Setelah acara resepsi yang harus diakhiri lebih cepat dari perkiraan. Kini kedua pihak keluarga tengah bersantai di ruang keluarga. Keluarga Jaka memilih beristirahat terlebih dahulu di sana, lagi pula hujan masih turun dengan lebatnya. Semua barang-barang keperluan pernikahan juga masih berserakan di halaman.
Sonia yang sekarang tengah duduk di samping Jaka, membuka suara.
"Pa Ma, jadi sebenarnya aku ini anak siapa?" Tanya Sonia dengan wajah yang dibuat tegar. Padalah hatinya sedang hancur. Kenyataan yang tidak pernah ia duga sama sekali.
Semua mata langsung menuju ke arah Sonia. Memandang iba pada gadis itu. Semua juga tidak menyangka kenyataan itu, hanya kedua orang tua Sonia dan Mbok Siska yang tau rahasia itu. Bahkan Maya pun tidak mengetahuinya.
Dengan malas Pak Basuki memulai ceritanya. Sebenarnya dia tidak ingin membahas itu, karena dia tidak peduli dengan status Sonia yang hanya anak angkatnya, baginya Sonia sudah seperti darah dagingnya sendiri.
"Jadi, sebenarnya Papa juga tidak tahu tentang orangtua kamu nak. Waktu itu, Papa terbangun dari tidur jam 2 pagi karena mendengar suara tangisan bayi." Pak Basuki menghela napas. "Dan itu kamu Sonia." sambung Pak Basuki.
"Jadi aku anak yang dibuang?" Seketika tangis Sonia pecah. Dia sudah tak kuasa lagi menahan emosinya. Jaka yang di sampingnya terus berusaha menenangkan Sonia.
"Kalung yang sekarang kamu pakai." Sekarang giliran mama Sonia yang bicara. Dia menunjuk kalung yang melingkar di leher Sonia. Dan Sonia lansung menggenggam kalung itu. "Hanya kalung itu yang ada bersamamu waktu kami menemukanmu." Mama menambahkan.
................
Sore harinya Sonia dan Jaka akan pindah ke Apartemen yang sudah Jaka siapkan jauh sebelum mereka menikah. Rencananya sih seharusnya besok mereka akan pindah, tetapi Sonia bersikeras pindah hari ini juga, Jaka hanya menurut, dia tahu Sonia sedang sedih.
Kedua orang tua Sonia sudah meminta agar Sonia pindahan besok saja, tetapi Sonia tetap keukeuh dengan pendiriannya. Dia merasa akan merepotkan keluarga Basuki. Sudah diijinkan tinggal selama ini sudah cukup baginya.
"Kamu yakin mau pindah sekarang nak?" Entah sudah berapa kali pertanya itu keluar dari mulut Pak Basuki, berharap anak angkatnya itu akan berubah pikiran. Namun semuanya sia-sia.
"Papa sudah terlalu baik padaku, kini saatnya Sonia memulai hidup baru pa, maafin semua kesalahan Sonia selama ini ya Pa Ma. Oh iya salamin buat kak Maya juga ya, Sonia minta maaf." Sonia mencium kedua tangan orang tua angkatnya secara bergantian. Pak Basuki dan istrinya memeluk Sonia.
................
Kini Sonia dan Jaka sudah berada di Aparteman. Sonia sedang memasak di dapur kerena sebelumnya dia sudah mampir di supermarket untuk membeli stok makanan. Jaka menunggu Sonia yang sedang memasak sambil menonton TV.
"Mas masakannya sudah siap, ayo makan." Sonia mengajak Jaka untuk makan.
"Ya" Jaka beranjak dari sofa menuju ruang makan yang menyatu dengan dapur.
Sesampai di meja makan Jaka langsung mendudukkan diri. Nampak di meja makan sudah tertata rapi masakan buatan istrinya. Ada nasi, tumis buncis, dan ikan mas goreng.
Sonia mengambilkan makanan untuk suaminya baru kemudian dia mengambil untuk dirinya sendiri.
Mereka menyantap makanan masing-masing. Sesekali mereka saling suap-menyuap. Bagi Jaka masakan Sonia kali ini lebih enak dari biasanya.
................
tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 124 Episodes
Comments
Isu💟THY
next
2020-10-24
1