Bima keluar kamar mandi dengan handuk yang melilit pinggangnya. Rambutnya masih basah oleh air yang ia guyurkan ke kepalanya.
Berjalan menuju lemari, Bima mengambil satu set pakaian untuk ia pakai. Sekilas menyusuri ruangan, Bima tidak menemukan keberadaan Sonia. Di manakah wanita itu?
Segera ia pakai pakain yang ia ambil tadi dengan gerakan kilat. Bima khawatir ditinggal oleh Sonia. Rasanya dia tak ingin jauh dari wanita itu.
Masih dengan handuk yang dia usak-usakkan di kepalanya, Bima mencari Sonia keluar rumah.
"Haaa...." Napas panjang keluar dari mulutnya, dia lega. Ternyata Sonia hanya di depan rumah sedang bermain dengan anak-anak di sekitaran rumah Bima.
Bima tersenyum melihat Sonia terlihat bahagia. Sonia tampak sedang bermain kejar-kejaran.
Puas melihat Sonia, Bima masuk lagi ke dalam untuk meletakkan handuk karena rambutnya sudah kering. Selanjutnya dia bersiap untuk pergi menemui seseorang.
Bima pamitan kepada Sonia sebelum ia berangkat.
"Gue cari kayu bakar sebentar ya." Ucap Bima untuk berpamitan.
"Di mana? Perlu bantuan gak?" Balas Sonia, dia juga menawarkan diri untuk membantu.
"Gak, gak usah! Tempatnya deket kok. Lo di rumah aja!" Ucap Bima menolak tawaran Sonia secara halus.
"Ya sudah. Hati-hati ya." Sonia.
"Hm" Bima mengangguk. Dia kemudian melangkahkan kakinya menuju tempat tujuan.
Ditinggal Bima, Sonia memutuskan untuk berberes rumah. Dia meminta ijin kepada anak-anak yang sedang bermain dengannya.
"Adik-adik? Kak Sonia udahan dulu ya. Besok kita lanjutin lagi ya?" Ucap Sonia dengan halus.
"Yah.. kak. Kan baru sebentar mainnya." Rengek anak kecil umur 8 tahun yang bernama Indah. Gadis kecil yang sangat ceria dan aktif.
"Iya kak. Reno masih pengen main sama kakak." Ucap Reno, anak laki-laki berumur 5 tahun. Dia merupakan adik dari Indah. Mereka berdua merupakan anak yatim piatu. Mereka hanya tinggal bersama kakak perempuannya yang masih berumur 15 tahun. Kakaknya juga seorang pemulung.
Mendengar cerita mereka membuat Sonia jadi terharu dan merasa lebih beruntung. Walaupun sama-sama yatim piatu, dia merasa lebih beruntung karena mempunyai orang tua angkat yang sangat menyayanginya, bahkan tidak membeda-bedakan dengan kakak angkatnya. Sedangkan mereka yang usianya masih belia tidak mendapatkan semua seperti yang Sonia dapatkan.
"Maaf ya. Kakak janji besok kita main lagi." Ucap Sonia sambil mengangkat kedua tangannya menunjukkan jari kelingkingnya yang disambut oleh kedua anak itu dengan menautkan jari kelingking mereka di jari kelingking Sonia.
"Janji kak?" Ucap Indah dan Reno bersamaan.
"Janji." Sonia tersenyum.
…
Sonia mulai merendam pakaiannya dan pakaian milik Bima ke dalam ember. Tak lupa dia menambahkan detergen merek suklin pintar yang rendam 30 menit kucek kemudian.
Sambil menunggu 30 menit berlalu, Sonia memilih untuk menyapu ruangan lebih dulu.
…
Di tempat lain.
Bima menemui Monica dan Sam. Mereka ketemuan di sebuah cafe. Sebelumnya Bima sudah membeli baju lalu memakai baju itu untuk mengganti baju yang ia pakai dari rumah.
"Bagaimana keadaan anda tuan muda. Kapan anda akan mengakhirinya? Tuan dan Nyonya sangat sedih dengan menghilangnya anda." Ucap Sam panjang lebar.
"Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja." Balas Bima santai.
"Tuan muda? Nyonya sampai sakit karena memikirkan anda." Ucap monica khawatir.
"Ayolah, aku ke sini bukan untuk membahas ini, aku ada tujuan lain." Ucap Bima sambil merengek.
"Apa yang anda inginkan tuan muda?" Sam bertanya.
"Kalau yang aneh-aneh lagi saya tidak mau." Kata-kata itu sukses membuat mata Bima hampir copot dari kelopaknya.
"Ok, besok kau kirimkan saja surat pengunduran dirimu." Ucap Bima dengan seringainya.
"Ck, selalu itu ancamannya." Decak Monica.
"Sam?" Bima mulai berbicara serius.
"Ya tuan muda, ada apa?" Sam menjawab dengan tegas.
"Kau tau Wisnutama?" Tanya Bima datar.
"Bukankah dia pengusaha paling kaya nomer 10 di kota ini tuan muda?" Sam menjawab dengan hati-hati.
"Ya kau benar." Bima.
"Apa dia membuat masalah dengan anda?" Tebak Sam.
"Kali ini kau salah Sam. Tapi ini ada hubungannya." Jawab Bima senang, kali ini Sam salah menebak pikirannya.
"Lantas apa tuan muda?" Tanya Sam penasaran.
"Anaknya, Jaka Wisnutama. Dia yang buat masalah." Bima mulai kesal karena menyebut nama itu.
"Apa yang telah Jaka lakukan kepada anda tuan muda?" Kini Monica mulai menimpali.
"Bukan ke saya, tapi ke calon istri saya." Kedua bawahan Bima itu langsung menganga mendengar ucapan atasannya. Bima yang enggan sekali kalau membahas tentang pernikahan sudah mempunyai calon istri? Mungkin dunia hampir kiamat.
"Apa yang harus saya lalukan tuan muda?" Tanya Sam.
"Kau cari seorang dokter bedah yang bersedia untuk aku perintah semauku. Janjikan dia 10 M." Ucap Bima santai. "Dan kau monica cari tahu tentang wanita yang kehilangan keperawanan sebelum mereka berhubungan dengan lelaki sama sekali. Bagaimana kau bersedia atau kirimkan surat pengunduran dirimu saja?" Sambung Bima memberi perintah pada Monica.
Mau tak mau Monica menuruti perintah tuan mudanya itu. Lagi pula tugasnya ini cukup mudah, tinggal tanya saja ke dokter. Cuma buat apa Bima mengurusi hal demikian? Ah lupakan saja itu urusannya.
Sedangkan Sam, sudah tentu ia menurut. Dari dulu dia menjadi bawahan yang sangat berbakti pada atasannya.
"Untuk tugas selanjutnya akan beritahu menyusul." Ucap Bima dilanjutkan menyesap kopinya sampai tandas. "Aku akan balik, kalian bisa lanjutkan saja makannya!" Biam berlalu ke kamar mandi dia mengganti pakaiannya lagi.
Diperjalanan pulang dia selalu menyempatkan untuk mencari gelandangan yang bajunya sudah tidak layak lagi untuk dipakai. Dia selalu memberikan baju bekasnya pada gelandangan yang dia temui. Tak lupa juga ia mampir ke penjual kayu bakar untuk membeli kayu bakar karena tadi ia pamit untuk mencari kayu bakar.
…
Sesampainya di rumah Bima meletakkan kayu bakar yang ia beli di belakang rumah. Dia melihat Sonia yang tengah menjemur baju. Tanpa pikir panjang dia mendekati Sonia.
"Kenapa nyuciin baju segala sih?" Ucap Bima dengan kesal.
"Ya gak papa. Dari pada gak ada kerjaan." Jawab Sonia cuek.
"Nanti kuku kamu rusak." Ucap Bima khawatir.
'Apa? Kamu? Bima habis kepentok kayu mungkin ya?' Batin Sonia. Dia senyum-senyum mengingat Bima menyebutnya dengan kamu.
"Eh malah senyam-senyum." Protes Bima.
"Biarin, udah sana, jangan ganggu!" Sonia mengerucutkan bibir.
"Gak mau, sini!" Bima mengambil baju basah dari ember lalu memerasnya kemudian menaruhnya di jemuran.
Yah akhirnya mereka mengerjakannya bersama. Keduanya malas untuk berdebat. Lagi pula jika dikerjakan bersama perkerjaannya lebih cepat selesai.
…
Di tempat lain Monica dan Sam mulai mengerjakan tugas yang Bima berikan. Monica pergi ke rumah sakit untuk mengkonsultasikan perihal sesuai yang Bima suruh. Sedangkan Sam, dia mulai membuka deepweb untuk menawarkan pekerjaan yang Bima membutuhkan orang untuk mengisinya. Berharap ada dokter yang cukup gila untuk menerima tawaran itu.
TBC.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 124 Episodes
Comments
Susana Sari
cerita nya bagus kenapa sepi pengunjung ya Thor,kurang promo ya Thor dimasukan ke FB Thor biar rame pengunjung sayang loh 🙏👌👌💝
2021-06-13
1
Fhany Fhany
up up....lnjut donk
2020-10-18
1
Shio Kelinci 🐰
up lagi
2020-10-18
1