BAB 18

Sonia masuk ruangan setelah selesai mandi. Pakaiannya pun sudah berganti. Sengaja dia langsung ganti di kamar mandi karena ia kira tamu Bima masih di sana. Namun dugaannya salah. Untung juga masih ada pakaian dalamnya yang masih ada di jemuran di luar. Awalnya dia sudah panik karena ia lupa membawa ganti pakaian dalam, yang dia bawa ke kamar mandi hanya baju pemberian dari tamunya Bima.

"Tamu kamu pada ke mana Bim?" Tanya Sonia yang menyadari tak ada lagi kehadiran mereka.

"Mereka ada di luar." Jawab Bima, Bima memikirkan kiranya apalagi yang akan Sonia tanyakan. Semoga jawaban yang sudah dia siapkan akan berguna.

"Sebenarnya mereka siapa Bim? Kok mereka ngasih kita baju bagus begini." Tanya Sonia penasaran ternyata bukan hanya dia yang diberi baju tapi Bima pun juga dikasih.

Deg. Benar seperti yang ada dipikirannya, Sonia menanyakan tentang Monica dan Sam. Untung Bima sudah menyiapkan jawabannya.

"Mereka teman-teman aku. Kebetulan kemarin aku ketemu mereka, jadi aku minta mereka supaya bisa nganterin kamu pulang." Jawab Bima terpaksa bohong. Dia belum mau berkata jujur mengenai siapa dirinya sebenarnya.

Sonia tak bertanya lagi karena terlalu senang. Walaupun sebenarnya aneh ada seorang pemulung yang berteman dangan orang kaya, tapi rasa senang itu sudah meruntuhkan semua kejanggalan itu, Sonia percaya saja ucapan Bima.

"Tapi kamu jadi ikut sama aku kan? Nanti biar papa kasih kerjaan ke kamu." Sonia menanyakan rencana awalnya apakah akan tetap berjalan.

"Aku akan antar kamu tapi nanti aku akan balik lagi ke sini. Aku gak bisa tinggal di rumah kamu." Ucap Bima memberi pengertian pada Sonia.

Meskipun berat menerima keputusan Bima, Sonia tetap harus menerimanya. Yang dia bisa lakukan nantinya hanya mengunjungi Bima di sini sering-sering.

"Ayo berangkat sekarang. Kasian mereka menunggu." Peh.. males banget banget Bima ngucapin itu, namun demi sandiwaranya terpaksa ia lakukan.

Kini mereka sudah berada di dalam mobil yang menuju rumah Sonia. Setelah memberitahu Sonia alamat rumahnya pada Sam, Sampun mulai melajukan mobilnya.

Di sisi Sam ada Monica dan di belakang ada Sonia dan Bima. Sonia hanya memandang keluar jendela selama perjalanan. Ia membayangkan semua kejadian yang beberapa hari lalu menimpanya.

Mulai dari pernikahannya dangan Jaka yang gagal total karena badai yang tiba-tiba datang. Makan malam romantis dengan Jaka walaupun hanya dengan masakannya yang sederhana. Bercinta dengan Jaka walaupun hanya setengah jalan sampai dia harus diusir oleh Jaka tanpa ada alasan yang jelas.

Memikirkan dia yang harus telan jang menyusuri kota untuk sampai ke rumah. Dia sangat malu saat itu ketika mata semua orang yang ditemuinya bisa melihat tubuhnya dengan jelas. Apalagi mata laki-laki yang memandangnya dengan nafsu. Kepiran untuk mencuri pakaian milik orang yang sedang dijemur sampai ia ketahuan dan sempat dipukul rotan di dadanya. Sonia memegang dadanya ketika mengingat kejadian itu.

Teringat saat ia hampir diperkosa oleh tiga pria yang tiba-tiba menghalangi jalannya. Untung saat itu ada Bima yang menolongnya. Bima bagaikan seorang malaikat bagi Sonia. Bima yang mengizinkannya tinggal di rumahnya. Bima yang perhatian kepadanya. Bima membelanya saat Jaka datang dan merendahkannya. Bima yang memeluknya saat ia menangis. Dan yang terakhir Bima yang mengantarkannya ke rumah. Bima, Bima, Bima. Semua tentang Bima. Semua kebaikan Bima tak akan mampu Sonia balas. Tanpa sadar Sonia meneteskan air matanya. Sebentar lagi dia akan berpisah dengan Bima.

Bima yang melihat Sonia menangis langsung merangkul pundak Sonia dan menariknya agar mendekat kepadanya. Membiarkan Sonia bersandar di pundaknya. Tanpa sadar Sonia melingkarkan tangannya di perut Bima. Di peluknya erat perut Bima seakan tak ingin melepaskannya. Si empunya hanya bisa tersenyum. Bima bahagia dipeluk Sonia walaupun membuat napasnya jadi agak sesak karena Sonia memeluknya sangat kuat. Terpaksa ia jadi menggunakan pernapasan dada.

Butuh waktu 4 jam untuk sampai di rumah Sonia. Mereka sempat terjebak macet yang lumayan panjang. Sonia dalam keadaan tidur saat tiba di rumahnya. Bukan hal gawat karena selain Sonia sudah memberitahu alamat rumahnya sebelum berangkat, Bima sebenarnya sudah tahu persih di mana keberadaan rumah keluarganya Sonia berada.

Mobil berhenti tepat di depan gerbang. Sam membunyikan klakson mobil beberapa kali. Seorang satpam muncul membuka gerbang sedikit untuk ia lewati lalu mendekati mobil yang dikemudikan oleh Sam.

"Permisi, ada keperluan apa anda ke sini?" Tanya si Satpam sopan. Dia membungkuk untuk mensejajarkan tubuhnya dengan ketinggian mobil.

"Maaf kami hanya ingin mengantarkan tuan kami dan nona Anda." Jawab Sam sama sopannya.

Satpam itu mengedarkan pandangannya ke seisi mobil. Pertama dia menemukan Monica yang langsung tersenyum sambil menganggukkan kepala saat pandangan mata mereka bertemu. Selanjutnya memang benar ada nona Sonia di sana yang tengah tertidur. Dan satu orang lagi. 'Siapa dia kenapa nona memeluknya?' batin Satpam itu.

"Bagaimana kami boleh masuk?" Tanya Sam sopan.

"Em, yah boleh. Sebentar saya bukakan dulu gerbangnya." Satpam itu langsung berlari ke arah gerbang untuk membukanya. Sam melajukan lagi mobilnya saat gerbang sepenuhnya terbuka. Dia menghentikan mobil di depan rumah 2 lantai itu.

Monica turun lalu membantu membukakan pintu mobil untuk Bima karena Bima akan membopong Sonia yang tengah terlelap. Sam melajukan mobil ke tempat parkir sesudah ke tiga orang itu turun.

Setelah menutup gerbang satpam yang bernama Marno itu menghampiri mereka. Dia membukakan pintu rumah, mempersilahkan mereka masuk.

Di dalam ternyata sudah ada Mbok Siska yang sedang menyapu lantai. Dia kaget dengan kedatangan nonanya yang ia kira pingsan bersama orang asing. Hal-hal buruk sudah memenuhi otaknya.

"Di mana kamar Sonia?" Bima bertanya kepada Mbok Siska.

"Di atas tuan, mari saya antar." Jawab Mbok Siska, dia segera berjalan mendahului Bima menuju kamar Sonia yang berada di lantai dua.

Sesampainya di kamar Bima langsung merebahkan Sonia di atas ranjang. Dia memandang Mbok Siska yang tampak panik.

"Sonia tidak apa-apa. Dia hanya tidur." Ujar Bima saat menyadari raut khawatir di wajah Mbok Siska. "Di mana tuanmu berada?" Lanjutnya.

"Tuan sedang ada di taman belakang bersama nyonya." Jawab Mbok Siska.

"Tolong panggilkan, saya akan tunggu di ruang tamu. Apakah boleh?" Tanya Bima sopan.

"Baik tuan, tunggu sebentar akan saya oanggilkan."

Merekapun keluar dari kamar Sonia. Bima menuju ruang tamu dan Mbok Siska menuju taman belakang.

TBC.

Jangan lupa like, komen, dan votenya ya

🙏🙏🙏🙏🙏

Terpopuler

Comments

R⃟ Silu ✰͜͡w⃠🦃🍆(OFF)

R⃟ Silu ✰͜͡w⃠🦃🍆(OFF)

lanjuuuuut

2020-10-25

1

Ani

Ani

makin penasaran

2020-10-22

1

Umi Yan

Umi Yan

Semangat kak..., ditunggu lagi up terbarunya😊

Salam dari "Cinta Sang Desainer" terimakasih🙏

2020-10-22

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Kegelisahan Sonia
2 BAB 2 Ritual Aneh
3 BAB 3 Resepsi Pernikahan
4 BAB 4 After marriage
5 BAB 5 I'M NOT A VIRGIN
6 BAB 6
7 BAB 7 Akan Mencuri
8 BAB 8 Pria Misterius
9 BAB 9 Ada apa dengan Bima
10 BAB 10 Siapa Bima?
11 BAB 11
12 BAB 12
13 BAB 13
14 BAB 14
15 BAB 15
16 BAB 16
17 BAB 17
18 BAB 18
19 BAB 19
20 BAB 20
21 BAB 21
22 BAB 22
23 BAB 23
24 BAB 24
25 BAB 25
26 BAB 26
27 BAB 27
28 BAB 28
29 Pengumuman
30 BAB 29
31 BAB 30
32 BAB 31
33 BAB 32
34 BAB 33
35 BAB 34
36 BAB 35
37 BAB 36
38 BAB 37
39 BAB 38
40 BAB 39
41 BAB 40
42 BAB 41
43 BAB 42
44 BAB 43
45 BAB 44
46 BAB 45
47 BAB 46
48 BAB 47
49 BAB 48
50 BAB 49
51 BAB 50
52 BAB 51
53 BAB 52
54 BAB 53
55 BAB 54
56 BAB 55
57 BAB 56
58 BAB 57
59 BAB 58
60 BAB 59
61 BAB 60
62 BAB 61
63 S2# Awal Mula
64 S2# Andrew Dirgantara
65 S2# Andrew Yang Berbeda
66 S2# Merangkap Sebagai Maid
67 S2# Andreanapun Sama
68 S2# ARYA
69 S2# Anak Pindahan
70 S2# Tanam Paksa
71 S2# Andreana Dijodohkan
72 S# Bunga di Tepi Jalan
73 S# Andrew Menikah
74 S2# Banyak Kejutan di Apartemen
75 S2# Malam Pertama
76 S2# Pagi :(
77 S2# Ngampus Lagi
78 S2# Pertunjukan Langsung
79 S2# Telfon dari Sonia
80 S2# Dijemput Suami
81 S2# Bunga Demam
82 S2# Pernikahan Andreana 1
83 S2# Suasana Hati Andrew
84 S2# Pernikahan Andreana 2
85 S2# Malam Pertama (eksklusif di gdrive)
86 S2# Menjenguk Bunga
87 S2# Perhatian Mertua
88 S2# Masa Lalu
89 S2# Kapan Akan Pulang?
90 S2# Impoten Pilih-pilih
91 S2# Pelajaran Untuk Dia
92 S2#
93 S2# Sudah Tidak Bisa
94 S2# Benda Apa itu?
95 S2# Sebuah Foto
96 S2# Uang Bensin
97 S2# Kerja
98 S2# Menyesali
99 S2# Kenang-kenangan
100 S2# Bibir Tergigit
101 S2# Mulai Cemburu
102 S2# Malam yang Berbeda
103 S2# Andreana Hamil
104 S2# Hobi Baru
105 S2# Merahasiakan dari Arya
106 S2# Ngidam Pembawa Petaka
107 S2# Pengungkapan Perasaan
108 S2# Sebuah Pilihan
109 S2# Diskusi
110 S2# Mengikat Rambut
111 S2# Penyesalan Setelah Ditinggal
112 S2# Merencanakan Sesuatu
113 S2# Perhatian Dari Ibu Mertua
114 S2# Jebakan Fika
115 S2# Jogging
116 S2# Penjelasan Andrew
117 S2# Makan
118 S2# Obrolan Ruang Tengah
119 S2# London
120 S2# Mengundurkan Diri
121 S2# I'M Not A Virgin 2
122 S2# Panginya
123 S2# Di Kafe
124 S2# Mandi Bareng
Episodes

Updated 124 Episodes

1
BAB 1 Kegelisahan Sonia
2
BAB 2 Ritual Aneh
3
BAB 3 Resepsi Pernikahan
4
BAB 4 After marriage
5
BAB 5 I'M NOT A VIRGIN
6
BAB 6
7
BAB 7 Akan Mencuri
8
BAB 8 Pria Misterius
9
BAB 9 Ada apa dengan Bima
10
BAB 10 Siapa Bima?
11
BAB 11
12
BAB 12
13
BAB 13
14
BAB 14
15
BAB 15
16
BAB 16
17
BAB 17
18
BAB 18
19
BAB 19
20
BAB 20
21
BAB 21
22
BAB 22
23
BAB 23
24
BAB 24
25
BAB 25
26
BAB 26
27
BAB 27
28
BAB 28
29
Pengumuman
30
BAB 29
31
BAB 30
32
BAB 31
33
BAB 32
34
BAB 33
35
BAB 34
36
BAB 35
37
BAB 36
38
BAB 37
39
BAB 38
40
BAB 39
41
BAB 40
42
BAB 41
43
BAB 42
44
BAB 43
45
BAB 44
46
BAB 45
47
BAB 46
48
BAB 47
49
BAB 48
50
BAB 49
51
BAB 50
52
BAB 51
53
BAB 52
54
BAB 53
55
BAB 54
56
BAB 55
57
BAB 56
58
BAB 57
59
BAB 58
60
BAB 59
61
BAB 60
62
BAB 61
63
S2# Awal Mula
64
S2# Andrew Dirgantara
65
S2# Andrew Yang Berbeda
66
S2# Merangkap Sebagai Maid
67
S2# Andreanapun Sama
68
S2# ARYA
69
S2# Anak Pindahan
70
S2# Tanam Paksa
71
S2# Andreana Dijodohkan
72
S# Bunga di Tepi Jalan
73
S# Andrew Menikah
74
S2# Banyak Kejutan di Apartemen
75
S2# Malam Pertama
76
S2# Pagi :(
77
S2# Ngampus Lagi
78
S2# Pertunjukan Langsung
79
S2# Telfon dari Sonia
80
S2# Dijemput Suami
81
S2# Bunga Demam
82
S2# Pernikahan Andreana 1
83
S2# Suasana Hati Andrew
84
S2# Pernikahan Andreana 2
85
S2# Malam Pertama (eksklusif di gdrive)
86
S2# Menjenguk Bunga
87
S2# Perhatian Mertua
88
S2# Masa Lalu
89
S2# Kapan Akan Pulang?
90
S2# Impoten Pilih-pilih
91
S2# Pelajaran Untuk Dia
92
S2#
93
S2# Sudah Tidak Bisa
94
S2# Benda Apa itu?
95
S2# Sebuah Foto
96
S2# Uang Bensin
97
S2# Kerja
98
S2# Menyesali
99
S2# Kenang-kenangan
100
S2# Bibir Tergigit
101
S2# Mulai Cemburu
102
S2# Malam yang Berbeda
103
S2# Andreana Hamil
104
S2# Hobi Baru
105
S2# Merahasiakan dari Arya
106
S2# Ngidam Pembawa Petaka
107
S2# Pengungkapan Perasaan
108
S2# Sebuah Pilihan
109
S2# Diskusi
110
S2# Mengikat Rambut
111
S2# Penyesalan Setelah Ditinggal
112
S2# Merencanakan Sesuatu
113
S2# Perhatian Dari Ibu Mertua
114
S2# Jebakan Fika
115
S2# Jogging
116
S2# Penjelasan Andrew
117
S2# Makan
118
S2# Obrolan Ruang Tengah
119
S2# London
120
S2# Mengundurkan Diri
121
S2# I'M Not A Virgin 2
122
S2# Panginya
123
S2# Di Kafe
124
S2# Mandi Bareng

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!