS #2
23 23. MAAF....TAPI,BUKAN KAMU
24 MAAF AKU BARU MULAI DAN BARU BELAJAR
25 25.BERSAMAMU LAGI #1
26 26. BERSAMA MU LAGI #2
27 27. IJIN DAN RESTU
28 28.MENYATAKAN #1 (diterima)
29 29.MENYATAKAN #2 (happy birthday)
30 30. PASANGAN MEREKA.
31 31.LAMARAN
32 32. THE WEDDING
33 33. DEVAN
34 34. DEVAN DAN CIA
35 35. TERTANGKAP BASAH
36 36. TERTANGKAP BASAH #2
37 kisah masa lalu #3 (END)
38 Mengejarmu (Rian)
39 Mendapatkan mu
40 Caraku Menemukanmu
41 KAMU (Rian&Gia)
42 Langkah Awal
43 Langkah kedua
44 RINDU
45 RINDU 2
46 Awal yang baik
47 awal yang baik #2
48 apakah aku jatuh cinta? #1 (Rian)
49 apakah aku jatuh cinta #2 (Gia)
50 menemani mu #1
51 menemanimu #2
52 bab 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83 THE DAY
84 84 THE DAY part 2
85 85. pertengkaran part 1
86 86. pertengkaran part 2
87 87. kembali pada rutinitas
88 88. kecemburuan
89 90. SAKIT
90 91. HAMPIR TERJADI!!
91 92. pergi bulan madu
92 93. Dinner dan bulan madu sungguhan.
93 94. bisa kau melakukannya lagi??
94 95. semakin mencintai
95 96. ayo kembali
96 97. rutinitas baru
97 98. RAHASIA sang kakak (BAGUS)
98 99. tetap bersama ku
99 100. Hamil (LAGI!?!!)
100 101 Gangguan 1
101 102. Ganguan 2
102 103. masih gangguan
103 104. maaf... aku akan membagi cintaku
104 105. Aku akan menjaga kalian
105 106. kabar gembira untuk kita semua
106 107. mencari jodoh untuk Awan
107 108.masih mencari jodoh Awan
Episodes

Updated 107 Episodes

1
AWAL KISAH KU
2
PERUBAHAN DI HIDUP
3
KEPERGIAN
4
BAB 4 KEPERGIAN #2
5
BAB 5 PERGI UNTUK SEMENTARA
6
JANJIKU
7
BAB 7 DAN TERJADI...
8
BAB 8 HANCUR
9
BERSEMBUNYI
10
MEMULAI HAL BARU
11
DUKUNGAN PARA CAHAYA
12
BERUSAHA -> PENGUSAHA
13
BERUSAHA -> PENGUSAHA #2
14
JUJUR
15
MENUJU KEBERHASILAN
16
AWAL KEBERHASILAN
17
KEBERHASILAN
18
18. KARMA
19
19. KEMBALI BERTEMU
20
20. BERTEMU KEMBALI #2
21
21. BELAJAR IKHLAS
22
22. BELAJAR IKHLAS #2
23
23. MAAF....TAPI,BUKAN KAMU
24
MAAF AKU BARU MULAI DAN BARU BELAJAR
25
25.BERSAMAMU LAGI #1
26
26. BERSAMA MU LAGI #2
27
27. IJIN DAN RESTU
28
28.MENYATAKAN #1 (diterima)
29
29.MENYATAKAN #2 (happy birthday)
30
30. PASANGAN MEREKA.
31
31.LAMARAN
32
32. THE WEDDING
33
33. DEVAN
34
34. DEVAN DAN CIA
35
35. TERTANGKAP BASAH
36
36. TERTANGKAP BASAH #2
37
kisah masa lalu #3 (END)
38
Mengejarmu (Rian)
39
Mendapatkan mu
40
Caraku Menemukanmu
41
KAMU (Rian&Gia)
42
Langkah Awal
43
Langkah kedua
44
RINDU
45
RINDU 2
46
Awal yang baik
47
awal yang baik #2
48
apakah aku jatuh cinta? #1 (Rian)
49
apakah aku jatuh cinta #2 (Gia)
50
menemani mu #1
51
menemanimu #2
52
bab 52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83 THE DAY
84
84 THE DAY part 2
85
85. pertengkaran part 1
86
86. pertengkaran part 2
87
87. kembali pada rutinitas
88
88. kecemburuan
89
90. SAKIT
90
91. HAMPIR TERJADI!!
91
92. pergi bulan madu
92
93. Dinner dan bulan madu sungguhan.
93
94. bisa kau melakukannya lagi??
94
95. semakin mencintai
95
96. ayo kembali
96
97. rutinitas baru
97
98. RAHASIA sang kakak (BAGUS)
98
99. tetap bersama ku
99
100. Hamil (LAGI!?!!)
100
101 Gangguan 1
101
102. Ganguan 2
102
103. masih gangguan
103
104. maaf... aku akan membagi cintaku
104
105. Aku akan menjaga kalian
105
106. kabar gembira untuk kita semua
106
107. mencari jodoh untuk Awan
107
108.masih mencari jodoh Awan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!