10 hari di Jakarta membuat Salman menelantarkan cukup banyak pekerjaan malam sebelum dia pulang,dia membuat semua orang berkumpul terkecuali keponakan kesayangannya.
"malam ini terakhir saya disini,tapi saya mohon pada kalian,aku tidak ingin hal seperti ini terjadi padanya,mba Ghaida menitipkan dia padaku agar aku merawatnya dan dia minta mba dan keluarga untuk turut serta merawatnya bukan malah menyiksanya... Ingat mba... Di dalam surat itu kakak bilang mba akan tetap dapat peninggalan kakak seperti yang di surat jika mba dan Anto merawatnya dengan baik" ucap Salman langsung di depan Ghina.
Ghina yang mendengar itu gelagapan, "apa dimataku ini sangat terlihat jika aku menginginkan harganya" ucapnya dalam hati.
Intan dan Ridwan hanya menganggukkan kepala tanda mengerti. "aku akan menuntut kalian jika ini terjadi lagi padanya! Dan aku tidak akan melepaskan kalian jika dia tergores,walau itu hanya sedikit"
besok pagi nya sebelum kembali kembali ke kota Malang Salman masuk kembali ke kamar Gianna untuk pamit.
"om... terima kasih telah menjaga ku" ucapnya saat melihat Salman masuk dengan pakaian rapi.
"ingat janji mu... Aku tidak ingin membunuh orang dalam waktu dekat ini"
"om... Sudahlah..."
"aku hanya mengingatkanmu,tentang janji yang pernah kau ucapkan kalau dengan mengijinkan mu di sini,kamu akan baik baik saja bersama mereka."
"aku akan ingat janji itu dan aku tidak akan mengingkarinya,suatu saat aku mencari mu untuk membuktikannya."
Salman memeluk nya dan mencium kening nya untuk berpamitan dengan "aku akan kembali mungkin bulan depan,karena banyak pekerjaan yang sudah aku tinggalkan,aku mohon untuk tidak menjadi wanita lemah!"
"ya om... Hati hati di jalan dan jangan lupa jaga kesehatan mu,maaf aku tidak bisa masak makanan untuk membawa pulang,next aku akan masak lagi untuk mu"
Salman pergi di antar Gia sampai di depan rumah,diiringi tatapan kesal dari para sepupu dan tante nya.
"ingat janjimu!" ucap Salman tegas saat masuk ke mobil jemputannya.
*****
Sudah dua minggu dari kepulangan om Salman,tidak ada gangguan sama sekali dari saudara saudara ku di sini,bahkan om Anto yang baru pulang dari luar kota dan ingin menyuruh nyuruh ku langsung di tahan oleh istri dan kedua anaknya,walau sedikit heran namun dia tetap mengikuti apa yang di minta anak dan istrinya.
Hingga suatu pagi tiba tiba saja om Anto masuk ke kamarku di saat aku sedandi kamar mandi dan saat aku keluar adadia bersandar pada daun pintu. "apa yang kau lakukan???"
"harus aku yang bertanya! Apa yang kau lakukan pada istri dan kedua anakku??"
"aku tidak melakukan apapun!!!"
"kau pikir aku bodoh???" ucapnya sambil berjalan mendekati Gianna. "aku orang yang tahu seperti apa mereka! Tidak mungkin mereka bersikap seperi ti sekarang ini padamu!!"
"mundur..." teriak Gianna histeris,tapi Anto terus maju. "keluarlah! Biarkan aku berpakaian aku akan menjawab itu nanti"
"bergantilah...aku tidak keberatan melihat tubuhmu itu!!!"
"aku yang keberatan! KELUAR !!!" kali ini Gia sudah sangat terpancing emosinnya.
"berani kau membentakku?? Besar sekali nyali mu sekarang!" ucapnya mencekal tangan Gia dan menarik handuknya,Gia yang sadar dengan hal itu langsung mempertahankan satu satu nya kain yang saat ini membungkus tubuhnya.
"apa yang kau lakukan!!???" teriak Gia dengan suara yang terdengar bergetar.
"yang aku lakukan???? Tentu saja untuk bersenang senang!" kali ini dia bisa meraih tubuh Gia dan melemparnya kekasur,tubhnya yang mungil membuat dia sangat mudah di angkat.
"jangan om... Jangan... Aku mohon jangan..."
"tenang lah sayang... Aku akan membuatmu terbang ke langit surga!"
"jangan om... Jangan lakukan itu pada ku! Aku keponakanmu juga..."
"hahahaha... Apa aku pernah mengatakan itu??" kali ini dia sudah menindih Gia,Gia terus berontak dan mencoba melepaskan diri dari dia dan berhasil Gia berlari ke arah pintu itu dan membuka nya.Gia menari baju sembarangan dari kamar itu,buru buru keluar dan menguncinya dari luar.
Gia berlari ke arah kamar salman untuk memperbaiki bajunya,namun sayang saat dia hampir sampai di pintu Anto sudah menariknya. "wanita j***ng bisa bisa nya kau menipuku!"
"om Gia mohon om sadarlah... Tolong..."
"hahahaha berteriaklah... Tak ada orang disini! Tidak akan ada yang menolongmu!"
"om sadarlah... Aku ini keponakanmu"
"aku tidak sudi!!! Sudah jangan banyak bicara dan buang buang waktu,nikmati saja permainanku! Kau akan menyukainya,karena tantemu saja menyukainya"
Anto terus berusaha membuka kaos yang saat ini sudah di kenakan Gia,dia terus menarik kaos itu hingga akhirnya kaos itu sobek dan seluruh tubuhnya terlihat membuat Anto semakin kepanasan sedangkan Gia yang sudah kehabisan tenaga akhirnya pasrah dengan apa yang akan terjadi pada diri nya,tubuhnya sudah sangat lelah untuk melawan,kaki dan tangannya sudah tidak bisa lagi bergerak.
Namun disaat dia pasrah dengan keadaan,terdengar suara langkah kaki dari arah luar dan itu membuat Gia merasa sangat senang,namun Anto tidak menghentikan aksi tanpa memperdulikan langkah kaki yang mendekat itu.
Gia sempat menarik sebuah kain dengan tangannya yang gemetar sebelum akhirnya ada suara yang yang cukup menggelegar terdengar.
"apa yang kalian lakukan???"
"tolong... Tolong aku!" ucap Gia lemas.
Mendengar itu dia langsung melirik ke arah Gia kemudian tersenyum dengan liciknya membuat Gia yakin kalau sepupunya ini tidak akan menolong nya.
"papa kenapa kau bersenang senang tidak mengajak diriku..." ucap sepupunya lalu langsung membantu papa nya untuk menarik pakaian Gia.
'ya Tuhan... aku mohon jangan sampai terjadi padaku... Aku mohon...'
Gia terlepas dari om Anto,namun di tahan oleh sepupu nya sendiri,tak lama Gia mendengar kembali suara langkah kaki dan kali ini Intan baru kembali dari kampusnya,dia yang masuk tanpa mengetuk pintu sempat terkeju saat melihat kakaknya sedang menindih sepupunya dan sang ayah yang sudah telanjang dada.
"sedang apa kalian?" tanya nya heran.
"masuklah ke kamar mu kami sedang bersenang senang" ucap sang kakak tanpa menoleh padanya. "tenang saja.. Nanti aku juga akan membuatmu senang"
"oh... Baiklah aku akan menunggu mu malam ini,aku sudah membeli pengaman" ucapnya sambil memamerkan kotak kecil itu.
'apa??? Apa maksudnya ini?? Apa mereka juga melakukannya ?? Kakak adik? Ya Tuhan seperti aku benar benar ada di kandang buaya' Gia heran dengan interaksi kakak adik itu.
"hei... Kalian tidak mengajakku?" om Anto menyambung.
"tentu saja... Kalian harus memberi service terbaik kalian untukku! kalian harus bergerak malam ini karena aku ingin menjadi pemalas! Jadi jangan terlalu lama dengannya karena malam ini kalian harus bekerja keras!" ucapnya namun dia menghampiriku dan berdiri di sampingku,dia memegang dada ku da mengeluarkannya dari penutupnya. "besar juga... Pantas mereke menginginkannya" ucapnya lalu meremas dada ku dengan kasar dan pergi kembali ke kamarnya.
*****
Gia benar benar terheran dengan apa yang di lakukan sepupunya itu,apalagi kalimat yang dia ucapkan yang terkesan cukup sering bermain dengan kedua orang itu.
"kenapa wajahmu seperti itu? Terkejut? Kami bahkan bisa melakukannya setiap hari! Tapi kali ini sepertinya aku ada target baru untuk melakukannya setiap hari!" ucapnya lalu meremas dada Gia dengan tangan yang satu sementara tangan yang lain memegang kedua tangan Gia.
Tubuhnya yang imut membuat dia selalu tidak bisa berkutik karena sepupu sepupu nya mengkuti gen ayahnya yang berpostur tinggi besar,Gia terus berusaha melepaskan diri dari sepupunya,apalagi saat sang sepupu memainkan mulutnya di sana,seakan jijik pada diri sendiri,Gia terus berusaha melepaskan diri.
sementara itu di Jakarta Salman dan Devan mengalami hal yang sama,Salman menjatuhkan foto nya bersama sang keponakan saat kelulusan dan Devan menjatuhkan foto Gia yang dia ambil secara diam diam saat menjaganya ketika sakit.
Keduannya pun langsung mencoba menghubungi ponsel Gia namun tak ada jawaban,membuat semakin khawatir,namun Salman ingat jika hari ini jadwal keponakannya kursus komputer,jadi dia berusaha berfikir positif untuk hal itu,walau perasaannya semakin tidak enak.
'om... Om Salman benar om... Aku salah,sesuatu yang buruk terjadi padaku... Aku mohon datanglah Cahaya hidupku'
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments