MENUJU KEBERHASILAN

Keesokkan paginya Salman langsung menghampiri Rayen di dalam kamarnya setelah sebelumnya melihat Devan keluar membelikan sarapan untuk mereka semua,walau ada Yuli dan ibu nya bukan berarti mereka menyuruh seenaknya.

"bisa bisa nya lu umpetin ponakan gua dari gua" Salman kesal.

"Gia tahu lu ke sini?"

"gak"

"pantes aja..."

"kenapa bahas yang lain! Jawab aja pertanyaan gua!"

"gua harus jawab apa? Dia sendiri yang minta itu"

"lu jauh lebih dewasa dari dia,lu tahu sendiri kan gimana gua cari dia dar ujung ke ujung,lupa makan lupa tidur"

Belum sempat Rayen menjawab pintu kamar sudah di gedor berulang kali dan di susul teriakkan Gia dari sana. "om Salman... Om Salman keluar... Aku tahu om di dalem... Kalau om gak keluar aku akan pergi bahkan kalian bertiga gak akan ada yang tahu aku dimana" ancam Gia dari luar sana membuat Salman akhirnya membuka pintu dan merangkul sahabatnya sambil berjalan keluar.

"om lagi bantu Rayen pasang celana"

Jawaban itu bukan hanya membuat Devan dan Yuli ternganga,bahkan Gia dan Rayen sangat terkejut dengan kalimat itu,namun si pencetus malah tertawa liat reaksi wajah orang orang yang ada di sana.

"B*ngk*!!! Lu gak bisa ambil alasan yang lebih masuk akan apa!"

"itu kan ceplosan gua aja!"

"yang pake otaklah!"

"namanya keceplosan mana ada yang dipikir dulu..."

"setan kok lu itu"

Rayen membuka pintu membiarkan Gia masuk Risa masuk ke dalam,agar om kesayangannya tidak banyak bertanya karena saat ini dia tidak ingin ada perdebatan,paling tidak hingga 2 jam ke depan.

"om ngapain?" tanyanya saat Salman keluar.

"om Bantu om Rayen bersih kali ada yang kelewatan."

"jangan asal ya... Lu mau ponakan lu mikir gw aneh aneh" Rayen kesal dan mendorongnya kencang.

"om.." kali ini dia menegur Rayen,karena mendorong Salman.

"dia bikin om kesel! Masih mending di dorong begitu,bukan dari balkon." bukan Hanya Yuli bahkan Gia pun tertawa mendengar apa yang dikatakan Rayen.

setelah seminggu di Jakarta Salman dan rombongan akan kembali ke Malang,namun atas permintaan para om nya akhirnya Gia ikut ke malang,namun sebelum dia pergi dia telah menyiapkan lauk lauk untuk cateringan,dan melebihkan beberapa porsi untuk pesanan dadakan,selama para Cahaya nya itu di Jakarta,Gia memanjakannya dengan masakkan yang luar biasa rasanya.

"berarti nanti kalau Gia balik Malang ga bisa dong rasain masakan nya lagi" Devan mengatakannya saat perjalanan ke bandara.

"makanya lu puas puasin makannya" canda Rayen.

"gua sih tinggal berangkat ke sini aja! Kan ponakan gua,siapa yang berani larang gua!" Salman sedikit bicara namun membuat kedua nya diam.

Gia ada di tengah laki laki yang sangat meratukan nya dia hanya duduk menunggu giliran untuk masuk ke dalam pesawat,Salman dan Devan sudah menawarinya segala macam,bahkan beberapa kali dia telihat Devan menyuapi Gia dan Gia pun tak keberatan menerimanya.

Di Malang Gia benar benar memanjakan ketiga orang itu dengan masakannya,bahkan sampai membuat bekal untuk mereka dan mereka pun menerimanya dengan senang hati,yang tidak senang hanya Salman yang harus di repotkan dengan membawa ketiga rantangan itu dan meminta sahabat sahabat nya untuk mengambil makanan itu dan Rayen selalu menitipkan rantang itu pada Salman tapi Devan selalu menyempatkan diri ke rumah untuk mengembalikan langsung pada orangnya.

"malam sayang..." sapanya.

"om Devan??? Kenapa gak bareng om Salman?"

"lho... Memang dia sudah mau pulang? Tumben!" Devan jalan masuk.

Tak lama yang dikatakan Gia benar Salman sampai,namun tak sendiri,dia datang bersama dengan Rayen dan dikejutkan Devan yang sudah berada disana bersama Gia disampingnya.

Gia yang sedang mengulurkan tangan ingin menyuapi Devan terkejut dengan kemunculan kedua om nya yang lain,namun dia berusaha menetralkan keterkejutannya seolah tidak ada apapun yang terjadi,sayangnya hal itu terbaca oleh Salman.

"hai.... Kalian sudah datang? makan malam disini kan... Bentar ya..." ucapnya saat menoleh ke Salman dan Rayen. "gimana om pas gak rasanya?" Gia beralih pada Devan.

"udah cukup" jawab Devan santai.

"oke... Kalian disini aja biar aku terusin masak nya."

Sepeninggalan Gia ada sepasang mata yang menatap tajam ke arah Devan,tapi Rayen cuek.

"lu... Jangan pernah dateng pas gak ada gw!" Salman mengatakan dengan raut kesal.

"apa sih! Masa lu ga percaya sama ponakan lu..."

"yang gw gak percaya bukan dia tapi lu!" Salman semakin kesal dengan sahabatnya,namun hal itu membuat Rayen tertawa.

"wah... Ketawain apa gak ajak aja...." Gia sudah kembali ke meja makan dengan hasil karya di tangannya,Devan langsung turun dari kursi berjalan kearah Gia.

"aku bantuin ya..." ucapnya sambil mencolek pipi gadis itu dan tersenyum manis,Gia membalas senyum itu sambil mengucapkan terima kasih.

Kedekatan Devan dan Gia membuat Salman sedikit heran namun dia tetap percaya pada keponakannya dan satu yang membuatnya sadar sekarang,keponakannya sudah besar dan kemungkinan besar salah satu sahabatnya inilah yang akan mengambil keponakannya.

Tanpa terasa seminggu sudah Gia di Malang dan kali ini saat dia kembali ke Jakarta dan akan di jemput oleh Yuli,ibunya serta bibi yang sudah bergabung di sana,Salman terlihat berat melepas sang keponakan dengan tawa yang akan selalu dia rindukan,setelah kepergian sang Ibu dan Oma tawa yang biasa Salman lihat hilang saat itu dan tawa riang itu kembali bersama Devan saat ini.

"mana nih Rayen..." Devan dan Salman mencoba menghubungi namun nihil,namun Rayen sempat mengatakan jika dia memang ada meeting penting pagi itu.

Salman berusaha menghubungi asisten sahabatnya itu berkali kali hingga ke 15 kalinya barulah dianggkat *halo tam... Dimana Rayen?*

*selamat pagi pak*

*Pagi Tam*

*pak Rayen meeting pak,Beliau meminta saya untuk keluar mengangkat telfon karena telfon ini dari anda!*

*kalau begitu jangan lupa sampaikan padanya jika aku menelfonnya karena Gia ingin pamit*

*baik pak... Nanti akan saya sampaikan pada Beliau*

Setelah berhasil menelpon asisten sahabatnya dia kembali menghampiri sang keponakan dan memberi tahu kabar itu pada Gia,keponakan nya sempat terlihat kesal namun seperti biasa Devan lah yang membuatnya tersenyum.

"dih ampun deh... Kaya gak bakal ketemu kita lagi aja!"

"kalau ketemu lu lagi mungkin enggak.... Soalnya nanti dia gua pindahin ke tempat lain jadi lu gak bisa temuin."

Lelucon receh itu dapat membuat Gia tertawa,mungkin bukan karena lucu nya,tapi karena kebersamaan Devan dan Salman yang tidak akur lah yang membuatnya tertawa.

*****

Kembalinya Gia ke Jakarta langsung di sibukkan dengan semua kegiatan yang menyangkut dengan usahanya dan dalam waktu satu bulan Gia sudah mencari tempat karena pesanan yang dia tangani sudah di atas 300 porsi perharinya,namun dari dia kembali ke Jakarta dia belum pernah menghubungi Rayen secara pribadi,selalu video call bersama dan Rayen selalu terlihat sangat sibuk. Malam ini rencana nya dia akan mengatakan jika dia mencari kontrakan rumah yang tidak jauh dari apartemen.

*hai hai....* sapa Gia saat telpon nya sudah tersambung.

*hai sayang...* Devan menyapa balik dengan sangat semangat,Gia tak klarifikasi tapi dia hanya tersenyum.

*najis... Jijik tahu!* kali ini Salman yang menyahut.

Cukup lama mereka berbincang hingga akhirnya Gia mengatakan maksudnya malam ini jika dia mau meminta ijin untuk menyewa sebuah rumah di area apartemen dan kata kata itu berhasil membuat Rayen yang selalu terlihat sibuk hampir setiap hari mereka video call menoleh dengan banyak tanda tanya.

Episodes
1 AWAL KISAH KU
2 PERUBAHAN DI HIDUP
3 KEPERGIAN
4 BAB 4 KEPERGIAN #2
5 BAB 5 PERGI UNTUK SEMENTARA
6 JANJIKU
7 BAB 7 DAN TERJADI...
8 BAB 8 HANCUR
9 BERSEMBUNYI
10 MEMULAI HAL BARU
11 DUKUNGAN PARA CAHAYA
12 BERUSAHA -> PENGUSAHA
13 BERUSAHA -> PENGUSAHA #2
14 JUJUR
15 MENUJU KEBERHASILAN
16 AWAL KEBERHASILAN
17 KEBERHASILAN
18 18. KARMA
19 19. KEMBALI BERTEMU
20 20. BERTEMU KEMBALI #2
21 21. BELAJAR IKHLAS
22 22. BELAJAR IKHLAS #2
23 23. MAAF....TAPI,BUKAN KAMU
24 MAAF AKU BARU MULAI DAN BARU BELAJAR
25 25.BERSAMAMU LAGI #1
26 26. BERSAMA MU LAGI #2
27 27. IJIN DAN RESTU
28 28.MENYATAKAN #1 (diterima)
29 29.MENYATAKAN #2 (happy birthday)
30 30. PASANGAN MEREKA.
31 31.LAMARAN
32 32. THE WEDDING
33 33. DEVAN
34 34. DEVAN DAN CIA
35 35. TERTANGKAP BASAH
36 36. TERTANGKAP BASAH #2
37 kisah masa lalu #3 (END)
38 Mengejarmu (Rian)
39 Mendapatkan mu
40 Caraku Menemukanmu
41 KAMU (Rian&Gia)
42 Langkah Awal
43 Langkah kedua
44 RINDU
45 RINDU 2
46 Awal yang baik
47 awal yang baik #2
48 apakah aku jatuh cinta? #1 (Rian)
49 apakah aku jatuh cinta #2 (Gia)
50 menemani mu #1
51 menemanimu #2
52 bab 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83 THE DAY
84 84 THE DAY part 2
85 85. pertengkaran part 1
86 86. pertengkaran part 2
87 87. kembali pada rutinitas
88 88. kecemburuan
89 90. SAKIT
90 91. HAMPIR TERJADI!!
91 92. pergi bulan madu
92 93. Dinner dan bulan madu sungguhan.
93 94. bisa kau melakukannya lagi??
94 95. semakin mencintai
95 96. ayo kembali
96 97. rutinitas baru
97 98. RAHASIA sang kakak (BAGUS)
98 99. tetap bersama ku
99 100. Hamil (LAGI!?!!)
100 101 Gangguan 1
101 102. Ganguan 2
102 103. masih gangguan
103 104. maaf... aku akan membagi cintaku
104 105. Aku akan menjaga kalian
105 106. kabar gembira untuk kita semua
106 107. mencari jodoh untuk Awan
107 108.masih mencari jodoh Awan
Episodes

Updated 107 Episodes

1
AWAL KISAH KU
2
PERUBAHAN DI HIDUP
3
KEPERGIAN
4
BAB 4 KEPERGIAN #2
5
BAB 5 PERGI UNTUK SEMENTARA
6
JANJIKU
7
BAB 7 DAN TERJADI...
8
BAB 8 HANCUR
9
BERSEMBUNYI
10
MEMULAI HAL BARU
11
DUKUNGAN PARA CAHAYA
12
BERUSAHA -> PENGUSAHA
13
BERUSAHA -> PENGUSAHA #2
14
JUJUR
15
MENUJU KEBERHASILAN
16
AWAL KEBERHASILAN
17
KEBERHASILAN
18
18. KARMA
19
19. KEMBALI BERTEMU
20
20. BERTEMU KEMBALI #2
21
21. BELAJAR IKHLAS
22
22. BELAJAR IKHLAS #2
23
23. MAAF....TAPI,BUKAN KAMU
24
MAAF AKU BARU MULAI DAN BARU BELAJAR
25
25.BERSAMAMU LAGI #1
26
26. BERSAMA MU LAGI #2
27
27. IJIN DAN RESTU
28
28.MENYATAKAN #1 (diterima)
29
29.MENYATAKAN #2 (happy birthday)
30
30. PASANGAN MEREKA.
31
31.LAMARAN
32
32. THE WEDDING
33
33. DEVAN
34
34. DEVAN DAN CIA
35
35. TERTANGKAP BASAH
36
36. TERTANGKAP BASAH #2
37
kisah masa lalu #3 (END)
38
Mengejarmu (Rian)
39
Mendapatkan mu
40
Caraku Menemukanmu
41
KAMU (Rian&Gia)
42
Langkah Awal
43
Langkah kedua
44
RINDU
45
RINDU 2
46
Awal yang baik
47
awal yang baik #2
48
apakah aku jatuh cinta? #1 (Rian)
49
apakah aku jatuh cinta #2 (Gia)
50
menemani mu #1
51
menemanimu #2
52
bab 52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83 THE DAY
84
84 THE DAY part 2
85
85. pertengkaran part 1
86
86. pertengkaran part 2
87
87. kembali pada rutinitas
88
88. kecemburuan
89
90. SAKIT
90
91. HAMPIR TERJADI!!
91
92. pergi bulan madu
92
93. Dinner dan bulan madu sungguhan.
93
94. bisa kau melakukannya lagi??
94
95. semakin mencintai
95
96. ayo kembali
96
97. rutinitas baru
97
98. RAHASIA sang kakak (BAGUS)
98
99. tetap bersama ku
99
100. Hamil (LAGI!?!!)
100
101 Gangguan 1
101
102. Ganguan 2
102
103. masih gangguan
103
104. maaf... aku akan membagi cintaku
104
105. Aku akan menjaga kalian
105
106. kabar gembira untuk kita semua
106
107. mencari jodoh untuk Awan
107
108.masih mencari jodoh Awan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!