BAB 15

Bima keluar kamar mandi dengan handuk yang melilit pinggangnya. Rambutnya masih basah oleh air yang ia guyurkan ke kepalanya.

Berjalan menuju lemari, Bima mengambil satu set pakaian untuk ia pakai. Sekilas menyusuri ruangan, Bima tidak menemukan keberadaan Sonia. Di manakah wanita itu?

Segera ia pakai pakain yang ia ambil tadi dengan gerakan kilat. Bima khawatir ditinggal oleh Sonia. Rasanya dia tak ingin jauh dari wanita itu.

Masih dengan handuk yang dia usak-usakkan di kepalanya, Bima mencari Sonia keluar rumah.

"Haaa...." Napas panjang keluar dari mulutnya, dia lega. Ternyata Sonia hanya di depan rumah sedang bermain dengan anak-anak di sekitaran rumah Bima.

Bima tersenyum melihat Sonia terlihat bahagia. Sonia tampak sedang bermain kejar-kejaran.

Puas melihat Sonia, Bima masuk lagi ke dalam untuk meletakkan handuk karena rambutnya sudah kering. Selanjutnya dia bersiap untuk pergi menemui seseorang.

Bima pamitan kepada Sonia sebelum ia berangkat.

"Gue cari kayu bakar sebentar ya." Ucap Bima untuk berpamitan.

"Di mana? Perlu bantuan gak?" Balas Sonia, dia juga menawarkan diri untuk membantu.

"Gak, gak usah! Tempatnya deket kok. Lo di rumah aja!" Ucap Bima menolak tawaran Sonia secara halus.

"Ya sudah. Hati-hati ya." Sonia.

"Hm" Bima mengangguk. Dia kemudian melangkahkan kakinya menuju tempat tujuan.

Ditinggal Bima, Sonia memutuskan untuk berberes rumah. Dia meminta ijin kepada anak-anak yang sedang bermain dengannya.

"Adik-adik? Kak Sonia udahan dulu ya. Besok kita lanjutin lagi ya?" Ucap Sonia dengan halus.

"Yah.. kak. Kan baru sebentar mainnya." Rengek anak kecil umur 8 tahun yang bernama Indah. Gadis kecil yang sangat ceria dan aktif.

"Iya kak. Reno masih pengen main sama kakak." Ucap Reno, anak laki-laki berumur 5 tahun. Dia merupakan adik dari Indah. Mereka berdua merupakan anak yatim piatu. Mereka hanya tinggal bersama kakak perempuannya yang masih berumur 15 tahun. Kakaknya juga seorang pemulung.

Mendengar cerita mereka membuat Sonia jadi terharu dan merasa lebih beruntung. Walaupun sama-sama yatim piatu, dia merasa lebih beruntung karena mempunyai orang tua angkat yang sangat menyayanginya, bahkan tidak membeda-bedakan dengan kakak angkatnya. Sedangkan mereka yang usianya masih belia tidak mendapatkan semua seperti yang Sonia dapatkan.

"Maaf ya. Kakak janji besok kita main lagi." Ucap Sonia sambil mengangkat kedua tangannya menunjukkan jari kelingkingnya yang disambut oleh kedua anak itu dengan menautkan jari kelingking mereka di jari kelingking Sonia.

"Janji kak?" Ucap Indah dan Reno bersamaan.

"Janji." Sonia tersenyum.

Sonia mulai merendam pakaiannya dan pakaian milik Bima ke dalam ember. Tak lupa dia menambahkan detergen merek suklin pintar yang rendam 30 menit kucek kemudian.

Sambil menunggu 30 menit berlalu, Sonia memilih untuk menyapu ruangan lebih dulu.

Di tempat lain.

Bima menemui Monica dan Sam. Mereka ketemuan di sebuah cafe. Sebelumnya Bima sudah membeli baju lalu memakai baju itu untuk mengganti baju yang ia pakai dari rumah.

"Bagaimana keadaan anda tuan muda. Kapan anda akan mengakhirinya? Tuan dan Nyonya sangat sedih dengan menghilangnya anda." Ucap Sam panjang lebar.

"Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja." Balas Bima santai.

"Tuan muda? Nyonya sampai sakit karena memikirkan anda." Ucap monica khawatir.

"Ayolah, aku ke sini bukan untuk membahas ini, aku ada tujuan lain." Ucap Bima sambil merengek.

"Apa yang anda inginkan tuan muda?" Sam bertanya.

"Kalau yang aneh-aneh lagi saya tidak mau." Kata-kata itu sukses membuat mata Bima hampir copot dari kelopaknya.

"Ok, besok kau kirimkan saja surat pengunduran dirimu." Ucap Bima dengan seringainya.

"Ck, selalu itu ancamannya." Decak Monica.

"Sam?" Bima mulai berbicara serius.

"Ya tuan muda, ada apa?" Sam menjawab dengan tegas.

"Kau tau Wisnutama?" Tanya Bima datar.

"Bukankah dia pengusaha paling kaya nomer 10 di kota ini tuan muda?" Sam menjawab dengan hati-hati.

"Ya kau benar." Bima.

"Apa dia membuat masalah dengan anda?" Tebak Sam.

"Kali ini kau salah Sam. Tapi ini ada hubungannya." Jawab Bima senang, kali ini Sam salah menebak pikirannya.

"Lantas apa tuan muda?" Tanya Sam penasaran.

"Anaknya, Jaka Wisnutama. Dia yang buat masalah." Bima mulai kesal karena menyebut nama itu.

"Apa yang telah Jaka lakukan kepada anda tuan muda?" Kini Monica mulai menimpali.

"Bukan ke saya, tapi ke calon istri saya." Kedua bawahan Bima itu langsung menganga mendengar ucapan atasannya. Bima yang enggan sekali kalau membahas tentang pernikahan sudah mempunyai calon istri? Mungkin dunia hampir kiamat.

"Apa yang harus saya lalukan tuan muda?" Tanya Sam.

"Kau cari seorang dokter bedah yang bersedia untuk aku perintah semauku. Janjikan dia 10 M." Ucap Bima santai. "Dan kau monica cari tahu tentang wanita yang kehilangan keperawanan sebelum mereka berhubungan dengan lelaki sama sekali. Bagaimana kau bersedia atau kirimkan surat pengunduran dirimu saja?" Sambung Bima memberi perintah pada Monica.

Mau tak mau Monica menuruti perintah tuan mudanya itu. Lagi pula tugasnya ini cukup mudah, tinggal tanya saja ke dokter. Cuma buat apa Bima mengurusi hal demikian? Ah lupakan saja itu urusannya.

Sedangkan Sam, sudah tentu ia menurut. Dari dulu dia menjadi bawahan yang sangat berbakti pada atasannya.

"Untuk tugas selanjutnya akan beritahu menyusul." Ucap Bima dilanjutkan menyesap kopinya sampai tandas. "Aku akan balik, kalian bisa lanjutkan saja makannya!" Biam berlalu ke kamar mandi dia mengganti pakaiannya lagi.

Diperjalanan pulang dia selalu menyempatkan untuk mencari gelandangan yang bajunya sudah tidak layak lagi untuk dipakai. Dia selalu memberikan baju bekasnya pada gelandangan yang dia temui. Tak lupa juga ia mampir ke penjual kayu bakar untuk membeli kayu bakar karena tadi ia pamit untuk mencari kayu bakar.

Sesampainya di rumah Bima meletakkan kayu bakar yang ia beli di belakang rumah. Dia melihat Sonia yang tengah menjemur baju. Tanpa pikir panjang dia mendekati Sonia.

"Kenapa nyuciin baju segala sih?" Ucap Bima dengan kesal.

"Ya gak papa. Dari pada gak ada kerjaan." Jawab Sonia cuek.

"Nanti kuku kamu rusak." Ucap Bima khawatir.

'Apa? Kamu? Bima habis kepentok kayu mungkin ya?' Batin Sonia. Dia senyum-senyum mengingat Bima menyebutnya dengan kamu.

"Eh malah senyam-senyum." Protes Bima.

"Biarin, udah sana, jangan ganggu!" Sonia mengerucutkan bibir.

"Gak mau, sini!" Bima mengambil baju basah dari ember lalu memerasnya kemudian menaruhnya di jemuran.

Yah akhirnya mereka mengerjakannya bersama. Keduanya malas untuk berdebat. Lagi pula jika dikerjakan bersama perkerjaannya lebih cepat selesai.

Di tempat lain Monica dan Sam mulai mengerjakan tugas yang Bima berikan. Monica pergi ke rumah sakit untuk mengkonsultasikan perihal sesuai yang Bima suruh. Sedangkan Sam, dia mulai membuka deepweb untuk menawarkan pekerjaan yang Bima membutuhkan orang untuk mengisinya. Berharap ada dokter yang cukup gila untuk menerima tawaran itu.

TBC.

Terpopuler

Comments

Susana Sari

Susana Sari

cerita nya bagus kenapa sepi pengunjung ya Thor,kurang promo ya Thor dimasukan ke FB Thor biar rame pengunjung sayang loh 🙏👌👌💝

2021-06-13

1

Fhany Fhany

Fhany Fhany

up up....lnjut donk

2020-10-18

1

Shio Kelinci 🐰

Shio Kelinci 🐰

up lagi

2020-10-18

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Kegelisahan Sonia
2 BAB 2 Ritual Aneh
3 BAB 3 Resepsi Pernikahan
4 BAB 4 After marriage
5 BAB 5 I'M NOT A VIRGIN
6 BAB 6
7 BAB 7 Akan Mencuri
8 BAB 8 Pria Misterius
9 BAB 9 Ada apa dengan Bima
10 BAB 10 Siapa Bima?
11 BAB 11
12 BAB 12
13 BAB 13
14 BAB 14
15 BAB 15
16 BAB 16
17 BAB 17
18 BAB 18
19 BAB 19
20 BAB 20
21 BAB 21
22 BAB 22
23 BAB 23
24 BAB 24
25 BAB 25
26 BAB 26
27 BAB 27
28 BAB 28
29 Pengumuman
30 BAB 29
31 BAB 30
32 BAB 31
33 BAB 32
34 BAB 33
35 BAB 34
36 BAB 35
37 BAB 36
38 BAB 37
39 BAB 38
40 BAB 39
41 BAB 40
42 BAB 41
43 BAB 42
44 BAB 43
45 BAB 44
46 BAB 45
47 BAB 46
48 BAB 47
49 BAB 48
50 BAB 49
51 BAB 50
52 BAB 51
53 BAB 52
54 BAB 53
55 BAB 54
56 BAB 55
57 BAB 56
58 BAB 57
59 BAB 58
60 BAB 59
61 BAB 60
62 BAB 61
63 S2# Awal Mula
64 S2# Andrew Dirgantara
65 S2# Andrew Yang Berbeda
66 S2# Merangkap Sebagai Maid
67 S2# Andreanapun Sama
68 S2# ARYA
69 S2# Anak Pindahan
70 S2# Tanam Paksa
71 S2# Andreana Dijodohkan
72 S# Bunga di Tepi Jalan
73 S# Andrew Menikah
74 S2# Banyak Kejutan di Apartemen
75 S2# Malam Pertama
76 S2# Pagi :(
77 S2# Ngampus Lagi
78 S2# Pertunjukan Langsung
79 S2# Telfon dari Sonia
80 S2# Dijemput Suami
81 S2# Bunga Demam
82 S2# Pernikahan Andreana 1
83 S2# Suasana Hati Andrew
84 S2# Pernikahan Andreana 2
85 S2# Malam Pertama (eksklusif di gdrive)
86 S2# Menjenguk Bunga
87 S2# Perhatian Mertua
88 S2# Masa Lalu
89 S2# Kapan Akan Pulang?
90 S2# Impoten Pilih-pilih
91 S2# Pelajaran Untuk Dia
92 S2#
93 S2# Sudah Tidak Bisa
94 S2# Benda Apa itu?
95 S2# Sebuah Foto
96 S2# Uang Bensin
97 S2# Kerja
98 S2# Menyesali
99 S2# Kenang-kenangan
100 S2# Bibir Tergigit
101 S2# Mulai Cemburu
102 S2# Malam yang Berbeda
103 S2# Andreana Hamil
104 S2# Hobi Baru
105 S2# Merahasiakan dari Arya
106 S2# Ngidam Pembawa Petaka
107 S2# Pengungkapan Perasaan
108 S2# Sebuah Pilihan
109 S2# Diskusi
110 S2# Mengikat Rambut
111 S2# Penyesalan Setelah Ditinggal
112 S2# Merencanakan Sesuatu
113 S2# Perhatian Dari Ibu Mertua
114 S2# Jebakan Fika
115 S2# Jogging
116 S2# Penjelasan Andrew
117 S2# Makan
118 S2# Obrolan Ruang Tengah
119 S2# London
120 S2# Mengundurkan Diri
121 S2# I'M Not A Virgin 2
122 S2# Panginya
123 S2# Di Kafe
124 S2# Mandi Bareng
Episodes

Updated 124 Episodes

1
BAB 1 Kegelisahan Sonia
2
BAB 2 Ritual Aneh
3
BAB 3 Resepsi Pernikahan
4
BAB 4 After marriage
5
BAB 5 I'M NOT A VIRGIN
6
BAB 6
7
BAB 7 Akan Mencuri
8
BAB 8 Pria Misterius
9
BAB 9 Ada apa dengan Bima
10
BAB 10 Siapa Bima?
11
BAB 11
12
BAB 12
13
BAB 13
14
BAB 14
15
BAB 15
16
BAB 16
17
BAB 17
18
BAB 18
19
BAB 19
20
BAB 20
21
BAB 21
22
BAB 22
23
BAB 23
24
BAB 24
25
BAB 25
26
BAB 26
27
BAB 27
28
BAB 28
29
Pengumuman
30
BAB 29
31
BAB 30
32
BAB 31
33
BAB 32
34
BAB 33
35
BAB 34
36
BAB 35
37
BAB 36
38
BAB 37
39
BAB 38
40
BAB 39
41
BAB 40
42
BAB 41
43
BAB 42
44
BAB 43
45
BAB 44
46
BAB 45
47
BAB 46
48
BAB 47
49
BAB 48
50
BAB 49
51
BAB 50
52
BAB 51
53
BAB 52
54
BAB 53
55
BAB 54
56
BAB 55
57
BAB 56
58
BAB 57
59
BAB 58
60
BAB 59
61
BAB 60
62
BAB 61
63
S2# Awal Mula
64
S2# Andrew Dirgantara
65
S2# Andrew Yang Berbeda
66
S2# Merangkap Sebagai Maid
67
S2# Andreanapun Sama
68
S2# ARYA
69
S2# Anak Pindahan
70
S2# Tanam Paksa
71
S2# Andreana Dijodohkan
72
S# Bunga di Tepi Jalan
73
S# Andrew Menikah
74
S2# Banyak Kejutan di Apartemen
75
S2# Malam Pertama
76
S2# Pagi :(
77
S2# Ngampus Lagi
78
S2# Pertunjukan Langsung
79
S2# Telfon dari Sonia
80
S2# Dijemput Suami
81
S2# Bunga Demam
82
S2# Pernikahan Andreana 1
83
S2# Suasana Hati Andrew
84
S2# Pernikahan Andreana 2
85
S2# Malam Pertama (eksklusif di gdrive)
86
S2# Menjenguk Bunga
87
S2# Perhatian Mertua
88
S2# Masa Lalu
89
S2# Kapan Akan Pulang?
90
S2# Impoten Pilih-pilih
91
S2# Pelajaran Untuk Dia
92
S2#
93
S2# Sudah Tidak Bisa
94
S2# Benda Apa itu?
95
S2# Sebuah Foto
96
S2# Uang Bensin
97
S2# Kerja
98
S2# Menyesali
99
S2# Kenang-kenangan
100
S2# Bibir Tergigit
101
S2# Mulai Cemburu
102
S2# Malam yang Berbeda
103
S2# Andreana Hamil
104
S2# Hobi Baru
105
S2# Merahasiakan dari Arya
106
S2# Ngidam Pembawa Petaka
107
S2# Pengungkapan Perasaan
108
S2# Sebuah Pilihan
109
S2# Diskusi
110
S2# Mengikat Rambut
111
S2# Penyesalan Setelah Ditinggal
112
S2# Merencanakan Sesuatu
113
S2# Perhatian Dari Ibu Mertua
114
S2# Jebakan Fika
115
S2# Jogging
116
S2# Penjelasan Andrew
117
S2# Makan
118
S2# Obrolan Ruang Tengah
119
S2# London
120
S2# Mengundurkan Diri
121
S2# I'M Not A Virgin 2
122
S2# Panginya
123
S2# Di Kafe
124
S2# Mandi Bareng

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!