BAB 16

"Makanan sudah siap" Ucap Sonia yang baru keluar dari dapur dengan senyum manisnya, tangannya membawa nampan yang di atasnya ada 2 mangkuk berisi mie rebus yang masih panas. Terdapat juga irisan sosis serta sayuran berupa sawi, tomat, dan wortel.

Ditaruhnya 1 mangkuk itu di depan Bima yang sedang duduk bersila di atas tikar. Kemudian ia balik lagi ke dapur untuk mengambil air minum.

Barulah mereka memulai makan malamnya setelah Sonia balik membawa air minum dalam teko serta dua gelas berbahan plastik.

Mereka makan dengan lahapnya karena memang sudah lapar sedari tadi. Tadi siang perut mereka hanya diganjal satu bungkus roti.

15 menit kemudian mereka sudah menyelesaikan acara makannya. Sonia langsung membawa mangkok kotor ke belakang lalu di cucinya.

Bima senyum-senyum sendiri pada apa yang dia jalani sekarang. Mereka sudah seperti suami istri saja.

Tak sampai memakan wantu lama, Sonia sudah balik dari mencuci mangkok. Mangkoknya juga sudah dia letakkan di rak.

"Nih!" Bima memberikan uang 30 ribu yang didapatnya tadi siang kepada Sonia.

"Apa ini Bim." Sonia bingun dengan maksud Bima memberinya uang itu.

"Ini hasil kita jual barang bekas hari ini." Jawab Bima halus.

"Gak usah Bim, gue udah dikasih sendiri tadi." Sonia menolak secara halus pemberian Bima itu.

Bima tersenyum. "Kamu terima aja, kamu simpen buat ongkos pulang. Kamu pengen cepet pulang kan?"

"Tapi Bim. Gue gak enak sama lo. Lo udah baik banget sama gue. Gue gak tahu gimana balesnya."

"Aku ikhlas kok. Tapi kalau kamu mau bales, aku punya permintaan sama kamu." Bima.

"Apa Bim? Kalau gue sanggup, gue pasti turutin permintaan lo itu." Ujar Sonia.

"Pertama kamu terima uang ini. Kedua, mulai sekarang jangan pakai lo-gue lagi, tapi pakai aku-kamu. Dan yang terakhir..." Bima menjeda ucapannya saat akan memberitahu permintaannya yang terakhir. Hal ini membuat Sonia fokus untuk mendengarkannya. Namun dia membatalkan untuk mengatakannya. Dia masih ingin memantapkannya untuk yang itu.

"Untuk yang terakhir masih aku pikirkan." Kata itulah yang akhirnya keluar dari mulut Bima.

"Ih ditunggu serius-serius juga malah belum dipikirin." Sonia sebal sambil mencubit pinggang Bima membuat si empunya meringis kesakitan.

"Auw...ah...auw... sakit Sonia.. Sakit.." Pekik Bima karena rasa sakit di pinggangnya akibat cubitan Sonia.

"Makanya jangan rese." Dalam hati Sonia dia merasa senang sekaligus sedih mengingat kejadian ini. Hal ini sering dia lakukan dengan Jaka. Dia sedih karena Jaka sudah tidak ada untuknya lagi. Namun tingkah Bima saat ini membuatnya bisa menyunggingkan bibirnya lagi setelah kejadian itu.

"Ampun Sonia. Lepasin dong." Pinta Bima memelas.

"Iya iya gue lepasin." Sonia melepas cubitannya. Di balik kaos Bima, kulitnya sudah ungu kehitaman bekas dicubit Sonia. Sonia cubitannya tidak becanda dia serius.

"Gimana kamu mau kan?" Tanya Bima memastikan Sonia mau menerima permintaannya masih sambil meringis menahan sakit bekas cubitan Sonia.

"Em..." Sonia tampak berpikir. Jari telunjuk kanannya ia taruh di dagunya. "Ok gu...."

"Ish... AKU Sonia, A-K-U, Aku." Potong Bima saat Sonia akan menggunakan lo-gue lagi. Dia sampai mengeja kata aku supaya Sonia ingat.

"Iya, Aku. Aku turutin permintaan el-, eh kamu." Sonia memutar bola matanya malas.

Bima bersorak gembira dalam hatinya. Rencana pendekatan terhadap Sonia maju satu langkah.

"Ini berarti kamu simpen." Bima memberikan uang itu langsung ke telapak tangan Sonia. Mau tak mau Sonia menyimpannya.

"Terima kasih." Ucap Sonia.

"Mungkin perlu beberapa hari lagi buat ngumpulin ongkos pulangnya." Ujar Bima.

"Hem. Gak papa kok." Sonia.

"Kamu gak papa kan agak lama di sini?" Tanya Bima.

"Gak papa kok, aku sudah mulai adaptasi." Jawab Sonia.

Mereka melanjutkan ngobrolnya sampai pukul sepuluh malam. Setelah itu barulah mereka tidur karena besok pagi mereka harus mulai aktivitas lagi.

Esok harinya Bima dan Sonia melakukan aktivitas seperti biasanya, mencari barang bekas untuk mereka jual.

Setelah sarapan pagi mereka melangkahkan kaki beriringan ke tempat pembuangan akhir.

Saat diperjalanan, sebuah mobil sport warna hitam yang melaju cukup kencang tiba-tiba saja berhenti 15 meter di depan mereka. Sebuah kaki beralas sepatu pantofel mahal serta berbalut kain bahan warna hitam menjulur keluar tak lama setelah pintu mobil terbuka. Sesosok pria muncul setelahnya sambil merapikan jas hitamnya. Pria itu memakai kaca mata hitam namun wajah itu tak asing bagi Sonia. Pria itu berjalan mendekat ke mereka.

"Hm.. Kebetulan gue ketemu lo di sini." Ucap pria itu sinis. Kaca mata yang ia pakai ia lepas lalu ia sampirkan di saku jasnya. "Gue jadi gak perlu ke rumah lo." Sambungnya.

Bima tahu betul pria yang sedang ada di hadapannya, Jaka Wisnutama, pria yang sangat ia benci untuk saat ini. Namun ia memilih diam menunggu apa yang akan dia lakukan ke Sonia.

Buug, sebuah amplop coklat mendarat di dada Sonia. Selum jatuh, Sonia dengan cekatan menangkapnya. "Apa ini Jaka?" Tanya Sonia yang bingun akan isi amplop itu.

"Surat gugatan cerai, sidang 1 minggu lagi." Ujar Jaka. "Lo jangan mengharap lo bisa balik sama gue lagi." Nyles. Setitik bulir air lolos dari kelopak mata Sonia. Bukannya dia masih cinta dengan Jaka, namun rasanya dia seperti wanita yang tidak ada harga dirinya sama sekali. Bima masih diam.

"Huh, lo nangis. Jangan bilang lo masih ngarep balikan sama gue! Najis gue mau balikan sama ja lang kaya lo." Ucap Jaka merendahkan Sonia.

Cukup! Bima sudah tak tahan lagi. Wanitanya sudah direndahkan orang lain di hadapannya sendiri. Di tatapnya Jaka dengan amarah yang membara. Ingin rasanya dia membalas Jaka sekarang. Dipeluknya Sonia dari samping dengan satu tangannya sambil mengusap-usap punggung Sonia. Sedangkan tangan satunya ia gunakan untuk menghapus air mata Sonia.

"Oh...oh.. oh... Apa ini cowok yang udah tidur sama lo, huh?" Ucap Jaka sambil tepuk tangan. "O.... Gue tau sekarang. Lo sama gue cuma mau morotin gue aja kan? Habis itu lo mau kabur sama cowok ini." Tebak Jaka dengan segala pemikiran buruknya tentang sonia.

"Enggak Jak, enggak. Kamu salah paham, gue..." Ucapan Sonia buru-buru diputus Jaka.

"Sekali JA LANG, ya tetap JA LANG!!!" Bentak Jaka dengan menekankan kata ja lang.

Buk...bukk..bukk.. Dua pukulan mendarat di kedua pipi Jaka dan satu di perutnya membuat Jaka langsung tersungkur di atas trotoar. Kedua sudut bibirnya robek mengalirkan darah segar dari keduanya.

"An Jing lo. Awas aja gue tuntut lo." Ancam Jaka, dia mengelap sudut bibirnya yang berdarah dengan punggung tangannya.

"Silahkan, gue gak takut." Jawab Bima enteng tanpa takut sama sekali dengan ancaman Jaka.

Bima memilih pergi saja, digandengnya tangan Sonia agar mengikutinya. Kalau tidak dia tak akan pergi dari tempat itu karena masih setia dengan....

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

tangisannya.

"Ba jingan Si alan!!!!!" Jaka mengumpat sejadi-jadinya.

TBC

Yah... kemarin views nya kok turun. Bikin males nulis aja. Author gak bayaran loh. Author semangat nulis kalau banyak yang baca karya author ini.

Makanya kalau mau author tetap nulis, kalian bantu share karya author dong! Biar author semangat. Biar nulisnya lancar juga.

Makasih bagi yang sudah baca karya author ini🙏🙏🙏🙏

Terpopuler

Comments

🌸nofa🌸

🌸nofa🌸

🌹🌹

2021-02-17

2

Oka Luthfia

Oka Luthfia

semNgat kak

2021-02-17

2

nnaaaaaaaaaa...

nnaaaaaaaaaa...

cemungut... tho😁😁

2021-02-17

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Kegelisahan Sonia
2 BAB 2 Ritual Aneh
3 BAB 3 Resepsi Pernikahan
4 BAB 4 After marriage
5 BAB 5 I'M NOT A VIRGIN
6 BAB 6
7 BAB 7 Akan Mencuri
8 BAB 8 Pria Misterius
9 BAB 9 Ada apa dengan Bima
10 BAB 10 Siapa Bima?
11 BAB 11
12 BAB 12
13 BAB 13
14 BAB 14
15 BAB 15
16 BAB 16
17 BAB 17
18 BAB 18
19 BAB 19
20 BAB 20
21 BAB 21
22 BAB 22
23 BAB 23
24 BAB 24
25 BAB 25
26 BAB 26
27 BAB 27
28 BAB 28
29 Pengumuman
30 BAB 29
31 BAB 30
32 BAB 31
33 BAB 32
34 BAB 33
35 BAB 34
36 BAB 35
37 BAB 36
38 BAB 37
39 BAB 38
40 BAB 39
41 BAB 40
42 BAB 41
43 BAB 42
44 BAB 43
45 BAB 44
46 BAB 45
47 BAB 46
48 BAB 47
49 BAB 48
50 BAB 49
51 BAB 50
52 BAB 51
53 BAB 52
54 BAB 53
55 BAB 54
56 BAB 55
57 BAB 56
58 BAB 57
59 BAB 58
60 BAB 59
61 BAB 60
62 BAB 61
63 S2# Awal Mula
64 S2# Andrew Dirgantara
65 S2# Andrew Yang Berbeda
66 S2# Merangkap Sebagai Maid
67 S2# Andreanapun Sama
68 S2# ARYA
69 S2# Anak Pindahan
70 S2# Tanam Paksa
71 S2# Andreana Dijodohkan
72 S# Bunga di Tepi Jalan
73 S# Andrew Menikah
74 S2# Banyak Kejutan di Apartemen
75 S2# Malam Pertama
76 S2# Pagi :(
77 S2# Ngampus Lagi
78 S2# Pertunjukan Langsung
79 S2# Telfon dari Sonia
80 S2# Dijemput Suami
81 S2# Bunga Demam
82 S2# Pernikahan Andreana 1
83 S2# Suasana Hati Andrew
84 S2# Pernikahan Andreana 2
85 S2# Malam Pertama (eksklusif di gdrive)
86 S2# Menjenguk Bunga
87 S2# Perhatian Mertua
88 S2# Masa Lalu
89 S2# Kapan Akan Pulang?
90 S2# Impoten Pilih-pilih
91 S2# Pelajaran Untuk Dia
92 S2#
93 S2# Sudah Tidak Bisa
94 S2# Benda Apa itu?
95 S2# Sebuah Foto
96 S2# Uang Bensin
97 S2# Kerja
98 S2# Menyesali
99 S2# Kenang-kenangan
100 S2# Bibir Tergigit
101 S2# Mulai Cemburu
102 S2# Malam yang Berbeda
103 S2# Andreana Hamil
104 S2# Hobi Baru
105 S2# Merahasiakan dari Arya
106 S2# Ngidam Pembawa Petaka
107 S2# Pengungkapan Perasaan
108 S2# Sebuah Pilihan
109 S2# Diskusi
110 S2# Mengikat Rambut
111 S2# Penyesalan Setelah Ditinggal
112 S2# Merencanakan Sesuatu
113 S2# Perhatian Dari Ibu Mertua
114 S2# Jebakan Fika
115 S2# Jogging
116 S2# Penjelasan Andrew
117 S2# Makan
118 S2# Obrolan Ruang Tengah
119 S2# London
120 S2# Mengundurkan Diri
121 S2# I'M Not A Virgin 2
122 S2# Panginya
123 S2# Di Kafe
124 S2# Mandi Bareng
Episodes

Updated 124 Episodes

1
BAB 1 Kegelisahan Sonia
2
BAB 2 Ritual Aneh
3
BAB 3 Resepsi Pernikahan
4
BAB 4 After marriage
5
BAB 5 I'M NOT A VIRGIN
6
BAB 6
7
BAB 7 Akan Mencuri
8
BAB 8 Pria Misterius
9
BAB 9 Ada apa dengan Bima
10
BAB 10 Siapa Bima?
11
BAB 11
12
BAB 12
13
BAB 13
14
BAB 14
15
BAB 15
16
BAB 16
17
BAB 17
18
BAB 18
19
BAB 19
20
BAB 20
21
BAB 21
22
BAB 22
23
BAB 23
24
BAB 24
25
BAB 25
26
BAB 26
27
BAB 27
28
BAB 28
29
Pengumuman
30
BAB 29
31
BAB 30
32
BAB 31
33
BAB 32
34
BAB 33
35
BAB 34
36
BAB 35
37
BAB 36
38
BAB 37
39
BAB 38
40
BAB 39
41
BAB 40
42
BAB 41
43
BAB 42
44
BAB 43
45
BAB 44
46
BAB 45
47
BAB 46
48
BAB 47
49
BAB 48
50
BAB 49
51
BAB 50
52
BAB 51
53
BAB 52
54
BAB 53
55
BAB 54
56
BAB 55
57
BAB 56
58
BAB 57
59
BAB 58
60
BAB 59
61
BAB 60
62
BAB 61
63
S2# Awal Mula
64
S2# Andrew Dirgantara
65
S2# Andrew Yang Berbeda
66
S2# Merangkap Sebagai Maid
67
S2# Andreanapun Sama
68
S2# ARYA
69
S2# Anak Pindahan
70
S2# Tanam Paksa
71
S2# Andreana Dijodohkan
72
S# Bunga di Tepi Jalan
73
S# Andrew Menikah
74
S2# Banyak Kejutan di Apartemen
75
S2# Malam Pertama
76
S2# Pagi :(
77
S2# Ngampus Lagi
78
S2# Pertunjukan Langsung
79
S2# Telfon dari Sonia
80
S2# Dijemput Suami
81
S2# Bunga Demam
82
S2# Pernikahan Andreana 1
83
S2# Suasana Hati Andrew
84
S2# Pernikahan Andreana 2
85
S2# Malam Pertama (eksklusif di gdrive)
86
S2# Menjenguk Bunga
87
S2# Perhatian Mertua
88
S2# Masa Lalu
89
S2# Kapan Akan Pulang?
90
S2# Impoten Pilih-pilih
91
S2# Pelajaran Untuk Dia
92
S2#
93
S2# Sudah Tidak Bisa
94
S2# Benda Apa itu?
95
S2# Sebuah Foto
96
S2# Uang Bensin
97
S2# Kerja
98
S2# Menyesali
99
S2# Kenang-kenangan
100
S2# Bibir Tergigit
101
S2# Mulai Cemburu
102
S2# Malam yang Berbeda
103
S2# Andreana Hamil
104
S2# Hobi Baru
105
S2# Merahasiakan dari Arya
106
S2# Ngidam Pembawa Petaka
107
S2# Pengungkapan Perasaan
108
S2# Sebuah Pilihan
109
S2# Diskusi
110
S2# Mengikat Rambut
111
S2# Penyesalan Setelah Ditinggal
112
S2# Merencanakan Sesuatu
113
S2# Perhatian Dari Ibu Mertua
114
S2# Jebakan Fika
115
S2# Jogging
116
S2# Penjelasan Andrew
117
S2# Makan
118
S2# Obrolan Ruang Tengah
119
S2# London
120
S2# Mengundurkan Diri
121
S2# I'M Not A Virgin 2
122
S2# Panginya
123
S2# Di Kafe
124
S2# Mandi Bareng

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!