Pagi itu dikediaman Laurent. Dapur yang biasanya sangat bersih dan rapi berubah menjadi kacau. Tepung berserakan di lantai, beberapa piring saji pecah dimana-mana.
Para pembantu berdiri rapi tak jauh dari tempat memasak, mereka dibuat bingung oleh majikannya sendiri. Anastasia, gadis itu sedari pagi sudah berada di dapur. Dia sedang belajar membuat beberapa resep makanan. Dia masih belum menerima kekalahannya dari Raya. Hingga dia memutuskan untuk belajar sendiri membuat makanan.
" Kau coba ini!" perintahnya pada salah satu pembantu.
Dengan langkah enggan, pembantu itu menghampiri meja dapur. Sepiring kue kreasi majikannya tersaji di hadapannya.
Itu adalah Egg Tart, camilan khas Macao, terbuat dari adonan puff pastry yang dibentuk bulat seperti mangkuk dengan isian custard telur dan lapisan karamel dibagian atasnya.
Dilihat dari tampilannya, pembantu itu ragu untuk mencobanya. Ia takut, rasa dari kue buatan majikannya akan gagal lagi seperti kue-kue sebelumnya. Ini sudah keempat kalinya kue buatan Ana mengalami kegagalan. Dan sepertinya hal yang sama berlaku pula pada egg tart yang disajikannya ini.
" Ayo coba, kenapa diam saja?!" hardik Ana ketika melihat pembantunya tak juga mencoba kue buatannya.
Dengan ragu-ragu, diambilnya satu kue egg tart, dan ia memakannya.
" Bagaimana? bagaimana rasanya?" Ana bertanya dengan tidak sabaran.
Pembantu itu tidak mengeluarkan suara, hanya raut wajahnya yang berubah, ekspesinya mengisyaratkan bahwa ada yang salah dengan egg tart Ana.
" Terlalu manis Nona, adonannya juga terlalu tebal." ungkapnya dengan nada bicara harap harap cemas.
" Ah!" keluh Ana sambil melemparkan sarung tangan untuk memanggang dengan kasar. " Buang semuanya!." perintahnya pada pembantu yang berkumpul di dapur.
" Sialan! aku harus cari cara agar bisa mengalahkan si miskin itu." gumam Ana frustasi.
" Ana.. " suara tegas terdengar dari arah pintu, berjalan dengan langkah tergesa-gesa menghampiri Ana.
" Dad.." ucap Ana saat melihat Ayahnya datang menghampirinya
Ayah Ana adalah pebisnis yang sangat sibuk, hampir setiap hari ia keliling kota, baik dalam ataupun luar negeri untuk mengembangkan bisnisnya. Hal itu menyebabkan Ana sering ditinggal sendiri di rumah. Sedangkan Ibunya sudah lama meninggal dunia.
" Dad, are you oke?!" tanya Ana saat melihat ada raut kemarahan pada wajah ayahnya
" Kurang ajar! Bisa-bisanya dia menolak perjodohan yang aku tawarkan." ujar Ayah Ana sambil melempar jas yang sejak tadi ia genggam.
" Dady, ada apa?" tanya Ana heran melihat kemarahan ayahnya
" Sebastian Fernando, dia menolak lagi tawaran untuk menjodohkan anaknya denganmu."
" Sombong sekali dia." sambungnya sambil mengingat kembali pertemuannya dengan Sebastian Fernando di Italia.
Josh Laurent, ayah Anastasia memang orang yang ambisius. Dia akan mendekati siapapun yang dirasa akan memberikan keuntungan untuknya. Maka dari itu, dia ingin menjodohkan anaknya dengan anak Sebastian Fernando yang notabene seorang konglomerat kaya raya, agar dia bisa juga memperoleh keuntungan untuk perusahaannya.
Jika Anastasia bisa menikah dengan anak rekan bisnisnya itu, tentu saja semua kekayaannya akan bertambah berkali kali lipat.
Hingga detik saat ini, untuk kesekian kalinya tawaran yang ia ajukan selalu ditolak mentah-mentah. Dengan alasan Julian ingin memilih sendiri pendamping hidupnya.
" Cih! lihat saja nanti, akan aku buat dia menyesali keputusannya menolak anakku." gumamnya dalam hati
" Dad, sudahlah.. Apa Dady tidak lelah, terus meminta mereka untuk menjodohkan aku dengan anaknya?" Ana merasa kasian melihat usaha ayahnya yang selalu gagal.
" Lagipula, bagaimana bisa Dady menjodohkan ku dengan lelaki yang wajahnya saja tidak Dady tahu." sambung Ana.
Julian Fernando yang tak lain adalah Raka, anak dari Sebastian Fernando, memang terkenal dengan kemisteriusannya. Meskipun dia tidak pernah menampakkan dirinya ke publik, namun orang-orang tahu bahwa dia adalah pebisnis hebat. Selama ini yang sering muncul mewakilinya adalah Sandi, asisten Julian. Sedangkan Julian, lebih banyak mengatur bisnisnya dibalik layar.
Hanya orang-orang tertentu saja yang dapat melihat wajah asli Julian Fernando, seperti para pemegang saham yang selalu menginginkan kehadiran Julian saat rapat besar mengenai keberlangsungan perusahaan. Itulah mengapa, bagi Anastasia Laurent, sosok Julian seperti hantu. Hanya terdengar namanya, namun tak terlihat wujudnya.
" Kau tenang saja, akan tiba waktunya bagi Julian Fernando muncul kepermukaan, akan aku buat dia terpaksa menampakkan jati dirinya. Dan jika wajah Julian Fernando sudah terekspos publik, barulah giliranmu bertugas untuk memikatnya." ujar Josh sambil tersenyum licik kepada putrinya.
Ayah dan anak itu memang selalu kompak jika berurusan dengan masalah harta, mereka akan selalu bekerja sama untuk membuat perusahaannya semakin berkembang. Apapun akan mereka lakukan demi kemajuan perusahaannya itu. Jika ada perusahaan baru yang ingin menyaingi perusahaannya, sudah pasti akan mereka singkirkan, meskipun itu harus bertentangan dengan hukum.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Iiq Rahmawaty
buah jatuh tak jauh dri pohon nya memang😪😪
2022-01-12
0
Rosmawati Intan
satu didikan yg sangat bgus pada anak sendiri..kasihan org tua mcm ini ..gagal dlm mendidik anak
2021-07-28
0
Natha
Kasihan Ana tanpa kasih dan didikan Ibunda.
Membawanya ikut kedalam jurang obsesi sang ayah.
"Salah Asuh"
2021-05-24
1