Gadis Sexy

Raya baru kembali pukul 4 dini hari dari apartemen Raka, saat itu ibunya sedang sibuk membuat kue-kue untuk dijual. Raya mengatakan dia menginap di rumah Berlian, sehingga ibu Raya tidak banyak bertanya kepada Raya karna memang sejak Berlian berteman dengan Raya, Raya sering diminta Berlian untuk menginap, terutama ketika orangtuanya sedang tidak ada dirumah.

" Bu, jangan lupa nanti sore ke rumah sakit lagi."

" Iya Ya"

" Ya udah, Raya mau siap-siap berangkat dulu ya bu." Raya pamit sambil membawa tasnya.

" Raya...." ucap ibunya menghentikan langkah Raya.

" Iya bu, ada apa?" Raya menengok ke arah ibunya.

" Sepeda kamu kemana?" Ibu Raya menanyakan sepeda Raya yang tidak ada di tempat biasa.

" Lagi dibenerin bu" jawab Raya, dia juga sebenarnya tidak tahu kemana perginya sepeda itu. Dia lupa menanyakannya kepada Raka.

Setelah menjawab pertanyaan Ibunya, Raya bergegas untuk berangkat sekolah. Karna sepedanya tak ada, maka ia berencana untuk menaiki bus. Untuk sampai di halte bus, Raya harus berjalan kaki terlebih dulu.

Raya duduk di pinggir jendela tepat dibelakang supir bus, dia menyandarkan kepalanya pada jendela yang tertutup. Kondisi di dalam bus sangat penuh penumpang, sebagian besar dari mereka adalah anak sekolah. Saking penuhnya, beberapa penumpang harus rela berdiri demi sampai di tempat tujuan masing-masing.

Beruntung Raya dapat duduk, dia tidak harus menahan pegal di kakinya karna berdiri. Raya termenung sendiri, hiruk pikuk keramaian yang diciptakan oleh suara anak-anak sekolah tidak dihiraukannya. Pikirannya kembali pada saat dia berada di Apartemen Raka.

Dia mengutuk dirinya sendiri, mengingat bagaimana liarnya dia saat bercumbu dengan Raka. Biasanya dia tidak pernah mau membalas cumbuan Raka kepadanya, sepintar apapun Raka menggoda dan merayu Raya untuk terhanyut dalam permainannya, Raya selalu berhasil untuk mengendalikan diri.

Namun tidak dengan yang terjadi semalam, dia terhanyut begitu saja dalam buaian Raka. Membalas setiap belaian dan ciuman yang mereka lakukan bersama. Saling memberi dan saling menerima dalam konteks seksual.

Bayangan-bayangan erotis itu saling bermunculan dalam benak Raya, mengingatkan kembali pada jejak-jejak kecupan yang Raka tinggalkan di beberapa titik tubuhnya. Desiran aneh seketika merambat naik, membuat Raya menggidikkan bahunya tiba-tiba.

Tin tiiiin tin tiiiinn

Bunyi klakson mobil yang nyaring memekakkan gendang telinga para penumpang, menyadarkan Raya dari lamunannya.

" Raya! Raya!" Raka memanggil manggil Raya dari dalam mobilnya yang berjalan bersisian dengan bus yang Raya naiki.

Para penumpang menoleh kesumber suara, tak terkecuali Raya.

Itu adalah Raka yang sedang mengemudikan mobil hitam metalic-nya, berusaha menyesuaikan laju mobilnya dengan bus.

" Astaga!" Raya dibuat tak percaya dengan apa yang dia lihat.

Tin tiiiinn! suara klakson terdengar lagi. Menuntut bus untuk segera berhenti.

" Raya turun!" Raka berteriak agar suaranya sampai ke telinga Raya.

Dia berhasil, Raya mengangguk mendengar ucapan Raka. Raya bergerak ke arah supir, mengatakan untuk menghentikan bus nya, sementara Raka melajukan mobilnya mendahului bus.

Bus berhenti tepat di depan mobil Raka yang terparkir di pinggir jalan. Raya turun, setelah sebelumnya meminta maaf kepada supir dan penumpang atas apa yang terjadi. Kemudian melangkah mendekati mobil Raka.

" Raka, itu bahaya kau tahu?!" Raya tak sabar ingin memarahi Raka ketika memasuki mobil Raka itu.

" Kau bisa membuat kita semua celaka" sambungnya sambil menatap kesal pada Raka. Raka hanya terkekeh mendengar ucapan Raya.

" Aku terlambat sayang, setelah mengantarmu pulang, aku kembali tidur dan bangun kesiangan." Raka menjelaskan dengan memasang wajah bersalah. Tangannya sibuk memasang sabuk pengaman untuk Raya.

" Kenapa kau tidak langsung ke sekolah? malah menjemputku kesini" Raya mendengus heran.

" Aku tidak akan ke sekolah beberapa hari ke depan."

" Kenapa?" Raya bertanya penasaran, matanya menatap Raka.

" Ada urusan yang tidak bisa aku tinggalkan, kenapa? Kau takut merindukanku?" Raka melirik kearah Raya dengan senyum mengembang diwajahnya. Raya memutar bola matanya malas.

" Besok, selama aku tak ada. Akan ada supir yang aku mengantarmu pulang pergi."

" Tidak perlu Raka. Aku bisa naik bus seperti tadi. Lagipula kau tidak memiliki kewajiban untuk mengantar jemputku." Tolak Raya

" Tapi aku merasa berkewajiban."

" Tidak perlu. Aku tidak mau."

" Mau atau tidak, supir itu akan tetap mengantarmu!" Raka mendengus kesal menghadapi penolakan Raya.

" Ck.. terserah!"

***

Mobil melaju dengan sedikit lambat, Raka enggan menambah kecepatannya karna ingin berlama-lama bersama Raya.

Ditengah keheningan yang tercipta, Raka sesekali melirik kearah Raya, dia tersenyum mengingat kejadian semalam.

" Ada yang salah dengan wajahku?" Raya menyadari lirikan Raka yang mengarah padanya.

" Tidak, kau tetap cantik." Raka berucap sambil menggoda. Raya mendengus sebal.

" Raya."

" Hmmm.."

" Kau sangat sexy semalam."

"Berhenti menggodaku Raka!" Raya menatap tajam Raka.

" Hey, aku tidak menggodamu, aku hanya mengatakan yang sebenarnya." Raka membela diri

" Ternyata gadis kecilku, bisa sangat sexy jika sedang bercu..."

" Raka!!" pekik Raya menghentikan kalimat Raka. Rona merah mulai tampak jelas di wajahnya. Raka terkekeh geli melihat Raya yang diam tak berkutik. Dia yakin, Raya sedang menahan malu saat ini.

Mobil Raka berhenti di depan pintu ajaibnya, sebelum mengajak Raya keluar. Raka terlebih dulu mencium mesra bibir Raya. Bagaimana pun, beberapa hari ke depan akan menjadi hari yang membosankan baginya. Karna harus berkutat dengan urusan bisnisnya di luar negeri, dan membuatnya tidak bisa bebas mencumbu gadisnya itu.

" Masuklah" ucap Raka ketika mereka sudah berdiri di depan pintu Ajaib. Dia hanya berdiri diluar, menunggu Raya untuk masuk kedalam pintu.

" Aku akan kembali sebelum acara amal." sambungnya saat Raya akan memasuki pintu ajaib itu, Raya hanya mengangguk, kemudian melangkah masuk dengan membawa remote kunci duplikat yang Raka berikan kepadanya.

Setelah Raya masuk, Raka merogoh sakunya untuk mengambil ponsel. Dia akan menghubungi Sandi.

" San, siapkan jet pribadiku. Aku akan berangkat sekarang." perintah Raka, kemudian dia melangkah menuju mobilnya.

Terpopuler

Comments

sherly

sherly

dah pintar bohong ya

2022-06-25

0

Arya Al-Qomari@AJK

Arya Al-Qomari@AJK

Raka tiru Abang syabil donk (yg halalil Laura dulu baru di cumbu ya walaupun secara siri).

2021-10-05

0

Rosmawati Intan

Rosmawati Intan

Boleh bernafas lega Raya ..jgn shja kmu akan merindukan nya

2021-07-28

0

lihat semua
Episodes
1 Raya Talita Zarra
2 Menemukanmu lagi!
3 Tertangkap
4 Kesepakatan
5 Menjadi Budak
6 Bimbang
7 Gudang Atap
8 Rumah Sakit
9 Bertemu Dokter Tampan
10 Pintu Ajaib
11 Kelas Memasak
12 Rindu Memeluk
13 Anak Kucing
14 Apartemen
15 Anastasia Laurent
16 Gadis Sexy
17 Dokter Kevin
18 Mansion Della Liberta
19 Menjelang Acara Amal
20 Acara Amal
21 Sex in the kitchen
22 Arti Sahabat
23 Dua Predator
24 Manuver
25 Manuver Jilid Dua
26 Tentang Rasa
27 Tentang Rasa 2
28 Rencana Josh Laurent
29 Mulai Terbuka
30 Makhluk Astral
31 Eksekusi Rencana
32 Menjadi Target
33 Mencoba Menggapai
34 Penghiburan
35 Penghiburan 2
36 Konferensi Pers
37 Headline News
38 Musuh dalam Selimut
39 Rencana Raya
40 Kembali
41 Siasat
42 Parasite
43 Remote Pintu Ajaib
44 Bad Day
45 Rencana Menikah
46 Keluarga Fernando
47 Keluarga Fernando 2
48 Taktik Kotor Anastasia
49 Holiday Ekspress
50 Penyerahan
51 Restu Ibu
52 Kelulusan
53 Melepas Jaring
54 Awal Petaka
55 Petaka Beruntun
56 Terekam
57 Mencari
58 Bersembunyi
59 Malaikat Penjaga
60 Konferensi pers Anastasia
61 Bad Dream
62 Lembaran Baru
63 Memulai Misi
64 Dua Penyamun
65 Kejutan Ken
66 Mengatur Strategi
67 Hudson
68 Penangkapan Josh
69 Terungkap
70 Kebenaran Sandi
71 Akhir Josh Laurent
72 Musim Semi Raka dan Raya.
73 Bonus Chapter
74 Final (Wedding's Day)
75 Pengumuman
76 PENGUMUMAN PART 2
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Raya Talita Zarra
2
Menemukanmu lagi!
3
Tertangkap
4
Kesepakatan
5
Menjadi Budak
6
Bimbang
7
Gudang Atap
8
Rumah Sakit
9
Bertemu Dokter Tampan
10
Pintu Ajaib
11
Kelas Memasak
12
Rindu Memeluk
13
Anak Kucing
14
Apartemen
15
Anastasia Laurent
16
Gadis Sexy
17
Dokter Kevin
18
Mansion Della Liberta
19
Menjelang Acara Amal
20
Acara Amal
21
Sex in the kitchen
22
Arti Sahabat
23
Dua Predator
24
Manuver
25
Manuver Jilid Dua
26
Tentang Rasa
27
Tentang Rasa 2
28
Rencana Josh Laurent
29
Mulai Terbuka
30
Makhluk Astral
31
Eksekusi Rencana
32
Menjadi Target
33
Mencoba Menggapai
34
Penghiburan
35
Penghiburan 2
36
Konferensi Pers
37
Headline News
38
Musuh dalam Selimut
39
Rencana Raya
40
Kembali
41
Siasat
42
Parasite
43
Remote Pintu Ajaib
44
Bad Day
45
Rencana Menikah
46
Keluarga Fernando
47
Keluarga Fernando 2
48
Taktik Kotor Anastasia
49
Holiday Ekspress
50
Penyerahan
51
Restu Ibu
52
Kelulusan
53
Melepas Jaring
54
Awal Petaka
55
Petaka Beruntun
56
Terekam
57
Mencari
58
Bersembunyi
59
Malaikat Penjaga
60
Konferensi pers Anastasia
61
Bad Dream
62
Lembaran Baru
63
Memulai Misi
64
Dua Penyamun
65
Kejutan Ken
66
Mengatur Strategi
67
Hudson
68
Penangkapan Josh
69
Terungkap
70
Kebenaran Sandi
71
Akhir Josh Laurent
72
Musim Semi Raka dan Raya.
73
Bonus Chapter
74
Final (Wedding's Day)
75
Pengumuman
76
PENGUMUMAN PART 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!