Aku sempat heran saat melihat keberadaan kedua orang tuaku,aku layaknya anak kecil pada umumnya yang tidak tahu apapun aku hanya mengikuti oma ku saja.
"hai gadis cantik..." sapa seorang pria kepadaku, "kau mengingatku?" tanyanya lagi dan aku menjawabnya dengan gelengan, "kau itu sangat persis seperti ibu mu! terlalu jujur" ucapnya lagi, aku langsung mengernyit saat dia mengatakan itu.
laki laki itu langsung mengambil alih kursi roda yang di pegang oma dan mendorong nya perlahan menuju sebuah mobil yang entah milik siapa.
...*****...
aku terbangun saat mobil masih melaju dengan pelan di sebuah jalan bebas hambatan, aku menoleh ke sampingku, ada oma Lili yang tertidur sambil menggenggam tangan ku,di depan ada laki laki yang tadi menjemput kami.
"hei... sudah bangun?" tanya laki laki itu dan aku menjawabnya dengan sebuah anggukan. "kamu benar benar tidak. merasa mengenaliku?" dan aku pun menggelengkan kepala. "astaga... aku pikir kamu hanya bercanda... aku Salman dan dulu kamu biasa memanggilku om Salman." dia mengucapkan itu sembari tersenyum.
aku percaya pada mereka karena ada oma Lili di sampingku yang pasti aku merasa aman bersamanya,setelah menempuh perjalanan yg cukup panjang kami sampai di sebuah rumah yang cukup besar, awalnya aku tidak beranjak karena memang tidak tahu itu rumah siapa,sampai akhir Oma Lili mengajakku turun "ini rumah siapa?" tanya ki polos.
"ini rumah om Salman sayang... kita disini dulu ya, om mu itu sangat menyayangi kalian makanya saat itu terjadi dia lebih fokus membawa kalian dan menyembuhkan luka kalian dari pada harus mencari siapa yang benar atau siapa yang salah."
semenjak saat itu tidak ada pembicaraan apapun mengenai kedua orang tua ku,yang aku hanya, om Salman sempat beberapa kali pergi dan pamit padaku lalu kembali ke rumah itu beberapa hari kemudian.
bahkan beberapa kali aku memerkogi oma Lili yang menangis tersedu dalma pelukkan om Salman,aku melihat interaksi nya yang terlihat sangat menyayangi Oma.
hinga suatu malam aku terbangun karena suara tangisan seseorang,aku berjalan perlahan dari kamarku ke asal suara tersebut, saat ku lihat,benar saja oma yang sedang menangis,bahkan aku sempat melihat oma pingsan malam itu,dan dari semenjak itu om Salman tidak lagi pergi seperti sebelumnya.
*****
waktu berganti waktu,hari berganti hati hingga minggu berganti minggu, akhirnya aku mulai terbiasa dan mulai beradaptasi dengan semua nya yang di miliki om Salman dan aku sudah mulai kembali seperti dulu aku mulai bercanda dan berbincang dengan mereka.
Om Salman mulai mengajak ku untuk bersekolah dan oma Lili setuju, tapi om Salman tetap menanyakan padaku,aku pun meng iyakan keinginan dua orang yang saat ini selalu ada untukku.
oma dan om Salman mulai memilah dan memilih sekolah yang untuk ku sampai jatuh pada satu sekolah yang cukup baik menurut nya dan membawaku ke sana, di sana pun aku diterima dengan baik,namun ternyata itu hanya berlaku di awal, setelah mereka tahu kalau aku hanya di temani om dan oma saja mereka mulai membully ku dan membuatku tidak nyaman berada di sana.
"bangun sayang... sekolah..." oma membangunkan ku,aku yang memang habis bertengkar dengan teman ku karena dia mengatai ku,ada rasa malas untuk berangkat tapi aku tidak ingin orang yang ku sayang ini khawatir jadi aku tetap berangkat walau berat.
"hai... bagaimana sekolah mu? "
"baik om"
"kau yakin??? nada bicara mu seolah tidak baik baik saja..."
aku langsung tersenyum ke arahnya,kadang kalau di pikir pikir om Salman itu hebat, sebagai adik angkat ibu ku dia terlalu peka pada perasaan ku dan oma. "aku baik baik saja... hanya saja tugas ku semakin banyak, jadi aku mudah lelah."
"apa kamu ingin pindah ke sekolah lain?"
"tidak... ini sudah kelas 5 aku butuh beradaptasi kembali jika pindah"
"baiklah... katakan padaku jika kamu ingin pindah..."
"ya"
kalau karena ini kalian berfikir om Salman adalah orang kaya kalian salah besar....dia orang yang biasa saja,namun dia selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk ku dan oma.
ya... perubahan hidup yang drastis dalam hidupku ini membuatku banyak belajar terutama untuk menghargai orang lain bahkan om Salman mengajarkan ku mandiri untuk melakukan semuanya,contoh baik yang om Salman lakukan itu persis seperti ibu ku.
*****
waktu terus berjalan dan tampa terasa Gianna sudah beranjak dewasa dan mulai duduk di bangku SMA,Gianna tumbuh menjadi anak yang kuat bersama om Salman dan oma Lili. hingga tiba tiba pagi itu saat Gia akan berangkat sekolah dan om Salman akan bekerja.
tiba tiba saja Oma Lili pingsan,mba yuli yang beberapa waktu belakangan ini mendampingi oma berusaha menangkap tubuh oma,hingga mba yuli tertimpa tubuh omah,sebenarnya mba yuli sudah curiga karena tahu Oma belum terlihat memakan sesuatu semenjak kemaren malam hingga pagi ini.
aku dan om Salman panik dan langsung membawa oma ke RS, mba yuli tetap di rumah menunggu kabar dari kami. oma di nyatakan kritis pada pukul 10 pagi dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 14.11
pintu ruang gawat darurat terbuka,om Salman dan Gia langsung menghampiri, "maaf kami sudah melakukan sebisa dan semampu kami."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
martina melati
puji Tuhan
2024-05-27
0