Malam harinya Jaka dan Sonia hendak melaksanakan apa itu yang namanya malam pertama. Hal yang sudah mereka tunda begitu lama karena baik Jaka ataupun Sonia bertekad tidak akan melakukannya sebelum mereka menikah. Walaupun sering kali ada yang menggoda mereka untuk melakukan sebelum mereka menikah.
Jaka mulai melu mat bibir Sonia yang dibalas oleh gadis itu. Tangan Jaka mulai meng gerayangi tubuh Sonia membuat Sonia menegang merasakan setiap sentuhan Jaka.
Puas bermain dengan mulut Sonia, luma tan Jaka mulai turun ke leher jenjang Sonia, membuat tanda kepemilikan di sana. Setelah itu Jaka mulai membuka piyama yang dikenakan Sonia . Nampak payu dara Sonia yang masih terbungkus kain. Segera Jaka melepas kaitan kait yang ada dipunggung Sonia.
Barulah nampak dengan jelas payu dara milik Sonia. Seperti bayi yang tengah kehausan Jaka langsung menghisap pu ting payu dara Sonia dengan rakus yang membuat si empunya semakin menggeliat. Masih terus menghisap pu ting Sonia, tangan Jaka mulai merogoh di balik celana Sonia. Jaka merasakan hutan rimba milik Sonia.
Jaka menarik celana sekaligus CD Sonia dalam sekali hentakan. Kini Sonia sudah benar-benar telan jang. Jaka mulai melucuti pakaiannya. Kini dia juga sudah sama telan jangnya dengan Sonia. Jaka mengangkangkan kedua kaki Sonia, memperlihatkan va gina Sonia tepat dihadapannya. Lubang surgawi dunia itu tampak sudah basah. Jaka mulai mengarahkan tongkat pusakanya ke dalam va gina Sonia. Membuat Sonia dan Jaka melenguh akibat dari penyatuan tersebut. Namun aktivitas itu terhenti seketika saat Jaka mulai menyadari ada sesuatu yang janggal.
"Kau membohongiku Sonia." Jaka menarik ke malu annya dari va gina Sonia. Dia mulai memungut pakaiannya dan segera memakainya.
"Apa maksudmu?" Baru saja Sonia terpejam menikmati penyatuan itu dia langsung membuka mata saat mendengar ucapan Jaka. Sonia menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya sebatas dada. Dia tidak mengerti apa yang dimaksud dari perkataan Jaka.
"C ih. Kau tidak per awan, dengan siapa kau berhubungan sebelum denganku." Sonia menangis mendengar ucapan Jaka. Tega sekali Jaka berkata seperti itu kepadanya. Jaka bukannya tanpa alasan, saat penyatuannya dengan Sonia tidak ada darah yang mengalir dari va gian Sonia, pertanda tidak ada robekan selaput dara di dalam va gina Sonia saat penyatuan itu. Itu berarti Sonia sudah tidak perawan sebelum mereka berhubungan.
"Kamu jahat mas, tega sekali kau berkata seperti itu kepadaku. Aku tidak pernah berhubungan badan dengan siapapun sebelum ini. Tapi kenapa dengan sengaja kau memfitnahku." Ucap Sonia sambil terus menangis.
"Mulutmu bisa bohong tapi buktinya mana? Kau memang sudah tidak per awan." Ucap Jaka dengan nada membentak. "Sekarang pergi dari sini! Dasar wanita murahan. Sekarang juga aku menceraikanmu." Jaka menarik paksa Sonia dari atas ranjang kemudian menyereknya menuju pintu. Jaka juga melepaskan selimut yang masih dicengkram Sonia, membuat Sonia kini telan jang bulat.
"he....e....eeee..." Sonia hanya bisa menangis selama dirinya diseret Jaka sampai di pintu keluar apartemen mereka.
Dengan teganya Jaka mendorong Sonia keluar apartemen sampai Sonia tersungkur. Tubuhnya pun masih polos tanpa benang sehelaipun.
Sonia berusaha bangkit untuk kembali masuk ke dalam, namun Jaka selalu berusaha menggagalkannya dan berniat menutup pintu itu. Berusaha dengan kuat, namun tenaganya tak mampu untuk menandingi kekuatan Jaka. Kembalilah Sonia jatuh tersungkur dan Jaka dengan cepat menutup pintu lalu menguncinya dari dalam. Kini Sonia sudah tidak bisa melawan lagi. Tenaganya terasa habis.
Tak ada yang menolong Sonia berhubung di sana merupakan apartemen baru, penghuninya pun belum banyak. Karena lemas dan di luar masih hujan, Sonia tidak berani keluar dia memilih tetap berada di sana berharap besok Jaka berubah pikiran dan membukakan pintu untuknya.
Sonia tertidur di depan pintu dengan tubuhnya yang masih polos. Dia berusaha menutupi payu daranya dengan tangan kanannya kemudian tangan kirinya dia gunakan untuk menutupi va ginanya. Dia tidur miring sambil membungkukkan punggungnya, kakinya juga ditekuk berharap tidak ada yang melihat bagian intimnya tersebut.
Sonia tak habis pikir dengan perlakuan Jaka kepadanya. Jaka bukan seperti Jaka yang dia kenal. Apalagi sekarang Jaka memfitnahnya dengan kejam. Dan sekarang Jaka juga menguncinya di luar dengan posisi telan jang lagi.
Sonia merasakan setiap hembus angin malam yang dingin tanpa perlindungan apapun. Hujan yang turun menambah dinginnya malam ini. Seharusnya di malam pernikahannya dia sedang merasakan kehangatan bersama suaminya. Kenapa nasibnya begitu sial?
................
tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 124 Episodes
Comments
Cahaya Ramadhani
sadis bangeeettt
2021-09-22
1
Heni Sumiyang
Jaka kamu harus banyak baca ga semua virgin itu ditandai dengan robekan dan darah kalau selaput dara nya elastis itu tidak keluar darah, berbeda dengan yang selaput dara nya ke keras bisa terjadi robekan dan mengeluarkan darah. Ada ko satu keluarga sodaraan pas malam pertama ga keluar darah dan mereka virgin semua buat suami nya ga masalah mereka yakin karena tau ga semua perempuan sama.
2021-06-03
2
Diana Lestari Purba Dasuha
wah wah wah
kejam nya luar biasa
dikeluarkan dgn telnjang
tanpa sehelai pakaian
kecewa boleh tp tega bener dgn org yg d cintai d perlakukan sprti itu
sadis benerrr
2021-06-03
1